Share

Di Ranjang yang Sama

Author: Risca Amelia
last update publish date: 2026-09-15 19:51:46

Mendengar sumpah disertai pertanyaan yang meluncur dari bibir Roman, Sabiya tidak serta-merta luluh.

Alih-alih merasa tenang, ekspresinya justru semakin mengeras. Ia menghentikan pijatan di pelipis pria itu, lalu menarik tangannya perlahan.

"Roman, aku tidak mau lagi membahas tentang perselingkuhan antara kau dan Clara,” tegas Sabiya.

Roman menatap wanita itu dengan cemas. "Tapi, Sabiya—"

"Percaya atau tidak percaya padamu, itu tidak berdampak apa-apa. Kita tidak akan bisa mengubah masa lalu y
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Persaingan di Depan Sekolah

    Jarum jam menunjukkan pukul sepuluh, ketika pintu apartemen terbuka. Dante berjalan dengan langkah lebar sembari membawa beberapa map dokumen penting di tangan."Maaf saya sedikit terlambat, Tuan Roman," ujar Dante, membungkukkan tubuh sedikit. "Tadi pagi saya harus mengoordinasikan pengamanan jalur logistik senjata baru yang masuk ke Aldena."Roman, yang sedang duduk di kursi roda hanya mengangguk pelan. "Tidak masalah. Duduklah, Dante. Apa kau sudah mendapatkan informasi yang kuminta?"Tanpa membuang waktu, Dante membuka map di tangannya. Pria itu mengeluarkan selembar berkas profil, lengkap dengan foto berukuran paspor. "Saya sudah menyelidiki identitas Dominic Sterling, Tuan."Alis Roman langsung menukik tajam. Netranya memicing tajam, ketika mengamati foto lelaki muda yang memiliki iris mata abu-abu."Apa kau memiliki foto terbaru Dominic, Dante?”"Saya hanya bisa menemukan foto Dominic saat dia berusia 16 tahun, Tuan. Dia adalah anak angkat dari Billy Sterling, pengusaha di ko

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Tujuan Berbahaya

    Tak ingin situasi semakin runyam, Sabiya perlahan mengangkat lengan Roman yang berat dari pinggangnya. Ia menyingkirkannya dengan sangat hati-hati agar pria itu tidak terbangun.Begitu ia berhasil membebaskan diri, Sabiya melompat turun dari ranjang. Dengan napas memburu dan wajah memerah padam akibat rasa gugup, Sabiya merapikan pakaiannya yang sedikit kusut. Kemudian, ia melangkah cepat ke arah pintu kamar dan membukanya sedikit.Di balik pintu, Perawat Thomas berdiri dengan nampan sarapan dan obat di tangannya. Pria itu tampak tertegun ketika melihat Sabiya muncul dari dalam kamar Roman.Thomas mengerjap beberapa kali, jelas merasa heran dan menyimpan tanda tanya besar di benaknya. Namun, sebagai profesional yang tahu batasan, ia tidak melontarkan pertanyaan apa pun."Nyonya, selamat pagi," sapa Thomas canggung."Thomas, masuklah dan urus Roman sekarang," potong Sabiya, suaranya terdengar sedikit terbata-bata karena panik. "Beri dia sarapan dan obatnya.""Baik, Nyonya," jawab Thoma

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Di Ranjang yang Sama

    Mendengar sumpah disertai pertanyaan yang meluncur dari bibir Roman, Sabiya tidak serta-merta luluh. Alih-alih merasa tenang, ekspresinya justru semakin mengeras. Ia menghentikan pijatan di pelipis pria itu, lalu menarik tangannya perlahan."Roman, aku tidak mau lagi membahas tentang perselingkuhan antara kau dan Clara,” tegas Sabiya.Roman menatap wanita itu dengan cemas. "Tapi, Sabiya—""Percaya atau tidak percaya padamu, itu tidak berdampak apa-apa. Kita tidak akan bisa mengubah masa lalu yang hancur," pungkas Sabiya, memotong sisa kalimat Roman. "Ini sangat penting bagiku, Sabiya," sanggah Roman parau, manik abu-abunya menyiratkan keputusasaan. "Aku tidak ingin kau terus-menerus salah paham dan membenciku. Apa pun yang pernah diucapkan Clara, termasuk pesan-pesan yang dia kirimkan padamu, sebagian hanya rekayasa. Dia ingin memisahkan kita.”Sabiya memejamkan mata sejenak, berusaha menenangkan diri. "Cukup bicaranya, Roman. Lebih baik kau tidur."Tanpa menunggu persetujuan pria

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Percayalah Padaku Sekali Ini Saja

    Sabiya mengembuskan napas lelah, menyerah pada rasa iba yang bercampur kesal."Baiklah, aku bantu sekali ini saja. Lain kali, jangan pernah keluar kamar sendirian."Sabiya meletakkan buket bunga di tangannya, lalu merangkul pinggang dan lengan kiri Roman, membiarkan tubuh pria itu bertumpu sebagian pada bahunya.Dengan susah payah, Sabiya memapah Roman berjalan perlahan menyusuri koridor, hingga sampai di pintu kamar tamu. Sabiya tidak menyadari sama sekali bahwa bibir Roman menyunggingkan senyum tipis.Hanya saja, postur tubuh Roman yang jauh lebih tinggi dan berat, membuat wanita itu mulai kewalahan. Tepat saat mereka hampir tiba di tepi ranjang, keseimbangan Sabiya goyah.Kakinya terpeleset sedikit di atas lantai kamar, membuat tubuh mereka kehilangan kendali dan hampir terjatuh bersama-sama."Aduh!" desis Sabiya kaget.Dengan refleks kilat yang luar biasa, tangan kanan Roman yang bebas dari gips langsung melingkar erat di pinggang Sabiya. Ia menarik tubuh wanita itu merapat ke dad

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menahan Diri

    Di kamar tamu, Dante akhirnya selesai menata pakaian dan barang pribadi Roman ke dalam lemari kecil. Pria itu merapikan jasnya, lalu membungkuk di hadapan bosnya."Tuan, saya akan pamit pulang ke hotel. Besok pagi, saya akan datang kembali membawakan sarapan," lapor Dante.Roman mengangguk pelan dari atas kursi roda. "Dante, carilah sebuah rumah yang layak di Denver. Beli saja langsung jika lokasinya strategis. Kau dan para pengawal tidak perlu tinggal di hotel terus.""Baik, Tuan. Akan segera saya urus."Setelah Dante pamit dan meninggalkan ruangan, Roman meminta bantuan perawat pribadinya untuk mandi dan berganti pakaian. Begitu kondisinya lebih segar, Roman keluar menuju ruang tamu.Suasana di luar sudah mulai senyap. Sabiya dan si kembar tampaknya sedang berada di kamar mereka masing-masing.Naluri Roman pun langsung mengambil alih. Ia akan memakai kesempatan ini untuk mencari tahu siapa pria brengsek yang berani mengirimkan mawar kepada Sabiya.Dengan gerakan hati-hati, Roman mel

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Tes untuk Paman Roman

    Hanya dalam waktu singkat, ia bisa melihat kecerdasan, ketajaman insting, dan sikap protektif yang luar biasa pada diri kedua putranya. Mereka begitu waspada demi melindungi ibu mereka dari orang asing. Dan Roman sangat menyukai sifat itu, sebuah karakter pelindung yang diwariskan langsung dari keluarga Valeriano.Melihat Ares masih berdiri menanti jawaban, sementara Altair menyimak dengan ekspresi datar serta penuh kalkulasi, Roman jadi teringat akan masa kecilnya sendiri.Gaya dan sifat angkuh dari si kembar jelas merupakan replika dari dirinya sendiri. Oleh sebab itu, ia tidak boleh menjawab secara emosional atau agresif.Dengan tenang, Roman menarik napas dan memasang senyuman netral di wajahnya."Paman menumpang di apartemen kalian, karena Paman belum punya tempat tinggal. Satu-satunya teman Paman di kota Denver adalah Mama kalian,” tutur Roman lembut.“Sedangkan untuk bunga-bunga ini… Paman memberikannya sebagai ucapan terima kasih kepada Mama kalian, karena sudah banyak membant

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Berlari untuk Wanita Lain

    Tangan besar Roman langsung bergerak melepas baju yang membungkus tubuh Sabiya hingga terlepas sepenu. Namun, Sabiya tetap memejamkan matanya rapat-rapat, membiarkan tubuhnya sekaku patung lilin.Jakun Roman naik-turun saat melihat istrinya yang kini hanya mengenakan bra hitam berenda. Pakaian dala

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menginginkan Tubuhmu

    Kali ini, pria di seberang sana terdiam lebih lama. Sabiya bisa mendengar suara napas Jetro Falcone yang turun naik. Mungkin, pria itu sedang memijat pangkal hidungnya, seperti yang selalu ia lakukan saat menghadapi masalah rumit."Kenapa, Sabiya? Apa kau sudah sadar?"Mendengar pertanyaan yang me

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Bantu Aku, Paman

    Hampir satu jam berlalu, mobil yang dinaiki Sabiya memasuki kawasan pinggiran kota yang lebih lengang. Kendaraan beroda empat itu melintasi jalanan menanjak, menuju sebuah rumah yang berdiri kokoh di atas perbukitan pribadi.Kediaman yang ditempati Roman dan Sabiya sengaja dibangun di lokasi yang t

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menghilang dari Hidupmu

    Alih-alih memberi sanggahan, Roman justru meletakkan gelasnya di meja. Dengan tatapan lembut yang belum pernah Sabiya lihat sebelumnya, pria itu menoleh kepada Clara."Jangan dengarkan mereka, Clara." Suara Roman rendah dan menenangkan. "Aku punya hadiah untukmu malam ini. Aku tidak mau kau bersedi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status