หน้าหลัก / Urban / Sistem Sign-In Harian / 100. Taruna yang Salah Lawan

แชร์

100. Taruna yang Salah Lawan

ผู้เขียน: KoTz
last update วันที่เผยแพร่: 2026-08-23 22:18:04

"Biarkan mereka menyerang. Adik iparku bukan pemuda sembarangan. Kalian sudah lama mencari waktu untuk mengujinya, kan? Ini kesempatan kalian," ucap David tenang melalui pelantang telinga Bagas.

Bagas berdiri diam di sudut lapangan, memantau pergerakan pasukannya.

Reyhan membuang sisa rokoknya dan menginjak bara api itu perlahan. Ia menatap wajah para prajurit satu per satu dengan tatapan tajam. "Kalian bangga menyebut diri kalian prajurit? Mengepung satu orang tanpa alasan yang jelas. Ini wuju
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Sistem Sign-In Harian   102. Memasuki Sarang Keluarga Elite

    Tiga hari terakhir berubah menjadi ujian kesabaran bagi Sandra. Tiap kali ia mencoba mencuri momen romantis bersama kekasihnya, Jhonatan selalu bermunculan merusak suasana. Rutinitas pagi Sandra kini bergeser menjadi memeriksa keberadaan taruna pengganggu tersebut di sekitar penginapan mereka.Reyhan terkekeh pelan, menarik pinggang Sandra merapat hingga punggung gadis itu bersandar hangat di dadanya. "Tenang. Ini hari terakhir aku membimbingnya. Posisimu tidak mungkin tergeser oleh taruna berisik itu," bisik Reyhan tepat di telinga Sandra.Sandra mendengus pelan, meski rona kemerahan menjalar tipis di pipinya. "Tiga hari ini dia terus menempel padamu. Kalau besok pagi dia masih berani mengetuk pintu kamar kita, aku akan mengikatnya di tiang bendera.""Besok pagi kita pulang. Begitu keluar dari gerbang militer ini, sisa waktuku sepenuhnya untukmu," bujuk Reyhan mendaratkan satu kecupan lembut di puncak kepala kekasihnya."Izin, Dokter Rey!" Seruan lantang dari ambang pintu sontak meng

  • Sistem Sign-In Harian   101. Kesempatan Kedua Jhonatan

    Mendapat teguran keras dari sang komandan, mental para taruna langsung berbalik. Mereka berhenti menunduk lesu. Tatapan mata mereka kembali menajam, menyiratkan tekad bulat mengungguli Reyhan suatu saat nanti."Hebat. Ujung-ujungnya aku yang dimanfaatkan," gumam Reyhan datar, mengusap pangkal hidungnya pelan."Jhonatan!" sentak David tajam."Siap, Komandan!" sahut Jhonatan lekas menegakkan tubuhnya, melangkah keluar dari barisan. Pandangannya lurus ke depan, meski wajahnya tampak muram."Bicara jujur mengenai kondisi kesehatanmu. Pantang menutupi fakta di medan ini. Sesama prajurit wajib saling menjaga nyawa. Malam ini rekan-rekanmu pasang badan membelamu, tetapi esok hari, kebohonganmu berpotensi membunuh mereka di medan tugas," cecar David bersuara berat.Pelupuk mata Jhonatan memerah, namun ia bersikeras menahan air matanya agar tidak jatuh."Izin, Komandan! Fisik saya memang bermasalah. Terkadang tenaga saya habis terkuras bahkan sebelum jadwal latihan dimulai. Tidur terasa mustah

  • Sistem Sign-In Harian   100. Taruna yang Salah Lawan

    "Biarkan mereka menyerang. Adik iparku bukan pemuda sembarangan. Kalian sudah lama mencari waktu untuk mengujinya, kan? Ini kesempatan kalian," ucap David tenang melalui pelantang telinga Bagas.Bagas berdiri diam di sudut lapangan, memantau pergerakan pasukannya.Reyhan membuang sisa rokoknya dan menginjak bara api itu perlahan. Ia menatap wajah para prajurit satu per satu dengan tatapan tajam. "Kalian bangga menyebut diri kalian prajurit? Mengepung satu orang tanpa alasan yang jelas. Ini wujud disiplin kalian? Atau sekadar rasa setia kawan?""Jaga ucapanmu!" ancam seorang prajurit dari barisan depan, memajukan langkah.Di area gelap dekat barak, Rangga berbisik pelan, "Bos, Reyhan mulai kehilangan kesabaran. Kita diam saja?""Terus awasi. Bagaimana kondisi Jhonatan?" tanya David memantau dari dalam mobil."Fisiknya stabil. Nilai latihannya selalu paling tinggi," lapor Rangga."Menarik. Kalau adik iparku bilang dia sakit, berarti ada yang salah. Tonton saja pertunjukannya," perintah

  • Sistem Sign-In Harian   99. Di Jebak

    "Hanya itu akar masalahmu?" dengus Bagas mencemooh. "Biar kuperjelas isi kepalamu. Simulasi ini menuntut kontak senjata sungguhan. Asal kalian tahu, program seleksi ini memegang rekor tingkat cedera paling tinggi di seluruh distrik militer. Andai kalian berada di zona konflik, apa kalian berharap musuh menghujani kalian menggunakan peluru karet? Di arena pertempuran sesungguhnya, gempuran musuh jauh lebih brutal. Kurikulum ini didesain seratus persen mereplika kondisi perang hidup mati!" Bagas mengakhiri kalimatnya. "Tapi—" "Dengarkan baik-baik! Sewaktu kalian menandatangani formulir pendaftaran pasukan khusus, kalian wajib sadar penuh menelan segala risiko. Kita bicara mengenai operasi menyusup ke jantung pertahanan musuh, kalah jumlah personel, tanpa bala bantuan, murni bertumpu pada kau serta kawan di sebelahmu. Tanpa ketenangan mental ekstra, kalian bukan prajurit, melainkan seonggok daging menunggu disembelih! Neraka ini bertujuan melatih kejernihan akal kalian di bawah ancaman

  • Sistem Sign-In Harian   98. Batas Antara Latihan dan Kematian

    Menyalakan sebatang rokok, Reyhan tenggelam dalam lamunan. Suara pintu terbuka memecah lamunannya. Reyhan mendongak dan melihat Sandra masuk ke kamar. "Sudah merasa lebih baik? Obatnya sudah diminum semua?" tanyanya, segera mematikan rokok di asbak sambil tersenyum. "Sudah, dan badanku terasa jauh lebih segar. Bicara soal itu, Paman Hudan mengundang kita makan malam. Kita datang?" tanya Sandra lembut, lalu duduk dan menyandarkan kepala pada dada Reyhan. "Tidak usah. Paman masih mengincar alat sensor milikku," tolak Reyhan datar. "Kau terlalu pelit. Paman Hudan hanya penasaran," tegur Sandra tersenyum menggoda. "Aku tetap menolak pergi. Sebagai gantinya, malam ini aku akan mengajakmu ke tempat spesial," Reyhan memberi isyarat misterius. "Ke mana?" rasa penasaran Sandra tergelitik. "Itu rahasia," godanya. *** Malam harinya, saat Reyhan akan membawa Sandra keluar dari distrik militer, mobil mereka dihadang oleh Rangga yang sudah menunggu di luar. "Mau ke mana, Rey? Kami berenc

  • Sistem Sign-In Harian   97. Kemampuan Agen Elite

    Keluarga Yudistira memang memiliki kekuasaan besar, dan Ryan adalah bukti jelas hal itu. Setelah pertemuan tersebut, Reyhan sadar bahwa posisinya kini berhadapan langsung melawan kawanan serigala. Jenis predator yang pantang melepaskan gigitan begitu mangsanya sudah berada dalam cengkeraman.Hubungan rumit di antara keluarga-keluarga besar, ditambah berbagai kepentingan yang saling terkait, membuat masa depan sulit diprediksi.Pada akhirnya, keberhasilan Reyhan meloloskan diri dari cengkeraman keluarga Yudistira bergantung penuh pada peran Dokter Kemal dan teknologi energi baru itu. Tanpa keduanya, ia mungkin sudah menjadi korban kemarahan keluarga Yudistira.Pemberian identitas baru oleh David adalah langkah cerdas. Identitas militer itu akan membuat Ryan berpikir dua kali sebelum bertindak menyerang Reyhan.Melihat Reyhan mengangguk setuju, David menyeringai menggoda. "Lihat, semua fasilitas bagus sudah kusiapkan. Tidakkah kau merasa harus berterima kasih kepadaku?""Terima kasih,"

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status