Share

Bab 2

Author: Aria Salvatore
Petugas penghubung sistem itu tiba dalam waktu empat puluh delapan jam. Dia adalah seorang pegawai pemerintah dengan setelan jas berwarna netral, membawa sebuah komputer tablet yang dilengkapi pemindai retina.

"Untuk memastikan fungsi yang tepat, maka semua aset keluarga akan diintegrasikan secara menyeluruh dengan Sistem ini. Sistem akan mengevaluasi perilaku orang tua terhadap setiap anak dan menyesuaikan alokasi sumber daya sesuai dengan aturan."

Ayahku yang mengelola aset-aset resmi keluarga, meraih kontrak itu. "Saya ingin tim kuasa hukum meninjaunya …."

Mario meraih pulpen stilus dan membubuhkan tanda tangannya di layar. "Ini sistem pemerintah, Pa. Tidak akan ada masalah. Apa Papa ingin Bianca terus menderita? Sudah, kita tanda tangani saja!"

Ayahku masih tampak ragu-ragu, namun tidak dengan ibuku.

Aku membaca setiap halaman, setiap klausul, bahkan setiap catatan kaki. Setelah aku merasa puas, aku pun menandatangani namaku dengan hati-hati, seperti yang diajarkan di sekolah yang bahkan kekurangan buku teks.

Mario mendengus. "Selalu pasang ekspresi tragis. Siapa pun akan mengira kami sudah menyiksamu. Padahal, kau sudah mengambil keuntungan sejak hari pertama kau datang ke sini, sekarang kau akan lihat seperti apa keadilan yang sebenarnya."

Ibuku meletakkan tangan di bahuku. Dia beraroma parfum mahal dan terlihat penuh pertimbangan. "Kami melakukan semua ini demi kebaikanmu sendiri, Elisa. Memanjakanmu hanya akan merusak karaktermu."

Aku tersenyum, namun bibirku hampir tak bergerak.

"Aku mengerti."

Setelah tanda tangan, suasana hatiku membaik. "Ayo makan. Aku sudah meminta dapur menyiapkan makanan favorit Bianca. Putriku butuh hiburan."

Meja makan dipenuhi piring-piring saji. Menunya adalah lobster, abalon rebus, dan hidangan hati angsa. Juga ada menara sasyimi yang disusun cantik, dan semuanya adalah pilihan Bianca.

Perutku keroncongan dengan keras, dan bergerak menuju kursi.

Selama tiga bulan, aku selalu makan di dapur pembantu, dengan menu makanan sisa dan daging olahan. Makanan yang sampai di meja dalam keadaan utuh dan kemudian dipindahkan ke wadah makan plastik satu jam kemudian. Aku belum pernah mencicipi makanan segar di rumah ini sejak malam aku tiba.

Tetapi, Sistem itu sudah aktif sekarang. Jika sumber daya harus diberikan secara setara ….

Mario menghalangiku, lengannya seperti palang melintang di depan dadaku. "Hei, ini makan malam keluarga dan kau bukan bagian dari ini. Pergi ke kamarmu."

"Aku berhak makan di sini sama seperti Bianca. Menolakku berarti perlakuan yang tidak adil."

Mata Bianca berkaca-kaca. Belum ada air mata … baru sebuah ancaman yang terkalibrasi dengan sempurna.

Wajah ibuku melembut ke arahnya. Kemudian dia menoleh kepadaku dengan ekspresi yang sama sekali berbeda. "Elisa, Bianca masih belum nyaman makan bersamamu, melihatmu membuatnya kesal. Apa kau tidak bisa makan di kamarmu saja, seperti biasa?"

"Tidak. Aku ingin makan di sini sekarang."

Ayahku melemparkan sendok hingga meluncur di atas meja kayu yang dipoles dan jatuh ke lantai. "Kau mau mengujiku? Kau pikir kau bisa …."

Tangannya tidak pernah mencapai wajahku.

Tubuhnya tiba-tiba menegang, tulang punggungnya melenting ke belakang, dan jatuh ke lantai dengan suara yang menggema di langit-langit berkubah. Tubuhnya bergetar seperti sebuah gelombang.

Ibuku pun terjatuh beberapa detik kemudian. Listrik itu mengeluarkan suara statis di udara yang lembap.

"Papa! Mama!" Bianca dan Mario bergegas maju. Saat jari-jari mereka menyentuh orang tua kami, mereka juga ikut tersengat listrik. Mario menarik lengannya ke belakang dengan desisan, dan Bianca terhuyung menabrak kursi.

Selama tiga menit, tidak ada yang bisa melakukan apa pun selain menonton.

Ketika berhenti, ayahku merangkak bangun. Wajahnya tampak lebih tua sepuluh tahun. "Apa yang mereka masukkan ke dalam tubuh kita? Tidak mungkin Sistem ini … menyetrum kita tanpa alasan!"

"Bianca Virera disuguhi makan malam lengkap di meja keluarga. Elisa Virera diperintahkan untuk makan makanan sisa di kamarnya. Ini merupakan tindakan tidak adil yang berat."

"Arus listrik yang dikelola oleh Sistem menghasilkan rasa sakit tanpa cedera permanen. Peningkatan hingga indeks rasa sakit level sepuluh diizinkan bila memang diperlukan."

Napas ayahku tersengal-sengal. "Bianca menyerahkan tempatnya untuk gadis itu. Dia sudah banyak berkorban. Meminta Elisa untuk makan terpisah adalah pertimbangan dasar, sistem macam apa yang menghukum sebuah pertimbangan? Aku akan meminta Sistem ini dihapus."

"Semua otoritas interpretasi adalah milik Sistem."

"Durasi kontrak seumur hidup. Tidak tersedia opsi penghentian dini."

Suara ibuku terdengar lebih kecil dari yang pernah kudengar. "Level berapa tadi?"

"Level lima."

Aku memperhatikan mereka yang sedang menyerap informasi. Memperhatikan rasa takut yang seolah mulai merasuk hingga ke tulang. Itu adalah rasa sakit level lima, setengahnya dari level maksimal.

Sesuatu yang hangat dan asing seolah tumbuh di balik tulang rusukku.

Sistem ini sangat luar biasa!

Ibu akhirnya memberi isyarat lemah ke arah kursi kosong. "Ini hanya makan malam. Duduk si sana dan ayo kita makan."

Aku pun mengambil tempatku di meja makan keluarga. Makanannya sudah dingin, tetapi aku tidak peduli.

Yang aku pedulikan sekarang adalah pertanyaan yang muncul di benakku, ‘Apa lagi yang bisa kuminta?’
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Sistem Yang Memberiku Keadilan   Bab 10

    Investigasi berjalan cepat. Sebagian karena buktinya memang sangat kuat, Sistem telah merekam semuanya, mulai dari data lokasi dan biometrik serta rekaman komunikasi yang menggambarkan situasi yang mengerikan. Sebagian lagi karena Patrick yang begitu ditawari kesepakatan, mulai berkicau seperti burung kenari di dalam sangkar yang penuh dengan kucing.Tuduhan menumpuk, antara lain penculikan, konspirasi untuk melakukan perdagangan manusia, dan penyerangan dengan senjata mematikan. Catatan bisnis ayahku disita, dan apa yang terungkap bahkan lebih buruk dari yang dibayangkan siapa pun. Bukti puluhan tahun praktik suap, pencucian uang, dan kesepakatan rahasia yang tidak ada hubungannya denganku.Riko dijatuhi hukuman mati.Hera menerima hukuman lima belas tahun penjara. Mario dihukum sepuluh tahun penjara. Sedangkan Bianca, sebagai anak di bawah umur yang diadili di pengadilan anak, dia akan berada di fasilitas penahanan sampai berusia dua puluh satu tahun, kemudian dipindahkan ke penjara

  • Sistem Yang Memberiku Keadilan   Bab 9

    Ayahku membuka pintu dengan gaya teatrikal layaknya seorang pria yang telah menunggu bertahun-tahun untuk berperan sebagai pahlawan penakluk."Tuan Patrick, Anda datang tepat waktu."Pria yang berdiri di ambang pintu itu bertubuh kekar dengan bahu lebar yang mulai mengendur, perut buncit yang menekan di balik jasnya, wajah yang penuh bekas bopeng seperti permukaan jalan yang rusak. Dia beraroma parfum mahal dan keringat. Matanya bergerak menyisir ruangan dengan penilaian lambat dan posesif, seperti seseorang yang terbiasa menilai barang dagangan."Tuan Riko." Dia tidak mengulurkan tangan. "Apa ini gadisnya?""Ini putriku, Elisa." Ayahku memberi isyarat ke arahku seperti seorang kepala pelayan yang sedang menyajikan daftar anggur. "Masih di bawah umur dan perawan. Kerahasiaan penuh sudah termasuk dalam kesepakatan ini."Patrick melangkah lebih dekat. Aku memaksakan diri untuk tidak mundur, ikatan kabel plastik itu telah melukai pergelangan tanganku, dan setiap gerakan mengirimkan rasa p

  • Sistem Yang Memberiku Keadilan   Bab 8

    Seharusnya aku menyuruhnya pergi.Seharusnya aku menekan tombol itu dan langsung mengatakan tidak, lalu kembali ke aplikasi pendaftaran universitasku. Setiap insting yang telah kukembangkan selama setahun terakhir, setiap pelajaran yang diajarkan keluarga ini kepadaku, seakan menjerit agar aku tetap mengunci pintu.Tetapi sesuatu dalam suaranya membuatku ragu. Aku pernah mendengar ibuku berbicara dengan berbagai macam cara, meremehkan, penuh perhitungan, berpura-pura sayang padahal dingin. Tapi aku belum pernah mendengarnya terdengar putus asa.Aku pun membukakan pintu.Dia berdiri di ambang pintuku seperti orang asing yang salah masuk apartemen. Rambutnya yang biasanya ditata rapi, kini terkulai lemas di bahunya. Pakaiannya masih mahal, tapi bukan lagi buatan khusus, hanya produk massal. Perhiasannya hilang kecuali cincin pernikahannya, yang terlihat lebih longgar daripada yang kuingat."Elisa." Matanya berkaca-kaca. "Sayang, kau sendirian di luar sini. Mama sangat khawatir."Dia meng

  • Sistem Yang Memberiku Keadilan   Bab 7

    Aku pindah pada akhir pekan itu.Tidak ada drama, tidak ada pintu yang dibanting, tidak ada konfrontasi yang penuh air mata. Aku mengemas dua koper dan sebuah tas ransel, memesan layanan mobil dengan uang yang telah kusimpan dari mengajar les kepada adik kelas, dan pergi saat seisi rumah masih tertidur pulas karena efek pesta wiski dari malam sebelumnya.Apartemen yang kusewa adalah apartemen satu kamar tidur tanpa lift di lingkungan yang tidak akan pernah dikunjungi ayahku. Lantainya miring, dan radiatornya berisik. Pemandangan dari jendelaku adalah tembok bata dan tiga merpati yang tampaknya sedang berebut wilayah.Aku langsung menyukainya.Tempat ini adalah milikku. Tidak ada seorang pun di sini yang akan mengatur di mana harus duduk, apa yang harus kumakan, atau apakah aku diizinkan berada di ruangan itu.Selama dua minggu, aku tidak melakukan apa pun selain belajar. Ujian akhir sudah semakin dekat, dan aku telah kehilangan waktu berbulan-bulan karena sabotase Bianca. Aku mengerjak

  • Sistem Yang Memberiku Keadilan   Bab 6

    Pintu depan terbuka lima belas menit kemudian.Dua petugas polisi melangkah masuk ke lobi, wajah mereka tampak netral, seolah-olah mereka lebih suka berada di tempat lain. Bianca bergegas menghampiri sebelum mereka sampai ke ruangan."Itu dia." Dia menunjuk ke arahku. "Elisa Virera. Dia sudah memanipulasi data sekolah untuk menaikkan nilainya dan menipu Sistem Perlakuan Adil millik pemerintah."Tangan ibuku langsung menyentuh dada. "Apa itu benar?""Aku melihatnya sendiri," kata Bianca. "Tiga ujian berturut-turut selalu berada di peringkat terbawah di kelas, semuanya. Tidak mungkin dia bisa mendapatkan peringkat teratas tanpa memanipulasi data." Dia lalu berbalik ke arah petugas. "Dia mungkin sudah menyuap seseorang di kantor registrasi. Atau mungkin meretas basis data. Aku ingin dia ditangkap."Petugas yang lebih tua dan memakai tanda pengenal bertuliskan Deri, mengangkat tangan. "Tenang dulu. Kami tidak akan menangkap orang hanya berdasarkan dugaan. Kami perlu memahami apa yang sedan

  • Sistem Yang Memberiku Keadilan   Bab 5

    Pengumuman pembagian saham muncul di situs resmi perusahaan pada pukul tujuh pagi.Aku sedang sarapan ketika notifikasi mulai masuk berdatangan. Ponsel ayahku berdering lebih dulu, lalu ponsel Mario, kemudian telepon rumah mulai berdering dengan nada desakan khas dari para pengacara dan anggota direksi yang belum dimintai pendapat sebelumnya.Bianca turun dari tangga sambil tersenyum lebar. Dia sengaja berdandan untuk acara itu, sebuah blazer yang pas badan, rambutnya ditata rapi dan terlihat elegan. Dia ingin tampil sempurna di depan kamera ketika kemenangannya resmi diumumkan."Cek portalnya, Elisa." Dia berkata sambil menuangkan kapucino untuk dirinya sendiri. "Kurasa kau akan menemukan angka-angka yang sangat menarik."Ayahku membuka komputer tabletnya, dan wajahnya menjadi pucat pasi."Apa-apaan ini?"Aku tidak perlu melihatnya. Aku sudah melihat notifikasi di ponselku sendiri yang bergetar pelan di pahaku saat sedang mengoleskan mentega pada roti panggangku.[VIRERA GROUP — RESTR

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status