Share

Menuju Peperangan

Author: Risca Amelia
last update publish date: 2026-10-19 20:37:15

Angin malam Lisea berembus membawa hawa dingin yang menusuk tulang. Udara beku itu menyapu halaman berkerikil di luar penginapan, yang kini beralih fungsi menjadi markas sementara klan Valeriano.

Di bawah pendar temaram lampu jalan, sebuah mobil berwarna hitam berkaca gelap telah disiapkan.

Roman berjalan keluar dari pintu utama penginapan. Setiap kali telapak kaki kanannya menjejak tanah, rasa ngilu yang menusuk kembali mendera.

Meski begitu, Roman menganggap remeh semua penderitaan fisik itu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
beibbh
gak sabar gw thorr lanjutannyaa
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Pembalasan Setimpal

    Layar di hadapan Dominic bergerak, saat Julian berjalan menyusuri lantai pabrik baja yang berdebu. Bunyi langkah sepatu bot mengiringi pergerakan kamera, hingga akhirnya berhenti di depan sebuah pilar penyangga.Di sana, duduk Nyonya Regina dan keponakannya, Diana, dalam kondisi tangan dan kaki terikat oleh rantai.Kondisi ibu dari pemimpin mafia di Aldena itu tampak sangat menyedihkan. Pakaian mahalnya kotor oleh debu dan oli pabrik, rambutnya yang biasanya disanggul rapi kini acak-acakan dan lepek oleh keringat dingin. Wajah perempuan paruh baya itu pucat pasi, dipenuhi guratan kelelahan luar biasa. Di dekat kaki Regina dan Diana, terdapat sebuah kotak metalik berisi bahan peledak. Angka timer digital berwarna merah yang berkedip di atasnya telah siap menghitung mundur.Julian berdiri menjulang di hadapan Regina. Dengan gerakan kasar, ia menarik paksa sumpal kain yang sedari tadi membungkam mulut wanita itu.Regina langsung terbatuk-batuk, berusaha meraup oksigen dengan rakus. Nap

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menuju Peperangan

    Angin malam Lisea berembus membawa hawa dingin yang menusuk tulang. Udara beku itu menyapu halaman berkerikil di luar penginapan, yang kini beralih fungsi menjadi markas sementara klan Valeriano. Di bawah pendar temaram lampu jalan, sebuah mobil berwarna hitam berkaca gelap telah disiapkan.Roman berjalan keluar dari pintu utama penginapan. Setiap kali telapak kaki kanannya menjejak tanah, rasa ngilu yang menusuk kembali mendera.Meski begitu, Roman menganggap remeh semua penderitaan fisik itu. Ia tidak membiarkan satu pun kelemahan terlihat di mata lawannya.Di belakang Roman, Dante berlari kecil menghampiri sang bos. "Tuan Roman, saya baru saja mendapat konfirmasi dari Steven, Sebastian, dan juga Zavier,” lapor Dante.“Operasi Senyap Tiga Lapis sudah mulai berjalan sesuai rencana. Sedangkan Zavier sedang dalam perjalanan menyusul Nyonya Sabiya. Dia berhasil mendapatkan alamat vila, tempat Nyonya Sabiya melakukan kunjungan kerja.”Roman menghentikan langkahnya sejenak. Di dalam hati

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menyelamatkan Mama

    Altair dan Ares masih berada di dalam kamar mereka. Buku-buku catatan dan lembar tugas sekolah sudah dimasukkan ke tas, menandakan bahwa rutinitas belajar mereka telah selesai.Ares meregangkan kedua lengannya ke atas sambil menguap lebar, lalu melompat turun dari kursi belajar. Tanpa membuang waktu, bocah berusia lima tahun itu menyambar tablet miliknya dan duduk di atas karpet.Jemari kecil Ares bergerak lincah menekan layar, membuka aplikasi game sepak bola favoritnya untuk melepas penat.Di sisi lain meja, Altair menunjukkan gestur yang jauh berbeda. Bocah cerdas berwajah mirip Roman itu tidak tertarik pada permainan digital. Dengan rasa penasaran yang bergelayut di benaknya, Altair justru membuka laptop. Ia mengetik cepat pada keyboard, memasukkan kata kunci “Kota Lisea” ke pencarian browser internet.Bocah cilik itu terpaku menatap layar, membaca satu per satu informasi mengenai kota yang menjadi tempat tujuan sang ayah.Tok! Tok! Tok!Bunyi ketukan pintu kamar yang terdengar c

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Cari Istriku Sekarang Juga!

    “Dante, kenapa kau ada di sini?” tanya Roman.Melihat kehadiran asisten pribadinya di Lisea, kening Roman berkerut dalam. Raut wajahnya dipenuhi tanda tanya besar.“Bukankah aku memberimu perintah untuk tetap berada di Denver dan menjaga keselamatan Sabiya?" tegur Roman dengan nada berat dan tajam. Mendengar bentakan bosnya, Dante langsung menundukkan kepala dalam-dalam. Wajahnya memancarkan rasa bersalah yang amat sangat, bercampur dengan ketakutan."Maafkan saya, Tuan Roman," lapor Dante dengan suara sedikit gemetar. "Nyonya Sabiya yang meminta saya untuk segera menyusul Anda ke Lisea. Nyonya sangat khawatir dengan keselamatan Anda di sini, dan memaksa saya pergi untuk menambah kekuatan perlindungan Anda,” jelas Dante apa adanya.Keheningan sontak melanda seluruh ruangan. Steven dan Sebastian saling berpandangan dengan wajah pucat, menyadari bencana apa yang baru saja terjadi.Bagi Roman, penjelasan Dante bukanlah sebuah bentuk kesetiaan, melainkan sebuah petaka yang paling ia hin

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Strategi Tempur

    Selepas keluar dari rumah sakit, Roman berkumpul dengan anak buahnya di sebuah penginapan yang mereka sewa di pinggiran kota Lisea.Roman duduk bersandar dengan napas yang dikendalikan. Ia berusaha mengabaikan rasa nyeri pada kakinya, yang baru saja ditanamkan pelat titanium beberapa jam lalu.Dengan raut wajah sedingin balok es, pria itu memandang layar laptop yang menampilkan peta topografi wilayah Lisea.Tiba-tiba, nada dering nyaring memecah keheningan yang mencekam. Ponsel cadangan yang digunakan Roman untuk berkomunikasi dengan pihak penculik bergetar.Steven dan Sebastian, yang duduk di seberang Roman, serempak menahan napas.Tanpa ragu sedetik pun, Roman meraih ponsel tersebut dan menekan tombol hijau.Ia menempelkan benda pipih itu ke telinganya tanpa mengucapkan sepatah kata pun, membiarkan pihak seberang berbicara lebih dulu.Dari balik sambungan, terdengar suara serak seorang pria."Roman Valeriano, kuharap kakimu sudah cukup kuat untuk berjalan. Karena sekarang, di sekita

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Mencari Jalan Keluar

    “Wanita iblis itu, Regina, dia menyingkirkan mamaku dan membuangku ke panti asuhan. Dia juga membuat kakiku cacat,” desis Dominic, rahangnya mengetat keras hingga otot-otot di pipinya menonjol."Aku terpaksa tumbuh dalam penderitaan, kelaparan, dan kegelapan di panti asuhan. Sementara Roman hidup bergelimang harta, dihormati sebagai tuan muda Valeriano, dan mendapatkan semua hal yang seharusnya menjadi milikku!"Sabiya menggelengkan kepalanya kuat-kuat, berusaha merapatkan tubuhnya ke tiang kanopi ranjang."Sekarang saatnya aku mengambil kembali semua hakku yang direnggut oleh Regina dan Roman," tukas Dominic dengan nada dingin.Tanpa memedulikan tatapan ngeri Sabiya, Dominic tiba-tiba mengubah ekspresinya menjadi tenang. Ia tersenyum dingin, lalu dengan sengaja mengusap permukaan gaun putih yang membalut tubuh Sabiya.Sentuhan itu terasa begitu menjijikkan bagi Sabiya, membuat tubuhnya merinding hebat."Jangan sentuh aku!" teriak Sabiya tertahan.Dominic mengabaikannya. Ia merogoh sa

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menginginkan Tubuhmu

    Kali ini, pria di seberang sana terdiam lebih lama. Sabiya bisa mendengar suara napas Jetro Falcone yang turun naik. Mungkin, pria itu sedang memijat pangkal hidungnya, seperti yang selalu ia lakukan saat menghadapi masalah rumit."Kenapa, Sabiya? Apa kau sudah sadar?"Mendengar pertanyaan yang me

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Bantu Aku, Paman

    Hampir satu jam berlalu, mobil yang dinaiki Sabiya memasuki kawasan pinggiran kota yang lebih lengang. Kendaraan beroda empat itu melintasi jalanan menanjak, menuju sebuah rumah yang berdiri kokoh di atas perbukitan pribadi.Kediaman yang ditempati Roman dan Sabiya sengaja dibangun di lokasi yang t

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menghilang dari Hidupmu

    Alih-alih memberi sanggahan, Roman justru meletakkan gelasnya di meja. Dengan tatapan lembut yang belum pernah Sabiya lihat sebelumnya, pria itu menoleh kepada Clara."Jangan dengarkan mereka, Clara." Suara Roman rendah dan menenangkan. "Aku punya hadiah untukmu malam ini. Aku tidak mau kau bersedi

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Wanita yang Dicintai Suamiku

    Tiga tahun menikah dengan Roman Alister, pewaris tunggal keluarga Valeriano, Sabiya tidak pernah diajak ke acara publik.Meski begitu, ia tidak pernah merajuk atau menuntut. Sabiya percaya sang suami melakukan itu sebagai bentuk cintanya yang luar biasa."Klan musuh selalu mencari kelemahanku, Saya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status