Beranda / Urban / Sentuhan Pembalasan / Bab 64: Benih Parasit Tuhan

Share

Bab 64: Benih Parasit Tuhan

Penulis: Beya
last update Tanggal publikasi: 2026-03-21 10:10:00

Hujan abu turun di atas Pangkalan Guam, sisa-sisa pembakaran dari dokumen-dokumen militer kuno yang kini tak lagi berguna bagi tatanan baru Adiwangsa. Di dalam kamar suite Jenderal yang telah diubah menjadi ruang perawatan medis dan isolasi, udara terasa pengap oleh aroma ozon, antiseptik, dan sesuatu yang manis namun memuakkan—aroma energi Primordial yang terlalu padat.

Valerie Adiwangsa terbaring di atas tempat tidur berangka baja, tubuhnya yang biasanya atletis kini tampak t
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sentuhan Pembalasan   Bab 132: Kolektor Galaksi dan Fajar Baru

    Pesawat siluman yang membawa Malakor dan Arion meninggalkan puncak Himalaya yang membeku, meluncur menembus awan tebal menuju markas besar Adiwangsa Tech di Jakarta. Namun, pemandangan dari jendela kokpit tidak lagi menampilkan langit biru yang jernih. Di atas atmosfer, bintik bintik perak raksasa mulai terlihat melalui sensor optik pesawat. Itu bukan satelit, dan bukan pula sampah luar angkasa. Itu adalah armada kapal induk milik Galactic Collectors, entitas pengumpul sumber daya yang telah mengincar Bumi sejak jatuhnya para Arsitek.Malakor menatap layar hologram yang menampilkan analisis data dari Gerry. Kapal kapal itu memiliki panjang ribuan kilometer, ditenagai oleh mesin penghisap inti planet. Mereka tidak datang untuk menjajah atau berkomunikasi; merek

  • Sentuhan Pembalasan   Bab 131: Dinginnya Makam Sang Kaisar

    Pesawat siluman yang membawa Malakor dan Arion membelah badai salju di atas pegunungan Himalaya dengan kecepatan supersonik. Di bawah mereka, puncak-puncak gunung yang tajam tampak seperti taring raksasa yang mencoba menggapai langit yang terluka. Lokasi ini bukan sekadar tempat penyimpanan; ini adalah sebuah fasilitas yang dibangun dengan teknologi isolasi termal dan gravitasi tingkat tinggi, tempat di mana raga fisik Arka Adiwangsa dibekukan dalam kondisi stasis abadi.Malakor duduk di kursi pilot, matanya menatap lurus ke arah radar. Tato ular di lengan kanannya terasa panas, seolah-olah energi Void yang baru saja ia jinakkan di dasar samudra sedang bereaksi terhadap kedekatan dengan sumber aslinya. Malakor bisa merasakan detak jantung yang samar, bukan mil

  • Sentuhan Pembalasan   Bab 130: Manifestasi Sang Pewaris

    Malam di Jakarta tidak pernah terasa sesunyi ini. Meskipun lampu-lampu kota masih berpijar, ada frekuensi rendah yang membuat bulu kuduk berdiri, sebuah getaran yang hanya bisa dirasakan oleh mereka yang memiliki koneksi dengan dimensi di luar nalar manusia. Malakor Adiwangsa berdiri di pusat kendali bawah tanah rumahnya, menatap barisan layar yang menampilkan data satelit real-time. Di sampingnya, Arion berdiri diam seperti patung perak, sementara Gerry sibuk mengoperasikan sistem Protokol Warisan Terakhir yang baru saja diaktifkan.Tuan Muda, koordinat yang diberikan oleh Nyonya Valerie mengarah pada sebuah lokasi di kedalaman Samudra Pasifik, tepat di atas Palung Mariana, ucap Gerry. Suaranya mengandung kecemasan yang mendalam. Ada aktivitas seismik yang ti

  • Sentuhan Pembalasan   Bab 129: Protokol Warisan Terakhir

    Jakarta terbangun dalam keadaan bingung. Berita tentang ledakan di pinggiran kota yang meratakan sebuah gudang tua menjadi topik utama, namun seperti biasa, mesin sensor Adiwangsa Tech bekerja lebih cepat dari media mana pun. Dalam hitungan jam, narasi resmi diubah menjadi ledakan pipa gas bawah tanah. Namun bagi mereka yang berada di dalam lingkaran terdalam, kabut kebohongan ini mulai terasa sangat menyesakkan.Di kediaman utama keluarga Adiwangsa, Malakor terbaring di ranjang medis pribadinya. Arion berdiri tegak di sudut ruangan, matanya yang tajam tidak pernah lepas dari pintu dan jendela. Ia mengenakan pakaian pelayan setelan hitam untuk menyamarkan jati dirinya sebagai panglima perang dimensi, namun aura kematian yang ia bawa sulit disembunyikan.

  • Sentuhan Pembalasan   Bab 128: Bayang-Bayang Sang Panglima

    Dimensi Ketiadaan bergetar hebat saat Valerie mulai memanipulasi jalinan cahaya Trinity miliknya. Arka hanya bisa menyaksikan dengan mata ungu yang menyala, merasakan betapa posesifnya ia terhadap keputusan istrinya. Ia benci harus melibatkan pihak ketiga dalam perlindungan Malakor, namun ia tahu Valerie benar. Kekuatan mereka terlalu besar untuk bermanifestasi di Bumi tanpa menghancurkan planet itu sendiri. Mereka butuh instrumen, sebuah alat yang memiliki jiwa namun tetap terikat pada kehendak mereka.Kau yakin ingin membangkitkan dia, Victoria? tanya Arka, suaranya seperti guntur yang tertahan. Dia adalah pengkhianat di garis waktu pertama. Dia adalah pria yang hampir membuat kita terpisah sebelum kau menjadi milikku sepenuhnya.

  • Sentuhan Pembalasan   Bab 127: Riak di Dalam Keheningan

    Keabadian ternyata bukan sekadar waktu yang tidak berakhir, melainkan sebuah ruang tanpa batas di mana setiap detik terasa seperti selamanya. Di dimensi yang dikenal sebagai Inti Ketiadaan, Arka Adiwangsa duduk di atas singgasana yang tidak terbuat dari materi, melainkan dari kepadatan energi Void yang murni. Di sampingnya, atau lebih tepatnya menyatu dalam jalinan energinya, adalah Valerie. Mereka bukan lagi manusia yang membutuhkan napas atau tidur. Mereka adalah hukum alam yang memastikan Bumi tetap berputar dan gerbang The Beyond tetap terkunci rapat.Namun, sifat dasar Arka tidak pernah berubah. Meskipun ia telah menjadi penjaga kosmik, sisi posesifnya justru semakin tajam karena kini ia bisa merasakan setiap getara

  • Sentuhan Pembalasan   Bab 94: Ujian Kesetiaan Sang Permaisuri

    Langit Andromeda tidak lagi bergolak, namun ia memutih dengan cahaya yang menyakitkan mata. Bukan cahaya bintang, melainkan kehadiran armada The Sentinels of Order yang telah mengepung sistem bintang biner tempat istana baru klan Adiwangsa berada. Kapal-kapal mereka tidak berbentuk mesin; mereka ad

  • Sentuhan Pembalasan   Bab 91: Kebangkitan dari Abu

    Palung Mariana tidak lagi menjadi jantung dari peradaban bawah laut yang megah. Sejak Aethelgard melompat ke dimensi Andromeda, struktur kubah Eden yang dulu menjadi simbol kekuasaan Arka Adiwangsa kini hanyalah reruntuhan kristal yang retak dan tertimbun lumpur samudra. Air laut y

  • Sentuhan Pembalasan   Bab 89: Persimpangan Kehendak

    Koridor benteng Aethelgard kini terasa seperti lorong di dalam pikiran seorang psikopat—dingin, terlalu teratur, namun di bawah permukaannya berdenyut kegilaan yang siap meledak. Arka Adiwangsa berjalan dengan langkah yang menggetarkan pilar-pilar kristal, auranya tidak lagi sekadar ungu gel

  • Sentuhan Pembalasan   Bab 80: Kedatangan Para Pembuang

    Langit Bumi yang baru saja tertutup oleh selubung hitam protokol Total Eclipse mendadak terbelah oleh kilatan cahaya putih yang tajam dan menyakitkan. Bukannya ungu nebula atau hitam Abyssal, cahaya ini terasa murni, dingin, dan menghakimi—seperti mata pisau yang membedah kegelapan.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status