Share

Bab 21

Author: Ratu As
last update Last Updated: 2025-12-29 12:08:37

“Ayo, Kak Nara,” ajak Zavi dengan antusias.

“Hanya menemani ke pesta saja kan Pak Erik?” Anara kembali memastikan.

Erik mengangguk. Lelaki itu tidak punya teman wanita, jadi yang ada dalam otaknya hanya pengasuh Zavi--Anara yang mungkin bisa membantunya.

“Baiklah. Kita bersiap dulu Zavi, Kak Nara akan buat kamu tampil ganteng malam ini.”

Dengan langkah riang, Anara dan Zavi berganti pakaian. Anara memakai gaun yang Erik bawakan, sedangkan Zavi memakai setelan jas yang Anara pilih. Anara memilih warna yang serasi dengan Erik.

****

Selesai bersiap keduanya kembali ke ruang tengah menemui Erik yang sudah menunggu. Anara tidak butuh waktu lama untuk berdandan, dia cukup bisa merias wajah dan merapikan penampilannya.

Ketika melihat Anara dan Zavi keluar, tanpa sadar Erik terbengong sesaat. Dia hanya melihat ada yang berbeda dari Anara. Erik tahu gadis itu memang cantik, saat di club pun Anara berdandan dengan make up yang tebal dan mencolok. Tapi kali ini sedikit berbeda.

Riasan yan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 38

    Anara semakin berdebar saat berjalan mendekat, dia tersenyum canggung menyapa Erwin. "Selamat sore Kakek Erwin, namaku Anara," ucap Anara yang langsung memperkenalkan diri.Erwin tidak langsung merespon, dia diam untuk memindai Anara dari atas hingga ujung kaki lalu mengangguk-anggukkan kepalanya. “Kamu memilih wanita yang tepat, Rey. Dia terlihat subur, pasti mudah memberimu keturunan,” kata Erwin lugas, tanpa basa-basi.Kalimat pertama yang Anara dengar dan membuatnya tercengang, bibirnya terbuka dengan mata membulat. Apa yang Erwin katakan tidak salah, Anara memang subur. Buktinya satu kali HB(hubungan badan) dia langsung hamil. Anara berdeham canggung, dia mengusap tengkuknya. "Kakek, sudah punya cucu buyut seperti Zavi. Itu sudah cukup," kata Rey datar. "Hanya satu? Kakek ingin yang banyak. Apa senangnya hanya punya satu cucu sepertimu, Kakek merasa kesepian. Ibumu tidak sibur, dia hanya bisa melahirkan satu bocah bandel sepertimu," sahut Erwin setengah menggerutu. Kakek tu

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 37

    Karena siang nanti Anara harus ikut ke rumah Erwin. Jadi, setelah mengantar Zavi sekolah dia mencari Mega. "Bu Mega sudah tidak kerja di sini. Seminggu lalu dia resign." "Apa? " Anara kaget mendengarnya. Mega sudah lama bekerja di tempat itu. Rasanya aneh jika resign mendadak. "Apa ada alamat rumahnya? Boleh kuminta?"Anara terus berusaha, beruntung dia mendapatkan alamat Mega. Tanpa pikir panjang Anara menuju ke rumah Mega, jaraknya tidak terlalu jauh dari club bekas tempatnya bekerja. Dia sendirian. Ada harapan besar Mega mau memberitahunya soal lelaki yang tidur dengannya malam itu. Anara tidak ingin meminta pertanggungjawaban, dia hanya ingin tahu saja. Paling tidak, jika nanti anaknya besar Anara punya gambaran seperti apa ayahnya. "Sayang sekali, tiga hari lalu Bu Mega sudah pindah. Dia ikut suami barunya yang tinggal di luar negri," ujar tetangga Mega yang Anara tanyai karena sejak tadi membunyikan bel tidak ada respon dari dalam rumah. "Pi--pindah?" Anara terhenyak, dia

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 36

    "Pak Rey?" Anara meringis, seolah tidak ada niat jahat. "Aku hanya ingin memberikan pijat plus plus, apa Pak Rey keberatan?" Rey menepis tangan Anara, lalu menurunkan kakinya. Anara tetap duduk, dengan gaya yang sedikit sensual. Dia sengaja menurunkan tali kecil piyamanya di pundak. Jika lelaki normal harusnya tertarik dengan itu. Sayangnya sikap Rey tak acuh. "Besok Kakek mau kamu ikut. Kita harus menginap di rumahnya, sehari. Jadi siapkan keperluan Zavi." "Besok?" Anara terkejut. Dia benarkan lagi tali piyama yang merosot lalu turun dari kasur. "Tapi kan Zavi sekolah, Pak Rey?" Anara sengaja mencari-cari alasan, dasarnya dia tidak mau ketemu dengan Erwin. Dia takut dengan kakek tua yang punya wajah dan tatapan galak. Meski belum pernah bertemu, tapi melihat dari foto saja sudah membuat nyali Anara menciut. "Pulang sekolah. Kita nginepnya weekend." Rey tidak mau dengar alasan Anara, setelah dipijat dia ingin keluar dari kamar Anara, tidak diduga di depan pintu ada si kecil yan

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 35

    "Anara," panggil Rey yang masih terdengar. Anara mendekatkan telinganya ke smartwatch. "Ya, ada apa Pak Rey?" "Apa Zavi tertidur?" "Benar, Pak Rey. Aku akan pindahkan dia dulu. Permisi, aku tutup teleponnya," izin Anara yang buru-buru menutup panggilan lalu menghela napas dalam-dalam. Setelah menutup telepon Anara membawa Zavi masuk ke kamar dengan menggendongnya. Berat badan Zavi lumayan bertambah, jadi Anara sedikit kewalahan. Perutnya terasa kram mendadak, dia pun duduk di tepi ranjang terlebih dulu. Awalnya Anara tidak memikirkan apa pun, namun saat melihat kalender kecil di kamar Zavi dia merasa teringat sesuatu ... dia sudah dua kali tidak datang bulan, akhir-akhir ini sering pusing dan mual. Mungkin kah dia...? Anara menggeleng cepat, dia terus menyangkal pikirkannya yang menebak jika apa yang dia rasakan sekarang karena hormon kehamilan. Tidak, dia tidak mungkin hamil, waktu itu pakai alat kontrasepsi! Tapi jika hamil sungguhan bagaimana? Memikirkannya membuat Anara pa

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 34

    Dea melempar ucapannya ke Rey, berharap lelaki itu akan ikut menyudutkan dan mencibir Anara. Anara lebih cepat membalas sebelum Rey menyahuti ucapan Dea. "Kak Dea tahu saja, yang pasti bukan om-om sembarangan, ya. Om yang ini memang sangat dermawan dan baik hati. Apa Kak Dea juga mau kukenalkan?" balasnya berani. Dea berdecih, tatapan tidak suka dan jijiknya begitu jelas. Kadang Anara juga gereget ingin mencongkel lirikan sinisnya, tapi dia mencoba sabar karena tahu Dea dekat dengan Rey. Bagaimana pun, Rey bilang dia tidak boleh mencampuri urusannya kalau mau tetap aman sejahtera. "Tidak perlu! Kamu pikir saya murahan," jawab Dea penuh sindiran, namun Anara tidak tersinggung. Dia memilih pamit dan pergi dengan angkuh. "Oke, tidak masalah." Anara melirik Rey sekilas, kemudian dia pamit pulang untuk menjemput Zavi. Setelah Anara melangkah Dea kembali mengobrol dengan Rey. "Setelah ini mau balik ke hotel atau pulang?" "Ke hotel." Anara mencuri dengar, telinganya berfungs

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 33

    Zavi selalu sensitif jika ada lelaki lain yang mendekati Anara, jelas anak itu takut sampai ada yang membawa pergi Anara. Meski kecil, Zavi tahu untuk menahan Anara harus menjadikan Anara keluarganya. Makanya anak itu ngebet ingin ayahnya segera menikahi Anara. Gerakan Erik terhenti, Anara juga menepis pelan tangan lelaki itu. Dia pamit ke toilet karena perutnya tidak nyaman. *** Anara merapikan berkas-berkas yang harus dia persiapkan setelah akhirnya menyetujui pernikahannya dengan Rey. Tidak akan ada pesta. Tidak pula kemeriahan yang layak disebut perayaan. Namun keputusannya sudah bulat, sebuah langkah yang dia tahu akan mengubah hidupnya selamanya. Sejenak Anara terdiam. Entah sejak kapan, semakin dewasa justru membuatnya merasa semakin kehilangan arah. Dia tidak mengenal cinta, dia tidak paham seperti apa ketulusan itu seharusnya. Satu hal yang dia yakini sekarang hanyalah kenyataan bahwa hidup tidak pernah mudah. Dan untuk membuatnya terasa sedikit lebih ringan, dia membut

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status