Short
Setelah Aku Hilang Ingatan, Suami Dan Anakku Mencari Penggantiku

Setelah Aku Hilang Ingatan, Suami Dan Anakku Mencari Penggantiku

By:  MuriaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
8Chapters
22views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Saat makan, suamiku menaruh banyak sekali jahe di piringku dan menyuruhku untuk makan lebih banyak. Aku menatap hidangan yang semuanya mengandung jahe, lalu diam-diam meneteskan air mata. "Bukan aku yang suka jahe. Kamu salah ingat. Kalau makan jahe, aku bisa muntah." Setelah aku mengalami kecelakaan pesawat, demi anak kami, suamiku mencari seorang pengganti yang mirip denganku untuk merawatnya. Namun, saat aku kembali, mereka sudah terlanjur menganggap wanita itu sebagai diriku. Aku menganggap mereka keluarga. Namun, setiap kali wanita itu menjebakku, mereka selalu memihaknya. Tepat sebelum tidur, putra yang sudah tiga tahun tidak kujumpai tiba-tiba datang ke kamarku. Dengan penuh kegembiraan, aku merentangkan tangan untuk memeluk anak yang sudah lama terpisah dariku. Namun, kata-kata pertama yang keluar dari mulutnya membuatku merasa seolah-olah terjerembap ke dalam jurang es yang membekukan. "Bisa nggak kamu pergi dari rumahku?" Aku jatuh terduduk di lantai dengan terkejut, lalu perlahan-lahan memejamkan mata. "Kalau itu maumu, oke."

View More

Chapter 1

Bab 1

Begitu turun dari taksi, aku membunyikan bel pintu vila.

Kepala pelayan membukakan pintu. Namun, saat melihat wajahku, dia seketika mematung.

"Nona? Nona sudah kembali!"

Sambil menatapku dengan tidak percaya, kepala pelayan segera berbalik dan berlari masuk ke rumah sambil berseru menyampaikan kabar itu.

Tak lama kemudian, seluruh keluarga berkumpul di sekelilingku. Mereka menunjukkan perhatian dan kekhawatiran mereka.

"Clara, akhirnya kamu kembali."

Kedua orang tuaku menggenggam tanganku sambil menangis dalam diam. Suamiku, Calvin Wijaya, bahkan lebih diliputi emosi lagi. Dia segera memelukku dengan erat. Matanya dipenuhi rasa gembira karena aku telah kembali.

Aku membalas pelukannya dengan sama eratnya, seolah ingin menyatukan tubuh kami. Pasti sangat berat baginya karena harus berperan sebagai ayah sekaligus ibu selama beberapa tahun aku tidak ada.

Tiba-tiba, seorang anak laki-laki yang terlihat berusia sekitar empat atau lima tahun berlari menuruni tangga dan mendorongku dengan kuat. "Siapa kamu? Kenapa kamu peluk papaku?"

Melihat anak yang bersikap kasar itu, aku tidak merasa marah. Sebaliknya, aku berjongkok dan memeluknya.

"Kamu pasti Alistar, 'kan? Kamu sudah besar sekali. Ini semua salah Mama. Mama terlambat kembali."

Sambil berbicara, air mataku mengalir tanpa sadar.

Sejujurnya, begitu ingatanku pulih, yang paling kukhawatirkan adalah anakku. Aku tak sanggup membayangkan kesulitan yang pasti dialaminya selama tiga tahun aku menghilang. Yang mengejutkan, anak itu mendorongku, begitu kuat hingga aku terhuyung mundur.

"Kamu bukan mamaku! Dasar wanita jahat! Pergi dari rumahku!"

Tepat saat itu, seorang wanita muncul entah dari mana dan menarik Alistar ke samping.

Aku menatapnya dan pikiranku mendadak kosong. Setelah tertegun selama sekitar tiga detik, aku menoleh ke arah orang tuaku. "Ayah, Ibu ... apa aku punya saudara kembar?"

Wajar saja aku bertanya seperti itu. Wanita itu terlihat sama persis sepertiku. Bahkan tahi lalat di sudut mulutnya juga berada di posisi yang sama.

Orang tuaku hanya tersenyum canggung dan tidak mengatakan apa-apa.

Namun, Calvin mengerutkan kening dan berkata, "Chloe, bawa Alistar kembali ke kamarnya."

"Oke."

Wanita itu dengan patuh menggenggam tangan Alistar dan membawanya naik ke lantai atas. Tidak ada yang menjawab pertanyaanku, tetapi aku seolah menangkap sesuatu dari ucapan Calvin yang terdengar santai itu.

"Siapa dia?"

"Clara, biar kujelaskan."

Tepat saat itu, terdengar suara nyaring kaca pecah dari dalam ruangan, yang disusul oleh teriakan Chloe.

"Duh!"

"Ada apa, Chloe?"

Bahkan sebelum aku sempat mencerna suara dari lantai atas, Calvin yang beberapa saat lalu memelukku dengan begitu lembut segera meninggalkanku dan berlari menaiki tangga.

Bukan hanya Calvin. Begitu mendengar suara itu, orang tuaku juga bergegas naik ke lantai atas.

Menyaksikan kejadian itu, aku tidak tahu harus menunjukkan reaksi seperti apa, tetapi hatiku terasa sangat sakit. Aku menggigit bibirku, lalu menyusul mereka.

Saat berdiri di ambang pintu kamar utama, aku melihat Calvin sedang membalut luka di tangan Chloe, sementara putraku meniup luka itu dengan lembut.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status