LOGINSaat makan, suamiku menaruh banyak sekali jahe di piringku dan menyuruhku untuk makan lebih banyak. Aku menatap hidangan yang semuanya mengandung jahe, lalu diam-diam meneteskan air mata. "Bukan aku yang suka jahe. Kamu salah ingat. Kalau makan jahe, aku bisa muntah." Setelah aku mengalami kecelakaan pesawat, demi anak kami, suamiku mencari seorang pengganti yang mirip denganku untuk merawatnya. Namun, saat aku kembali, mereka sudah terlanjur menganggap wanita itu sebagai diriku. Aku menganggap mereka keluarga. Namun, setiap kali wanita itu menjebakku, mereka selalu memihaknya. Tepat sebelum tidur, putra yang sudah tiga tahun tidak kujumpai tiba-tiba datang ke kamarku. Dengan penuh kegembiraan, aku merentangkan tangan untuk memeluk anak yang sudah lama terpisah dariku. Namun, kata-kata pertama yang keluar dari mulutnya membuatku merasa seolah-olah terjerembap ke dalam jurang es yang membekukan. "Bisa nggak kamu pergi dari rumahku?" Aku jatuh terduduk di lantai dengan terkejut, lalu perlahan-lahan memejamkan mata. "Kalau itu maumu, oke."
View MoreCalvin masih tidak menyerah, tetapi aku tidak ingin menyia-nyiakan waktu lagi dengannya. Saat aku bangkit dan hendak pergi, Alistar tiba-tiba berkata, "Boleh saja kalau kamu mau aku panggil kamu begitu. Tapi, kamu harus pulang bersama kami."Saat mendengar perkataannya, aku tertegun sejenak. Kemudian, aku menyadari maksudnya dan menggeleng sambil tersenyum. "Nggak usah."Aku mengira penolakanku hari itu sudah cukup jelas. Hanya saja, Calvin dan Alistar tetap menolak untuk pergi. Calvin bahkan memesan seluruh penginapan di sebelah agar lebih mudah mendekatiku.Aku sangat kesal, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa. Aku tidak mungkin mengusir tamu tetangga.Kukira, cepat atau lambat, mereka akan menyerah. Lagi pula, aku juga malas menanggapinya. Tak disangka, sebelum mereka menyerah, malah terjadi sesuatu dulu di penginapanku.Hari itu, Nelson sedang pergi ke stasiun kereta cepat untuk mengantar para tamu. Beberapa pria berperawakan tinggi dan kekar tiba-tiba menerobos ke penginapan kami. M
Setelahnya, aku dan Nelson menikah. Tiga tahun kemudian, aku dan Nelson membuka penginapan di tepi pantai. Kami juga memiliki seorang putri yang imut. Aku menamainya Moonela Tondi. Nama panggilannya adalah Moonie.Berhubung bintang tidak bersedia tinggal di sisiku, biarkan saja bulan yang menemaniku.Saat Calvin menemukan tempat ini, Moonie baru saja belajar berjalan. Melihatnya, sebelum Calvin sempat berbicara, mata Alistar sudah terlebih dahulu memerah."Siapa dia?"Alistar melangkah maju dengan marah dan sepertinya ingin mendorong Moonie."Alistar, apa-apaan kamu?"Aku segera berdiri di depan Moonie. Sepertinya, ini pertama kalinya aku menegurnya dengan galak. Mata Alistar seketika memerah dan dia menatapku dengan tidak percaya."Dia putriku."Setelah mendengar jawabanku, ekspresi Calvin dan Alistar langsung berubah. Mata Calvin terbelalak dan dia menatap Moonie dengan perasaan campur aduk.Moonie dikejutkan oleh tatapan ini. Melihatnya akan menangis, aku segera menggendongnya.Ali
Demi Chloe, Calvin bahkan nyaris membunuh istrinya sendiri.Saat menerima telepon itu, Chloe merasa senang. Sejak insiden kebakaran itu terungkap, Calvin langsung mengusirnya dari rumah. Sekarang, usahanya selama tiga tahun sepertinya tidak sia-sia. Calvin masih tidak bisa hidup tanpanya dan sudah menyuruhnya kembali.Hanya saja, setelah masuk ke vila, Chloe pun tercengang. Dia melihat Calvin duduk di sofa menghadap pintu, sedangkan orang tuaku duduk di sofa samping. Sangat jelas bahwa mereka ingin menginterogasinya.Melihat pemandangan ini, Chloe berbalik dan ingin pergi. Namun, sudah terlambat. Calvin langsung melemparkan setumpuk bukti ke wajah Chloe."Ternyata ini ulahmu! Kalau bukan karena kamu, mana mungkin kami terpisah dari Clara selama bertahun-tahun."Chloe sangat pandai membaca situasi. Dia segera mengakui kesalahannya. Dia berinisiatif melangkah maju dan memeluk Calvin."Kak Calvin, ini semua salahku. Tapi, aku terlalu mencintaimu. Waktu itu, aku cuma bertindak gegabah sesa
Pria itu berkata namanya Calvin dan dia adalah suamiku. Sementara itu, pasangan lansia dan anak yang berada di sebelahnya adalah orang tua serta putraku.Aku tidak begitu percaya. Melihat mereka sepertinya selalu membuat hatiku terasa agak sakit. Jika mereka adalah keluargaku, bagaimana mungkin aku bisa sesedih itu?Dokter mengatakan bahwa aku menderita amnesia sementara dan memiliki kemungkinan untuk pulih. Setelah mendengarnya, aku merasa senang. Dengan begitu, aku dapat mengingat mereka lagi.Namun, ekspresi Calvin terlihat serius, seolah dia tidak ingin aku mengingat masa lalu. Aku agak bingung, tetapi tidak bertanya.Setelah keluar dari rumah sakit, Calvin membawaku pulang. Orang tua dan putraku juga tinggal di rumah itu. Hanya saja, terkadang, mereka juga suka melihatku dengan tatapan rumit.Putraku juga agak aneh. Aku suka memeluknya, tetapi dia selalu bersikap canggung dan menjaga jarak, seolah-olah aku bukan ibunya.Aku dikejutkan oleh tebakan ini. Namun, Calvin selalu menghib






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.