Beranda / Romansa / Siksaan Dari Tunangan Kakakku / Bagian 10 Wanita yang elegan

Share

Bagian 10 Wanita yang elegan

Penulis: Zizizaq
last update Terakhir Diperbarui: 2023-08-07 15:28:53

Tiga bulan berlalu, waktu yang cukup untuk mengatur segalanya, sebenarnya Ronald selesai mengatur rencana pernikahan tanpa cintanya dalam waktu seminggu tapi ia memperlambat waktunya agar tidak terkesan buru-buru, ia memperkirakan waktu tiga bulan sudah bisa diterima akal untuk berpaling pada wanita lain setelah ditinggalkan kekasih.

Ia akan mengatur pernikahan sebagaimana adanya, hal pertama yang ia lakukan adalah mengenalkan Nadin pada keluarganya. Ternyata keluarganya tidak begitu peduli dengan keputusannya, ia sudah tahu itu, ia memperkenalkan Nadin kepada mereka sebagai rasa hormat saja, meskipun pernikahannya bukan atas dasar cinta, tetap saja pernikahan adalah sesuatu yang dianggap sakral, mungkin mereka tidak begitu peduli karena selama ini Ronald dianggap pemberontak oleh ayahnya, begitu juga Ronald, ia tidak mengambil pusing tanggapan ayahnya karena mereka tidak sedekat itu.

Berbeda dengan ibunya, wanita paruh baya itu sangat antusias mendengar putranya akan menikah, Ronald
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Veni N
ceritanya terkesan pasrah ga ada perlawanan jd membosankan alurnya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Siksaan Dari Tunangan Kakakku   Bab 44 Aku bisa melindunginya.

    Ronald sudah memperkirakan waktu kedatangan orang tua Tari, ia sempat mencuri dengar rencana Bu Ratih yang memaksa Pak Dion mengantarnya ke rumah Bu Sinta, saat ia mengtahui rencana mereka, Ronald langsung bertindak lebih dulu, ia tidak akan bersembunyi seperti pengecut lagi. Ia sekarang sedang duduk di ruang tamu sambil memperhatikan jam dan benar saja mereka datang tepat di waktu yang telah diperkirakan Ronald, mereka masuk dengan mudahnya berkat Pak Dion, "Kamu?" Pak Dion kaget melihat Ronald di rumah itu, tapi Bu Ratih lebih kaget lagi, ia bahkan sedikit lupa dengan tujuannya, sampai tidak melihat Bu Sinta dan Nadin yang baru saja keluar dari kamar. "Kenapa kamu bisa ada di sini?" tanyanya penuh selidik. Ronald tidak langsung menjawab, memang ini tujuannya, ia ingin mengalihkan Bu Ratih agar fokus padanya. "Bu Ratih sendiri, kenapa bisa sampai ke sini?" Ronald tampak sangat tenang menghadapinya. "Jawab, Ronald!" tuntut Bu Ratih penuh penekanan. "Karena sudah te

  • Siksaan Dari Tunangan Kakakku   Bab 43 Hubungan tidak sehat

    Nadin pulang ke rumah ibunya, jika kemarin karena khawatir tentang Ronald, kali ini ia khawatir karena Bu Ratih, ia tidak ingin seseorang menyakiti ibunya, itu sebabnya ia mau saja menikahi Ronald, demi keamanan ibunya, ia benar-benar rela menggantikan ibunya menanggung semuanya. Nadin tiba di rumah ibunya saat senja menyingsing, begitu sampai ia langsung mencari ibunya, "Ibu!" panggilnya. "Nadin? Ada apa lagi kali ini? Kalian berantem lagi?" selidik Bu Sinta. "Nggak, Bu." Nadin tidak memberi penjelasan, ia langsung memeluk ibunya. "Ada apa, Nad?" Bu Sinta membiarkan putrinya. "Haruskah aku jujur pada ibu?" "Tentang apa?" "Tentang semuanya, tapi ibu cukup mendengarkan, jangan melakukan apapun." "Ya ibu janji." Bu Sinta menuntun Nadin menuju sofa. "Kami tidak saling mencintai, Bu. Hubungan kami tidak sehat," lanjut Nadin ketika ia duduk. Bu Sinta kaget tapi ia tidak ingin membuat Nadin berubah pikiran jadi ia tetap diam mendengarkan. "Dia menikahiku ka

  • Siksaan Dari Tunangan Kakakku   Bab 42 Dia cocok denganmu.

    Hari-hari berikutnya kehidupan Ronald dan Nadin berkembang lebih baik, Ronald tidak usil lagi dan Nadin merasa lebih aman dari sebelumnya. Nadin sedang bekerja di kantor seperti sebelumnya, kali ini pekerjaannya lebih banyak karena produk baru dari Mega Food ditambah tuntutan target Marketing dari Bramasta. Di awal bergabung dengan perusahaan Bramasta ia senagaja diberi tugas lebih banyak oleh Ronald dan masih berlangsung hingga sekarang. Ia pikir hubungan mereka sudah lebih baik sekarang jadi ia berniat meminta pada Ronald agar pekerjaannya dikurangi. Saat ia sedang sibuk-sibuknya, seorang wanita paruh baya tiba-tiba mendekatinya dengan tatapan jijik, ia mengenal wanita itu, ia menegang seketika. "Jadi kamu putri perempuan itu? Bisa-bisanya dia menipuku selama bertahun-tahun." Mata Bu Ratih berkaca-kaca. Nadin diam saja karena ia sudah mengerti segalanya, selain Bu Ratih ada ayahnya juga. Ayahnya mencoba menenangkan Bu Ratih tapi sia-sia. Pak Dion malah melihat Nadin dengan ta

  • Siksaan Dari Tunangan Kakakku   Bab 41 indah tapi semu

    Malam semakin larut, Nadin sudah masuk ke kamarnya tanpa mengajak Ronald, akhirnya Ronald pergi ke kamar tamu. Ia tidak bisa memejamkan matanya, ia mengingat saat pertama kali ke rumah itu dan memaksa Nadin melayaninya, dan itu kesalahan paling fatal yang ia lakukan pada Nadin. Ia bangun dari pembaringannya, ia merasa tidak nyaman dengan pakaian formal yang ia gunakan tapi ia lupa membawa baju ganti karena buru-buru ingin mendahului Nadin tiba lebih dulu. Ia hanya menggulung kemejanya hingga siku, ia lalu keluar dari kamar Karena merasa begitu bosan. Ternyata ada Nadin di dapur sedang membuat mie rebus, Nadin merasa penampilan Ronald yang paling terbaik adalah saat ia menggulung lengan kemejanya seperti saat pertama kali ia melihatnya waktu itu. Tapi ia abaikan lalu berkata, "Kenapa belum tidur?" Tangannya sibuk mengaduk panci di atas kompor. "Belum ngantuk," jawab Ronald seadanya. Ia lalu melanjutkan, "Buatkan untukku juga." "Kamu tidak boleh memakan makanan cepat saji,"

  • Siksaan Dari Tunangan Kakakku   Bab 40 Salah Paham

    Nadin membelah jalan raya menuju kota kecil tempat kelahirannya untuk menemui ibunya. Ketika tiba di tujuan ia dikagetkan oleh sebuah mobil yang ia kenal, sedang terparkir di depan rumah ibunya. Ia panik dan buru-buru keluar dari mobilnya dan ingin segera masuk ke rumah, saat ia mencoba membuka pintu ternyata tidak terkunci, tidak biasanya ibunya tidak mengunci pintu, suasana semakin mencekam karena ruangan gelap dan ia tidak menemukan siapa-siapa. "Bu..!" seru Nadin tapi tidak ada jawaban. Ia ke kamar ibunya dan tidak juga menemukannya. Ia melihat lampu kamarnya menyala, biasanya lampu kamarnya tidak pernah dinyalakan saat ia tidak ada. Ia membuka pintu kamarnya dan menemukan Ronald sedang membaca buku miliknya. "Kenapa kamu bisa ada di sini? Dimana ibuku? Apa yang kamu lakukan padanya?" Teriak Nadin hampir dengan perasaan campur aduk, Ia menuduh Ronald karena ia tahu betul niat Ronald yang selama ini ingin menghancurkan keluarga kecilnya untuk membalas Tari. Kalau bukan karen

  • Siksaan Dari Tunangan Kakakku   Bab 39 Lebih akrab.

    Ronald dan Nadin mengakhiri perdebatan dengan diam, dalam diam Ronald berpikir tidak akan ada yang rugi jika ingin mempertahankan pernikahan karena Nadin tidak memiliki hubungan dengan siapapun sementara dirinya sudah tidak memiliki cinta lagi setelah kepergian Tari dan jika berpisah, justru kenangan pahit masa lalu yang membuatnya trauma akan ia lakukan sendiri. Sepertinya akan menjadi Boomerang baru dalam hidupnya, jadi apa salahnya melanjutkannya sebentar lagi sampai benar-benar tidak ada pilihan lagi. Menurutnya Ferdi maupun Nata bukan masalah baginya. "Bukannya kamu membuat sarapan untukku, aku ingin mencobanya," ucap Ronald memecah sunyi. "Iya benar," balas Nadin gelagapan karena ia juga sibuk dengan pikirannya sendiri. "Aku ingin mencobanya." Ronald bangkit dari tempat tidur lalu beranjak ke meja makan. Nadin sampai melongo dibuatnya, ia penasaran rencana busuk apalagi yang akan Ronald lakukan padanya. Tidak mungkin ia bisa berubah menjadi baik hanya dalam semalam, bahkan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status