Share

13.

last update publish date: 2026-05-15 11:19:49

Pagi itu suasana rumah terasa tenang. Aroma roti panggang dan kopi hangat memenuhi dapur kecil mereka. Naura sedang menata sarapan di meja makan ketika Farhan turun dari lantai atas dengan wajah yang masih terlihat lelah.

"Selamat pagi," sapa Naura sambil tersenyum kecil.

"Pagi."

Farhan duduk di kursinya lalu memperhatikan meja makan yang sudah dipenuhi sarapan sederhana buatan Naura. Ada perasaan hangat yang selalu muncul setiap kali melihat istrinya melakukan hal
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   18

    Setelah Farhan mengantarkan Naura ke rumah ibu mertuanya, ia segera berpamitan kepada sang istri dan mertuanya. Ia berjanji akan pulang setelah pekerjaannya selesai.Farhan tiba di sebuah apartemen mewah dan segera mengetuk pintu.Tok tok tok“Nadya, cepat buka pintunya.”Pintu pun terbuka.Seorang wanita berambut panjang dengan gaun satin merah marun berdiri di balik pintu. Senyum tipis terukir di bibirnya, namun sorot matanya tampak cemas.“Kenapa lama sekali?” tanya Nadya sambil menyilangkan tangan di dada.Farhan menghela napas pelan lalu masuk ke dalam apartemen mewah itu. Aroma parfum mahal bercampur wangi kopi memenuhi ruangan.“Aku harus memastikan Naura tidak curiga,” jawab Farhan pelan.Nadya menutup pintu lalu berjalan mengikuti Farhan yang langsung duduk di sofa ruang tengah. Ia tampak lelah, dasi di lehernya sedikit longgar.“Apa dia masih percaya sama kamu?” tanya Nadya hati - hat

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   17

    Naura terdiam menatap wajah suaminya lekat - lekat. Tatapan Farhan terlihat tenang, bahkan terlalu tenang hingga membuat hatinya semakin sesak. Wanita itu mengepalkan jemarinya pelan di atas paha, mencoba menahan gejolak kecewa yang sejak tadi memenuhi dadanya.“Aku hanya ingin mendengar kejujuranmu, Mas,” ucap Naura lirih. “Bukan janji yang sama berulang kali.”Farhan menghela napas panjang lalu meraih tangan istrinya.“Sayang, dengarkan aku. Semalam memang meeting selesai sangat larut. Aku kelelahan dan akhirnya menginap di kantor. Tidak ada apa - apa antara aku dan Nadya.”Naura menatap tangan mereka yang saling bertaut, tetapi hatinya tetap dingin.“Kalau memang tidak ada apa - apa, kenapa setiap kali tentang Nadya selalu ada hal yang membuatku ragu?”Pertanyaan itu membuat Farhan terdiam sesaat. Rahangnya mengeras tipis sebelum akhirnya ia tersenyum kecil, mencoba menenangkan keadaan.“Kamu terlalu banyak berpikir.” Farhan me

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   15 mengikari janji

    Pintu ruang kerja terbuka cukup keras hingga membuat Farhan langsung mengangkat kepalanya. Tatapannya berubah tajam begitu melihat Nadya masuk dengan wajah tenang seolah tidak terjadi apa - apa."Kamu dari mana?" bentak Farhan pelan namun penuh emosi. "Kenapa yang datang malah wakilmu?"Nadya meletakkan map di atas meja santai. "Tenang dulu.""Aku dari tadi menghubungimu buat segera selesaikan proyek ini!""Aku ada meeting mendadak sama klien di kafe."Farhan mengepalkan rahangnya. "Meeting sampai berjam - jam?"Nadya hanya tersenyum tipis seolah menikmati emosi Farhan.Di dalam ruangan itu masih ada wakil Nadya dan sekretaris Farhan yang sejak tadi pura - pura sibuk memeriksa dokumen. Namun, Nadya tiba - tiba melirik mereka berdua dengan kode halus."Kalian bisa keluar dulu," ujarnya santai. "Sisanya biar aku bahas langsung sama Pak Farhan."Sekretaris Farhan sempat ragu, tetapi akhirnya mengangguk dan

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   16

    Naura berdiam diri di ruang tamu pagi itu. Pandangannya terpaku pada jam dinding yang menunjukkan pukul tujuh pagi. Rumah terasa begitu sunyi, hanya suara detak jarum jam yang terdengar memenuhi ruangan.“Kenapa Mas Farhan belum pulang juga? Apa dia sibuk sekali atau jangan - jangan dia sedang bersama Nadya lagi?” gumam Naura pelan dengan wajah resah.Ia menundukkan kepala, menggenggam jemarinya sendiri untuk menenangkan hati yang mulai dipenuhi berbagai prasangka.“Apakah dia akan mengkhianatiku lagi?” bisiknya lirih.Karena terlalu larut dalam lamunan dan pikirannya sendiri, Naura tidak menyadari seseorang datang berkunjung ke rumah itu.Langkah kaki pelayan terdengar mendekat sebelum akhirnya berhenti di depan ruang tamu.“Nyonya Naura, Nyonya Diah dan Tuan Tomi datang untuk berkunjung,” ujar pelayan itu dengan sopan.Naura sedikit tersentak dari lamunannya. Ia segera berdiri dan berusaha memperbaiki ekspresi wajahnya

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   14

    Naura masih berdiri di depan rumah sakit beberapa menit setelah Farhan pergi. Tangannya menggenggam map hasil pemeriksaan erat - erat, sementara pikirannya terasa kosong.Padahal tadi ia begitu bahagia.Namun seperti biasa, Farhan selalu pergi sebelum mereka benar - benar menikmati waktu bersama.Naura mengembuskan napas pelan lalu berniat memesan kendaraan online untuk pulang. Tetapi sebelum sempat membuka aplikasi, ponselnya tiba-tiba berbunyi.Sebuah pesan masuk dari Iris.“Nauraaa, kamu lagi di mana? Aku lagi dekat kampusmu. Ketemu yuk!”Naura sedikit terdiam membaca pesan itu.Sudah cukup lama ia tidak bertemu Iris sejak kembali kuliah. Sahabatnya itu memang terkenal ceria dan selalu memaksa Naura keluar dari pikirannya sendiri.Tak lama kemudian, pesan lain masuk.“Jangan bilang kamu langsung pulang lagi kayak ibu-ibu pensiunan 😭”Naura tanpa sadar tersenyum kecil membaca pesan itu.

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   13.

    Pagi itu suasana rumah terasa tenang. Aroma roti panggang dan kopi hangat memenuhi dapur kecil mereka. Naura sedang menata sarapan di meja makan ketika Farhan turun dari lantai atas dengan wajah yang masih terlihat lelah."Selamat pagi," sapa Naura sambil tersenyum kecil."Pagi."Farhan duduk di kursinya lalu memperhatikan meja makan yang sudah dipenuhi sarapan sederhana buatan Naura. Ada perasaan hangat yang selalu muncul setiap kali melihat istrinya melakukan hal - hal kecil seperti ini.Dan rasa bersalah itu kembali menghantamnya.Naura menuangkan kopi ke cangkir Farhan sebelum akhirnya duduk di hadapannya. Wanita itu terlihat ragu-ragu, seolah sedang memikirkan sesuatu.Farhan menyadarinya. "Kenapa?"Naura memainkan ujung sendok pelan. "Aku mau ngomong sesuatu.""Apa?"Naura mengangkat pandangannya perlahan. "Aku kepikiran buat check-up lagi ke dokter."Tangan Farhan yang sedang memegang ca

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status