Share

Ingin Bersama

Author: Rainbow Rain
last update Last Updated: 2025-12-17 17:00:16

Valerie terbangun perlahan. Ada rasa tidak nyaman yang menekan dadanya, seperti bangun di tempat yang salah. Ia tidak sendirian.

Diego masih ada di sebelahnya.

Lelaki itu terbaring di sisinya, wajahnya tenang, napasnya teratur. Rambutnya acak. Tidak ada raut bersalah. Tidak ada kegelisahan.

Valerie menelan ludah, “gila! Ini benar-benar gila. Apa yang sudah kulakukan tadi malam?”

Ia bergerak pelan, berusaha keluar dari setiap tarikan napasnya yang berat. Begitu kakinya menyentuh lantai, ia lang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sepanjang Malam Di Pelukan Bosku   Lari Dari Pernikahan Untuk Menikah

    Valerie duduk gelisah di ruang tunggu pengantin perempuan. Gaun pengantin putih terasa berat di bahunya, tangannya saling menggenggam di pangkuan.Di depan cermin besar, wajah Valerie memantul cantik, tapi ada yang membuat hatinya tidak tenang. Sorot matanya menunjukkan kecemasan sejak masuk ruangan.“Tidak seharusnya seperti ini,” ucapnya pelan.Valerie menatap bayangannya, lalu menggeleng. Mencoba menolak apa yang muncul di dalam pikirannya. Sebentar lagi ia akan menikah dan seharusnya ia bahagia.“Thomas adalah calon suamimu bukan Diego,” ucap Valerie terus menerus.Ia terus meyakinkan hatinya sejak duduk. Batinnya berperang sejak beberapa hari yang lalu. Perkataan Diego yang akan datang teringiang-ngiang di telinganya.Pintu terbuka, ibunya Valerie masuk perlahan dengan wajah penuh haru melihat kecantikan putrinya. Wanita itu mendekati Valerie yang duduk menghadap cermin.“Kamu cantik,” kata ibunya Valerie lembut. “Sebentar lagi kamu akan menjadi Nyonya Thomas,” Wanita bergaun put

  • Sepanjang Malam Di Pelukan Bosku   Ciuman Pengingat Masa Lalu

    Valerie merasa hampa saat memandang dirinya berbalut gaun pengantin putih di depan cermin besar. Tatapannya kosong, bibirnya terlihat kaku. Padahal seharusnya ia senang melihat dirinya segera menikah. Ia bersama Thomas datang ke galeri untuk mencoba gaun pernikahannya sebelum acara pernikahan besok. Keluarga Valerie sengaja mempercepat pernikahan karena kedatangan Diego.“Valerie, kamu terlihat sangat cantik.” Thomas muncul dan memeluk pinggang kecil Valerie. Wajahnya tersenyum melihat Valerie dari cermin. Namun, Valerie merasa tidak nyaman dan melepaskan diri.“Kamu masih merasa tidak nyaman bersamaku?” tanya Thomas lembut.Valerie mundur beberapa langkah, Thomas mendekat dan menahan kedua tangan Valerie. Wajahnya menjual kesedihan saat Valerie menjauh. Memelas menunjukkan kesedihan saat Valerie menolak sentuhannya.“Sebentar lagi, kita akan menikah. Sampai kapan kamu seperti ini?” Thomas membawa tangan Valerie menempel dadanya.Valerie langsung menariknya dan gelisah. Bersama Thom

  • Sepanjang Malam Di Pelukan Bosku   Masuk Kamar Sembunyi-sembunyi

    “Pulang sekarang,” suara Tuan Sanchez dingin, tangannya langsung menarik tangan Valerie mengikutinya.Diego reflek berdiri, menahan Valerie “Tunggu, kami belum selesai.”“Dia akan segera menikah,” ucap ayahnya Valerie. “Tidak pantas jika dia berdua dengan lelaki lain.” Tatapannya cukup tajam jatuh pada Diego, jelas sekali menunjukkan rasa tidak suka. “Dia menolongku …,” bisik Valerie pada ayahnya.“Menolong? Dia pasti sengaja hanya ingin menjebakmu. Kamu masih ingat apa yang dikatakan Thomas waktu itu?” Ayahnya Valerie langsung melengos melihat Diego, lalu lanjut berkata,”Lelaki ini sering melecehkanmu di tempat kerja.”Valerie terdiam mendengar ucapan tajam ayahnya. Tubuhnya masih terpaku seperti tidak ingin pergi.Ayahnya Valerie kembali menarik tanpa aba-aba. Suasana kafe yang tadi hangat mendadak kacau. Diego mencoba mengejar sampai , tapi mobil hitam itu sudah meluncur pergi.Diego langsung masuk ke mobilnya mengikuti ke mana arah mobil ayahnya Valerie menghilang. Jalanan beruba

  • Sepanjang Malam Di Pelukan Bosku   Suapan Manis Diego

    “Di mana kamu, Valerie?” Diego meremas cup coffee kosong di tangan. Ia singgah di sebuah cafe saat perjalanan pulang. Seluruh penjuru Cleveland sudah ia telusuri. Namun, ia sama sekali tidak menemukan jejak Valerie. Rumah orang tuanya yang berada di oakridge street terlihat senyap. Semua tetangga menutup rapat mulutnya.Fokus Diego terpecah saat perjalanan pulang hingga membuatnya salah ambil jalur selatan melewati Indiana polis dan perjalanannya harus menempuh waktu lebih lama untuk sampai Chicago."Saya tidak akan melepaskanmu lagi jika menemukanmu. Saya akan kembali merebutmu dari si brengsek itu!"Pandangan Diego beralih melihat ponselnya dan langsung menelpon Evan. Ia tidak bisa menunggu lama jika semua itu tentang Valerie. Ia memerintahkan asistennya untuk mengawasi Thomas dan ia tidak sabar ingin mengetahuinya.“Bagaimana? Kamu sudah dapat informasi?” tanya Diego tajam. Wajahnya mengeras menunggu jawaban asistennya. ujung sepatunya mengetuk aspal menunjukkan kecemasan.“Thoma

  • Sepanjang Malam Di Pelukan Bosku   Kutukan Mertua

    Diego memekik kesal di dalam apartemennya. Ia diusir dari rumah sakit dan tidak bisa masuk lagi. Semua ini karena pengaruh Thomas. Fotonya terpampang jelas di depan pintu utama rumah sakit. Seolah dirinya adalah penjahat.Semua keluarga Valerie percaya pada omongan Thomas tentang Diego. Bahkan scandal tentang pelecehannya pada Valerie muncul dan membuat kedua orang tua Valerie tidak menyukainya. “Thomas, sialan! Saya harus buat perhitungan dengannya.” Diego memukul meja makan di dapur. Gelas kristal di atasnya bergetar, jatuh dan pecah, memecah keheningan pikiran Diego yang kusut. Sementara pecahan kacanya dibiarkan berserakan di lantai dapur.“Valerie… kenapa harus bajingan itu?”Diego meremas rambutnya, berjalan mondar-mandir seperti singa terkurung.“Dia memanfaatkan amnesia Valerie,” ujar Diego kesal. Kini kedua tangannya mengepal, matanya menyipit mengingat bagaimana ekspresi Thomas mengejeknya. “Tidak! Saya tidak akan membiarkannya menang!”Benda tipis milik Diego di meja berg

  • Sepanjang Malam Di Pelukan Bosku   Apa Perlu Mengulangi Ciuman Itu?

    Nama Valerie tertera di papan kecil di samping pintu, bibir Diego tersenyum tipis melihatnya. Reflek, tangannya mendorong pintu saat keadaan sudah aman. Valerie duduk setengah bersandar di ranjang. Rambutnya tergerai, wajahnya terlihat pucat. Ia sedang menatap jendela, tubuhnya menegang saat melihat Diego datang. “Kamu? Apa yang kamu lakukan di sini,” ucap Valerie pelan. “Saya sudah katakan, jangan menggangguku.”Diego menutup pintu tanpa menjawab. Ia melangkah masuk, tatapannya menelusuri wajah Valerie, seolah mencari sesuatu yang seharusnya ada di sana— rasa rindu, kenangan, cinta dan semua ingatan tentangnya.“Kita perlu bicara,” kata Diego pelan. “Sekarang.”Valerie menggeleng cepat. Tangannya mencengkeram selimut. “Tidak. Tolong keluar. Saya tidak ingin bicara denganmu. Kamu tidak bisa memaksaku bajingan!”Diego terkejut mendengar umpatan Valeri. Ia berhenti dan duduk di sisi ranjang. Aroma antiseptik bercampur dengan wangi Vanila yang dulu begitu membuatnya mabuk dan terikat.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status