Share

Aku Jahat Ya, Bang?

Author: Jannah Zein
last update Last Updated: 2025-12-21 22:21:58

Bab 38

"Buat apa kamu melakukan pekerjaan seperti ini? Sedang butuh uang berapa?" Lukas akhirnya membiarkan perempuan itu duduk di sampingnya, sedikit merapat, meski Lukas merasa sedikit tak nyaman. Tapi dia membiarkannya, membiarkan Inara melakukan tugas yang seharusnya.

Aneh. Dia lelaki normal, tapi sama sekali tidak merasa ada yang berubah pada tubuhnya. Tak ada nafsu sama sekali, meski penampilan Inara begitu terbuka dan tentu saja menggoda iman.

"Apa kamu pikir Mas Bima masih tetap bersamaku setelah aku diusir oleh ibunya?" Datar sekali suara itu, namun getaran suaranya tak bisa berbohong. Ada kesedihan di dalam sana, sekaligus rasa kesepian yang mendalam.

Lukas bahkan bisa menangkap rasa itu hanya dari bibir yang bergerak-gerak.

"Iya, aku tahu. Tapi kurasa dia sangat mencintaimu, bukan? Apalagi dengan perginya Ratih dari rumah. Seharusnya posisi kamu yang menang. Aku bahkan meminta kepada Bima untuk tidak lagi mencari Ratih. Kurang apa lagi aku bantu kamu?" Lukas menyeringai. Di
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Setelah Menceraikanku, Dia Merayakannya    Bujukanmu Tak Mempan, Mas

    Bab 49"Jangan sok menjadi pahlawan kesiangan, Mas! Bukannya kamu sendiri yang bahkan memaksaku untuk membunuh anak ini, jika aku tidak mau tanda tangan surat perjanjian kita tempo hari?! Jangan pura-pura lupa!"Aku menarik tanganku, lalu mundur selangkah, hingga akhirnya kami berdiri dengan berjarak. Tetap saling menatap, namun wajah pria itu terlihat penuh kabut. "Kamu pikir akan semudah itu membawaku pulang ke rumah, sementara kamu melupakan jika sudah begitu banyak luka yang kamu ciptakan?!""Kamu hanya mengingat luka. Aku kan sudah minta maaf dan kita sudah rujuk kembali. Kurang apa lagi? Kalau memang kamu ingin membangkitkan usaha orang tuamu, aku siap menjadi investor!"Ternyata Bima memang tidak berubah! Selalu itu saja yang ia ucapkan ketika membujukku. Memangnya rumah tangga adalah arena bisnis, yang setiap hubungan bersifat transaksional?"Terlalu murah apa yang kamu tawarkan, tidak sebanding dengan luka yang pernah engkau ciptakan." Berulang-ulang kalimat itu menggema da

  • Setelah Menceraikanku, Dia Merayakannya    Pulang Sekarang Juga!

    Bab 48Sungguh tak pernah terpikirkan jika harus bertemu dengan Bima di sini, di pusat pembelanjaan ini pula. Tanpa aba-aba, pria itu menyeretku, mengabaikan teriakan Melvin yang terus memanggilku. Namun isyarat tangan dari pria itu membuat langkah Melvin menjadi urung. Pemuda itu akhirnya kembali berjalan menuju troli yang tertinggal di samping rak.Sekilas yang terlihat sebelum Bima menyeretku lebih jauh, raut wajah kecewa pria itu.Aku jadi merasa sangat bersalah pada Melvin."Apa kamu masih merasa belum cukup dengan petualanganmu selama ini?!" Kalimat yang meluncur dari mulutnya sungguh membuatku ternganga. Bukan cuma kemunculannya yang tibat di hari ini, tapi karena dia menyebut kata petualangan. "Aku biarkan kamu bebas menjalani hidupmu di luar. Tapi sekarang kamu sudah keterlaluan. Ngapain tinggal serumah dengan bocah itu?! Dia itu sedang memanfaatkan kamu!" Sorot mata yang berkilat-kilat seperti api yang menjilat. Aku berdiri dan meremas tanganku sendiri tanpa sadar."Mas

  • Setelah Menceraikanku, Dia Merayakannya    Hormon Kebahagiaan

    Bab 47"Aku yang mengajakmu belanja, jadi akulah yang akan bayar. Meski belum jadi dokter, aku nggak miskin-miskin amat kok. Kamu udah tahu pekerjaanku apa." Pria itu itu menghela nafas. Sepertinya Melvin agak kesal dengan ucapanku barusan. Aku hanya sanggup menarik napas panjang. Lagi-lagi aku menyerah, membiarkan Melvin menghabiskan sarapannya. Sebenarnya aku nggak selera lagi untuk melanjutkan sarapan, tapi sayang juga. Soto ini terlampau enak. Ternyata Melvin pintar memilih makanan. Aroma bumbunya sungguh menggoda. Akhirnya semangkok soto pun habis dan aku segera membuang bekas bungkusnya ke tong sampah.Aku memilih menata barang-barangku di kamar setelah selesai sarapan. Sebagian lagi aku bawa ke dapur, karena berisi alat-alat masak. Lumayan, tidak perlu membeli semua peralatan dapur. Aku menata semuanya di sebuah rak piring yang sudah tersedia. Beberapa toples aku tata di atas lemari makanan. Pasti akan berguna nantinya untuk menaruh gula atau kerupuk. Di dapur ini sama sekali

  • Setelah Menceraikanku, Dia Merayakannya    Kandidat Yang Mana?

    Bab 46Aku pikir yang datang itu kurir pengantar makanan, tapi tenyata malah Vina. Gadis itu muncul lengkap dengan seragam kerjanya. Di halaman rumah ada sebuah mobil taksi, dan Melvin bergegas menghampiri mobil itu, lalu membantu sopir taksi untuk mengeluarkan barang-barangku."Aku belum menghubungi kamu, Vin. Apakah Melvin yang meminta kamu datang?" Pandangan mataku tertuju pada dua orang laki-laki yang tengah sibuk memindahkan barang dari mobil."Iya, memang Melvin yang memintaku datang. Memangnya kenapa dengan orang-orang tadi malam, Mbak?" Gadis itu menyeretku masuk ke dalam rumah, membiarkan supir taksi dan Melvin menaruh barang-barangku hanya sampai di teras rumah."Aku nggak tahu juga persisnya, Vina. Tiba-tiba saja mereka muncul. Tapi yang jelas, mereka bertanya tentang soal statusku dengan Melvin. Aku memang bersama Melvin di mobil saat itu, dan itu yang pertama kalinya aku bersama dengan seorang laki-laki. Jadi mereka pikir itu suamiku." Aku menerangkan, meski sebenarnya ha

  • Setelah Menceraikanku, Dia Merayakannya    Aku Siap Untuk Menjadi Seorang Ayah

    Bab 45"Ratih... dengarlah." Pria muda itu memegang bahuku, memaksaku untuk duduk kembali. "Kamu tanggung jawabku sekarang. Aku nggak akan biarin kamu terlantar, apapun status kamu sekarang. Aku nggak peduli. Aku sudah mengambil bagian sebagai peran pengganti. Bukannya dokter Jaka sudah bilang seperti itu?""Kamu keterlaluan! Aku nggak nyangka jika kamu gini sama aku. Apa mau kamu? Sadar, Melvin! Kita ini jauh berbeda. Kamu nggak seharusnya ambil tanggung jawab sebesar ini. Nggak seharusnya!" Aku ingin berteriak tapi tidak bisa. Jadilah suaraku yang serak seperti orang sakit tenggorokan. "Kamu fokus aja kuliah, ikut pendidikan profesi, biar kamu cepat jadi dokter seperti impian kamu. Kamu nggak perlu mikirin aku dan anakku....""Tapi aku nggak bisa! Aku cinta sama kamu, Ratih." Sorot mata pria itu berubah menjadi sangat lembut. Dia dengan lancangnya menyentuh daguku, sehingga kami akhirnya bertatapan. Aku tak bisa menghindar dari menatapnya, karena daguku dipegang dengan begitu kuat.

  • Setelah Menceraikanku, Dia Merayakannya    Tinggal Bersama

    Bab 44Situasi terasa sangat tidak kondusif sehingga membuat Melvin akhirnya pasang badan. Masih dengan menggenggam tanganku, pemuda itu berdiri di depanku dan menatap kerumunan orang-orang. Total ada 10 orang yang bergerak menghampiri kami.Dari ekspresi wajah mereka jelas tampak ketidaksukaan dengan keberadaan kami. Tapi untungnya tidak ada seorangpun yang membawa senjata atau benda tajam."Apa kamu adalah suaminya Mbak Ratih?" tanya salah satu di antara mereka. Pra itu berdiri paling depan di antara mereka."Maksud Bapak menanyakan itu apa?"Pemuda itu membalas sembari menoleh ke belakang. Dia menggenggam tanganku lebih erat, seolah memberi kode agar aku diam dan menyerahkan soal itu kepadanya."Jawab yang jelas pertanyaan saya! Apa kamu adalah suaminya Mbak Ratih? Sebab menurut penuturan pemilik kos ini, tidak ada laki-laki yang datang selama Mbak Ratih indekos di sini, padahal ia dalam keadaan hamil!"Aku sudah ketar-ketir, namun genggaman itu membuatku diam, dan menanti kejelasa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status