Share

Bab 309

last update publish date: 2026-09-12 19:34:51

Para penunggang turun dari kuda-kuda mereka secara bersamaan—gerakan yang sudah dilatih, dengan cara yang menunjukkan bahwa ini bukan pertama kalinya mereka melakukan ini, bahwa ada ritual di balik setiap kedatangan Mo Xuan ke mana pun yang selalu dimulai dengan cara yang sama.

Mereka membentuk lorong di kedua sisi pintu kereta kuda—berdiri tegak, tangan di sisi tubuh, dengan jubah merah darah yang potongannya rapi di bahu dan ornamen emas yang mengalir di sepanjang tepi kerah dan lengan sepert
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 368

    "Apa itu, Pemimpin Sekte?" tanya Caelan.Wuhen Lianhun tidak menjawab dengan kata-kata. Dia melangkah mendekat, berhenti di hadapan mereka, lalu membuka tutup kotak kayu gelap itu dengan satu gerakan pelan.Cahaya biru memancar keluar.Lembut, tapi cukup terang untuk menerangi wajah mereka bertiga di tengah gelapnya taman. Di dalam kotak, di atas alas kain hitam, terletak sebuah batu sebesar ibu jari. Permukaannya halus dan bening seperti kristal, dan di dalamnya cahaya biru berdenyut pelan, naik turun seperti napas makhluk hidup."Ini disebut batu spiritual," kata Wuhen.Kolam di dekat mereka bergetar tipis. Energi spiritual di sekitar taman, yang tadi mengalir pelan, kini seolah menoleh ke arah kotak itu."Di dalamnya tersimpan energi spiritual yang sudah dipadatkan. Ukurannya memang kecil, tapi isinya setara dengan puluhan tahun pengumpulan energi biasa. Dan kualitasnya..." Wuhen berhenti sebentar. "Jauh melampaui apa pun yang bisa kau serap dari udara di Dunia Bawah."Caelan menat

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 367

    Siang di Sekte Jiwa Hitam berbeda dari siang di tempat-tempat lain yang pernah Caelan singgahi.Bukan karena mataharinya berbeda, bukan karena udaranya lebih hangat atau lebih dingin. Tapi ada sesuatu yang tidak terlihat di sini—sesuatu yang baru bisa dirasakan ketika seseorang berhenti bergerak dan membiarkan dirinya hadir sepenuhnya di satu tempat.Energi spiritual.Di sini, energi itu bukan sesuatu yang harus dicari atau ditarik. Ia ada di mana-mana, seperti udara yang lebih penuh dari biasanya—mengalir pelan di antara bebatuan, menempel di batang pohon, bergerak di permukaan tanah dengan cara yang hampir bisa dirasakan dengan telapak tangan biasa pun.Mereka memilih tempat di taman belakang sekte. Bukan taman dalam arti halaman yang dirapikan, tapi hamparan yang dibiarkan tumbuh dengan caranya sendiri selama ratusan bahkan ribuan tahun.Pohon-pohon di sini sudah terlalu tua untuk diukur usianya dengan cara biasa, batangnya lebih lebar dari dua orang dewasa yang merentangkan tangan

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 366

    Caelan dan Rex saling menatap.Tidak lama—hanya sepersekian detik, waktu yang cukup untuk dua orang yang sudah cukup lama bersama untuk menyampaikan sesuatu tanpa kata-kata.Lalu keduanya mengangguk."Itu hal yang mudah," kata Caelan.Tidak ada pertimbangan panjang, tidak ada negosiasi, tidak ada syarat balik. Hanya pernyataan dari seseorang yang mendengar sebuah permintaan dan tidak melihat alasan untuk membuatnya lebih rumit dari yang perlu.Sepanjang meja, sesuatu yang sudah tegang sejak pertanyaan itu diucapkan akhirnya melunak. Wuhen Lianhun mengangguk dengan cara yang berbeda dari semua anggukannya hari ini—lebih lega, lebih hangat. Para Tetua yang tadinya menahan napas tanpa disadari melepaskannya. Bahkan Tetua berjanggut, yang sudah menghabiskan sebagian besar hari ini dalam kondisi yang tidak nyaman, tersenyum dengan cara yang terlihat seperti asli.Aula Perjamuan Langit itu, untuk pertama kalinya sejak jamuan dimulai, terasa seperti ruangan yang berisi orang-orang yang senan

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 365

    Wuhen menatap Rex minum."Bagaimana rasanya?" tanyanya. "Sapi-sapi kami dipelihara di padang belakang sekte, di tanah yang sudah diresapi energi spiritual selama lebih dari tiga ratus tahun. Mereka tidak pernah bergerak jauh, tidak pernah bekerja keras, tidak pernah diberi makanan yang sama dua hari berturut-turut. Ada yang ditugaskan khusus untuk memastikan itu." Dia berhenti sebentar. "Aku rasa tidak banyak tempat di Dunia Bawah ini yang menghasilkan susu dengan kualitas seperti itu."Rex tidak menjawab.Dia masih minum.Cangkir perak itu terangkat, isinya berkurang sedikit demi sedikit dengan cara yang sangat serius—cara anak kecil yang sedang menyelesaikan sesuatu yang penting dan tidak mau terganggu di tengah jalan.Kemudian cangkir itu turun.Rex meletakkannya di meja dengan bunyi kecil yang tipis, dan menatap Wuhen Lianhun dengan ekspresi yang sudah mempertimbangkan pertanyaan itu dari awal sampai akhir."Ini susu terbaik yang pernah kuminum."Wuhen Lianhun mengangguk, dengan c

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 364

    Pertanyaan itu berhenti sendiri setengah jalan.Karena jawabannya bukan satu.Dia baru saja menyaksikan dua pertarungan. Dua kemampuan yang tidak bisa dia tempatkan di mana pun dalam peta yang dia kenal. Seorang pria yang membaca teknik tertinggi sekte ini dalam detik-detik pertama pertarungan dan mengakhirinya sebelum teknik itu sempat digunakan. Dan seorang anak yang bahkan kemampuan persepsi ratusan tahun tidak bisa mengikutinya.Ayah dan putra.Mo Xuan dan anaknya—berlatih bersama, tumbuh bersama, dengan potensi yang sudah melampaui akal sehat bahkan di titik ini. Dua orang yang, dengan waktu dan kondisi yang tepat, tidak akan berhenti di mana mereka sekarang.Keduanya jelas akan menjadi dua dari Lima Pahlawan.Dan mereka berasal dari Sekte Jiwa Hitam!Itulah yang paling utama!Wuhen Lianhun langsung bergerak.Bukan langkah yang tergesa, tapi bukan langkah yang tenang juga. Langkah seseorang yang sudah memutuskan sesuatu dan tidak ada alasan untuk menunggu lebih lama.Dia turun da

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 363

    Keheningan kembali jatuh.Namun, ini keheningan yang berbeda.Keheningan setelah Caelan mengalahkan Shen masih menyisakan ruang untuk pikiran—waktu bagi otak untuk berproses, untuk menyusun ulang apa yang baru saja dilihat menjadi sesuatu yang bisa dipahami. Berat, tapi manusiawi. Masih dalam batas sesuatu yang, dengan waktu yang cukup, bisa dicerna.Namun keheningan ini tidak meninggalkan ruang untuk apa pun.Ini bukan keheningan dari orang-orang yang sedang memproses. Ini keheningan dari orang-orang yang sistem pemahamannya berhenti bekerja sepenuhnya, seperti tuas yang ditarik terlalu keras sampai mekanismenya macet.Tidak ada yang bergerak.Tidak ada yang bernapas dengan cara yang normal.Di tribun, lima dari enam Tetua yang sudah menyaksikan pertarungan Caelan dengan rahang yang sudah cukup sulit dikontrol, kini duduk dengan wajah yang tidak lagi berusaha menyembunyikan apa pun, karena tidak ada yang tersisa untuk disembunyikan.Tetua wanita berambut putih, yang tadi masih bisa m

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 007

    Kembali ke Aurelian Hospital Velmont, Caelan sudah menuju pintu keluar di lobby ketika suara itu menghentikannya."Tunggu, Dokter."Dia berbalik dan menemukan Dorian melangkah cepat, seperti seseorang yang takut kehilangan sesuatu."Ada hal lain yang kau butuhkan?" tanya Caelan.Dorian berhenti di

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 006

    Caelan menatap Dorian sembari jatuh ke dalam pikirannya. Keluarga Ashford adalah salah satu keluarga paling berpengaruh di Kota Velmont. Seharusnya mereka bisa membantunya, bukan?"Satu hal saja." kata Caelan akhirnya. "Bantu saya mendapatkan kembali lisensi praktik saya dan posisi sebagai dokter d

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 005

    Kurang dari sepuluh menit, perawat itu kembali.Nampan steril diletakkan di sisi meja. Lima jarum akupuntur berkilau di bawah lampu operasi. Di sampingnya, tiga bahan tersusun rapi—vial ekstrak Danshen berwarna merah tua, bubuk Huanglian kuning pekat, dan cangkir seduhan Maidong yang masih mengepul

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 004

    Lima belas menit berlalu tepat waktu.Pria itu muncul dari lift dengan langkah santai yang tidak terburu-buru. Usianya sekitar empat puluhan, rambut sedikit beruban di pelipis, wajahnya hangat dengan kerutan tawa di sudut matanya. Bukan wajah birokrat. Lebih mirip wajah seseorang yang benar-benar m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status