Share

20 Rencana

Author: Chykara
last update publish date: 2024-12-26 00:21:40
"Uhuk... Uhuk... Uhuk..." Batuk Moana di tengah malam membangun Allarick yang tengah tertidur lelap di samping nya.

Allarick bergegas bangun dan mengambilkan air minum di atas nakas dan menyerahkan pada sang istri, Moana menerima gelas tersebut dan meminum nya dengan lahap hingga akhir nya batuk nya perlahan berhenti.

"Batuk kamu makin parah, besok kita ke rumah sakit ya sayang" ucap Allarick sambil mengusap punggung Moana dengan lembut.

"Nggak usah mas, aku baik baik saja, dokter memang p
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Anak Untuk Maduku   81

    namiya merasa tubuh nya remuk redam, seluruh tubuh nya tidak nyaman, entah di pangkalan paha, pinggang hingga punggung nya. Dia merasa seakan kejadian semalam hingga subuh tadi adalah balas dendam sang suami. namiya menatap ke samping, ranjang nya sudah kosong, dingin yang itu berarti sang suami sudah lama bangun. Namiya meraih ponselnya berniat untuk melihat jam, tapi di layar ponsel tertempel kertas kecil yang memo sang suami. ** sayang ku, sebagai hadiah untuk perjuangan mu tadi malam, hari ini aku yang akan mengurus anak anak, aku yang mengantar mereka ke sekolah, aku juga nanti yang akan menjemput mereka, kamu boleh tidur sampai siang, agar nanti malam memiliki tenaga berlebihan untuk kembali berolahraga ** "dasar mesum, semalam sudah menghancurkan tubuh ku, dan masih mau nanti malam..." "mimpi..." ucap namiya sambil meremas kertas merah muda tersebut dan melempar kertas itu ke dalam laci samping ranjang dengan wajah merona merah karena malu. namiya turun dari ranjang

  • Anak Untuk Maduku   80 ABS

    Namiya keluar dari kamar mandi dengan rambut terbungkus handuk, piyama tidur satin putih pendek penuh renda menutup tubuh nya dari dada hingga paha. bathrope satin dengan warna senada di biarkan begitu saja tanpa di ikat di pinggang. Namiya menatap jam di dinding kamar yang sudah menunjukkan pukul sebelas malam lewat, tapi sang suami masih belum kembali dari kamar anak anak, sejak mereka berkumpul lagi, mendongeng dan menina bobok kan anak anak sudah menjadi tugas resmi Allarick, sesekali kalau dia tidak lembur di kantor namiya akan duduk di sisi lain ranjang ikut mendengarkan Allarick mendongeng. tapi hari ini namiya pulang sangat telat, baru sampai di rumah jam sepuluh malam, setelah mencium anak anak dia segera mandi, karena merasa tubuh nya sangat lepek penuh keringat. namiya langsung duduk di depan meja rias, memakai satu demi satu lapisan skin care malam di wajah nya. tanpa dia sadari Allarick sudah berdiri di belakang nya, memegang hair dryer, lalu membuka gulungan h

  • Anak Untuk Maduku   79

    Namiya meletakkannya hidangan terakhir di atas meja dan menatap kearah tangga menunggu kedua buah hati nya turun untuk sarapan, benar saja tak lama kemudian derap langkah kedua anak terdengar menuruni tangga. "Jangan berlari di tangga..." sayup sayup namiya mendengar suara Allarick menegur kedua anak kembar mereka. Dan tak lama tiga sosok muncul dari di pintu dapur, sikembar yang sudah rapi menggunakan pakaian sekolah nya yang berwarna biru muda di ikuti ayah mereka yang berjalan di belakang dengan jas berwarna hitam pekat. "Mommy masak apa, harum sekali, aku jadi sangat lapar" ucap Niscalla sambil memanjat naik ke atas kursi meja makan di ikuti oleh arunika yang duduk di samping sang kembaran. "mami bikin nasi goreng sayur, ayo cepat makan, jangan sampai telat ke sekolah" ucap namiya sambil mengisi satu persatu piring di depan kedua anak nya. "kamu juga mas, ayo cepat makan, bukan ya kamu ada meeting pagi ini"ucap namiya pada sang suami yang duduk du ujung meja. "terima ka

  • Anak Untuk Maduku   78

    "Mas mau ngebahas masalah apa?" tanya Namiya "ini tentang rumah tangga kita, mau di bawa kemana pernikahan ini? sejak kita rujuk di rumah sakit minggu lalu kita belum sempat ngobrolin ini karena sibuk dengan acara pemakaman dan tahlilan Moana" ucap Allarick Namiya menundukkan kepala nya, tidak tau mau menjawab apa pertanyaan sang suami. Seminggu ini mereka hidup seperti orang asing yang ngekos di rumah yang sama, hanya bertemu jika kebetulan keluar dari kamar. Tidak pernah makan bersama, tidak pernah ngobrol berdua, bahkan saat tidak sengaja bertemu di dapur atau di mana pun mereka hanya menyapa sekadar nya. "apa kamu terpaksa rujuk sama mas?" tanya Allarick lirih sambil menggenggam tangan gadis 24 tahun tersebut. "tidak mas... aku tidak terpaksa, ini permintaan terakhir mbak Moana, mana mungkin aku menyesal, hanya saja...." Namiya tidak melanjutkan ucapan nya. "hanya saja kenapa?" tanya Allarick "hanya saja aku juga tidak mengerti bagaimana cara nya semua ini bisa kem

  • Anak Untuk Maduku   77

    dengan sangat kesusahan dan langkah kaki sempoyongan Namiya berhasil membawa Allarick yang setengah sadar ke dalam kamar nya di lantai dua. tubuh Namiya penuh oleh keringat, selain karena menopang tubuh besar Allarick, suhu tubuh Allarick yang tinggi membuat tubuh Namiya ikut kepanasan. "mas tidur rebahan dulu, aku mau ambil air buat kompres mas sekalian nyari Paracetamol buat bikin suhu tubuh mas kembali normal" ucap Namiya "jangan... jangan pergi, tolong temani aku di sini" dengan mata yang masih terpejam Allarick menarik gaun tidur Namiya mencoba menahan agar gadis itu tidak pergi. "mas... aku nggak lama, tunggu sebentar, aku cuma mau nyari obat buat mas Al, mas tunggu sebentar ya" ucap Namiya dengan lembut sambil membuka jemari Allarick yang mencengkram erat gaun satin nya. "tidak... ku mohon... jangan pergi..." Namiya Tidak tau buat siapa igauan yang keluar dari mulut suami nya itu, entah buat diri nya atau buat Moana yang sudah pergi meninggalkan mereka. Namiya jon

  • Anak Untuk Maduku   76

    "mom... jadi bunda benar benar sudah meninggal ya?" Niscalla yang sedang di tidur kan oleh Namiya di ranjang nya bertanya lirih. "Kenapa Niscalla bertanya kayak gitu? memang nya Niscalla tau apa arti nya meninggal dunia?" tanya Namiya sambil mengelus punggung sang putra yang tertidur miring memeluk pinggangnya. "tau... meninggal itu adalah saat bunda tidak sakit lagi karena bunda sudah bersama Allah, dan Niscalla tidak akan pernah bertemu lagi sama bunda" ucap nya dengan suara bergetar. "apa Niscalla sedih? Niscalla merindukan bunda?" tanya Namiya. sang putra tidak menjawab tapi Namiya bisa merasakan anggukan kepala Niscalla di dada nya. "apa Niscalla tau, walaupun bunda udah bersama Allah, tapi bunda masih bisa melihat Niscalla, jadi Niscalla harus jadi anak Sholeh, jangan tinggalkan sholat, jangan lupa doakan bunda selalu bahagia bersama Allah " ucap Namiya "apa jika Niscalla banyak berdoa bunda akan masuk surga?" tanya Niscalla. "tentu saja, karena Allah sangat mencin

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status