LOGINSuamiku baru saja selesai menjalani operasi dengan anestesi total. Kesadarannya belum pulih sepenuhnya dan dia terus meracau tidak keruan. Aku tertawa dan merekam tingkah konyolnya itu sambil membantunya berbaring di tempat tidur. Namun, tiba-tiba, aku mendengar dia memanggil nama seorang anak laki-laki. "Putraku yang baik, jangan nakal ya. Ayah sedang sibuk." Senyum di wajahku langsung membeku. Aku terpaku di tempat. Kami sudah sepuluh tahun memilih untuk tidak punya anak. Lalu, dari mana datangnya anak laki-laki itu? Dengan tangan gemetar, aku membuka ponselnya. Selama bertahun-tahun menikah, ini pertama kalinya aku memeriksa ponselnya. Begitu terbuka, di dalam album foto tersembunyi, penuh dengan foto-foto mesra seorang wanita lain bersama seorang anak kecil. Anak laki-laki itu memiliki wajah yang sangat mirip dengan suamiku. Berdasarkan tanggal pada foto, anak itu sudah berusia tiga tahun. Senyum bahagia mereka bertiga benar-benar menusuk hatiku. Padahal dahulu, dia sendiri yang bersumpah dia sangat membenci anak kecil dan tidak ingin terikat oleh keluarga. Itulah alasan dia meyakinkanku untuk tidak punya anak. Ternyata, dia bukannya benar-benar ingin hidup tanpa anak. Dia hanya tidak ingin punya anak denganku.
View MoreAku tidak menjalin hubungan dengan putra Bu Sarah.Kami justru menjadi mitra bisnis terbaik.Namanya Teddy, seorang pemuda yang memiliki insting bisnis yang tajam dan visi internasional.Saat pertama kali bertemu, Teddy langsung memberikan lebih dari belasan saran untuk mengoptimalkan model operasional restoranku.Dia berkata, "Kak Belinda, masakanmu itu sebuah karya seni. Tapi, bisnis butuh standar dan prosedur. Kita bisa kerja sama untuk menduplikasi seni ini ke seluruh dunia."Kata-katanya menyulut kembali api di dalam hatiku yang sudah lama padam.Namun, di awal masa kerja sama, kami bertengkar hampir setiap hari.Teddy membawa stopwatch untuk menghitung waktu penyajian makanan di dapurku dan menuntut agar ketebalan setiap irisan daging harus akurat hingga hitungan milimeter.Aku membuang draf rencana standarisasi miliknya ke tempat sampah dan bersikeras bahwa setiap hidangan harus memiliki inspirasi serta emosi juru masak saat itu juga."Kak Belinda, itu namanya seni, bukan bisnis
Setelah kejadian itu, Marvin tidak pernah lagi datang mencariku.Aku mendengar dari Bu Sarah, Marvin membawa ibunya yang terkena stroke dan pergi meninggalkan kota ini.Ke mana dia pergi, tidak ada seorang pun yang tahu.Marvin bagaikan sebutir debu yang lenyap di tengah lautan manusia yang luas.Hidupku pun kembali tenang sepenuhnya.Bisnis restoran privatku makin hari, makin ramai. Banyak orang datang karena mendengar reputasinya. Bukan hanya untuk mencicipi hidangan lezat, tetapi juga demi mendengarkan kisahku, "pemilik restoran yang legendaris" ini.Aku tidak pernah menutupi masa laluku.Pengalaman itu, meski menyakitkan, sudah membuatku tumbuh. Aku menyadari bahwa rasa aman yang sesungguhnya hanya bisa diberikan oleh diri kita sendiri.Setahun kemudian, saat aku sedang mengembangkan menu baru di restoran, aku menerima telepon dari nomor asing."Apa benar ini dengan Bu Belinda? Di sini ada orang bernama Marvin. Dia mengalami kecelakaan. Nomor Anda tercatat sebagai kontak daruratnya
Setelah Bu Sarah pergi, aku duduk sendirian di halaman yang kosong, menyaksikan matahari terbenam.Ponselku berdering, sebuah nomor asing muncul di layar. Akan tetapi, aku tahu, orang di balik nomor ini adalah dia.Aku mengangkatnya. Dari ujung telepon, terdengar suara yang akrab sekaligus asing."Belinda …."Itu Marvin.Suara Marvin terdengar serak dan lelah, menyiratkan keputusasaan dari seseorang yang sudah dipatahkan oleh kerasnya hidup."Aku … bisakah kita ketemu?"Aku terdiam sejenak."Bisa. Besok siang, datanglah ke restoran milikku."Keesokan harinya, Marvin muncul tepat waktu di depan pintu restoran privat milikku.Marvin tampak lebih kurus dan hitam. Dia mengenakan kaus yang sudah pudar warnanya. Rambutnya berantakan dan binar di matanya sudah lama menghilang.Marvin berdiri dengan canggung di depan pintu, tidak berani melangkah masuk.Aku membuka pintu. "Masuklah."Marvin berjalan ke halaman. Dia menatap penataan tempat ini yang elegan dengan tatapan yang menyiratkan perasaa
Aku sudah menyuruh orang untuk menyelidiki latar belakang Winda.Wanita ini jauh lebih rumit dari yang kubayangkan.Dia sama sekali bukan wanita yang lembut dan polos, melainkan seorang pemain ulung dalam urusan asmara.Sebelum bersama Marvin, Winda sudah punya hubungan dengan beberapa pria.Lalu, ayah kandung Varen adalah seorang pengusaha kaya yang pernah bersama Winda sebelumnya.Dahulu, Winda membawa anaknya mendekati Marvin hanya karena mengincar uang dan potensinya. Winda hanya ingin mencari sumber nafkah jangka panjang.Marvin, pria yang sok pintar itu, merasa dirinya sudah mengendalikan segalanya. Padahal, dia tidak sadar bahwa dari awal sampai akhir, dia hanya membesarkan anak orang lain.Aku pun mengirimkan laporan hasil investigasi ini secara anonim kepada Marvin, yang saat ini sedang pusing tujuh keliling karena dikejar utang.Aku ingin Marvin tahu bahwa demi apa yang dia sebut sebagai "keluarga" itu, dia tega mengkhianatiku dan mencampakkan segalanya. Padahal, "keluarga" i






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.