Beranda / Urban / Sepuluh Selir Ratu Arischa / Bab 6 Simpan desahanmu

Share

Bab 6 Simpan desahanmu

Penulis: Penulis Hoki
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-31 01:00:06

Darah segar menetes dari ujung pedang Alaric, mengotori sprei sutra tempat Lia meringkuk. Namun, perhatian semua orang di ruangan itu tersedot pada satu titik yaitu Kael. Jenderal itu berdiri tegak, tak gentar meski ujung logam tajam hampir menyentuh jakunnya.

"Kau ingin aku menjauh?" Kael mengulang pertanyaan Alaric dengan nada yang meremehkan.

Tiba-tiba, dengan gerakan yang lebih cepat dari kedipan mata, Kael mencengkeram pergelangan tangan Alaric yang memegang pedang. Bunyi krek pelan dari sendi yang tertekan membuat Alaric meringis, namun Kael tidak berhenti. Dia menarik tangan Alaric hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa inci.

"Dengarkan aku, Pangeran Suci," desis Kael, suaranya mengandung getaran yang membuat bulu kuduk Ren yang masih bersembunyi di sudut sambil berdiri. "Kau boleh membawa seribu kepala pemberontak ke hadapanku, tapi kau tetaplah pria yang gemetar saat melihat medan perang yang sebenarnya. Jangan pernah mencoba mengusik mangsaku saat aku sedang lapar."

Kae
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sepuluh Selir Ratu Arischa   Bab 18 Kembalinya sang Ratu

    Mobil sport hitam itu melaju kencang mendaki bukit menuju Menara Transmisi. Di samping Lia, Kael mencengkeram kemudi dengan urat-urat tangan yang menonjol. Luka bakar di bahunya masih mengepulkan asap tipis, tapi dia tidak peduli."Jika kita menghancurkan server itu, Lia... kita mungkin tidak akan punya jalan pulang lagi," ucap Kael, suaranya parau tertutup deru mesin."Dunia ini bukan rumah kita, Kael. Rumah kita adalah tempat di mana aku adalah Ratumu," jawab Lia tajam.Mereka tiba di puncak. Kael menabrakkan mobil itu ke dinding kaca gedung pusat data.BRAKK!Pecahan kaca berhamburan. Mereka melompat keluar, disambut oleh Dimas yang berdiri di depan superkomputer raksasa."Selamat datang di akhir dunia, Lia!" teriak Dimas gila. Dia menekan tombol Delete. "Jika aku tidak bisa memilikimu, maka tidak akan ada yang bisa!"Tiba-tiba, seluruh ruangan bergetar. Kode-kode digital di layar mulai pecah dan berubah menjadi kelopak mawar hitam, kekuatan anomali Lia di simulasi ternyata terbawa

  • Sepuluh Selir Ratu Arischa   Bab 17 Bermain di dalam lift

    Alarm peringatan melengking memekakkan telinga, lampu-lampu merah berputar menciptakan suasana distopia di dalam laboratorium bawah tanah itu. CEO Neuro-Core yaitu ayah Arlan berteriak histeris memerintahkan pengawal untuk mengamankan aset mereka.Namun, mereka lupa satu hal... Kael bukan lagi sekadar data. Tubuh Bio-Vessel itu diciptakan dengan spesifikasi militer tingkat tinggi, dan memori di dalamnya adalah memori seorang Jenderal yang telah memenangkan ribuan pertempuran.Kael bergerak seperti badai. Meskipun tubuhnya baru saja keluar dari tabung, insting tempurnya tidak bisa dibendung. Dia menyambar sebatang pipa besi dari reruntuhan tabung dan dalam hitungan detik, tiga pengawal bersenjata sudah terkapar di lantai dengan tulang rusuk hancur."Ayo, Lia!" Kael menyambar tangan Lia.Sentuhan itu... tidak lagi menyakitkan. Tidak ada sengatan listrik dan tidak ada rasa sesak. Hanya kehangatan kulit bertemu kulit yang begitu nyata. Kael menarik Lia melewati lorong-lorong laboratorium

  • Sepuluh Selir Ratu Arischa   Bab 16 Menyatu di dunia nyata

    Kutukan itu menghantamnya dengan kekuatan sepuluh kali lipat karena dia merasa dicintai oleh Lia di saat jiwanya sedang hancur. Tubuhnya bergetar hebat, keringat membanjiri otot-ototnya yang tegang.Namun, Lia tidak melepaskannya. Dia justru menggigit bibir bawah Kael hingga berdarah, lalu membisikkan sesuatu di sela-sela ciuman panas itu. "Gunakan rasa sakit ini, Arlan. Jika kau mencintaiku, jangan mati sekarang. Bakar sistem ini dengan rasa sakitmu!"Tiba-tiba, tato mawar hitam di punggung Lia bersinar terang, menyalurkan energi gelap ke dalam tubuh Kael. Bukannya meredam kutukan, energi Lia justru meledakkan rasa sakit itu hingga menjadi kekuatan fisik murni.Kael bangkit, tubuhnya kini diselimuti aura hitam dan ungu yang menyambar-nyambar seperti petir. Matanya berubah menjadi putih sepenuhnya. Rasa sakit yang seharusnya membunuhnya kini menjadi bahan bakar kemarahannya.Lia melepaskan Kael, menatap Julian dengan senyum kemenangan yang kejam. "Lihat, Arlan yang asli. Sampahmu baru

  • Sepuluh Selir Ratu Arischa   Bab 15 Arlan

    Lia menanggalkan jubah luar yang dikenakannya, menyisakan gaun tidur transparan yang memperlihatkan lekuk tubuhnya di bawah cahaya lilin. Dia merangkak naik ke atas tubuh Kael, menduduki pangkuan pria itu dengan posisi yang sangat intim.Kael mengerang keras. Wajahnya memerah, otot-otot lengannya menegang hingga urat-uratnya terlihat jelas. Setiap inci kulit Lia yang bersentuhan dengan tubuhnya mengirimkan gelombang rasa sakit yang mematikan ke jantungnya, namun kejantanannya justru menegang keras di bawah sana, menuntut penyatuan."Kau sangat menderita, ya?" Lia berbisik di telinga Kael, lalu menjilat daun telinganya dengan sengaja."L-Lia... kau akan... membunuhku..." Kael terengah-engah, tangannya yang gemetar mencoba mencengkeram sprei agar tidak menyentuh Lia, karena jika dia membalas sentuhan itu, kutukan tersebut bisa menghentikan jantungnya seketika."Lalu matilah di dalam diriku, Arlan," tantang Lia.Lia menarik tangan Kael, memaksa telapak tangan besar yang kasar itu untuk m

  • Sepuluh Selir Ratu Arischa   Bab 14 Siksa aku dengan sentuhanmu

    Cahaya biru itu semakin menyilaukan, mengeluarkan bunyi dengung frekuensi tinggi yang menyakitkan telinga. Tubuh Alaric mulai berpendar, memperlihatkan garis-garis sirkuit di bawah kulit porselennya. Kael mencengkeram leher Alaric, urat-urat di lengannya menonjol, sementara dadanya terus memercikkan cahaya ungu sebuah tanda kutukan itu sedang merobek jantungnya dari dalam."Arlan, jangan bodoh! Lari!" teriak Xenon, mencoba menarik tangan Lia. "Sistem ini akan melakukan format pada ruangan ini. Kita akan terhapus kalau tetap di sini!"Lia menepis tangan Xenon dengan kasar. Matanya terpaku pada Kael. Dia melihat pria itu, pria yang dulu menghancurkan dunianya dan kini hancur demi memberinya waktu satu detik untuk bernapas."Tidak," desis Lia. "Aku sudah pernah mati sekali karena tidak punya kekuatan. Aku tidak akan membiarkan takdir atau sistem sialan ini menentukan siapa yang harus mati lagi!"Tiba-tiba, tato mawar hitam di punggung Lia terasa membara. Rasa panasnya menjalar ke seluruh

  • Sepuluh Selir Ratu Arischa   Bab 13 Anomali ganda

    Kael memejamkan mata sesaat. Kata-kata itu lebih tajam daripada pedang Alaric. "Sesuai perintah Anda, Yang Mulia."Lia beralih ke Xenon. "Dan kau, Xenon. Kau bilang kau ingin membantuku? Baiklah. Kau akan menjadi peliharaan baruku di paviliun barat. Kau akan mengajariku segala hal yang kau tahu tentang dunia lain itu. Jika kau berbohong sedikit saja, aku akan memastikan lidahmu dipotong."Xenon mendongak, mencoba memberikan senyum liciknya, namun saat melihat tatapan Lia yang kosong, senyum itu hilang. "Tentu, Ratu... atau haruskah kupanggil Lia?"PLAK!Kael bergerak lebih cepat dari kilat. Dia menampar wajah Xenon dengan sangat keras hingga pria itu tersungkur ke lantai marmer. Tapi saat telapak tangan Kael bersentuhan dengan udara di sekitar Xenon yang berada dekat dengan jangkauan Lia, Kael langsung tersungkur, memegangi dadanya dengan wajah pucat.Rasa sakit dari kutukan itu menghantamnya. Jantungnya terasa seperti diremas oleh tangan raksasa yang berduri."Kael!" Alaric berseru,

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status