بيت / Male Adult / Sisi Liar Mas Nanang / Bab 14 - Rasa Penasaran Bu Wulan

مشاركة

Bab 14 - Rasa Penasaran Bu Wulan

مؤلف: MassAzfa
last update تاريخ النشر: 2026-04-20 12:45:16

Ayah Nanang menatap anaknya dari ujung kepala sampai kaki, lalu mendekat dan mengendus setiap sisi dari tubuh Nanang.

“Nang, Bapak tuh ngga bodoh, bau parfum cewek nempel banget di badan kamu.”

Nanang menggaruk kepala, mencoba bersikap santai. “Ya ampun, Pak. Cuma nemenin temen kok, hehe.”

“Temen?” Suara Ayahnya Menurun, masih curiga dengan anaknya.

“Iya, Pak. temen aja kok.”

Ibu Nanang keluar dari dapur karna

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 143 - Ketahuan Tante Risa

    Ia lalu bangkit dari duduknya untuk menjalankan skenario yang sudah ia siapkan.“Ning, kamu mau minum apa?” tanya Risa basa-basi.“Aku sih biasa, kopi saja, Ris,” jawab Ningsih dengan suara yang sengaja dibuat manja.“Duh, di dapur kopi sepertinya habis. Ya sudah, kamu tunggu dulu ya di sini, aku ke warung depan sebentar,” ucap Risa yang langsung bergegas keluar tanpa menunggu jawaban,Meninggalkan Nanang dan Ningsih dalam keheningan yang menyesakkan.Begitu pintu tertutup, efek Sirup tahan banting itu meledak dalam tubuh Nanang.Darahnya terasa mendi dih, dan fokusnya benar-benar hilang.“Nang... kamu kenapa? Kok menatap Kakak seperti itu?” tanya Ningsih, berpura-pura polos meski matanya berkilat nakal.“Kak Ningsih... makin cantik saja,” desis Nanang dengan napas yang mulai memburu.“Ah, masa sih, Nang?” Ningsih memancing lagi.“Serius

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 142 - Jebakan Tante Risa

    Nanang baru saja membanting tubuhnya ke sofa. Peluh membasahi keningnya setelah seharian berkeliling mencari kosan, namun hasilnya nihil.Tidak ada yang cocok sama sekali."Sial, masa iya gue harus terus tinggal di sini bareng Tante yang hipernya minta ampun itu?"gumam Nanang kesal sambil menatap langit-langit rumah.TOK!... TOK!... TOK..."Nang, buka pintunya. Ini Tante!"Nanang mendengus."Baru aja diomongin, sudah muncul orangnya," gumamnya malas sambil bangkit membukakan pintu.Begitu pintu terbuka, sosok Risa berdiri di sana. Namun, ia tidak sendirian. Di sampingnya berdiri seorang wanita yang sangat Nanang kenal yaitu Ningsih.Sebagai instruktur senam, Ningsih memiliki bentuk tubuh yang atletis dan wajah yang menawan, selalu berhasil membuat pria di lingkungan itu menoleh dua kali.“Om kamu sudah berangkat, Nang?” tanya Risa sambil melongok ke dalam.“Sudah, Tan. T

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 141 - Rasa Penasaran Ningsih

    Tepat saat itu, pintu depan terbuka. Risa melangkah keluar dengan penampilan yang cukup mencolok.Ia sudah mengenakan setelan baju senam yang sangat ketat, memperlihatkan lekuk tubuh matangnya yang masih berbekal sisa - sisa kehangatan semalam.Mendengar percakapan mereka, Risa langsung menyambar dengan nada suara yang sengaja dibuat semanis mungkin.“Iya Nang... mending kamu tinggal di sini saja. Rumah ini sepi banget loh kalau nggak ada kamu,” ucap Risa.Kalimatnya terdengar seperti perhatian seorang Tante, namun bagi Nanang, itu adalah undangan terbuka menuju bahaya.“Tuh, dengerin kata Tante kamu,” timpal Om Iwan, memberikan dukungan penuh tanpa rasa curiga sedikit pun.Nanang hanya bisa tersenyum kaku sambil menggaruk tengkuknya.“Ya... gimana nanti saja lah, Om.”Di balik wajah tenangnya, pikiran Nanang justru berkecamuk.Maaf ya Tan, bukannya Nanang nggak mau hemat, tapi k

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 140 - Permainan Irama Tante Risa

    Sensasi hangat, licin, dan jepitan dinding belakang Risa membuat Nanang merasa seperti sedang terbang ke langit ke tujuh.“Enak, Tan?” bisik Nanang dengan napas memburu di telinga Risa.“Enak banget, Nanang... terusss, jangan berhenti!” balas Risa dengan suara serak yang penuh gairah.PLOK... PLOK... PLOK...Hentakan kulit bertemu kulit memenuhi keheningan kamar malam itu.Mereka seolah lupa atau mungkin malah sengaja menantang bahaya, karena di kamar sebelah, Om Iwan sedang tertidur lelap.Setiap hujaman Nanang membuat ranjang berderit halus, menambah sensasi ngeri sekaligus nikmat dalam perselingkuhan yang semakin gila ini.Nanang bener-bener menghajar Risa tanpa ampun! Om Iwan kalau sampai terbangun sedikit saja pasti bakal tamat riwayat mereka.Saat Permen Nanang sudah berada di titik di dih dan siap meledak, Nanang berniat mencabutnya.Namun dengan refleks kilat, Risa bangkit dan menahannya.“Stop! Jangan dulu keluar, Nanang!”Risa langsung merunduk, mengulum habis Permen raksasa

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 139 - Menikmati Permainan Indah

    Nanang kelojotan setengah mati di atas kasur.Sensasi dari Kain yang meraba urat-urat Permennya benar-benar nyata, mengirimkan gelombang nikmat yang membuat otaknya seolah mau pecah.“Gimana, Nanang? Celana dalam Tante enak, kan?” bisik Risa, suaranya serak menahan gairah.“Enak... enak banget, Tan... terusss!” racau Nanang dengan mata terpejam rapat.Sambil terus memompa Permen Nanang dengan kain itu, Risa merunduk, menjilati dan Menggigit kecil kelereng Nanang, memberikan serangan ganda yang membuat Nanang hampir mencapai puncaknya.“Aahhh... stop, Tan! Stop! Mau keluar nih!” teriak Nanang tertahan.Risa menyeringai puas, lalu melempar celana dalam itu ke lantai begitu saja.Namun, tiba-tiba keadaan berbalik. Nanang yang sudah dikuasai nafsu mendadak bangkit.Dengan satu dorongan bertenaga, ia membalikkan posisi hingga Risa terbaring di bawahnya.Nanang langsung menerjang, menyedot k

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 138 - Tergoda Tante Risa

    Nanang mengangkat tangannya, berusaha memberi jarak.Keringat dingin mulai mengucur deras dari pelipisnya, jantungnya berdegup seperti genderang perang."Jangan, Tan... jangan di sini," bisiknya parau.Namun, Risa sudah kehilangan akal sehat. Baginya,Penolakan Nanang justru seperti bumbu yang membakar gairahnya.Tanpa memedulikan gemetar di tubuh pemuda itu, Risa menyeret Nanang masuk ke dalam kamarnya sendiri.CEKLEK.Suara kunci pintu yang diputar Risa terdengar seperti vonis mati bagi pertahanan Nanang.Risa benar-benar nekat, ia tak peduli sedikit pun meski ayah Nanang mungkin saja terbangun di kamar sebelah.“Kalau di kamar mandi atau dapur kamu nggak mau, ya sudah... kita main di kamar kamu saja,” ucap Risa dengan suara rendah yang menggetarkan nyali.Nanang hanya bisa terpaku, lidahnya kelu saat tangan terampil Risa mulai mempreteli kancing kemeja kerjanya satu per sat

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 20 - Nanang vs Ketua Geng Kampus Timur

    Angin malam berhembus dari arah utara ketika Nanang berjalan melewati deretan ruko yang sudah lama tutup. Udara membawa aroma besi karat dan debu, bercampur sisa-sisa asap gorengan dari pedagang yang baru saja membongkar lapaknya.Bayangannya sendiri memanjang di trotoar, bergerak goyah seperti meno

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 18 - Penangkapan Geng Kampus Timur

    Zidan terhuyung ke depan, tubuhnya melemas seolah lututnya kehilangan tulang. Nanang langsung meraih bahu temannya, tangan satunya menopang punggung Zidan agar ia tidak jatuh menghantam tanah."Dan! Hei-Dan! Liat gue!" suara Nanang pecah, antara panik dan marah.Bahu Zidan bergetar. Darah mengalir l

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 17 - Musuh Baru Dari Timur

    Nanang pikir, hubungannya dengan Lina tidak akan menyebar secepat itu akan tetapi, Lina nampaknya tidak bisa tinggal diam."Pokoknya mulai sekarang," kata Lina di depan kantin sambil menunjuk Nanang memakai sedotan jus, "Mas Nanang itu pacar aku ya, jadi jangan ada yang macem-macem!"Perkataan itu m

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 16 - Ciuman Di Kamar Lina

    Nanang masih terbaring di lantai kamar Lina.Napasnya naik-turun seperti baru selesai lari mengelilingi lapangan lima kali.Bibirnya masih terasa hangat, sementara pipinya memanas tidak karuan. Ia menatap langit-langit, mencoba memahami apa yang baru saja terjadi. Otaknya sibuk mengulang momen itu

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status