Inicio / Male Adult / Sisi Liar Mas Nanang / Bab 14 - Rasa Penasaran Bu Wulan

Compartir

Bab 14 - Rasa Penasaran Bu Wulan

Autor: MassAzfa
last update Fecha de publicación: 2026-04-20 12:45:16

Ayah Nanang menatap anaknya dari ujung kepala sampai kaki, lalu mendekat dan mengendus setiap sisi dari tubuh Nanang.

“Nang, Bapak tuh ngga bodoh, bau parfum cewek nempel banget di badan kamu.”

Nanang menggaruk kepala, mencoba bersikap santai. “Ya ampun, Pak. Cuma nemenin temen kok, hehe.”

“Temen?” Suara Ayahnya Menurun, masih curiga dengan anaknya.

“Iya, Pak. temen aja kok.”

Ibu Nanang keluar dari dapur karna

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 53 - Ancaman Di Rumah Nanang

    Nanang gelagapan ingin menjawabnya, "Itu.." Bahkan ia sendiri bingung harus berkata apa, baik Lina maupun Nela sudah dikuasai kesal berdasarkan cemburu.Nela kemudian terkekeh dan kembali membereskan meja makan. "Aku yang di rumah. Aku yang ngurus Bapak. Aku yang masak, bersih-bersih ngurus kalian.. Tapi Mas masih bisa seneng-seneng sama cewek lain."Nanang terdiam. Ia tidak langsung punya jawaban, karena di titik itu, penjelasan apa pun pasti akan membuat Nela kesal.Nela akhirnya menoleh.Matanya tidak berkaca-kaca, tetapi jelas ada luka di sana. "Dia nampar aku, Mas. Di depan kamu." Nada suaranya tidak menuntut, hanya menyatakan fakta.Nanang menatapnya serius. "Saya nggak pernah minta dia datang.""Tapi Mas nggak nolak dia juga." Ucapan itu telak. Nanang tak bisa menyangkal sepenuhnya.Situasinya tadi memang kacau, dan ia sendiri terlalu fokus meredam keadaan. Nela berdiri dan membawa piringnya ke dapur. "Tenang aja. Aku tau diri,

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 52 - Kejadian Di Dalam Mobil

    Lina nampaknya sudah tak sabar. Beberapa kali Lina melakukan gerakan mengo-cok. Pertama-tama diji-latinya pangkal lalu berpindah naik ke atas.Lina melanjutkan, naik semakin ke atas secara perlahan-lahan. Setiap gerakan nyaris dalam beberapa detik, teramat perlahan. Melewati bagian tengah dan terus naik lagi dengan menggoda. Kedua tangan Nanang sudah mencengkeram setir mobil karna serangan mendadak ini.Pelan-pelan setiap gerakan lembutnya Nanang rasakan bagaikan ken*kma tan yang tak pernah usai, begitu nik-mat, begitu perlahan dibuainya. Setiap kali Nanang menundukkan wajah, melihat apa yang dilakukannya, setiap kali itu pula Lina masih tetap beraksi dengan lihai.Sesaat Lina melepas tangannya dari permen itu dan menyibakkan rambutnya ke samping. Kini jemarinya kembali menarik bagian bawah permen dan memiringkan kepalanya.Lina kemudian mulai menurunkan wajahnya mendekati ujung, dan kini mulailah merekahkan kedua bibirnya dengan perlahan lalu, dia mulai

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 51 - Peringatan Dari Zidan

    Tulisan di kertas itu membuat rahang Nanang menegang.Aku kangen kamu, Nang.Di dalam kotak itu terdapat segitiga yang tak senonoh. Seseorag teobsesi dengannya dan Nanang berpikir keras, siapa lagi wanita yang mengganggunya? Apakah itu Inara? Atau siapa.. Nanang mulai pening dan memikirkan semua hal dalam satu waktu."Mass..." Panggilan dari Lina membuyarkan segalanya, Nanang segera menutup kotak itu namun terlambat. Lina dan Nela sudah melihat sekilas isi di dalamnya. Ekspresi keduanya berubah bersamaan-cemberut, curiga, dan tidak nyaman dengan hal yang dipegang Nanang."Itu dari siapa lagi Mas? Gila, diem-diem gini Mas punya banyak simpenan ya." Sindir Lina.Nanang menghela napas panjang, lalu berkata pelan, "Sudah. Ini bukan untuk dibahas di sini." Nanang lalu menaruk isi paket itu di sakunya, kemudian dengan tegas menarik lengan Lina. "Ikut saya."Lina tidak menolak. Ia justru tampak puas mendapat perhatian penuh. Nela hanya diam, memand

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 50 - Lina Datang Ke Rumah Nanang

    Nanang pulang dengan langkah yang lebih cepat dari biasanya.Percakapan dengan Zidan terus berputar di kepalanya, terutama saat nama Wulan dan Ade disebut tanpa ragu. Bukan sekadar peringatan kosong, Zidan tidak pernah melebih-lebihkan sesuatu yang berhubungan dengan masa lalu Nanang. Jika mereka benar-benar bergerak, maka diam malah akan memperburuk suasana.Rumah menyambutnya dengan cahaya lampu teras yang menyala. Nela tampak di dapur, sedang mengaduk sesuatu di atas kompor. Nanang berhenti sejenak di ambang pintu, memperhatikan kehadiran itu dengan perasaan campur aduk.Selama ini ia merasa rumah yang ia tempati aman tapi bisa jadi kedepannya akan terjadi hal yang tak diinginkan.“Mas?” Nela menoleh, tersenyum ringan. “Pulang cepat?”Nanang mengangguk. Ia melepas sepatu, lalu mendekat. "Nel, boleh ngobrol sebentar?"Nada suaranya membuat Nela langsung mematikan kompor. Ia mengeringkan tangan, lalu duduk berhadapan dengan Nanang di meja m

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 49 - Perjodohan Lina Dan Steven Di Batalkan

    Ruangan rapat itu terasa semakin sempit ketika pintu tertutup di belakang Nanang. Udara yang tadinya dingin kini seperti mengendap berat di dada setiap orang yang hadir. Beberapa direksi menegakkan punggung, sebagian lain menunduk pura-pura membaca dokumen, seolah tidak ingin ikut terseret pusaran konflik yang jelas bukan sekadar urusan bisnis.Lina menatap lurus ke depan. Rahangnya mengeras. Ia tahu persis apa yang sedang dimainkan Steven dan ayahnya-dan ia tidak menyukainya."Sebentar," suara Lina akhirnya memecah keheningan. Nadanya tegas, dingin, penuh kendali. "Rapat ini tidak bisa berjalan seperti ini."Ayah Steven menoleh perlahan, alisnya terangkat tipis. "Kenapa tidak?""Karena rapat direksi yang membahas dugaan pelanggaran etika terhadap CEO dan pegawai tidak bisa dilakukan tanpa persetujuan saya," lanjut Lina. "Dan tanpa kehadiran pemegang saham utama."Sudut bibir Steven terangkat. "Oh, tapi bisa dong," sahutnya santai. "Ayah saya pemeg

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 48 - Kedatangan Ayah Steven

    Nanang tau ini sudah melebihi batas. Tapi bagaimana ia bisa tahan jika Nela memohon begitu. Rasanya permen miliknya ingin sekali meledak.Nanang akhirnya terpancing, ia pun sudah tak tahan lagi. Di belakang, Nanang mengarahkan permennya ke tujuan. Nela sedikit tersentak, tapi Nanang terus menyelam ke dalam sehingga terbenam seluruhnya.“Aaaaakhh..... Masss,”Lenguh Nela lirih, "Enn-aaak.... Maass.. kaya mainan punyaku... Ouhh.."Lembah ini ternyata sempit sekali dan terasa bagaikan dihi-sap-hisap dan dire-mas-remas dengan denyutan yang sungguh membuat gila. Nanang menarik dan menekan dengan kuat secara berulang-ulang sehingga bolanya terdengar beradu dengan bemper yang padat.Plak... Plak... Plak...Nanang tetap memeluknya dari belakang dengan tangan kiri yang tetap berada di punuksedangkan jari tangan kanan Nanang berada di dalam mu-lut Nela.Nela menghi-sap-hi sap jari Nanang, matanya terpejam bagai

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status