Home / Pendekar / Sistem Aura (Infinity) / Episode 401: Suara Rakyat Sepadan Dengan Suara Perut, Kenyang Atau Perang.

Share

Episode 401: Suara Rakyat Sepadan Dengan Suara Perut, Kenyang Atau Perang.

Author: Radif
last update Petsa ng paglalathala: 2025-07-21 23:10:42

Maka siapa sangka apa yang terjadi berikutnya adalah kenyataan yang tidak Eriel prediksi sebelumnya. Bersama dengan kehebohan penonton yang rasa penasarannya makin bergolak karena segmentasi kali ini menjauh dari ekspektasi.

“Oh, eci{+ era huxer popzecek anhar poquteh rezah riji';! (Oh, ayolah aku tidak membayar untuk melihat kabut kosong!)”

“Ya, lemparkan saja naganya, atau buaya, atau ular purbanya, atau apapun sehingga kami bisa menyaksikan kematian tragis di sini!”

“Eme ce'; hoksexu? (Apa y
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 430: Pesan Cinta Kepada Bangsa Selatan (Part 3).

    “Jadi, mari kita selesaikan ini secara sederhana dan sesingkat-singkatnya ....“ Ketua El yang merasa tertekan mulai mengambil cara termudah. ”Nah, setelah kalian mengetahui dan memahami apa yang terjadi ... menurut kalian bagaimana?“Oshi dan Ereia bergeming bersama sekelumit bahan pertimbangannya masing-masing. Saat ini Ereia mengaku hendak berpegang pada caranya mempertahankan kestabilan sekaligus persatuan desanya, dan hanya itu yang disampaikannya.”Setelah kami pikir-pikir ....“ Selanjutnya Oshi yang angkat suara. Menegakkan tubuhnya, menatap Ketua El penuh harap. Dia tahu inilah saatnya memanfaatkan kesempatan. ”... dengan semua tekanan dan ketidakadilan ini, dengan banyaknya tekanan yang sudah mencelakakan kami, maka kami menemukan titik kalau inilah saatnya untuk perang total. Tidak ada lagi negosiasi. Tidak ada lagi pengharapan pada dewan utama. Kita pertahankan apa yang sudah kita usahakan. Jadi, hal pertama yang harus diperjuangkan adalah merebut kembali manajemen bandara,

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 430: Pesan Cinta Kepada Bangsa Selatan (Part 2).

    Dan, sehubungan dengan kekacauan desa Aswad yang bukanlah hal sehat untuk dibudidayakan mereka pun bergegas merundingkan sejauh mana komplikasi desa Aswad akan dibawa.Penyerangan Demir tidak tertinggal dalam daftar perbincangan, dari kronologi maupun motifnya hingga di mana Kael terheran-heran begitu mengetahui Oshi sempat pula berurusan dengan anggota Eksilinity. Tidak ada pertarungan, tapi keduanya melakukan pembicaraan singkat dibawah kesan yang negatif. Selain itu, sesuatu yang lebih penting akhirnya mendorong Kael untuk sengaja mengangkat kekalahannya sebagai pemicu sebuah keputusan, titik baliknya buat mengambil langkah yang tidak seharusnya diambil.Maka atas apa yang telah menimpa Ketua El jelas-jelas diakui Oshi dan Ereia bukan peristiwa yang baiknya dibiarkan. Ketua El telah dipermalukan, telah difitnah dan dihinakan. Sehingga dalam rangka menjaga kestabilan dan keamanan desa Ereia siap mengambil tindakan yang setegas-tegasnya pada orang-orang Eksilinity. Dan, itu berlaku p

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 430: Pesan Cinta Kepada Bangsa Selatan (Part 1).

    Suara 'tring' menggema lagi di seantero ruangan medis. Beradunya dua gelas cokelat panas merupakan penyebabnya.“Sepertinya tidak perlu harus selalu bersulang segala deh,” keluh Sury lalu menyesap sedikit cokelat panasnya.”Oh, tentu saja harus,“ sahut Ketua El dengan bersikeras. ”Biar kamu bisa bangga dengan minumanmu ... HA-HA-HA ....“ Begitu cokelat panas selesai diseruputnya gelas kembali ditaruh di atas meja. ”Nah nah ... Nona Ereia juga jangan malu-malu ... ambil makanan dan minumannya. Anggap saja penjara ini rumah sendiri.“Sudah pasti Ereia di depan sana menolak menanggapi. Bukan karena dirinya sungkan atau apapun itu, tetapi memang dia tidak mendapati makanan atau minuman lain selain dari cokelat panas yang hanya tersedia dua gelas. Bahkan sepiring wafer Fafer telah habis sebelum Ereia bisa menyentuhnya.Tepat dipukul 14:42 ini Oshi, Sury dan Ereia akhirnya diperkenankan bertemu Kael De Rigel di kamar medis bertema gotik. Kamar beraroma alkohol dengan lampu putih terang yang

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 429: Karena Bangsa Kami Aturan Mainnya Sesuai Imajinasi Kami (Part 2).

    15:06.”Woaah ... terima kasih Ketua Oshi! Terima kasih!“Toko kelontong menjual permen lolipop. Meskipun pasokannya terbatas, Sury dan dua temannya masih bisa bersyukur mendapatkannya.”... aku ingin banyak banget punya permen. Aku ingin dunia merasakan manisnya!“ Seorang Pewaris-Energi (Ertan De Antares) bocah laki-laki bermantel tebal, penyandang autisme yang selalu punya cara terbaik membahagiakan diri duduk tepat di samping Sury menikmati permen lolipop.”Eh, Sur, gimana kalau nanti kita cari lagi penguin!“ kata Yulia Citra. Anak perempuan berambut pirang bermantel bulu beruang. Non-Auranias yang sama-sama punya permen dan lebih sering memberikan permen atau jajanannya ke hewan-hewan yang biasanya dijumpai. Kepribadiannya yang ekspresif dan selalu banyak bercerita agak merepotkan Sury sebetulnya. ”Aku bawa alat masak-masakan juga deh, biar kita bisa masak lagi ... eh, atau ... nanti aja deh.“”Ya!“ Dan, Sury, anak perempuan yang memeluk boneka penguinnya dengan senang hati mau me

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 429: Karena Bangsa Kami, Aturan Mainnya Sesuai Imajinasi Kami (Part 1).

    “... ini semua tidak pernah sepadan. Tidak pernah terlintas sebagai harapanku. Tidak peduli kita bicara soal persatuan dan kehormatan.” Dua tentara. Dua perbedaan. Terlalu banyak keresahan yang bisa diekspresikan, tapi satu persamaan menciptakan kolusi bagi keduanya. “Benar.” Cewek bondol berseragam militer lengkap ini pun mengungkapkan keberatan yang sama. “Kita justru dikerdilkan untuk urusan ini.” Lalu kabut yang pucat menebal, memburamkan panorama pesisir pantai. Menyekat ruang pandang. Awan-awan di langit kelihatan memadat tanpa celah, warna perak, salju juga terjun lebih deras. Sementara perasaan getir yang tidak terobati itu terus merongrong di kedua insan. Terjebak oleh kenyataan yang tidak pernah mereka impikan. Tugas pokok mereka terus menekan, menghantui mereka bagai bom waktu yang siap meletus. Perselisihan desa Aswad dan pemerintah pusat membawa kedua anggota militer (militer desa Aswad dan militer nasional) ke dalam ketidakberdayaan dan dilema besar. Seorang kopra

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 428: Semakin Canggih Ajarannya, Semakin Picik Penjahatnya.

    Ada alasan krusial mengapa Eriel beserta rombongannya dapat atau justru diperkenankan masuk secara legal ke dalam bangsa yang dilegitimasi sangat berbahaya, yang bukan tanpa syarat. Khususnya, bagi para petinggi Timur-Laut, keberadaan Eriel adalah upaya menunjukkan atau membuktikan pada dunia kalau bangsa Timur-Laut ramah bagi siapapun selagi tidak ada niatan merusak, sekaligus merupakan pernyataan implisit betapa segala persoalan global tidak lebih dari perbedaan gaya politik, maka kepada bangsa-bangsa dunia Aura yang merasa terancam sangat tidak dapat dibenarkan. Eriel De Atria bukanlah ancaman. Orang yang berjuang demi perdamaian dan persatuan dunia Aura jelas harus didukung, bukan dikecam maupun dimusuhi.Kehadiran elite dunia yang satu ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh bangsa Timur-Laut. Sangat baik, karena Eriel adalah Pewaris-Aura Cahaya yang diyakini sangat penting dalam kestabilan dunia Aura. Dengan demikian, tawar menawar sudah pasti tidak terelakkan. Kepada sejumlah kel

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 375: Bahkan Untuk Melihat Punggung Sendiri Dibutuhkan Cermin.

    “... tidak boleh menangani masalah kriminal dengan tindak kriminal lagi! Ini akan jadi blunder.”Meninggilah intonasi suara sang Ketua El begitu mendapati rekan-rekan barunya malah menuntut tindakan lebih. Penolakan para pengelola desa mendapatkan serangan langsung dari warga yang menuntut perubaha

    last updateHuling Na-update : 2026-04-03
  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 365: Selalu Ingat, Badai Yang Kemarin Bukan Badai Yang Akan Datang.

    Hari ini pihak kemiliteran Pasifikasi banyak bergerak di sejumlah titik di Kota Auroran. Para petinggi dan orang-orang yang berkepentingan dalam suatu urusan bergegas berbenah. Menata kota untuk menyambut kehadiran sang Tetua-Aura Dunia Alara.“... untuk satu umat manusia!” Seru orang-orang yang me

    last updateHuling Na-update : 2026-04-03
  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 368: Pahit Seperti Obat, Manis Seperti Omong Kosong.

    Lagi-lagi cepat itu terjadi. Gelap gulita yang dirasakannya sekarang. Samar-samar merasakan rasa sakit yang teramat-amat dahsyat, tapi lemah tanpa kendali. Suara-suara keramaian yang mulai menyusut. Kesadaran memudar .... Lalu rasanya berlalu cukup lama .... “Gah ....” Entah ada apa dengan dirin

    last updateHuling Na-update : 2026-04-03
  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 364: Kalau Aku Mati Aku Ingin Dilupakan.

    Inilah momen bersejarah bagi Ixia untuk akhirnya bertatap muka dengan salah satu Auranias langka yang mulai ramai kedengaran eksistensinya. Menjabat tangan dinginnya, mencermati tiap-tiap detail fitur figurnya dan menyaksikan mata berlian yang sama dengan mata berlian Eriel De Atria. “... sebelumn

    last updateHuling Na-update : 2026-04-03
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status