Share

Bab 20

Author: Ratu As
last update publish date: 2025-12-27 13:17:24
Setelah memastikan uang itu masuk ke rekening Arlo, Anara kembali melanjutkan langkahnya. Dia ingin ke sekolah Zavi dan menunggu anak itu pulang.

***

“Aku ingin gaun yang paling mahal dan bagus, satu set dengan sepatu dan perhiasannya,” kata Dea pada seorang fashion consultant yang ada di butik.

Dia tidak mau repot, tinggal duduk menunggu seseorang akan membawakan barang terbaik yang ada di butik itu.

Dia akan menghadiri pesta pernikahan bersama Rey seseorang. Tentu saja dia harus tam
Ratu As

Hai, 😁 Apa ada yang membaca cerita ini? komen dong, makasih. 🙏😁

| 3
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Rafi Ch
hi kak dri Malaysia,...️
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 134

    Salma mengangguk dengan sisa rasa bersalah yang masih membekas di wajahnya. ​"Benar, dia ada di lantai atas, di ruang privat..." ​"Aku akan mencarinya," tegas Rey sembari bangkit berdiri secara refleks. Sebelum benar-benar melangkah pergi, dia menyempatkan diri berpamitan dengan raut wajah yang sangat serius. "Ibu, saya sungguh tulus terhadap putri Ibu. Saya dan anak saya sangat mencintainya. Tolong... beri kami restu," pinta Rey sungguh-sungguh. ​Kali ini, Salma tidak bisa menahan senyum tipisnya. Dia melihat binar ketulusan yang murni di mata pria itu. ​"Baiklah, Nak Rey. Karena pernikahan itu sudah terjadi, Ibu juga tidak mungkin meminta kalian berpisah. Ibu hanya bisa berdoa semoga kebahagiaan selalu menyertai rumah tangga kalian." ​"Terima kasih, Bu," Rey bernapas lega. "Sekali lagi, saya minta maaf." ​Setelah kembali berpamitan, Rey melangkah cepat menuju lift. Pikirannya berkecamuk, dia harus segera menemui Anara sebelum istrinya itu benar-benar ditaksir oleh lelaki lain.

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 133

    Salma terlonjak kaget. Dia mengusap pipinya yang terasa panas dan mulai membiru akibat hantaman yang begitu mendadak. Dengan napas yang masih tersengal, dia menatap dua wanita di hadapannya dengan penuh tanda tanya.​"Apa maksud kalian?" Salma menatap bingung. Dia merasa tidak memiliki masalah apa pun dengan mereka. Terlebih, dia sudah lama tidak bertemu dengan Henry. Seharusnya Sophie tidak punya alasan untuk bersikap sekasar ini padanya.​Sarah dan Sophie hanya melempar senyum sinis. Satu tamparan tentu belum cukup untuk melampiaskan amarah yang sedari tadi mereka bendung. Keduanya sama-sama geram oleh ulah Anara, namun mereka memilih memberikan pelajaran kepada Salma sebagai ibu kandungnya.​Sarah, yang sudah terhasut oleh provokasi Sophie, tidak perlu berpikir panjang saat diajak melabrak Salma. Dia memiliki tujuan yang sama--mencari pelampiasan. Gara-gara Anara, suaminya sempat mendekam di penjara. Meski sekarang sudah bebas, karier suaminya hancur berantakan. Terlebih lagi, pu

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 132

    ​"Sepertinya kamu sangat menikmati berita di internet akhir-akhir ini?" tegur Rey. Pria itu berdiri di dekat sofa sambil menenggak minuman dingin, matanya memperhatikan Anara yang tampak begitu santai memainkan ponsel dengan senyum puas yang tak tertutupi.​Anara berdeham kecil. Dia mendongak, menatap Rey dengan binar kemenangan di matanya.​"Tentu saja. Anda sudah lihat beritanya, kan, Pak Rey? Saudara tirimu diserang habis-habisan oleh Mia. Sekarang dia kritis, dan Mia... gadis kebanggaan itu kini terancam mendekam di penjara. Sebenarnya aku tidak senang dengan musibah yang Aldo alami, hanya saja--""Dia juga pantas mendapatkannya. Kalau Mia dan Alex masuk penjara karena saling serang, mati akan lebih baik untuk manusia seperti Aldo," jawab Rey enteng.​Dia terkekeh pelan. Berita tentang Aldo yang kritis dan Mia yang hancur sama sekali tidak mengusik ketenangannya. Sebaliknya, dia justru merasa terhibur melihat sisi lain istrinya yang ternyata cukup berbahaya."Pak Rey, apa kamu tah

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 131

    ​"Zavi, apa kamu sedang membujuk Mama?" Anara tersenyum geli. Dia membungkukkan badan, lalu mencubit pelan pipi Zavi yang tembam.​"Nara, pada Zavi kamu mudah sekali luluh," suara bariton Rey tiba-tiba terdengar di dekat mereka. Pria itu menatap Anara dengan intensitas yang sulit diartikan. "Tapi kenapa padaku, tidak?"​"Zavi terlalu manis. Kalau Pak Rey?" Anara tersenyum miring, seolah sedang bercanda, padahal dia sedang melemparkan sindiran tajam.​"Ayah! Kenapa Ayah datang menjemput?" tanya Zavi riang, memecah ketegangan di antara kedua orang tuanya.​Rey mengalihkan perhatian sejenak dari Anara. "Kebetulan tadi Ayah ada pekerjaan di sekitar sini. Kalian mau langsung pulang? Ayo, ikut mobil Ayah saja," ajak Rey tanpa ragu.​Dia berjalan di samping Anara. Saat tangan Rey hendak meraih dan menggenggam jemari wanita itu, Anara dengan sigap menarik tangannya menjauh. Namun, refleks Rey tak kalah cepat. Gagal mendapatkan tangan, dia justru merengkuh pinggang Anara dengan posesif.​Rey m

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 130

    Foto-foto yang tercecer itu menunjukkan sisi gelap yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Bukan hanya Mia, kedua orang tuanya pun membeku di tempat dengan napas tertahan.​"Mia, apa yang sebenarnya terjadi?! Ini pasti foto editan, kan?" Henry bertanya dengan suara yang mulai meninggi, mencoba menyangkal kenyataan pahit yang terpampang di depan matanya.​Mia hanya bisa tergagap. Lidahnya seolah lumpuh. Dia sendiri masih tidak percaya melihat kekasihnya, Aldo, tertangkap kamera dalam pose mesra bersama seorang lelaki.​"Mereka... bermain api? Astaga, apa Aldo sungguh seorang penyuka sesama jenis?" Sophie melotot, otaknya seolah sulit memproses pemandangan itu. "Mia! Selama ini hubungan kalian normal, kan? Tidak ada yang aneh dari perilaku Aldo selama ini?!"​Sophie terus mendesak, menuntut penjelasan yang bahkan Mia sendiri tidak tahu jawabannya. Mia akhirnya ambruk, terduduk lemas di lantai sambil kembali menangis frustrasi. "Aku akan menanyakannya... aku harus tahu langsung d

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 129

    ​"Anara, aku tahu kamu belum tidur--"​Anara menarik napas panjang lalu mengembuskannya dengan kasar. Dia menyentak tangan Rey yang melingkar di pinggangnya sejak tadi, menciptakan jarak yang dingin di antara mereka.​"Untuk apa aku marah?" Anara mengubah posisinya menghadap Rey, memaksakan sebuah senyum yang jelas-jelas terlihat rapuh.​"Aku dan Adel tidak punya hubungan apa pun. Kami hanya sebatas orang tua untuk Zavi," jelas Rey berusaha membela diri.​"Kalau begitu, kita sama," potong Anara cepat. Dia tidak habis pikir dengan jalan pikiran pria di hadapannya ini. Jika Rey memang menganggapnya istri, bukankah seharusnya ada keterbukaan? Namun sejak awal, Rey tidak pernah melakukan itu. "Kita juga hanya sebatas orang tua untuk Zavi."​"Maksudmu?" Kening Rey berkerut. Ekspresinya masih tampak datar, namun ada kilat kegelisahan di matanya.​Anara kembali berbaring telentang, menatap langit-langit kamar. "Sejak awal kita menikah karena Zavi, bukan? Bukan pernikahan seperti orang lain

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 48

    Rey sibuk di kantor hingga petang. Dia baru menyelesaikan semua pekerjaan di jam makan malam. Sebelum pulang, dia terduduk dengan bermain ponsel. Tangannya lincah menggeser-geser layar, membaca berita di internet. "Zavi?" Kening Rey mengernyit ketika melihat putranya tiba-tiba terkenal di interna

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 47

    Erik mengusap tengkuknya dengan senyum salah tingkah. Lelaki itu benar-benar mengira Rey sedang menggodanya. Erik tidak keberatan jika dikira merindukan Anara, karena kenyataannya memang benar. Tidak menyadari tatapan Rey yang sedikit berbeda dari biasanya. "Ayah!" Zavi menyela. "Apa pekerjaan Ay

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 42

    "Baiklah. Kalau begitu, Ibu mimpi saja," imbuh Anara dengan senyum manis dan kerlingan penuh arti. Sarah tahu apa maksudnya itu dan dia menggertakkan giginya. Benar apa yang Sarah pikiran, gadis miskin itu sejak awal memang menargetkan Rey! Dia pura-pura baik pada Zavi hanya untuk menarik perhati

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 40

    "Zavi, kamu mau punya adik kan?" Erwin iseng bertanya. Zavi menanggapinya antusias. "Mau!" Anak itu lalu mendongak pada Anara. "Mama, ayo punya adik biar Zavi tidak sendiri lagi. Zavi mau ada temennya di rumah." "Zavi, kalo kamu ingin teman, besok Ayah belikan anak ikan. Kamu bisa bermain d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status