RAHIM PELUNAS HUTANG

RAHIM PELUNAS HUTANG

last updateLast Updated : 2026-01-28
By:  finarskyUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
8Chapters
5views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

"Memberikan rahimmu kepadaku kemudian memberikan keturunan untuk Keluarga Morgan dalam waktu setahun." "Atau menjadi mainanku dan akan aku lepaskan setelah aku bosan." "Pilihan ada di tanganmu, Violet." Ucap Justin kemudian. "Aku tidak akan memilih keduanya, Brengsek!" -- Justin Morgan, mafia kejam yang sialnya tampan harus segera memberikan keturunan untuk Keluarga Morgan mengingat ancaman perpindahan kekuasaan dari sang Kakek terus saja berkelanjutan. Justin memanfaatkan sebuah hutang untuk mendapatkan semuanya. Kedamaian, kekuasaan dan kejayaan Keluarga Morgan. Violet Anderson, wanita cantik yang rela melakukan apapun untuk membuat Ibunya sembuh dari penyakit mematikan yang di deritanya. Lilitan hutang yang semakin menumpuk beserta bunganya mampu membuat Violet putus asa hingga transaksi rahim bersama Raja Mafia menjadi solusi. Justin dan Violet akan bersatu atas hutang atau atas cinta?

View More

Chapter 1

01 | JUSTIN MORGAN

"Memberikan rahimmu kepadaku kemudian memberikan keturunan untuk Keluarga Morgan dalam waktu setahun."

"Atau menjadi mainanku dan akan aku lepaskan setelah aku bosan."

"Pilihan ada di tanganmu, Violet." Ucap Justin kemudian memberikan penawaran kepada Violet.

Kalimat pernyataan tersebut yang keluar dari bibir Justin mampu membuat Violet termenung hingga tidak menyadari bahwa hari semakin malam.

Violet menghentikan langkahnya, mendongakkan kepala menatap langit yang gelap dan air hujan mulai turun begitu saja.

"Ya Tuhan, seola Kau sangata mendukung kesedihanku hari ini." Ucap Violet kemudian menghela nafas pelan.

Kaki Violet berlari kecil menyusuri rumah sakit menuju kamar inap Ibunya yang sudah menderita sakit dari beberapa bulan terakhir ini.

"Violet, kau sudah datang." Ucap Elle Anderson, bertanya kepada Violet.

Bibir Violet tersenyum tipis bersamaan dengan tangan yang mengusap kening wanita tua tersebut dengan lembut.

"Kau pulang kerja semalam ini, Vio?" Tanya Elle kepada Violet.

Violet terdiam sejenak setelah mendengar pertanyaan tersebut, wanita tersebut tidak ingin berbohong namu keadaan saat ini sungguh tidak memungkinkan.

"Ya, Bu. Bosku ada tamu penting mendadak malam ini."

"Oleh karena itu, aku pulang selarut itu."

"Mengapa Ibu belum tidur? Ini sudah malam, Bu." Ucap Violet lagi kepada Elle.

Bibir pucat Elle tersenyum manis menatap Violet, putri satu-satunya yang cantik sekaligus membanggakan tersebut.

Ingin rasanya Elle menyerah dengan penyakitnya yang tidak kunjung sembuh, semakin hari semakin bertambah parah.

Tabungan sudah terkuras habis untuk berobat sekaligus membayar hutang.

Namun Elle akan tetap berusaha bertahan untuo Violet.

Violet adalah penguat sekaligus penyemangat Elle untuk tetap hidup bersama.

"Ibu belum tidur karena Ibu belum melihat wajahmu, Vi." Jawab Elle dengan tersenyum manis.

Violet tertawa menanggapi jawaban Elle, "Astaga, Bu. Lain kali jangan menungguku."

"Ibu harus banyak istirahat agar Ibu cepat sembuh." Ucap Violet kemudian kepada Elle.

Violet menutup kamar inap Elle dengan hati-hati mengingat ada panggilan dari Dokter untuknya dan itu jelas perihal Elle.

"Dengan keluarga Elle Anderson?" Tanya seorang Dokter yang berada di depan Violet saat ini.

Violet menganggukkan kepalanya bersamaan dengan menerima sebuah kertas kecil yang diberikan oleh pegawai rumah sakit tersebut kepadanya.

"Ini tagihan pasien atas nama Elle Anderson, jika tidak dibayar segera mungkin dengan terpaksa pasien harus kami pulangkan." Ucap pegawai rumah sakit kemudian.

Ribuan dolar tertulis jelas di atas kertas tersebut dan itu sungguh mampu membuat Violet terdiam, duduk di depan ruangan kamar inap Elle.

Laporan sakit Elle yang semakin parah membuat Violet kini kembali meneteskan air matanya begitu saja.

Violet tidak ingin kehilangan Elle, sang ibu adalah segalanya untuk wanita tersebut.

"Collins, bisakah kita bertemu malam ini?"

"Aku benar-benar membutuhkanmu." Ucap Violet saat panggilannya terjawab oleh pria diseberang sana.

Collins Alardo, pria itu adalah kekasih Violet dimana mereka sudah memiliki ikatan kekasih sejak beberapa tahun yang lalu.

"Maaf, Vi. Aku malam ini sibuk sekali.. Pekerjaanku sedang menumpuk."

"Bagaimana jika kita bertemu besok saja?" Ucap Collins lagi bertanya kepada Violet.

Dengan rasa percaya dan tanpa curiga sedikit pun, Violet menganggukkan kepalanya begitu saja dan menjawab setuju pertanyaan Collins.

Tangan Violet mengusap lembut wajah Elle, "Violet akan berusaha apapun itu Ibu sembuh."

"Violet keluar dulu ya, Bu.. Ibu tidur nyenyak dan mimpi indah."

Begitu ucap Violet sebelum memutuskan pergi untuk mencari ketenangan sejenak atas masalah-masalahnya hari ini.

"Vio, kau dimana?" Tanya Lily lewat panggilan ponsel.

"Sedang di jalan, entahlah aku ini ingin pergi kemana."

"Rasanya selalu ada masalah yang masuk ke dalam hidupku setiap harinya." Lanjut ucap Violet menjawab pertanyaan Lily kemudian menghela nafas pelan.

"Mari kita minum bersama, Vi. Aku yang traktir malam ini."

"Devil Club, aku menunggumu." Sahut Lily cepat kemudian mematikan panggilannya begitu saja tanpa menunggu jawaban dari Violet.

Violet menatap layar ponselnya yang sudah berwarna hitam, panggilan dari Lily sang sahabat telah berakhir begitu saja.

Disinilah sekarang seorang Violet Anderson berdiri.

Devil Club.

Dentuman musik, bar yang penuh dengan minuman alkohol mahal, wanita seksi sekaligus cantik menjadi pemandangan mata Violet setelah berhasil masuk ke dalam tempat tersebut.

Bahkan lampu yang menyala mampu membuat Violet berkali-kali mengerjapkan matanya.

"Kau sudah lama menungguku, Ly?" Tanya Violet bersamaan dengan duduk tepat di belakang meja bar tepatnya di samping Lily.

Lily menggelengkan kepalanya, "Tidak, Vi. Kau ingin minum apa malam ini?"

"Terserah kau saja, samakan dengan milikmu." Jawab Violet kemudian.

Tangan Lily mengusap bahu Violet, wanita tersebut tampak tidak bersemangat seperti biasanya dan itu sangat terlihat aneh di mata Lily.

"Kau ada masalah, Vi?" Tanya Lily.

Violet yang awalnya menundukkan kepalanya seketika mendongak begitu saja menatap Lily, wanita tersebut tersenyum tipis kemudian menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban.

"Aku baik-baik saja." Jawab Violet singkat.

Lily berdecih pelan, "Jika kau baik-baik saja tidak mungkin kau mendadak pendiam seperti ini."

"Kau selalu menceritakan Collins bajingan itu kepadaku saat bertemu."

"Mengapa sekarang tidak? Kau dan Collins itu putus?" Ucap Lily lagi bertanya kepada Violet.

Violet mengendikkan bahunya singkat, "Entahlah, aku merasa Collins sedang menjauhiku."

"Setelah Collins mengetahui bahwa Ibuku sakit, sikapnya berubah dan tidak seperti Collins yang aku kenal sebelumnya." Ucap Violet lagi.

Perbincangan kedua wanita yang membahas Collins tersebut harus berhenti tiba-tiba begitu ada pria tampan yang lewat di depan wanita kedua itu dan tentunya sangat harum, maskulin.

Justin Morgan.

"Untuk apa pria itu datang kemari?" Ucap Violet bertanya-tanya kepada dirinya sendiri.

Tangan Lily menepuk pelan tangan Violet, "Dia pemilik Devil Club ini, Vi."

"Jelas saja dia datang kemari, Devil Club salah satu aset milik Morgan." Ucap Lily lagi.

Violet seketika menghela nafas pelan setelah mendengar penjelasan Lily tentang Justin Morgan.

Justin Morgan.

Pria tampan dengan kekuasaan yang kuat mengingat pria itu adalah seorang ketua mafia, pria yang sama dengan pria gila dimana pria tersebut juga menawarkan transaksi rahim kepada Violet.

"Aku harap setelah ini kau akan putus dengan Collin, Vi." Ucap Lily tiba-tiba kepada Violet.

Violet seketika mengalihkan pandangan matanya ke arah Lily, mengerutkan kening kebingungan sekaligus bertanya-tanya.

"Memangnya ada apa dengan Collins?" Tanya Violet.

Lily menunjuk Collins yang sedang bercumbu mesra dengan wanita tepat di depan mereka berdua.

"Sudah aku katakan berapa kali kepadamu jika Collins itu bajingan miskin, Vi."

Tidak menanggapi kalimat pernyataan Lily, Violet memutuskan untuk berdiri dari duduknya dan berjalan mendekat ke arah Collins yang sedang bercumbu itu.

PYAR!!

Violet memukul kepala Collins menggunakan botol minuman alkohol yang sudah kosong di tangannya.

"Bajingan!! Kau siapa berani memukulku?!" Teriak Collins.

"Aku yang memukul kau, aku Violet Anderson!!"

Wajah Collins terlihat terkejut bukan main saat membalikkan tubuhnya dan mengetahui bahwa Violet sudah berdiri di depannya.

"Kita selesai, Collins!" Ucap Violet kemudian.

Dengan kepala yang sudah mengeluarkan darah, Collins tertawa remeh mendengar pernyataan Violet.

"Aku juga sudah muak denganmu, Vio!"

"Berlagak suci, tidak ingin bercinta sebelum menikah."

"Kau kira aku bertahan dengan kau karena cinta? Tidak!!"

"Aku bertahan dengan kau karena aku kasihan dengan hidupmu yang penuh masalah itu."

"Kau pembawa sial, Vi! Sampai kapanpun hidupmu akan penuh masalah."

"Ibumu pasti akan mat--"

"DIAM KAU, BRENGSEK!!!" Teriak Violet penuh amarah dan ingin memukul Collins lagi dengan pecahan botol yang ada di tangannya.

Gagal.

Tangan Violet di tarik cepat oleh seorang pria yang tiba-tiba datang di tengah mereka.

"Jangan membuat keributan di dalam tempatku ini, Princess." Suara berat itu dan aroma itu seketika membuat Violet mendongakkan kepalanya.

Bibir Pria tersebut tersenyum manis menatap Violet dan mengerlingkan mata biru itu dengan tatapan dingin.

Benar, pria itu adalah Justin Morgan.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status