Share

Tetaplah Di Sini

Author: Risca Amelia
last update publish date: 2026-09-07 19:57:19

Untuk sesaat, Roman menatap gaun indah yang masih membalut tubuh Sabiya. Gaun panjang itu berkilau lembut, kontras dengan dinding kamar rawat yang serba putih.

Detik selanjutnya, Roman terbatuk kecil hingga dadanya naik turun menahan nyeri.

“A-apa ini mimpi? Kau... benar-benar ada di sini?" Suara Roman terdengar lemah dan terputus-putus.

Sabiya menatap manik mata pria itu yang terlihat begitu rapuh. Dengan perlahan, ia melepaskan genggaman tangannya dari pergelangan tangan Roman.

"Ini bukan mi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Penulis Misterius

    Ruang rawat VIP di Lisea Central Medical Center tampak tenang dan steril.Di atas pembaringan rumah sakit, Roman duduk tegak dengan raut wajah mengeras. Sementara di hadapannya, Dr. Hannes, seorang ahli bedah ortopedi, baru saja selesai memeriksa hasil pemindaian sinar-X terbaru dari kaki Roman.Dr. Hannes meletakkan lembar hasil rontgen itu ke atas meja dengan helaan napas panjang. Ia melepas kacamata bacanya, lalu menatap sang pemimpin klan Valeriano dengan sorot keberatan."Tuan Roman, patah tulang tibia di kaki kanan Anda baru menyatu sekitar lima puluh persen. Jaringan tulangnya masih sangat rapuh. Jika Anda memaksa melepaskan gips ini sekarang dan langsung mengenakannya untuk berjalan, risikonya sangat besar.”Mendengar peringatan medis tersebut, Steven dan Sebastian yang berdiri di sisi brankar langsung menegang.Namun, Roman sedikit pun tidak bergeming."Dokter Hannes, saya di sini untuk meminta solusi medis tercepat agar kaki saya bisa digerakkan secara normal."Dr. Hannes me

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Bukan Clara yang Sama

    Setelah menempuh perjalanan pulang dari kantor, mobil Sabiya memasuki area parkir khusus penghuni apartemen. Ia mematikan mesin, lalu keluar dari kabin mobil sambil membawa sebuah kotak berukuran sedang, yang diikat dengan pita biru.Itu adalah puding buah lembut, yang sengaja dibeli Sabiya untuk menyenangkan hati kedua buah hatinya.Ketika Sabiya tiba di depan pintu unit apartemennya, Zavier dan Liam sudah berdiri siaga di kedua sisi lorong. Kedua pengawal kepercayaan Roman itu langsung mengangguk hormat."Selamat malam, Nyonya," sapa Zavier sopan.Sabiya tersenyum tipis, membalas anggukan mereka. "Selamat malam. Terima kasih kalian sudah berjaga di sini.”"Sudah menjadi tugas kami, Nyonya," jawab mereka serempak.Begitu Sabiya membuka pintu, Ares dan Altair berlari menghambur keluar. Mereka menyambut kepulangan sang ibu dengan wajah berseri-seri."Wah, apa itu yang dibawa Mama? Sepertinya enak sekali!" seru Ares penasaran.Sabiya tersenyum hangat sambil menyerahkan kotak tersebut ke

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Berani Menghadapinya

    Roman sudah menautkan ponselnya dengan akun perusahaan, sehingga ia bisa mengetahui setiap surel baru yang masuk.Begitu ia membukanya, terdapat sebuah lampiran video pendek berdurasi sepuluh detik.Roman menekan tombol putar dan di layar terlihat Diana yang tampak tertunduk lemas dengan tangan terikat.Seketika, darah Roman mendidih hingga ke ubun-ubun. Kepalan tangannya bergetar hebat.Tidak berhenti sampai di situ, di bawah video tersebut tertulis sebuah kalimat tantangan yang dingin:[Jika kau ingin ibumu dan sepupumu tetap bernyawa, hentikan seluruh pergerakan pasukanmu. Datanglah dan selamatkan mereka sendirian. Atau mungkin, kau ingin aku mengambil anggota keluargamu yang lain?Hubungi nomor ini sekarang juga: xxxx. Waktumu terbatas.]Melihat nomor telepon khusus yang sengaja dicantumkan di dalam email tersebut, Roman tidak membuang waktu sedetik pun. Ia meminta ponsel cadangan, lalu tanpa ragu menekan deretan angka tersebut dan menempelkannya ke telinga.Hanya butuh sepuluh de

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Tiba di Sarang Musuh

    Suasana di depan gerbang utama Bright School tampak begitu sibuk. Kendaraan jemputan sekolah berbaris rapi, sementara para orang tua dan pengasuh tampak lalu-lalang menjemput anak-anak.Di antara kerumunan tersebut, Bibi Elma sudah berdiri menanti kedatangan Ares dan Altair."Bibi Elma!" panggil Ares ceria sambil melambaikan tangan kecilnya. Altair menyusul di belakang dengan membawa ensiklopedia sains. Bibi Elma tersenyum hangat, membentangkan tangan untuk menyambut kedua bocah kembar itu. Namun, sebelum Ares dan Altair sempat mendekat, langkah mereka mendadak terhenti.Sebuah mobil dengan kaca gelap tiba-tiba menepi tepat di samping trotoar. Pintu mobil terbuka secara bersamaan, dan keluarlah Zavier bersama dua orang pengawal berpakaian hitam.Mereka adalah pengawal kepercayaan yang langsung ditugaskan oleh Roman untuk memperketat pengamanan si kembar.Zavier menghalangi jalur si kembar menuju mobil jemputan, lalu membungkuk hormat."Selamat siang, Tuan Muda Ares dan Tuan Muda Alta

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Mencari Kesempatan

    Suasana di halaman Bright School menjadi riuh rendah begitu bel istirahat berbunyi. Anak-anak bersorak gembira, berlarian ke sana ke mari untuk menikmati waktu bebas mereka sebelum jam pelajaran berikutnya dimulai.Di bawah rindangnya pohon besar, Ares duduk di atas bangku taman. Ia menikmati sekotak susu cokelat dan sepotong sandwich sambil bersenandung kecil. Tanpa ia sadari, ada sepasang mata yang terus mengawasi gerak-geriknya tanpa berkedip.Sejak tadi, Clara memperhatikan Ares untuk mencari kesempatan mendekatinya. Dan, sekarang-lah waktu yang paling tepat untuknya bergerak, tanpa harus terganggu oleh anak-anak lain.Dengan senyuman paling ramah yang bisa ia pasang di wajahnya, Clara berjalan melintasi lapangan rumput. Ia menghampiri bangku taman tempat Ares duduk."Halo, Ares." Melihat guru musik baru berdiri di sampingnya, bocah itu sontak bangkit berdiri. "Miss Clara! Halo!" sapa Ares riang.Clara pun menepuk ruang kosong di sebelahnya agar Ares duduk kembali. Ia memasang ek

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Permohonan untuk Roman

    Tepat pada detik yang sama, lonceng kecil di atas pintu masuk restoran berdenting nyaring, menandakan ada seseorang yang baru saja melangkah masuk.Sabiya tersentak kaget. Refleks, tubuhnya menegang dan matanya membelalak lebar menatap ke arah pintu masuk. Namun, alih-alih sosok asing berwajah menyeramkan yang muncul, figur yang tertangkap oleh pandangannya adalah sosok yang familiar.Pria tinggi berpostur tegap dengan setelan jas hitam melangkah menghampiri mejanya. Itu adalah Dante, asisten pribadi sekaligus tangan kanan kepercayaan Roman.Melihat kedatangan Dante, Sabiya terkejut sekaligus lega. Dengan cepat, ia mengisyaratkan agar Dante mendekat dan duduk di kursi kosong yang berhadapan dengannya.Sabiya menatap asisten setia itu dengan sejuta tanda tanya besar. "Dante, kenapa kau ada di sini? Bukankah seharusnya kau menemani Roman terbang ke Lisea?"Dante membungkuk hormat kepada Sabiya, sebelum menarik kursi."Selamat siang, Nyonya. Tuan Roman sendiri yang memerintahkan saya un

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Bantu Aku, Paman

    Hampir satu jam berlalu, mobil yang dinaiki Sabiya memasuki kawasan pinggiran kota yang lebih lengang. Kendaraan beroda empat itu melintasi jalanan menanjak, menuju sebuah rumah yang berdiri kokoh di atas perbukitan pribadi.Kediaman yang ditempati Roman dan Sabiya sengaja dibangun di lokasi yang t

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menghilang dari Hidupmu

    Alih-alih memberi sanggahan, Roman justru meletakkan gelasnya di meja. Dengan tatapan lembut yang belum pernah Sabiya lihat sebelumnya, pria itu menoleh kepada Clara."Jangan dengarkan mereka, Clara." Suara Roman rendah dan menenangkan. "Aku punya hadiah untukmu malam ini. Aku tidak mau kau bersedi

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Acuh Tak Acuh

    Di lantai bawah, Sabiya membawa kardus tersebut menuju ruang makan utama. Ia meletakkan benda itu tepat di dekat ujung meja makan panjang.Bunyi debuman kardus yang mendarat di lantai seketika menarik perhatian Martha dan Mia. Kedua pelayan itu menatap Sabiya dengan ekspresi heran yang bercampur de

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Wanita yang Dicintai Suamiku

    Tiga tahun menikah dengan Roman Alister, pewaris tunggal keluarga Valeriano, Sabiya tidak pernah diajak ke acara publik.Meski begitu, ia tidak pernah merajuk atau menuntut. Sabiya percaya sang suami melakukan itu sebagai bentuk cintanya yang luar biasa."Klan musuh selalu mencari kelemahanku, Saya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status