Share

Putus Hubungan

Penulis: Risca Amelia
last update Tanggal publikasi: 2026-06-11 18:31:47

Sesaat sebelum menerima panggilan tersebut, Sabiya teringat bahwa ibunya juga mengetahui nomor ponsel ini.

Jantung Sabiya pun berdesir, merasakan sebuah getaran kepedihan yang sangat familiar.

Mungkinkah sang ibu tiba-tiba meneleponnya? Sebab, sejak ia menikah, Nyonya Beatrice jarang sekali mengubunginya untuk sekadar menanyakan kabar.

Sang ibu tidak pernah bertanya bagaimana kondisi kesehatannya, atau bagaimana kehidupan pernikahannya di rumah Valeriano. Seolah-olah, ia telah melupakan kebera
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Morning Kiss

    “Roman, apa yang kau lakukan?” tegur Sabiya dengan suara parau. Refleks, Sabiya memundurkan tubuhnya untuk menjauhi pria itu.Melihat raut muka Sabiya yang tegang, Roman buru-buru memberi penjelasan."Maafkan aku, Sabiya... Aku tidak punya pilihan lain,” tutur Roman sedikit menundukkan kepala.“Aku sudah memanggil namamu berkali-kali dan menggoyang lenganmu. Tapi, kau sama sekali tidak bergeming. Bahkan, alarm ponselmu sudah mati sendiri karena kau abaikan,” lanjut Roman“Hanya ide ini yang terpikir olehku. Menciummu agar kau bangun."Sabiya mendelik tajam sambil meraba bibirnya sendiri dengan jemari. "Kau bisa memakai cara lain untuk membangunkanku, Roman. Tidak harus dengan menciumku!"Roman hanya mengangkat bahu dengan ekspresi tanpa dosa. Ia mengubah posisi menjadi duduk."Tapi, cara ini terbukti berhasil," balas Roman santai. "Coba lihat jam berapa sekarang. Waktu sudah hampir pukul tujuh."Mendengar angka tujuh disebutkan, kesadaran Sabiya seketika terkumpul penuh. Kelopak matan

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Bersandar di Bahumu

    Sabiya memilih untuk tidak menanggapi pernyataan penuh tekad dari Roman. Ia khawatir pertahanan hati yang telah ia bangun dengan susah payah selama ini akan runtuh begitu saja."Kita selesaikan makan malam ini, lalu beristirahat," pungkas Sabiya, berusaha mengalihkan topik. "Besok pagi, aku harus memimpin acara grand opening di Flagship Boutique.”Tanpa menunggu balasan, Sabiya mengambil mangkuk sup ikan yang tadi diabaikan Roman. Ia mengambil sendok, meniupnya pelan, lalu menyodorkannya ke bibir pria itu."Makanlah sup ikan ini," ujar Sabiya lembut.Roman menerima tiga suapan pertama dengan patuh. Namun, ketika sendok keempat hendak disodorkan, pria itu menggeleng pelan."Sudah cukup, Sabiya," kata Roman dengan suara serak. "Lebih baik kau simpan tenaga dan tidur lebih awal.”Sabiya meletakkan mangkuk itu kembali ke atas nampan. Tatapannya beralih meneliti pria di hadapannya."Di mana tas obatmu? Kau harus minum obat terlebih dahulu sebelum tidur."Roman menunjuk sebuah tas kulit hi

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Racun dan Obat Penawar

    Tanpa bisa dicegah, ingatan Sabiya kembali pada masa lalu, di mana ia dan Roman masih menjadi suami-istri.Kala itu, Roman selalu memilihkan sendiri setiap gaun, piyama, hingga lingerie yang hendak ia pakai. Ternyata, kebiasaan pria itu belum hilang sampai sekarang.Sabiya menelan ludah, buru-buru mengalihkan pandangan.Sebelum ia semakin terlarut oleh kenangan, Sabiya menyambar paper bag tersebut dan bergegas menuju kamar mandi.Tanpa berlama-lama, Sabiya mengguyur tubuhnya dengan air hangat untuk menghilangkan sisa air hujan yang menempel. Setelah badannya bersih, ia mengenakan pakaian dalam dan piyama pemberian Roman.Meski tubuhnya kini sudah terasa lebih hangat, sisa-sisa dingin akibat badai di luar masih terasa. Karenanya, Sabiya lekas kembali ke dalam kamar.Namun, langkahnya terhenti saat melihat Roman sedang berbicara melalui sambungan telepon hotel. Pria bertubuh tegap itu kini bertelanjang dada, hanya mengenakan celana pendek berwarna hitam.Begitu Roman membalikkan badan, p

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Satu Kamar Berdua

    Bersamaan dengan pintu mobil yang terbuka, sorot lampu mobil memantulkan bayangan seseorang yang turun dari dalam kabin.Sabiya berdiri mematung di samping mobilnya. Ia membiarkan butiran air hujan mengalir di sekujur tubuhnya yang sudah basah kuyup.Dari balik derai air, ia melihat sebuah payung hitam besar dibentangkan untuk menaungi sosok pria yang melangkah perlahan.Suara derit kruk logam yang berpadu dengan ketukan sepatu pantofel, menggema di atas aspal jalan tol.Diiringi oleh Dante yang memegang payung, Roman Valeriano berdiri tepat di hadapan Sabiya."Roman...?" gumam Sabiya tertahan. Matanya sampai mengerjap beberapa kali karena ia takut salah melihat."Kenapa kau ada di sini?"Tanpa memedulikan guyuran air hujan yang menciprat ke celananya, pria itu maju mendekat. Ia mengangkat tangan dan merangkul pundak Sabiya yang bergetar karena kedinginan."Karena aku khawatir padamu," jawab Roman dengan suara baritonnya yang serak. Sorot matanya tidak menunjukkan amarah sedikit pun,

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Di Tengah Badai

    Mendengar kabar bahwa sang ibu tidak kunjung kembali ke mansion, Roman tertegun sesaat. Dahinya berkerut dalam, menimbang-nimbang kebenaran berita tersebut.Namun, alih-alih diliputi kepanikan seperti yang Dante harapkan, sudut bibir Roman justru membentuk seringai sinis. Pengalaman pahit di masa lalu membuat rasa curiganya jauh lebih mendominasi."Lagi-lagi Diana..." ucap Roman tertawa dingin, nada suaranya menyiratkan kegetiran sekaligus ketidakpercayaan."Dulu, sepupuku itu pernah sengaja merekayasa cerita bahwa Mama terkena serangan jantung, hanya demi mengurungku secara paksa di rumah sakit jiwa. Dan sekarang? Dia datang membawa berita kalau Mama hilang?” sarkas Roman.“Berita ini hanya akal-akalan mereka saja. Apa mereka sudah kehabisan cara untuk menjebakku, agar aku mau patuh dan pulang kembali ke Aldena?"Mendengar sang tuan menanggapi situasi genting ini dengan prasangka, Dante menelan ludah dengan susah payah. Wajahnya menyiratkan kecemasan yang mendalam."Tuan, saya menger

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Kejadian Tak Terduga

    Mendengar Roman melontarkan kalimat putus asa, darah Sabiya mendadak seperti berhenti mengalir. Ada rasa cemas yang bergolak di dalam rongga dadanya.Akan tetapi, kegelisahan itu seketika terkikis oleh gelombang amarah yang membakar. Sabiya pun menatap Roman dengan sorot mata yang menajam."Perlu aku perjelas sekali lagi, Roman? Sekali pun kau menyerahkan nyawamu di hadapanku saat ini, hal itu tidak akan berpengaruh apa-apa untukku,” tukas Sabiya. “Berhentilah mencari belas kasihan dengan cara yang murahan. Seharusnya, kau memikirkan tanggung jawabmu sebagai ketua klan daripada sibuk berkhayal di sini.”Tanpa menunggu pembelaan dari pria itu, Sabiya langsung berbalik. Ia berjalan meninggalkan taman, meski di balik punggungnya Sabiya masih bisa merasakan tatapan Roman dari kejauhan.Sabiya tahu, kata-katanya barusan mungkin terdengar sangat kejam dan tanpa belas kasihan. Namun, ia tidak punya pilihan lain.Ia harus menegakkan batasan, agar Roman tidak lagi memupuk harapan palsu.Denga

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Acuh Tak Acuh

    Di lantai bawah, Sabiya membawa kardus tersebut menuju ruang makan utama. Ia meletakkan benda itu tepat di dekat ujung meja makan panjang.Bunyi debuman kardus yang mendarat di lantai seketika menarik perhatian Martha dan Mia. Kedua pelayan itu menatap Sabiya dengan ekspresi heran yang bercampur de

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menghapus Jejakmu

    Ponsel di tangan Sabiya kembali bergetar, menampilkan rentetan foto berikutnya yang dikirimkan oleh Clara. Kali ini adalah foto meja makan yang dipenuhi oleh berbagai macam hidangan. Ada omelet truffle, buah-buahan segar, pancake madu, sosis premium, serta segelas susu.[Semua makanan ini dipesan

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Berlari untuk Wanita Lain

    Tangan besar Roman langsung bergerak melepas baju yang membungkus tubuh Sabiya hingga terlepas sepenu. Namun, Sabiya tetap memejamkan matanya rapat-rapat, membiarkan tubuhnya sekaku patung lilin.Jakun Roman naik-turun saat melihat istrinya yang kini hanya mengenakan bra hitam berenda. Pakaian dala

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Wanita yang Dicintai Suamiku

    Tiga tahun menikah dengan Roman Alister, pewaris tunggal keluarga Valeriano, Sabiya tidak pernah diajak ke acara publik.Meski begitu, ia tidak pernah merajuk atau menuntut. Sabiya percaya sang suami melakukan itu sebagai bentuk cintanya yang luar biasa."Klan musuh selalu mencari kelemahanku, Saya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status