Partager

Bab 18

Auteur: Zhar
last update Date de publication: 2026-08-24 08:10:19

Tania berbicara dengan nada tegas dan penuh keyakinan seolah-olah dia paling benar di antara semua orang di ruangan itu.

"Yang Mulia, saya tegaskan sekali lagi, saya sama sekali tidak merasa bersalah! Saya berbicara atas nama jutaan perempuan di luar sana! Saya menolak untuk meminta maaf kepada Bimo! Memang benar saya menulis tulisan yang menyebut dia mesum, tapi sampai detik ini saya tetap merasa tulisan saya tidak salah sedikit pun! Apa pun keputusan hari ini, saya tidak akan pernah minta ma
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Si Pengacara Gila   Bab 74

    Kalau saja bakat seperti itu mau bergabung dengan Firma Hukum Kita, pasti akan sangat menguntungkan," ujar Yusril dengan kagum. "Pengetahuan hukum, ketajaman logika, dan kemampuan profesional Yudha sama hebatnya dengan pengacara kelas atas mana pun." Atta di sampingnya menyahut, "Kami pernah menawarkan gaji tahunan sebesar 3 Miliaran rupiah yang tertinggi di industri ini tapi dia tetap menolak. Katanya, dia ingin mendirikan dan mengembangkan firma hukumnya sendiri." Fernanda mengangguk kagum. Penanganan kasus ini benar-benar sempurna. Kalau dia masih menjadi staf magang, sosok seperti Yudha adalah guru yang paling tepat untuk ditiru dan dipelajari. "Begitu kasus ini selesai, aku akan melamar jadi asisten di kantor hukumnya," kata Fernanda dalam hati. "Pasti ada banyak hal berharga yang bisa dipelajari darinya." Firma hukum yang baru berdiri memang butuh tenaga tambahan, dan dia bertekad untuk belajar langsung dari pengacara yang kemampuannya melampaui standar pengacara papan atas.

  • Si Pengacara Gila   Bab 73

    Semua netizen seketika tersadar sepenuhnya. Kebenaran akhirnya terungkap sejelas-jelasnya! Mana ada pemerkosaan seperti ini? Semua gerakan dan sikap Zara jelas-jelas datang dari dirinya sendiri dia yang memulai, dia yang hyper, dia yang menikmati semuanya sampai habis! Dengan segala sikap aktif yang ditunjukkannya, bagaimana mungkin bisa dibilang dipaksa? Zara sendirilah yang mengarahkan jalannya kejadian itu dari awal hingga akhir. Di sisi lain, Yusuf hanya diam menyaksikan setiap detik rekaman itu. Di dalam hatinya ia sudah tahu: ini sama sekali bukan pemerkosaan. Kalau begitu, untuk apa lagi sidang ini diperpanjang? Sebagai pengacara, segalanya harus berlandaskan bukti. Dan bukti yang ada kini tak terbantahkan. Selama satu jam penuh, rekaman itu diputar di ruang sidang. Selama waktu itu, wajah asli Zara terlihat begitu gamblang. Tuduhan pemerkosaan yang diajukannya ternyata hanyalah kebohongan besar yang disusun rapi. Dan membuat tuduhan palsu seperti itu bisa berujung pada

  • Si Pengacara Gila   Bab 72

    Di dalam rekaman itu terlihat jelas, Zara justru yang sangat antusias dan menikmati setiap momennya bersama Cahyo, bahkan berinisiatif mengubah posisi menjadi di atas. Soal "menolak"? Itu sama sekali tidak pernah terjadi. Bahkan setelah semuanya selesai, wajahnya masih terlihat puas hanya saja sempat menggerutu karena menganggap stamina Cahyo kurang memuaskan. Namun begitu semuanya usai, Zara langsung kembali ke topik utama: meminta agar rumah itu dipindahkan sepenuhnya ke namanya. Begitu mendengar Cahyo belum mau menyetujui saat itu juga, wajahnya seketika berubah dan dipenuhi amarah. "Kenapa tidak bisa langsung ditulis atas namaku? Apa alasanmu sebenarnya? Apa yang kamu inginkan dariku?" tanyanya dengan nada tinggi. Cahyo pun akhirnya bicara terus terang, "Apa maksudmu 'kenapa'? Kan sudah kubilang ini harus dibicarakan dulu. Hanya karena kita sudah begini, apakah otomatis rumah seharga Rp6 Miliar harus langsung diserahkan begitu saja padamu? Seberapa berharganya dirimu? Seolah-

  • Si Pengacara Gila   Bab 71

    Apa yang dikatakan Zara itu... memang secara hukum bisa dianggap benar. Memang, persetujuan di awal tidak menjamin persetujuan sampai akhir. Jika di tengah jalan salah satu pihak berubah pikiran dan menolak, sementara pihak lain tetap memaksakan kehendak, maka itu tetap dikategorikan sebagai pemerkosaan. Itulah definisi yang tertulis dalam undang-undang. Selama Zara bersikeras pada poin ini, posisi Cahyo tetap terlihat lemah di mata hukum. Bahkan Yusuf, pengacara andalan Zara, terdiam sejenak. Dia benar-benar tidak menyangka kliennya bisa setidakidak tahu malu ini. Meskipun Yusuf dikenal sebagai pengacara yang sangat profesional, melihat situasi seperti ini dia jadi bingung harus berkata apa. Semua orang yang melihat rekaman itu pasti paham bahwa ini memang sudah direncanakan. Mengajak main permainan, berpura-pura lari keluar kamar semuanya dilakukan hanya untuk mendapatkan bukti di kamera pengawas. Belum lagi, di dalam kamar tadi Zara sendiri yang berkata tidak perlu memakai

  • Si Pengacara Gila   Bab 70

    [Wah, jelas-jelas dia cuma mau mengais harta! Kata-katanya itu cuma alasan, katanya tidak mau rumah tapi cuma mau lihat sikap? Dasar klise banget!] [Zara ini pandai memanipulasi perasaan ya. Kasihan sekali Cahyo, sampai tertipu habis-habisan.] [Selalu bilang soal sikap, padahal kalau Cahyo setuju pasti dia langsung senang menerima rumah itu. Kalau ditolak, langsung diubah jadi soal kesetiaan. Benar-benar menjijikkan!] Kolom komentar di siaran langsung dipenuhi tanggapan yang menentang perbuatan Zara. Semua orang akhirnya mulai mengerti alasan sebenarnya kenapa Zara tiba-tiba keluar kamar hotel. Di dalam rekaman itu terlihat jelas: Begitu Zara berbalik badan dan berjalan menuju pintu, Cahyo segera mengejarnya sambil berkata, "Zara, aku minta maaf, aku salah, jangan marah." Baru setelah itu, Zara berhenti dan berbicara dengan nada sedikit puas, "Sekarang kamu sadar kalau sikapmu tadi kurang baik ya? Aku ini tidak peduli dengan rumahnya, aku cuma ingin tahu apakah kamu sungguh-sun

  • Si Pengacara Gila   Bab 69

    Yudha menanggapi dengan tenang, "Menurut pandangan saya, dari rekaman itu terlihat jelas Zara tidak berusaha melawan dengan sungguh-sungguh. Ia terlihat ragu-ragu, seolah menolak tapi sebenarnya masih memberi kesempatan. Sedangkan Cahyo tidak terlihat mengancam atau memaksanya dengan kekerasan sama sekali." Yusuf mendengus kesal, "Omong kosong! Zara sudah jelas berkata 'jangan' berulang kali, bukankah itu artinya ia menolak? Apa yang dilakukan Cahyo jelas pemerkosaan! Memaksa orang lain bertindak di luar keinginannya, apa lagi namanya kalau bukan itu?" "Menurut undang-undang, pemerkosaan terjadi ketika pelaku menggunakan cara apa pun sehingga korban tidak mampu menolak, terlalu takut untuk melawan, atau tidak sadar bahwa ia harus menolak, lalu melakukan hubungan intim di luar kehendak korban!" tegas Yusuf. Yudha tersenyum tipis, "Sepertinya pengacara lawan belum pernah menjalin hubungan asmara ya? Seringkali, ketika seorang wanita berkata 'jangan', maksudnya justru 'boleh saja', bu

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status