Share

Lima Bunga Untuk Penebusan

Author: Risca Amelia
last update publish date: 2026-09-12 22:00:23

Mobil hitam dengan lambang keluarga Valeriano, merapat di pelataran salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kota Denver.

Di dalam mobil, Roman menolak untuk bersantai. Meskipun Profesor Adrian baru saja berpesan agar ia tidak banyak bergerak, tekad pria itu jauh lebih besar dari rasa sakit di sekujur tubuhnya.

​Karena kaki kanannya belum memungkinkan untuk menapak, Roman memutuskan menggunakan kursi roda yang telah disiapkan oleh Dante.

Didorong oleh tangan kanannya itu, Roman memasuki toko
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Faris Dzaki
nggak sabar liat reaksi roman ketemu anak kembarnya kk
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Siapa Kekasih Rosella?

    Melihat wajah bosnya yang tegang, Dante yang sangat peka langsung mengikuti arah pandang sang atasan. Dalam sepersekian detik, asisten setia itu tahu apa penyebab kemurkaan yang tiba-tiba melanda Roman.Di seberang jalan sana, Dominic Sterling berdiri terlalu dekat dengan Sabiya, memasang senyuman penuh pesona yang tampak begitu mengganggu pemandangan."Tuan... apa Anda ingin turun sekarang?" tanya Dante hati-hati.Roman menarik napas perlahan, mencoba meredam api kecemburuan dan amarah yang bergejolak di dalam dadanya. Pria itu menggeleng tegas."Nanti saja, Dante. Kita tunggu Sabiya selesai memimpin acara itu. Jangan buat kekacauan di hari pentingnya."Di seberang jalan, detik-detik peresmian yang ditunggu-tunggu pun tiba. Sabiya, dengan senyuman terbaik yang menghiasi wajah cantiknya, segera menggerakkan tangan.Pita merah penanda resmi dibukanya Flagship Boutique telah terpotong sempurna, diiringi suara tepuk tangan dan letupan confetti kertas perak dari sisi kanan dan kiri.Dua o

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Saingan Di depan Mata

    Penolakan dari Sabiya membuat raut wajah Dominic Sterling seketika berubah drastis. Senyuman penuh percaya diri yang tersungging di bibirnya langsung memudar, digantikan oleh kerutan tajam di dahi."Kau sudah punya calon suami, Rosella?" tanya Dominic dengan nada suara yang sedikit meninggi. Terlihat jelas bahwa pria itu tidak memercayai perkataan Sabiya begitu saja."Kenapa selama ini dia tidak pernah terlihat bersamamu di Denver?"Sontak, Sabiya menelan ludah kasar akibat kebohongan yang baru saja ia ucapkan.Ia terpaksa mengakui keberadaan "calon suami" semata-mata agar Dominic jera dan berhenti mengejarnya. Namun, ia tidak menyangka respons pria itu akan sejauh ini."Calon suami saya sedang sakit, Tuan Dominic," jawab Sabiya mencari alasan sekenanya. "Kondisi kesehatannya sedang tidak baik, jadi dia memang jarang terlihat di hadapan publik."Dominic mengangguk kecil, meski matanya masih menyipit curiga."Kalau dia berada di Caspia bersamamu, dia pasti akan menjemputmu setelah acar

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Morning Kiss

    “Roman, apa yang kau lakukan?” tegur Sabiya dengan suara parau. Refleks, Sabiya memundurkan tubuhnya untuk menjauhi pria itu.Melihat raut muka Sabiya yang tegang, Roman buru-buru memberi penjelasan."Maafkan aku, Sabiya... Aku tidak punya pilihan lain,” tutur Roman sedikit menundukkan kepala.“Aku sudah memanggil namamu berkali-kali dan menggoyang lenganmu. Tapi, kau sama sekali tidak bergeming. Bahkan, alarm ponselmu sudah mati sendiri karena kau abaikan,” lanjut Roman“Hanya ide ini yang terpikir olehku. Menciummu agar kau bangun."Sabiya mendelik tajam sambil meraba bibirnya sendiri dengan jemari. "Kau bisa memakai cara lain untuk membangunkanku, Roman. Tidak harus dengan menciumku!"Roman hanya mengangkat bahu dengan ekspresi tanpa dosa. Ia mengubah posisi menjadi duduk."Tapi, cara ini terbukti berhasil," balas Roman santai. "Coba lihat jam berapa sekarang. Waktu sudah hampir pukul tujuh."Mendengar angka tujuh disebutkan, kesadaran Sabiya seketika terkumpul penuh. Kelopak matany

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Bersandar di Bahumu

    Sabiya memilih untuk tidak menanggapi pernyataan penuh tekad dari Roman. Ia khawatir pertahanan hati yang telah ia bangun dengan susah payah selama ini akan runtuh begitu saja."Kita selesaikan makan malam ini, lalu beristirahat," pungkas Sabiya, berusaha mengalihkan topik. "Besok pagi, aku harus memimpin acara grand opening di Flagship Boutique.”Tanpa menunggu balasan, Sabiya mengambil mangkuk sup ikan yang tadi diabaikan Roman. Ia mengambil sendok, meniupnya pelan, lalu menyodorkannya ke bibir pria itu."Makanlah sup ikan ini," ujar Sabiya lembut.Roman menerima tiga suapan pertama dengan patuh. Namun, ketika sendok keempat hendak disodorkan, pria itu menggeleng pelan."Sudah cukup, Sabiya," kata Roman dengan suara serak. "Lebih baik kau simpan tenaga dan tidur lebih awal.”Sabiya meletakkan mangkuk itu kembali ke atas nampan. Tatapannya beralih meneliti pria di hadapannya."Di mana tas obatmu? Kau harus minum obat terlebih dahulu sebelum tidur."Roman menunjuk sebuah tas kulit hi

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Racun dan Obat Penawar

    Tanpa bisa dicegah, ingatan Sabiya kembali pada masa lalu, di mana ia dan Roman masih menjadi suami-istri.Kala itu, Roman selalu memilihkan sendiri setiap gaun, piyama, hingga lingerie yang hendak ia pakai. Ternyata, kebiasaan pria itu belum hilang sampai sekarang.Sabiya menelan ludah, buru-buru mengalihkan pandangan.Sebelum ia semakin terlarut oleh kenangan, Sabiya menyambar paper bag tersebut dan bergegas menuju kamar mandi.Tanpa berlama-lama, Sabiya mengguyur tubuhnya dengan air hangat untuk menghilangkan sisa air hujan yang menempel. Setelah badannya bersih, ia mengenakan pakaian dalam dan piyama pemberian Roman.Meski tubuhnya kini sudah terasa lebih hangat, sisa-sisa dingin akibat badai di luar masih terasa. Karenanya, Sabiya lekas kembali ke dalam kamar.Namun, langkahnya terhenti saat melihat Roman sedang berbicara melalui sambungan telepon hotel. Pria bertubuh tegap itu kini bertelanjang dada, hanya mengenakan celana pendek berwarna hitam.Begitu Roman membalikkan badan, p

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Satu Kamar Berdua

    Bersamaan dengan pintu mobil yang terbuka, sorot lampu mobil memantulkan bayangan seseorang yang turun dari dalam kabin.Sabiya berdiri mematung di samping mobilnya. Ia membiarkan butiran air hujan mengalir di sekujur tubuhnya yang sudah basah kuyup.Dari balik derai air, ia melihat sebuah payung hitam besar dibentangkan untuk menaungi sosok pria yang melangkah perlahan.Suara derit kruk logam yang berpadu dengan ketukan sepatu pantofel, menggema di atas aspal jalan tol.Diiringi oleh Dante yang memegang payung, Roman Valeriano berdiri tepat di hadapan Sabiya."Roman...?" gumam Sabiya tertahan. Matanya sampai mengerjap beberapa kali karena ia takut salah melihat."Kenapa kau ada di sini?"Tanpa memedulikan guyuran air hujan yang menciprat ke celananya, pria itu maju mendekat. Ia mengangkat tangan dan merangkul pundak Sabiya yang bergetar karena kedinginan."Karena aku khawatir padamu," jawab Roman dengan suara baritonnya yang serak. Sorot matanya tidak menunjukkan amarah sedikit pun,

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menghilang dari Hidupmu

    Alih-alih memberi sanggahan, Roman justru meletakkan gelasnya di meja. Dengan tatapan lembut yang belum pernah Sabiya lihat sebelumnya, pria itu menoleh kepada Clara."Jangan dengarkan mereka, Clara." Suara Roman rendah dan menenangkan. "Aku punya hadiah untukmu malam ini. Aku tidak mau kau bersedi

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Wanita yang Dicintai Suamiku

    Tiga tahun menikah dengan Roman Alister, pewaris tunggal keluarga Valeriano, Sabiya tidak pernah diajak ke acara publik.Meski begitu, ia tidak pernah merajuk atau menuntut. Sabiya percaya sang suami melakukan itu sebagai bentuk cintanya yang luar biasa."Klan musuh selalu mencari kelemahanku, Saya

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Acuh Tak Acuh

    Di lantai bawah, Sabiya membawa kardus tersebut menuju ruang makan utama. Ia meletakkan benda itu tepat di dekat ujung meja makan panjang.Bunyi debuman kardus yang mendarat di lantai seketika menarik perhatian Martha dan Mia. Kedua pelayan itu menatap Sabiya dengan ekspresi heran yang bercampur de

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menghapus Jejakmu

    Ponsel di tangan Sabiya kembali bergetar, menampilkan rentetan foto berikutnya yang dikirimkan oleh Clara. Kali ini adalah foto meja makan yang dipenuhi oleh berbagai macam hidangan. Ada omelet truffle, buah-buahan segar, pancake madu, sosis premium, serta segelas susu.[Semua makanan ini dipesan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status