Share

Bab 3

Author: Darvio
Kelly terdiam di tempat, Freddy belum pernah mengucapkan kata-kata sekejam itu padanya!

Pria di hadapannya ini seolah sudah berubah!

“Freddy, kok kamu nggak tahu diri sekali?! Kuperingatkan padamu, kalau sampai terjadi sesuatu pada Ibumu, jangan salahkan kami! Ini nggak ada hubungannya dengan kami!” ujar Nia dengan sinis.

“Bu, tolong jangan bicara lagi!”

“Kok aku nggak boleh bicara? Memang benar, ‘kan?! Untungnya kalian ada perjanjian pisah harta. Kalau nggak, sekarang akan sulit bagi hartanya!”

Kelly menghela napas, menatap Freddy dan berkata, “Selama kamu mau tanda tangan surat cerai, selain masalah Cindy, kamu bisa ajukan permintaan apa pun. Selama aku bisa memenuhinya, aku akan berusaha keras! Aku harap kita bisa akhiri hubungan ini dengan baik. Dan ke depannya… kita mungkin masih bisa berteman.”

“Kak, apa yang kamu bicarakan?!”

Kenny menangis dan dengan panik berkata, “Kak, kamu sudah lupa Kakak Ipar yang memberimu modal awal, makanya kamu bisa buka klub pertama dengan lancar? Kamu lupa, ya? Kakak ipar sampai pergi sendirian untuk atasi masalah saat perusahaanmu bermasalah, dia bahkan hampir terbunuh saat selesaikan masalah besarmu? Kamu lupa Kakak Ipar…”

“Diam, Kenny! Itu semua sudah berlalu!”

Kelly memotong Kenny, lalu dengan tegas berkata, “Freddy memang pernah membantuku, tapi selama bertahun-tahun ini, aku sudah membayarnya kembali. Dan sepuluh miliar ini sudah cukup untuk balas kebaikannya saat itu!”

“Kak, kok kamu berubah jadi seperti ini?! Kamu benar-benar sudah melupakan semuanya?! Tanpa Kakak Ipar, memangnya kamu bisa jadi seperti hari ini? Mungkinkah keluarga kita jadi seperti hari ini? Kok kamu nggak tahu diri sekali?!”

“Cukup! Kenny, kamu masih hidup di masa lalu. Kita harus berpegang dengan masa kini dan menatap masa depan!”

“Aku dan Freddy memang nggak cocok sejak awal! Kalau kamu salah jalan, navigasi akan menyiapkan rute baru untukmu. Begitu juga dengan hidup, sudah waktunya aku memulai lagi!”

Kelly menatap Indra dengan penuh perasaan.

Dia percaya bahwa cinta sejatinya adalah belahan jiwanya. Dia tak ingin larut dalam kesalahan bersama Freddy seumur hidup.

“Kak, kalau kamu benar-benar cerai dengan Kakak Ipar, kamu pasti akan menyesal! Kamu sama sekali nggak mengenal isi hatimu!”

“Aku nggak akan pernah menyesal!”

“Bahkan kalau aku menyesal suatu saat nanti, aku akan menerimanya!” ujar Kelly dengan begitu tegas, tapi muncul firasat aneh dalam hatinya.

Terutama saat bertatapan dengan Freddy, Kelly merasa ada sesuatu yang seolah menjauh darinya!

“Sepuluh miliar, itu terlalu banyak! Freddy benar-benar beruntung sekali!” ujar Indra bergumam pelan.

Menurutnya, setelah dirinya dan Kelly menjalin hubungan, semua milik Keluarga Limanda akan menjadi miliknya.

Ini sama saja dengan mengambil sepuluh miliar dari asetnya untuk diberikan pada Freddy, sungguh menjijikkan baginya!

“Nggak bisa! Aku harus cari cara untuk ambil kembali uang itu nanti!”

Indra sudah menganggap aset Keluarga Limanda itu sebagai miliknya.

“Ibu, Ayah… jangan bertengkar, jangan cerai, Cindy takut…”

Cindy Gunawan yang berusia lima tahun tidak bisa lagi menahan air matanya dan menetes dengan deras.

“Kenny, cepat bawa Cindy ke kamar," ujar Nia sambil mengerutkan kening. Dia benar-benar takut Kelly akan luluh pada akhirnya!

Dia sudah sejak awal tidak menyukai Freddy!

Dulu, saat Freddy masih ada gunanya, dia masih bisa mengabaikannya. Tapi sekarang, Keluarga Limanda sudah mapan, karir Kelly sedang melesat, Freddy sudah tidak ada nilai gunanya lagi, sudah seharusnya disingkirkan!

Kenny menggendong Cindy dan berjalan ke depan Freddy, lalu berkata, “Kakak Ipar, Kakakku hanya lagi tertipu. Dia sendiri masih linglung, beri dia waktu, dia akan sadar kesalahannya…”

“Kenny…”

“Hubunganku dengan Kakakmu sudah selesai!”

Freddy mengambil surat cerai. Dia tak melihat pasal lainnya, hanya melirik bagian hak asuh Cindy dan berkata dengan suara berat, “Sudah kukatakan tadi, cerai boleh dan aku nggak perlu apa-apa, tapi aku nggak akan melepaskan hak asuh Cindy!”

“Freddy, dengan kondisimu, kamu nggak akan bisa merawat Cindy dengan baik. Kalau kamu benar-benar mau Cindy bahagia, kamu harus membiarkannya ikut denganku!”

Kelly terdiam sejenak, lalu berkata, “Tenang saja, aku nggak akan ganti marga Cindy. Kamu akan jadi ayah Cindy selamanya.”

“Kelly, kamu pikir semua yang kamu miliki sekarang itu benar-benar milikmu?”

“Apa maksudmu?”

Freddy menggelengkan kepala dan melanjutkan, “Begini saja, tambahkan satu poin pada hak asuh Cindy. Satu tahun dari sekarang, siapapun yang punya aset lebih banyak, akan mendapatkan hak asuh Cindy! Selama setahun ini, sementara Cindy tinggal di Keluarga Limanda, tapi aku nggak izinkan orang yang nggak berkepentingan menyentuh Cindy!”

“Siapa orang nggak berkepentingan yang kamu maksud?!”

Mendengar kata-kata Freddy, Indra merasa tersindir dan langsung marah.

“Baiklah! Aku setuju! Aku akan suruh orang ubah surat cerainya! Besok kita ke kantor catatan sipil untuk ajukan perceraian. Setelah proses perceraian di pengadilan selesai, kita akan… berpisah jalan!”

Kelly dengan lugas menyetujui syarat Freddy.

Menurutnya, jangankan satu tahun, bahkan diberi waktu seratus tahun pun, aset Freddy tidak mungkin melebihi miliknya!

Sekarang, dirinya sudah punya kerajaan bisnis yang besar!

Dirinya bukan lagi gadis kecil tak berdaya yang membutuhkan perlindungan Freddy.

“Kak, Kakak Ipar…”

Kenny menggendong Cindy dengan erat.

“Kenny, tolong jaga Cindy dengan baik ke depannya. Aku akan datang jenguk Cindy dua kali seminggu dan setahun lagi aku akan menjemputnya,” ujar Freddy dengan tenang.

“Kakak Ipar, hubungan kamu dan Kakak benar-benar sudah nggak ada harapan lagi?”

“Saat semua rasa suka telah dibuang seperti sampah, artinya sudah nggak ada gunanya lagi untuk dilanjutkan. Orang boleh bodoh sekali, tapi nggak bisa terus-terusan bersikap bodoh!”

Suara ambulans terdengar dari luar.

Freddy dengan hati-hati memikul Ibunya dan berkata pada Cindy yang terus menangis, “Cindy sayang, Ayah mau bawa Nenek berobat dulu. Cindy harus makan dengan baik, tidur yang nyenyak, tunggu Ayah datang jemput Cindy, ya?”

“Iya! Cindy janji sama Ayah!”

Cindy mengangguk dengan serius.

“Ini cek senilai sepuluh miliar. Bisa dicairkan di bank mana pun.”

Kelly menyerahkan cek yang sudah ditulis pada Freddy dan juga memberikan surat cerai yang sudah diubah.

Freddy menerima cek itu, lalu merobeknya menjadi serpihan.

Setelah itu, Freddy pun tanda tangan surat cerainya, mengambil rangkapan miliknya dan mencibir, “Kelly, aku bisa membuatmu dari nol jadi direktur kaya di Kota Kratau, tentu saja aku juga bisa membuatmu kembali nggak punya apa-apa!”

“Freddy! Apa maksudmu?! Kamu pikir ini saatnya kamu bersikap sombong? Singkirkan harga dirimu yang menyedihkan itu, ambil sepuluh miliar ini, setidaknya kamu masih bisa hidup dengan layak! Zaman sudah berbeda, cara lamamu sudah nggak berlaku lagi!”

Kelly tampak sangat kecewa.

Freddy yang masih bersikap keras kepala saat ini, justru semakin membuat Kelly meremehkannya.

“Kelly, kamu nggak mengerti apa-apa!”

“Nggak lama lagi, kamu akan menyesal seumur hidup!”

Usai bicara, Freddy pun tidak ingin berlama-lama lagi di rumah itu dan melangkah keluar.

Mimpi yang disebut cinta, sudah saatnya berakhir!

Dulu, dia jatuh cinta pada pandangan pertama pada Kelly. Dia merasa gadis itu mewakili semua keindahan di dunia.

Karena itulah, dirinya rela melepaskan segalanya!

Hanya untuk diam-diam melindungi Kelly.

Namun sekarang, yang tersisa bagi Freddy terhadap Kelly hanyalah rasa jijik dan kebencian yang mendalam, tidak ada lagi sedikitpun cinta!

Keluar dari Vila Keluarga Limanda.

Freddy membawanya Ibunya ke ambulans.

“Freddy, naik mobilku ke rumah sakit. Aku sudah hubungi Dokter Dian dan siapkan kamar. Aku nggak akan biarkan sesuatu terjadi pada Ibu.”

“Kalau bukan karena kamu, Ibu nggak akan pingsan. Jangan berpura-pura baik sekarang, itu hanya akan membuatku semakin jijik. Lebih baik kamu tinggal di sini bersama cinta sejatimu yang baru kembali.”

“Dan sudah kubilang, kamu nggak diizinkan memanggilnya Ibu lagi! Kamu nggak dengar tadi?”

Wajah Kelly menegang. Dia berkata dengan suara berat, “Freddy, kok kamu berubah jadi seperti ini?! Meski kita nggak bisa jadi suami istri lagi, kita masih bisa berteman. Bagaimanapun, kamu itu Ayahnya Cindy. Kalau kamu kesulitan ke depannya, selama dalam batas kemampuanku, aku masih akan membantumu!”

“Nggak perlu!”

“Freddy, kamu benar-benar mengecewakanku!”

Kelly merasa lega karena memilih Indra, cinta sejatinya daripada terus mempertahankan hubungan dengan Freddy.

"Kelly, kamu terlalu baik! Ada orang yang memang nggak pantas dikasihani, biarkan saja mereka mengurus diri sendiri! Ayo kita balik dan lanjut makan. Urusan sepasang ibu dan anak ini nggak ada hubungannya lagi dengan kita.”

Indra semakin sombong.

“Nggak boleh, Ibunya Freddy cukup baik padaku dan aku juga ada sedikit salah dalam masalah hari ini.”

“Maaf, Indra. Aku nggak bisa menjamumu hari ini. Aku harus pergi ke rumah sakit,” ujar Kelly.

“Kalau begitu, aku temani kamu!”

“Terima kasih, Indra!”

Kelly tampak terharu.

Ekspresi Freddy tenang, hatinya sudah tertutup rapat untuk Kelly. Apapun yang dilakukan wanita itu sudah tidak akan menimbulkan gejolak sedikit pun dalam dirinya.

“Kelly, ingat baik-baik kataku. Jangan biarkan Indra menyentuh Cindy sedikit pun. Kalau nggak, aku akan langsung bawa Cindy pergi. Aku kalau sudah bertekad melakukan sesuatu, kamu nggak akan bisa menghentikanku!” ujar Freddy dengan menekankan nada bicaranya.

Alis Kelly tampak berkerut. “Freddy, aku benar-benar nggak tahu kenapa kamu begitu memusuhi Indra. Kamu pikir aku bercerai denganmu karena Indra? Ini nggak ada hubungannya dengan dia.”

Freddy melambaikan tangan. “Itu semua nggak penting, cukup ingat saja kata-kataku!”

“Sok kuat apa, sih?! Setelah keluar dari Vila ini, kamu itu bukan siapa-siapa! Kelly, nggak perlu pedulikan dia!”

Kelly mengangguk.

Tepat saat Kelly bersiap mengendarai mobilnya untuk membawa Indra ke rumah sakit, sebuah Lamborghini melesat datang, mengeluarkan suara deru kencang dan berhenti di depan Freddy.

Pintu mobil terbuka dan seorang wanita cantik luar biasa turun. Dia mengenakan pakaian bermerek dan rok ketat, sepatu hak tinggi hitam. Dia mengibaskan rambutnya yang bergelombang, lalu tersenyum manis. “Kak Freddy, mau ke rumah sakit? Biar kuantar?”

“Vian?! Apain kamu ke sini?!”
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Ramlan Ismail
cerita yg bagus
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Setelah Berpisah, Aku Tak Terkalahkan   Bab 306

    “Semua orang yang kamu bawa sudah mati, sekarang tinggal kamu sendirian, ada pesan terakhir?”Tanya Freddy dengan datar.Hati Verandi menjadi dingin. Sambil memaksakan sirkulasi darahnya agak mendidih untuk membangkitkan kekuatan, dia berkata dengan suara serak, “Freddy! Kamu benar-benar mau menjadi musuh Tuan Fon?! Kamu sama sekali nggak tahu betapa mengerikan dan kuatnya dia. Selagi kamu belum melakukan kesalahan besar yang tak terampuni, kamu masih punya kesempatan untuk hidup berdampingan secara damai dengan Tuan Fon!”“Aku nggak butuh kesempatan itu.”Dengan dingin, Freddy melanjutkan, “Pesan terakhirmu sudah selesai? Sekarang sudah waktunya mati!”Bom!Freddy melesat membelah udara, pakaian hitamnya berkibar keras tertiup angin.“Cepat sekali!”Verandi tersentak. Dengan tingkatan kekuatannya, dia bahkan tak mampu mengunci pergerakan Freddy!Dalam sekejap, Freddy sudah muncul di samping Verandi. Sebuah hantaman telapak tangan dilayangkan ke arahnya dengan kekuatan seperti menyapu

  • Setelah Berpisah, Aku Tak Terkalahkan   Bab 305

    Pipi Vita dibanjiri keringat dingin, sementara tangan dan kakinya terasa membeku.Dia merasa pria di hadapannya ini jauh lebih menakutkan daripada Tuan Fon.Setelah beberapa saat, Freddy menjauhkan tangannya dari tubuh Vita dan menatap Mona, “Selanjutnya, tiba saatnya bagimu untuk menepati janji! Buka matamu lebar-lebar dan lihat sendiri, apakah orang-orang ini datang untuk menyelamatkanmu, atau justru untuk membunuhmu!”Usai bicara, Freddy melompat turun dari jendela dan langkah demi langkah mendekati Verandi!Aura membunuhnya sudah tersebar, sudah saatnya tangannya berlumuruan darah!“Freddy!”Verandi menatap tajam ke arah Freddy dengan niat membunuh yang meluap-luap. Tubuhnya melesat bagaikan peluru kendali, langsung mengincar nyawa Freddy.“Bagus! Biar kulihat seberapa besar kemampuanmu sampai berani datang untuk membunuhku!”Tubuh Freddy dililit oleh jalinan petir hitam. Kekuatan fisiknya meledak saat dirinya balik menerjang ke arah Verandi!Duaarr!Hanya dalam satu helaan napas,

  • Setelah Berpisah, Aku Tak Terkalahkan   Bab 304

    Verandi telah memimpin kelompok prajurit ini menjalankan misi besar dan kecil yang tak terhitung jumlahnya, tapi dia tak pernah merasa begitu tak berdaya dan takut seperti malam ini!Mereka bahkan belum sempat melangkah sampai ke hadapan Freddy!Tatapan meremehkan dari Freddy benar-benar menusuk harga diri mereka masing-masing!“Freddy! Aku akan meremukkan setiap tulang di tubuhmu! Akan kucincang setiap bagian kulitmu! Aku akan membuatmu merasakan penderitaan yang mematikan!” Teriak Verandi dengan wajah garang dan kebencian yang meluap-luap!Banyak dari mereka yang tewas adalah sahabatnya!“Omongan besarmu boleh juga, tapi masalahnya, emangnya kamu punya kemampuan?”Freddy menyahut dengan dingin, “Kamu bahkan nggak mampu berjalan ke hadapanku, bagaimana bisa kamu mau membuatku menderita?”“Saat formasi pembunuh ini berakhir, itulah hari kiamatmu!”Niat membunuh Verandi mulai memuncak.Begitu formasi berhenti, dia berencana membawa anak buahnya melesat secepat kilat untuk menghabisi Fr

  • Setelah Berpisah, Aku Tak Terkalahkan   Bab 303

    Bibir merah Vita bergetar, dia reflek mencoba mundur, tapi dekapan Freddy terlalu erat. Semakin dirinya meronta, tubuhnya malah semakin menempel mesra pada Freddy!“Ugghh ….”Setelah mencoba meronta beberapa saat, akhirnya Vita menyerah. Tubuhnya yang lembut menjadi sangat sensitif, dia hanya bisa menatap Freddy dengan tatapan penuh amarah!Pria ini benar-benar menunjukkan sisi dominannya secara maksimal!Dia bisa merasakan bahwa Freddy menganggap penaklukan dirinya sebagai sebuah permainan yang menyenangkan!Rasa terhina menyelimuti hatinya.Namun pada akhirnya, Vita hanya bisa menghela napas pasrah. Matanya beralih menatap pemandangan berdarah di luar vila, rasa segan dan takutnya terhadap Freddy semakin mendalam.Di dalam vila, udara dipenuhi dengan suasana intim yang canggung, tapi di luar vila adalah neraka dunia!Di sisi lain, Mona juga merasakan ketakutan yang mencekam saat melihat satu per satu prajurit siap mati Tuan Fon tumbang dari udara dan bersimbah darah.Namun, di lubuk

  • Setelah Berpisah, Aku Tak Terkalahkan   Bab 302

    Vita memilih untuk tetap diam.Jika tidak, Freddy pasti akan mencari kesempatan untuk melecehkannya lagi.Freddy mengalihkan pandangannya, menatap rendah ke arah kerumunan prajurit siap mati dari ketinggian. Kemudian, matanya terkunci pada Verandi. Dia tersenyum dan berkata, “Tuan Fon memang sangat royal dan cukup menghargaiku, sampai-sampai mengirim begitu banyak ahli! Tapi kalau kamu ingin aku berlutut dan menyerah, lihat dulu apa kalian punya kemampuan itu!”“Freddy, kamu hanya sendirian. Meskpun kamu juga seorang ahli Tingkat Penyempurnaan, Energi Sejatimu pasti ada batasnya. Hari ini kamu ditakdirkan jatuh ke tangan kami, jadi jangan melakukan perlawanan yang sia-sia!”Ujar Verandi dengan dingin.Dia sudah menyadari bahwa kekuatan Freddy berada di Tingkat Penyempurnaan. Jika bertarung habis-habisan, dia sangat yakin bisa mengalahkan Freddy. Tapi dia khawatir prajurit di belakangnya akan mengalami luka-luka.“Belum tentu!”Mata Freddy memancarkan semangat tempur. Dengan satu lambai

  • Setelah Berpisah, Aku Tak Terkalahkan   Bab 301

    Tubuh molek Vita terus menempel pada Freddy, seluruh tubuhnya terasa tegang.Namun, seiring dengan elusan Freddy, tubuhnya terasa lemas dan mati rasa, hingga tanpa sadar jatuh lemas dalam dekapan pria itu.Melihat tatapan kesal dari Vita, Freddy terkekeh. Dia menepuk bokong kencang wanita itu dan memintanya untuk berdiri.Pandangan Freddy beralih ke kegalapan malam. Indra keenamnya melebar dan mulai merasakan aura membunuh yang datang menerjang.“Anak buah Tuan Fon sudah sampai?”Tanya Vita.Freddy mengangguk, “Iya, mereka datang dan jumlahnya nggak sedikit! Bahkan ada seorang ahli Tingkat Penyempurnaan. Benar-benar kejam, memang nggak salah sebutan penguasa dunia bawah Kota Kratau untuk Tuan Fon! Cara dia bertindak sungguh luar biasa!”Vita melirik Freddy sekilas, “Masih ada waktu kalau kamu mau kabur sekarang. Kemampuan Tuan Fon yang kamu lihat sekarang hanyalah sebagian kecil. Si tua bangka itu jauh lebih mengerikan dari bayangan siapapun. Nggak ada yang tahu kartu as apalagi yang d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status