MasukNaura masih berdiri di depan rumah sakit beberapa menit setelah Farhan pergi. Tangannya menggenggam map hasil pemeriksaan erat - erat, sementara pikirannya terasa kosong.
Padahal tadi ia begitu bahagia.Namun seperti biasa, Farhan selalu pergi sebelum mereka benar - benar menikmati waktu bersama.Naura mengembuskan napas pelan lalu berniat memesan kendaraan online untuk pulang. Tetapi sebelum sempat membuka aplikasi, ponselnya tiba-tiba berbunyi.Sebuah pesPOV NauraMahendra membaca surat yang baru saja diberikan Naura.Ia mengernyit pelan."Investor ini adalah salah satu investor terbesar perusahaan.""Kalau mereka menarik investasinya, beberapa proyek besar kita akan terhenti."Gibran ikut membaca isi surat tersebut."Mereka tidak meminta kompensasi.""Mereka hanya ingin memastikan perusahaan benar-benar berada di bawah kepemimpinan yang bersih."Naura mengembuskan napas panjang."Itu artinya.""Mereka masih memberi kita kesempatan."Mahendra mengangguk."Benar.""Tujuh hari.""Dalam tujuh hari kita harus meyakinkan mereka."Naura menutup map di hadapannya."Kalau begitu kita mulai hari ini."---Rapat kembali dilanjutkan.Naura berdiri di depan seluruh jajaran direksi."Saya ingin mendengar kondisi setiap divisi.""Tidak ada yang boleh ditutupi."
POV NauraDua minggu telah berlalu sejak putusan pengadilan.Kasus yang selama lima tahun membayangi keluarga Noel akhirnya berakhir.Nama Noel dipulihkan.Tomi resmi menjalani hukuman lima belas tahun penjara.Sementara Farhan mulai menjalani hukuman satu tahun penjara.Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, rumah Jolina dipenuhi suasana hangat.Tidak ada lagi tangisan.Tidak ada lagi rasa takut.Di meja makan, Noel memandang putri semata wayangnya dengan mata berkaca-kaca."Naura.""Iya, Yah?""Terima kasih."Naura tersenyum bingung."Untuk apa?""Karena kamu tidak menyerah memperjuangkan Ayah.""Kalau bukan karena kamu, mungkin Ayah akan menghabiskan sisa hidup sebagai orang yang dianggap pengkhianat."Naura menggenggam tangan ayahnya."Ayah tidak perlu berterima kasih.""Aku hanya melakukan apa yang seharus
POV NauraRuang sidang kembali dipenuhi suasana tegang.Setelah seluruh saksi selesai memberikan keterangan, ketua majelis hakim mempersilakan jaksa penuntut umum menyampaikan tuntutannya.Jaksa berdiri sambil membawa berkas tebal."Berdasarkan hasil audit forensik, keterangan para saksi, barang bukti, serta fakta yang terungkap di persidangan, penuntut umum berkesimpulan bahwa terdakwa Tomi terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pemalsuan dokumen perusahaan, penggelapan dana perusahaan, penyalahgunaan jabatan, serta memberikan keterangan yang menyebabkan Noel menjadi pihak yang dipersalahkan."Ruangan kembali hening.Jaksa melanjutkan,"Atas perbuatannya, penuntut umum menuntut terdakwa Tomi dengan pidana penjara selama lima belas tahun."Wajah Tomi memucat.Diah yang duduk di bangku pengunjung langsung menangis.Farhan hanya menundukkan kepalanya.Jaksa kembali membuka berkas b
POV NauraSatu bulan setelah putusan perceraian berkekuatan hukum tetap.Naura resmi menyandang status janda.Namun, ia tidak memiliki waktu untuk larut dalam kesedihan.Hari ini adalah awal perjuangan yang sesungguhnya.Di hadapannya berdiri gedung Pengadilan Negeri yang akan menentukan nasib perusahaan keluarganya.Mahendra menghampiri Naura yang sedang menatap gedung pengadilan."Gugup?"Naura mengembuskan napas perlahan."Sedikit.""Bukan karena takut.""Tapi karena aku sudah menunggu hari ini selama bertahun-tahun."Mahendra tersenyum tipis."Hari ini bukan hanya tentang perusahaan.""Tapi juga tentang nama baik ayahmu."Naura mengangguk mantap."Iya.""Dan aku akan memperjuangkannya sampai akhir."Tak lama kemudian, Gibran datang membawa beberapa map tebal."Semuanya sudah siap.""Hasil audit indepen
POV NauraSuasana di ruang perawatan kembali tenang setelah para penyidik selesai mengambil keterangan Ardi.Mahendra, Gibran, Naura, dan Jolina berpamitan agar Ardi dapat beristirahat."Terima kasih, Pak Ardi," ucap Naura sambil menyalami pria itu.Ardi tersenyum lemah."Jangan menyerah, Nak. Ayahmu menunggu keadilan."Naura mengangguk mantap."Saya janji."---Saat mereka keluar dari rumah sakit, ponsel Mahendra tiba-tiba berdering.Ia melihat nama asistennya, Reno.Mahendra langsung mengangkat telepon."Halo.""Pak Mahendra, kami berhasil menemukan dua orang yang selama ini kita cari."Mahendra langsung menghentikan langkahnya."Siapa?""Ibu Dewi, mantan sekretaris pribadi Pak Tomi.""Dan Pak Budi Santoso, mantan kepala bagian keuangan."Mata Mahendra langsung berbinar."Bagaimana kondisi mereka?""Ibu
POV NauraSore menjelang malam.Naura baru saja tiba di rumah Jolina setelah menjalani sidang mediasi yang menguras tenaga dan emosinya.Ia mengembuskan napas panjang begitu memasuki rumah."Ibu, Naura pulang."Jolina yang sedang duduk di ruang keluarga langsung menghampiri putrinya."Bagaimana hasil mediasinya, Nak?"Naura tersenyum tipis, meski sorot matanya masih menyimpan kesedihan."Mediasinya gagal, Bu.""Farhan ingin mempertahankan pernikahan ini.""Tapi keputusan Naura tidak berubah."Jolina mengusap lembut pipi putrinya."Ibu mendukung keputusanmu.""Yang penting kamu sudah memikirkannya dengan matang."Naura mengangguk."Sudah, Bu.""Aku sudah memaafkan Farhan.""Tapi aku tidak bisa kembali hidup bersamanya."Jolina memeluk putrinya erat."Ibu bangga karena kamu memilih memaafkan tanpa harus mengorbankan
Mobil yang dikendarai Farhan akhirnya memasuki area lokasi acara.Sejak tiba di gerbang utama, suasana sudah terlihat sangat ramai. Para tamu undangan, rekan bisnis, investor, dan awak media mulai berdatangan.Farhan turun lebih dulu, lalu membukakan pintu untuk Naura.
Pagi hari yang menjadi hari pelaksanaan proyek akhirnya tiba.Sinar matahari menembus tirai kamar tamu yang sejak dua minggu terakhir menjadi tempat tidur Naura.Baru saja ia selesai mandi, ponselnya bergetar.Sebuah pesan masuk dari Mahendra.«Selamat pagi, Na
Setelah beristirahat sejenak dan makan siang bersama, Naura mengira petualangan mereka di Dufan sudah cukup sampai di situ.Namun ternyata ia salah."Mahendra, kita mau ke mana lagi?" tanya Naura ketika pria itu kembali menarik langkahnya ke arah area wahana lain.Mahen
Naura tanpa sadar terlalu banyak bercerita tentang pernikahannya dengan Farhan. Dari awal mereka menikah muda, lima tahun menjalani rumah tangga bersama, hingga akhirnya Farhan ketahuan berselingkuh dan ia tetap mencoba memberikan kesempatan kedua.“Aku tidak menyangka Farhan sudah menya







