Chapter: Bab 225. SPSG"Rileks sayang, kenapa tegang begitu." "Aku ... sedikit takut Mas, hehe .... " Nada nyengir. "Takut? Memangnya aku menyeramkan?" "Nggak, tapi kan ini perdana, lagian baru banget kemarin kan aku lahiran, Mas udah minta aja." "Kan udah bersih nifas, memangnya harus nunggu berapa lama lagi." "Tiga bulan mungkin, atau lima bulan," jawab Nada tersenyum. "Itu mah udah punya adik lagi Azel. Becanda, tenang ya, aku bakalan pelan kok," kata pria itu menenangkan. Karena wajah Nada menegang dan memelas, akhirnya Saga ajak ngobrol dulu ngalor ngidul biar suasana tidak kaku lagi. "Dek, I love you," ucap Saga mengecup bibirnya sekilas. Nada terdiam sejenak, membalas tatapannya yang lekat. Jelas pria ini menginginkan dirinya. "I love you too Mas Saga," balas Nada tumben sekali mengikrarkan perkataan manis itu. Hati Saga langsung membuncah, mendekat rapat menyapa bibirnya. Menyatu dengan lembut, penuh perasaan dan cinta. Nada hanya mampu memejam saat suaminya menyentuhnya semakin dal
آخر تحديث: 2025-12-01
Chapter: Bab 224. SPSGKelahiran putri kedua mereka semakin menyempurnakan kebahagiaan keluarga kecil mereka. Pak Saga juga selalu membantu mengurus si kecil dan Zea setiap kali di rumah. Sedang menikmati menjadi bapak-bapak asuh selain kesibukannya di kantor. "Sayang, nanti jalan yuk!" ajak pria itu sepertinya butuh waktu berdua. "Jalan ke mana?" tanya Nada bingung. Tumben suaminya mengajak keluar. "Berdua aja, quality time gitu. Udah bersih kan? Tadi aku lihat kamu sholat.""Emang iya, sudah dari kemarin. Tapi kan belum di KB Mas.""Ya udah nanti sekalian keluar. Anak-anak dititip sama mama dulu.""Nggak apa-apa gitu?""Nggak apa banget dong, kan ada Mama Hira dan Bik Surti juga yank. Nanti kita singgah ke hotel.""Ish, ngapain jauh-jauh ke hotel. Di rumah juga bisa, lagian aku masih takut. Masih sabar kan?""Takut digigit enak ya Dek, nggak dong Dek, masa harus nunggu lagi. Hampir empat puluh hari loh ini. Nanti malam ya.""Nggak janji, ngomong ke mamanya gimana. Masa pergi sampai lama.""Ya perginya
آخر تحديث: 2025-11-30
Chapter: Bab 223. SPSG"Kan bilangnya kalau sudah beres ASI Dek, berati masih lama lah dia tahun lagi. Warisan Papa Bian terlalu banyak, kalau bukan buat cucunya mau buat siapa. Harus ada penerus yang nantinya akan menjadi pemimpin di tahta perusahaan papanya." Benar juga, mengingat Nyonya Zee cuma punya satu putra. Makanya beliau khawatir sekali pas mereka berpisah dan hampir bercerai. Takut putranya tidak bisa move on dan trauma dengan pernikahan. Kan bisa gawat kalau tidak ada generasi penerusnya. "Kalau masih lama, bahasnya tahun depan aja." "Dimulai dari sebulan kemudian dong Dek, kan harus KB dulu, emangnya mau los aja ya." "Ish, jangan dong, kasihan Azel dan Zea, nanti rebutan bundanya." "Nanti dicariin baby sitter ya, satu anak satu pengasuh. Biar kamu nggak terlalu capek." "Nggak usah Mas, aku mau rawat anakku sendiri. Lagian aku ini kan nganggur," tolak Nada merasa belum perlu. Dia lebih suka anak-anak kepegang sendiri, apalagi dirinya memang full di rumah. Jadi belum perlu baby sitter untu
آخر تحديث: 2025-11-30
Chapter: Bab 222. SPSGSetelah berjuang beberapa jam dengan rasa sakit dan mules-mules tidak karuan. Akhirnya bayi berjenis perempuan itu lahir ke dunia dengan selamat. Saga yang mendampinginya menangis haru melihat perjuangan istrinya. Betapa dia sangat mengkhawatirkan perempuan yang begitu berarti dalam hidupnya tadi saat berjuang demi keturunannya. Pria itu tak henti-hentinya mengucap syukur setelah anak itu lahir. "Terima kasih sudah berjuang, bunda hebat," ucap Saga mencium istrinya dengan perasaan penuh cinta. Nada hanya mengangguk saja, masih lemes setelah mengeluarkan semua kekuatan dan tenaganya. Rasanya tubuh itu terasa begitu lelah. Selesai ditangani, Nada dan bayinya dipindahkan ke ruang pemulihan. Setelah semuanya terpantau aman, mereka baru dipindahkan ke ruang nifas. Saga langsung mengabari kedua orang tuanya. Ibu mertuanya dan orang-orang terdekatnya dengan bahagia. Dia senang sekali akhirnya kelahiran anak kedua mereka berjalan dengan lancar. Bu Zeevanka dan suaminya langsung bergegas
آخر تحديث: 2025-11-30
Chapter: Bab 221. SPSGPulang-pulang bawa belanjaan sebegitu banyak, Saga saja sampai keheranan. Dia tidak masalah sama sekali, toh yang dia beli untuk keperluan calon anak mereka. Cuma tumben banget belanja banyak tidak nungguin suami. "Donaturnya mama, Mas, tiba-tiba banget ambil ini ambil itu, pokoknya kalau yang beliau suka digas aja. Aku udah nolak jangan dibayarin, eh mama malah bilang tidak apa-apa, rezeki cucu. Kan jadinya aku nggak enak kalau begini.""Bener kata mama, rezeki cucu sultan, uang mama lebih banyak daripada uang aku sayang, tenang jangan ngerasa nggak enak.""Uang dari Mas masih utuh dong.""Wah ... kamu seneng kalau yang ini, tapi nggak apa-apa, kalau istrinya Pak Saga itu memang harus seneng kaya gini."Rasanya seperti baru pulih dari rasa sakit kemarin, sudah banyak sekali kejutan tak terduga. Dia harus banyak bersyukur mendapatkan limpahan kasih sayang dan materi. "Ini aku cuci dulu yank, terus disimpan di lemari khusus buat calon anak kita."Baru mau tujuh bulan sudah seheboh in
آخر تحديث: 2025-11-29
Chapter: Bab 220. SPSG"Aamiin ... Bunda aminin ya." "Aamiin juga, ayah aminin, semoga apa yang menjadi cita-cita Zea terkabul." "Ayah berangkat ya, nanti ke dokter sama Bunda," ucap Pak Saga mencium pipi Zea yang chuby. Gadis kecil itu mengangguk patuh, lalu melambaikan tangannya. "Hati-hati Mas!" ucap Nada mengantar sampai depan. Pamitan romantis seperti biasanya. Pria itu selalu mengelus perut istrinya yang sudah membuncit, seolah berpamitan dengan calon anaknya juga. "Nanti pesan taksi saja ya, jangan pakai motor. Maaf hari ini tidak bisa membersamai kalian."Sepertinya ke depannya Pak Saga perlu supir khusus untuk mengantar istri dan anaknya kalau mau ke mana-mana. Biar tidak repot, belum lagi dirinya super sibuk tidak bisa mesti mengantar. Biar Nada juga tidak repot, ada yang anter jemput Zea sekolah dan mengaji. "Iya Mas, aku patuh," jawab Nada membuat Pak Saga tersenyum lega. Hamil besar membuat paksu makin protektif. Dia langsung masuk setelah mobil Pak Saga berlalu dari pandangannya.
آخر تحديث: 2025-11-29
Chapter: Bab 128. TMIS"Sayang, papah berangkat kerja dulu ya," pamit Arlo pada baby Zalfa pagi itu. Dia menciumnya dengan sayang. "Ayo Jen, bareng sekalian." "Apa nggak ngerepotin? Kayaknya nggak searah deh." "Jalan lingkar gampang, nanti tinggal belok. Kamu kan kuliah pagi, sekalian aja. Besok kalau udah mahir bawa mobil sendiri aku yang nebeng." "Ya udah bareng," jawab Jena akhirnya mengiyakan. Keduanya pamit dengan orang rumah sembari menitipkan Zalfa. Sementara belum nemu orang yang pas buat ngasuh Zalfa, kemarin sempet merekrut orang tetapi tidak jadi karena satu hal. Bu Najwa kurang cocok setelah interview. Arlo juga maunya yang agak berumur sekalian. Yang benar-benar niat kerja. "Baik-baik ya kalian, tidak usah khawatir, Zalfa aman sama mama. Ada Bik Sumi juga yang bantuin." "Iya Ma, selesai dari kampus aku langsung pulang." Memang seharusnya begitu, mengingat punya tanggungjawab ASI juga. Jena harus rutin pumping setiap tiga jam sekali atau minimal jika sudah penuh. Dia sudah meng
آخر تحديث: 2026-05-20
Chapter: Bab 127. TMISSenangnya dapat sinyal kebaikan dari mantan istri yang sepenuhnya belum menjadi mantan. Hari itu juga Arlo langsung pindahan ke rumah mama. Dia bisa bebas bertemu dengan Zalfa kapan saja dan merawatnya bersama. "Ma, aku pindahan ya, tenang, udah izin kok sama Jena." "Kamu jangan cari masalah Arlo, mama tidak punya kekuatan untuk bujuk lagi." "Beneran Ma, Jena ngebolehin. Mama bisa tanya sendiri kalau tidak percaya." "Mama senang kalau bener demikian, semoga bisa menjadi awal yang baik buat kalian." "Aamiin ... nggak sabar pingin bobo sama Zalfa." "Sama Zalfa apa sama ibunya nih," ledek Bu Najwa ada-ada saja. "Duh ... Ma, jangan gitu, nanti kalau Jena dengar malah takut sama Arlo."Tahan dulu, walaupun jujur sangat ingin bersama, harus pelan-pelan, takut mamanya Zalfa kabur lagi. Ini aja udah seneng banget dapat sinyal baik. "Kalau mama jadi Jena ya udah pasti takut lah. Habisnya kamu punya track record astagfirullah." "Nggak bakalan diulangin Ma, jangan diungkit. Biarkan k
آخر تحديث: 2026-05-17
Chapter: Bab 126. TMISYa ampun ... kenapa mantan suaminya itu jor-joran sekali. Bagaimana caranya Jena menolak. Sungguh dia tidak enak hati. Mamanya Zalfa langsung menghubunginya untuk konfirmasi. "Hallo Jena, telfonnya nanti saja ya. Aku sedang rapat." "Owh, iya Kak, maaf ganggu." "Bukan ganggu, setengah jam lagi aku telfon balik." Arlo sedang sibuk, apalagi kalau tujuannya hanya untuk sekedar konfirmasi tentang hadiah yang dia berikan. Arlo justru belum menyiapkan jawaban. Takut duluan kalau Jena menolak. Pria itu mendatangi rumah ibunya sore hari sepulang kantor. Sengaja menemui istri dan anaknya. Memang benar kan, secara negara mereka masih terikat hubungan suami istri. "Bik, Mama mana? Kok sepi?" "Sedang keluar Mas. Kalau cari Mbak Jena di kamar, lagi sibuk ngurus Zalfa." "Bisa minta tolong nggak Bik, panggilin Jena ya." Sebenarnya Arlo bisa mengetuk pintu kamarnya. Tetapi takut kalau membuatnya tidak nyaman. "Siap Mas, tunggu sebentar ya." Bik Sumi mengetuk pintu, tetapi justru tidak a
آخر تحديث: 2026-05-14
Chapter: Bab 125. TMIS"Ma, nitip Zalfa ya, maaf bakalan ngerepotin terus." "Tentu saja tidak merepotkan. Kamu tidak usah khawatir, kuliah yang tenang." "Iya Ma, makasih banyak," ucap Jena kembali ke kampus. Pagi-pagi harus drama dulu dengan keriwehan sebagai ibu baru. Untungnya Bu Najwa standby membantunya, Jena sangat bersyukur karena tidak merasa repot sendiri. Perjalanan dari rumah ke kampusnya juga tidak terlalu jauh. "Jena, kamu bawa mobil mama saja ya," tawar Bu Najwa untuk memudahkan Jena tentunya. "Pinjam motor saja Ma, lebih cepat sampai juga. Tapi kalau nggak dipakai sih." "Pakai saja, nanti kalau Bik Sumi mau belanja biar pesan ojol." "Makasih Ma, izin ya," ucap wanita itu beranjak setelah berpamitan manis dengan putrinya yang masih lelap. Setelah mengambil cuti berbulan-bulan akhirnya kembali ke kampus. Ini yang sudah lama Jena rindukan. Ya walaupun kini keadaannya sudah berbeda, Jena menikmati prosesnya. "Selamat datang kembali. Apa yang paling kamu kangenin," seru Chika
آخر تحديث: 2026-05-13
Chapter: Bab 124. TMIS"Aku sekarang tinggal di rumah kamu," jawab Jena jujur. Memang kenyataannya demikian, toh besok atau lusa Arlo pasti tahu. Pria ini tidak mungkin tidak berkunjung ke rumah orang tuanya. "Rumah Mama Najwa?" tanya pria itu masih pura-pura tidak tahu. "Iya, mama kemarin jemput, katanya biar kuliahnya dekat. Kasihan Zalfa kalau harus ditinggal jauh." "Alhamdulillah, syukurlah kalau sudah pulang. Memang seharusnya kamu tinggal di sana, lebih dekat dan lebih nyaman." "Pulang? Aku cuma singgah sampai lulus." Pada kenyataannya Jena tidak ingin menetap, dia mengalah karena saat ini memang keadaannya tidak memungkinkan. Di rumah Bu Najwa ada banyak yang bantuin Zalfa saat dia sedang kuliah. Dia juga tidak harus pulang pergi terlalu jauh. "Iya, bukannya itu seharusnya rumah kamu juga ya. Mama kan sayang banget sama kamu. Zalfa sudah bisa apa, aku kangen banget sama dia, sama kamu juga." Arlo sebenarnya ingin sekali mengajaknya balikan. Tetapi berkali-kali dia meminta, berapa ban
آخر تحديث: 2026-05-10
Chapter: Bab 123. TMIS"Jena, ini kamar kamu dan Zalfa, kalau butuh sesuatu jangan sungkan bilang ke mama ya." "Iya Budhe, siap." "Kok Budhe lagi sih, ayo lah sayang, tidak harus kaku begitu. Panggil mama, terserah kamu mau sama Arlo atau tidak yang jelas panggil mama." "Suka lupa, InsyaAllah akan Jena biasakan."Bu Najwa memang sebaik itu, hanya saja Jena kadang malah yang sungkan. "Bik Darmi! Tolong bantuin rapihin barang-barang Jena Bik, mulai sekarang dia akan tinggal di sini lagi!" titah wanita itu menyambutnya dengan senang. Bahkan sudah menyiapkan semua keperluan Zalfa. Baby box yang tak jauh dari tempat tidur Luna, pakaian bayi dan barang-barang yang dibutuhkan Zalfa. "Nggih Buk, selamat datang kembali Mbak Jena, adeknya lucu sekali. Semoga kali ini kerasan ya." "InsyaAllah Bik, makasih sudah dibantuin.""Jen, InsyaAllah lusa orang yang mau bantuin urus Zalfa baru ke sini. Nanti kamu yang interview ya.""Iya Ma, terima kasih banyak, ngerepotin terus kayaknya.""Jangan begitu sayang, kita har
آخر تحديث: 2026-05-08
Chapter: Bab 150"Tapi apa Mas?" Tsabi yang penasaran langsung mencicipinya. Tidak ada masalah, rasanya juga cukup enak. Namun, ia sedikit eneg ketika mendapati isian bawang bombainya."Hehehe. Seharusnya kamu bikin lebih banyak lagi. Aku suka, kalau ukurannya kecil gini kurang sayang.""Ish ... bikin worry saja. Habisin semuanya Mas, aku kenyang.""Kapan kamu makan?" Sedari bangun Shaka belum melihat istrinya mengisi perutnya."Lihatin kamu udah kenyang. Aku belum lapar, udah minum susu tadi," jawab Tsabi benar adanya."Sini aku suapin," ujar pria itu membagi sisa gigitannya.Sebenarnya Tsabi agak mual dengan bawang bombay, tetapi isian itu kurang menarik tanpa umbi satu itu.Tsabi baru mengunyah beberapa suapan, tetapi dia merasa semakin eneg. Wanita itu langsung beranjak dari kursi seraya menutup mulutnya.Shaka yang melihat itu langsung berdiri menyusul. Paling tidak bisa melihat istrinya dalam kesusahan."Sayang, maaf, kamu beneran mual?" ucap pria itu iba. Kasihan sekali melihat Tsabi yang menda
آخر تحديث: 2024-01-31
Chapter: Bab 149"Kamu juga capek kan Mas, kenapa mijitin?" tanya wanita itu sembari menyender di kepala ranjang. "Lelahku hilang saat melihat senyum kamu sayang," ujar Shaka jujur. Sedamai itu ketika menatap wajahnya yang teduh. Selalu menenangkan. "Bisa aja kamu Mas," jawab Tsabi tersenyum. Ditemani gini saja sudah mengembalikan moodnya. Apalagi dipijitin begini, sungguh Mas Shaka suami yang romantis dan pengertian. Perlahan netra itu mulai berat. Seiring sentuhan lembut yang mendamaikan. Tsabi terlelap begitu saja. Melihat itu, Shaka baru menyudahi pijitanya, dia membenahi posisi tidur istrinya agar lebih nyaman. Sebenarnya ada hasrat rindu yang menggebu, apalagi memang pria itu sudah beberapa hari tak berkunjung. Namun, nampaknya waktu dan keadaan kurang memberikan kesempatan. Tsabi juga terlihat lelah akibat aktivitas seharian di luar. Shaka akan menundanya besok sampai waktu memungkinkan. Agar keduanya sama-sama nyaman. Terutama Tsabi yang saat ini tengah hamil muda. Kadang moodian. Shaka h
آخر تحديث: 2024-01-31
Chapter: Bab 148"Nggak jadi aja ya, perasaan aku nggak enak," kata Shaka yang sebenarnya takut kalau nanti istrinya bakalan sakit hati lagi. "Kenapa, kalau dia nggak mau ketemu sama aku, mungkin mau dijengukin kamu. Kita bisa bawakan makanan kesukaan Angel dan mukena. Aku yakin dia mau berubah. Kita tidak boleh memusuhinya Mas.""Kenapa sih kamu jadi orang baik banget. Dia udah jahat banget loh sama kamu, sama keluarga kita. Wajar kan kalau pada akhirnya aku nggak respect.""Sangat wajar, itu namanya naluriah. Ketika seseorang disakiti terus membalas. Aku cuma mau kasih ini Mas, mana tahu dia bisa terketuk hatinya untuk melakukan kebaikan.""Oke, nanti aku antar," ucap Shaka pada akhirnya. Mereka benar-benar mengunjungi Angel yang saat ini dalam tahanan. Akibat perbuatannya, Angel harus menerima sanksi berat. Mendapatkan kurungan yang tak sebentar. Karena mencoba melakukan penganiayaan dan juga pembunuhan."Ngapain kalian ke sini? Puas lihat aku di sini seperti ini," sentak Angel menatap sinis pasu
آخر تحديث: 2024-01-30
Chapter: Bab 147Sepekan telah berlalu, tapi kesedihan nampaknya masih membekas di hati Shaka. Suasana hatinya beberapa hari ini sedang tidak baik-baik saja. Beruntung Tsabi adalah istri yang begitu perhatian dan pengertian. Wanita itu sangat sabar menemani suaminya yang dalam suasana duka.Hari ini pria itu sudah mulai beraktivitas kembali seperti biasanya. Toko dan bengkelnya juga sudah mulai dibuka kembali. Setelah sepekan tutup total karena dalam suasana berkabung. Ibunya memang belum meninggalkan banyak kenangan manis dengannya. Namun, sebagai seorang anak pasti sangat kehilangan ditinggalkan orang yang telah melahirkannya untuk selamanya. "Mas, ini ganti kamu hari ini," ujar Tsabi menyiapkan pakaian ganti suaminya. Walaupun beraktivitas di samping rumahnya, tentu Tsabi tak pernah lupa mengurusi pakaian suaminya juga untuk kesehariannya. Santai, tapi bersih dan tertata. "Makasih sayang," jawab Shaka memakainya begitu saja di depan istrinya. Sudah tidak tabu lagi. Bahkan menjadi pemandangan men
آخر تحديث: 2024-01-29
Chapter: Bab 146Tepat pukul lima sore hari Nyonya Jesy menghembuskan napasnya yang terakhir. Shaka sangat terpukul dengan kepergian ibunya. Pria itu tersedu sembari membacakan ayat-ayat suci di dekat ibunya. Tsabi mengusap lembut punggung Shaka setelah menyelesaikan surat yasin menutup doa ibu mertuanya. "Yang ikhlas Mas, biar mommy tenang," ucap Tsabi menguatkan. Dia tahu ini berat, hanya doa terbaik untuk almarhum mommy yang sekarang bisa ia lakukan. Wanita itu langsung menghubungi keluarganya. Ummi Shali, Ustadz Aka, dan Khalif serta beberapa orang abdi dalem langsung bertolak ke rumah sakit. Tentu saja untuk mengurus kepulangan dan juga pemakamannya. Beberapa orang lainnya nampak sudah bersiap menunggu jenazah pulang ke rumah duka. Suasana mengharu biru saat jenazah itu tiba dan hendak disholatkan. Ustadz Aka sendiri yang mengimaminya. Berhubung waktu belum terlalu malam, almarhum langsung dikuburkan malam itu juga. Tepatnya setelah sholat maghrib. Semuanya seakan berjalan begitu cepat. Padah
آخر تحديث: 2024-01-28
Chapter: Bab 145"Tsabi, apa yang terjadi sayang?" Ummi Shali dan suaminya langsung bertolak ke rumah menantunya begitu mendapatkan kabar dari Shaka. "Zayba jatuh Ummi, dia sepertinya sangat kaget," jelas Tsabi mengingat bocah kecil itu terlepas dari troli. Salah satu karyawan toko yang menggendongnya dan langsung mengamankan bayi itu. "Astaghfirullah ... Mas, cucuku gimana ini. Kita bawa ke tukang pijat.""Kenapa bisa sampai seteledor itu menjaga anak kecil. Bukankah kamu di rumah?""Tsabi tidak enak badan abi, tadi habis periksa. Aku nitip ke mommy, tapi malah ada musibah begini.""Kamu sakit?" tanya Ummi Shali menatap dengan serius. "Sakit, tapi sebenarnya—" Tsabi terdiam, agak ragu berkata jujur saat ini. Namun, bukankah kabar baik itu harus berbagi. "Sebenarnya apa?" tanya Abi Aka giliran yang menatapnya. "Zayba mau punya adik, Ummi," kata Tsabi malu dan ragu membagi kabar bahagia tersebut. "Kamu hamil lagi?" tanya Ummi cukup kaget. Baby Zayba belum genap satu tahun sudah mau punya bayi. Ba
آخر تحديث: 2024-01-28
Chapter: Bab 112Mas Raja yang menggoda, Ruma yang tidak suka. Suaminya ini kenapa malah dicie ciein, apa dia tidak bertanya-tanya kenapa Rina dan ibunya Rasya datang ke rumah. "Rum, maaf mengagetkan kamu pagi-pagi. Kebetulan sekali kalau Dokter Raja juga ada di rumah."Iya, Ruma memang kaget, ada hal penting apa sampai Rina dan mantan ibu mertuanya datang ke rumah. Sepertinya Mas Rasya juga, tetapi kenapa pria itu tidak turun dari mobil. "Iya, silahkan masuk Rin, Tante," ucap Ruma menyambutnya dengan hangat. Yang berlalu biarlah berlalu, yang penting sekarang Ruma mempunyai keluarga yang menyayanginya penuh syukur. "Terima kasih banyak, Rum," jawab Rina dan Tante Maria masuk. Lalu mengambil duduk setelah dipersilahkan. Kedatangan kedua orang di masa lalu Ruma tentu bukan tanpa alasan. Mereka merasa perlu bersilaturahmi untuk melegakan hatinya. Tentu saja karena memang ada suatu hal yang tidak melegakan hatinya. "Sebelumnya, maaf jika kedatangan kami membuat kamu dan keluarga tidak nyaman. Sudah
آخر تحديث: 2024-07-30
Chapter: Bab 111"Sayang, lama banget, itu MUA-nya udah datang." Raja sampai menyusul ke kamar mandi sebab istrinya tak kunjung keluar. "Suruh nunggu Mas, aku sedikit mual." Ruma keluar kamar mandi dengan wajah sedikit pucat. "Loh, kamu sakit?" Dari semalam Ruma memang kurang enak badan. Sedikit masuk angin dan kurang istirahat lebih tepatnya. Jadi, berefek paginya. Padahal hari ini ada acara aqiqahan baby Maher. Malah mendadak tidak enak badan begini. "Nggak Mas, aku cuma agak mual dikit."Semalam baby Maher banyak rewelnya, tumben sekali bayi mungil itu meminta perhatian lebih. Ruma tidak bisa tidur nyenyak gegara putranya terlihat tidak seperti biasanya. Dia takut sendiri dan sedikit trauma kalau sampai ada apa-apa dengan bayinya. "Masuk angin sih ini. Minum obat ya, aku ambilin. Udah makan kan?""Nggak Mas, nggak usah. Ini udah agak mendingan kok," tolak Ruma merasa lebih baik. Pria itu beranjak mengambilkan minum hangat. Menganjurkan istrinya rehat sejenak. Acaranya masih nanti agak siangan,
آخر تحديث: 2024-07-29
Chapter: Bab 110Ruma dan Raja sepakat mencari pengasuh untuk baby Maher. Tentu saja untuk meringankan pekerjaan istrinya. Apalagi sekarang Ruma tengah masa pemulihan pasca melahirkan. Sudah pasti repot harus membagi waktu untuk dirinya dan juga bayinya."Mas, nanti aku jadwal kontrol. Sekalian ke rumah sakit ya.""Iya, nanti aku antar. Jam berapa sayang?""Siang lah, kamu hari ini berangkat?""Cutiku udah habis, siang ya, nanti aku anterin dulu kalau pagi. Aku langsung pulang beres dari rumah sakit."Waktu Raja memang sangat sibuk. Dia hanya cuti beberapa hari menemani istrinya di rumah sakit dan di rumah. Selebihnya kembali sibuk di rumah sakit. "Iya, nggak pa-pa, ada suster Anna yang bantuin." Untungnya sesama dokter, jadi lebih tahu kesibukan masing-masing. Tidak menuntut untuk dimengerti sendirian. Saling memaklumi karena kehidupannya memang bukan sepenuhnya milik pasangannya. Harus terbagi dengan banyak orang yang membutuhkan.Setiap libur, Raja selalu meluangkan waktunya full di rumah. Karena
آخر تحديث: 2024-07-28
Chapter: Bab 109Ruma langsung mengiyakan, HPL memang masih akhir bulan, tetapi benar tanda-tandanya baby boy mau launching. "Bisa jalan?" tanya Raja khawatir. Ruma mengangguk, walau dengan wajah menahan sakit, cukup aman untuk berjalan sampai ke mobil. "Ayo sayang, hati-hati!" Abi Zayyan dan juga Ummi Marsha juga langsung ikut ke rumah sakit. Sementara Bik Sumi pulang dengan taksi membawa belanjaan mereka. "Tambah kerasa ya?" tanya Raja sembari mengemudi perjalanan ke rumah sakit. "Iya Mas, lumayan," jawab Ruma memejam. Mengatur nafas, dan sesekali merilekskan tubuhnya saat tengah nyeri. Ini bukan pertama kali bagi Ruma, tetapi sakitnya tentu sama saja satu rasa. Namanya orang mau melahirkan, di mana-mana pasti luar biasa. "Lancar-lancar ya sayang, bantu Buna," ucap Raja sembari mengelus perut istrinya. Begitu sampai di rumah sakit, Ruma langsung disambut hangat oleh tim medis. Perempuan itu langsung dibawa ke ruang bersalin. Setelah dicek ternyata memang sudah pembukaan tiga. Masih lumayan
آخر تحديث: 2024-07-27
Chapter: Bab 108Empat purnama tak terasa berlalu dengan cepat, Ruma kini tengah menanti hari-hari kelahiran anak kedua. Perempuan itu juga sudah menyelesaikan waktu magangnya. Jadi, bisa mempunyai banyak waktu di rumah menanti launching anak kedua."Aku berangkat ya, nanti kalau ada apa-apa kabari. Jangan belanja sendirian, nanti malam saja aku temani setelah pulang," pesan Raja tak membiarkan istrinya beraktivitas di luar tanpa dirinya. "Iya Mas, tapi kalau misalnya siang berubah pikiran, terus ditemani Bik Sumi gimana? Kan nggak sendirian juga." Tidak ingin terlalu banyak merepotkan, asal Raja mengizinkan, Rumah tidak mengapa berbelanja sendirian."Duh ... bumil ngeyel ya. Ya sudah, nanti pakai supir saja. Hati-hati ya, ingat selalu berkabar di mana pun berada." Raja mode posesif, bukan apa-apa, dia khawatir mengingat istrinya hamil besar. "Siap Mas, kamu juga hati-hati berangkat kerjanya," balas Ruma mengiyakan. Ruma menyalim takzim suaminya. Raja membalasnya dengan kecupan sayang di keningnya,
آخر تحديث: 2024-07-25
Chapter: Bab 107"Ya Allah ... capek Mas, izin ke kamar ya," pamit Ruma setelah membantu membereskan sisa acara tadi. Padahal cuma bantuin dikit, tapi berasa sekali punggungnya. "Kamu sih, dibilangin nggak usah masih suka maksa. Udah istirahat saja." Kalau Ruma sudah mengeluh, Raja yang khawatir. Istrinya itu kadang bandel, tapi ya namanya juga perempuan aktif, mana bisa diem. "Hem ... tadi nggak berasa Mas, sekarang baru terasa," ucap Ruma beranjak. Raja ikut mengekor istrinya ke dalam. Suasana rumah juga sudah sepi, semua tamu dan keluarga dekat sudah pulang sejak tadi. "Sayang, aku pijitin ya," kata pria itu perhatian. Bukan satu dua kali, Raja memang sering melakukan hal semacamnya saat istrinya mengeluh lelah. Ya walaupun ujung-ujungnya tetap bonus adegan panas. "Hmm ... beneran pijat atau minta bonus." Ruma sadar, wanita itu kemarin menundanya. Dia bahkan berjanji sendiri setelah acara bakalan nyenengin suaminya. Tapi, terkadang ekspektasi tak sesuai realita. Ruma terlihat ke
آخر تحديث: 2024-07-23