MasukMalam harinya, kota Gu Bang diguyur hujan gerimis. Di sebuah bar kecil yang sepi di pinggiran kota, Li Lan duduk di sudut yang remang-remang. Ia mengenakan jaket hoodie hitam untuk menutupi identitasnya. Tak lama kemudian, seorang pria dengan jaket kulit hitam duduk di hadapannya tanpa permisi. Shen Long. "Kau terlambat dua menit," ucap Li Lan tanpa menoleh. "Aku harus memastikan tidak ada 'ekor' yang mengikutimu. Kolonel Hans menaruh tiga agen intelijen di sekitarmu sejak kau keluar dari kantor," jawab Shen Long sambil memesan segelas wiski. Li Lan terkejut. "Tiga agen? Aku tidak merasakannya." "Itu karena mereka adalah unit bayangan. Tapi jangan khawatir, mereka sedang sibuk mencari mobilmu yang kuparkir di distrik lain menggunakan sistem kendali jarak jauh," ucap Shen Long santai. Li Lan menatap Shen Long dengan tatapan yang sulit diartikan. Pria ini terlalu kuat, terlalu berpengetahuan. "Kenapa kau melakukan semua ini? Kau bisa saja hidup mewah dengan hasil penjualan obatmu.
Pagi hari di markas besar Nasional Guard tidak pernah terasa sedingin ini bagi Li Lan. Meskipun matahari musim panas menyinari jendela kaca gedung birokrasi tersebut, ia merasa setiap lorong yang ia lewati dipenuhi oleh mata-mata yang tidak terlihat. Map yang diberikan Shen Long semalam terasa seberat timah di dalam tas kerjanya.Ia duduk di meja kerjanya, menyalakan komputer, namun pikirannya tertuju pada satu nama di daftar itu: Kolonel Hans, mentor yang telah membimbingnya sejak ia masih di akademi."Tidak mungkin..." bisik Li Lan pelan. Ia mencoba memindai ulang data transaksi yang dikirimkan Shen Long melalui transmisi enkripsi pagi ini.Shen Long tidak hanya memberikan nama, ia memberikan log aktivitas. Waktu, koordinat GPS, dan frekuensi komunikasi yang digunakan oleh para penghianat untuk berbicara dengan kelompok Black Goat. Shen Long menggunakan kecerdasan sistemnya untuk membedah sinyal yang bahkan teknologi Nasional Guard tidak mampu lacak.[Laporan Sistem: Target Li Lan s
Waktu seolah melambat di kantor pusat Queen Farmasi. Li Lan masih berusaha mencerna segala informasi yang ia terima. Ia menoleh ke belakang, menatap wajah Shen Long yang hanya berjarak beberapa sentimeter darinya. Dari jarak sedekat ini, ia bisa mencium aroma kayu cendana dan maskulin yang menenangkan dari tubuh pria itu."Apa yang kau inginkan dariku sebagai imbalan?" tanya Li Lan, suaranya kini melunak.Shen Long kembali ke tempat duduknya, menyesap tehnya yang sudah mulai dingin. "Untuk saat ini, cukup bersihkan organisasimu menggunakan data yang kuberikan. Jangan libatkan aku dalam laporanmu. Aku ingin tetap menjadi hantu dalam sistemmu.""Dan jika aku menolak?""Kau tidak akan menolak," jawab Shen Long dengan nada sangat yakin. "Kau mencintai negaramu lebih dari kau mencintai nyawamu sendiri. Dan saat ini, aku adalah satu-satunya jalanmu untuk menyelamatkan negara ini dari pembusukan internal."Li Lan mengambil map itu dan menyimpannya di balik seragamnya. Ia berdiri, mencoba men
Keheningan di ruangan kantor Shen Long terasa begitu pekat, seolah oksigen di sana perlahan-lahan menipis. Li Lan berdiri tegak, tangannya terkepal di samping tubuh, sementara matanya tak sekalipun berkedip menatap pria yang duduk dengan santai di kursi kebesarannya. Di sisi lain, Shin Yin Hua berdiri dengan tenang di dekat jendela, memperhatikan interaksi ini dengan tatapan seorang pengamat yang cerdas."Bagaimana kau tahu namaku? Dan apa maksudmu dengan 'menunggu kedatanganku'?" suara Li Lan terdengar tajam, namun ada nada gemetar yang terselip di sana—sebuah tanda bahwa ia merasa terancam sekaligus penasaran.Shen Long tidak langsung menjawab. Ia menuangkan teh hijau ke dalam cangkir porselen dengan gerakan yang sangat presisi dan lambat. "Agen Li Lan, kau adalah salah satu aset terbaik yang dimiliki Nasional Guard. Seorang wanita yang mengejar kelompok teroris hingga ke dermaga terbengkalai dengan hanya bermodalkan pistol dan keberanian yang nyaris bodoh. Bagaimana mungkin aku tid
Matahari mulai terbenam di ufuk barat kota Gu Bang, menyisakan gurat warna jingga yang memantul di kaca-kaca gedung pencakar langit. Shen Long telah kembali ke apartemen rahasianya setelah menyimpan superbike dan peralatan tempurnya ke dalam ruang spasial sistem. Suasana hening di dalam kamar itu kontras dengan dentuman peluru dan jeritan anggota Black Goat yang baru saja ia hadapi beberapa jam lalu.[Misi Berhasil. Anda mendapatkan +500 poin sistem. Saldo poin saat ini: 1.250 poin.]Suara mekanis sistem bergema di kepalanya. Shen Long hanya menghela napas panjang sembari melepas kemeja hitamnya yang sedikit lembap oleh keringat. Ia berjalan menuju cermin, menatap pantulan dirinya. Di balik wajah yang tenang itu, tersimpan kekuatan yang bisa mengguncang tatanan dunia jika ia mau. Namun, fokusnya saat ini bukan penaklukan, melainkan janji."Pukul tujuh malam... Keluarga Liu," gumamnya teringat pesan Liu Xue Lan.Ia segera membersihkan diri. Air dingin yang membasuh tubuhnya seolah melu
Di sisi kelompok Black Goat mereka nampak tidak panik.. dalam sekejap mereka berkelompok besar dan menghampiri zhou jian long dan mengevakuasi dirinya dari sana ke bagian belakang barisan yang terlindungi dari arah datangnya tembakkan.. dalam prosesnya itu empat orang bawahannya harus terkapar dengan kaki yang berlubang.. shen long berusaha memastikan tidak ada yang mati dari mereka karena tujuan utama tim li lan pasti menangkap kelompok itu.. "apa yang kalian lakukan cepat musnahkan para keparat dari Nasional Guarditu!!" Ucap zhou jian long memberi perintah.. detik berikutnya bawahannya yang memegang RPG membidik kearah mobil tim li lan.. gadis itu menatap putus asa melihat senjata itu diarahkan pada mereka.. timnya tidak dapat membalas karena sedang dihujani demgan peluru dari belakang.. mobil mereka memang anti peluru.. tapi tidak dengam senjata semacam RPG.. begitu orang itu hendak menarik pelatuknya.. Drrrtt!! Rentetan tembakkan tiba - tiba menghantam tubuhnya dengan keras hingga







