แชร์

Pengakuan Perihal Rasa

ผู้เขียน: Asriaci16
last update วันที่เผยแพร่: 2025-12-29 09:39:50

Sampai malam hari, Irgi benar-benar tidak menampakkan batang hidungnya di hadapan Agnia. Membuat sang wanita tampak mondar-mandir di tengah rasa kalut yang menyelimuti diri.

“Apa Pak Irgi beneran marah gara-gara perbincangan gue sama dia tadi pagi? Tapi, semua yang gue bilang itu emang bener, kan? Terus, dimana letak salahnya?” gumam Agnia gusar.

Tangannya saling meremas. Tidak jarang, ia pun melayangkan pandangan cemas ke arah pintu yang tak kunjung dibuka oleh sosok yang sedang ia tunggu-tu
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Skandal Satu Malam Bersama Pak Dosen   Sesuatu yang Ganjil

    Agnia baru saja keluar dari kamar neneknya setelah memastikan suster yang merawat sang nenek sudah selesai membantu keperluan nenek di pagi hari.Ia sempat berdiri beberapa detik di depan pintu, memastikan tidak ada lagi yang perlu dilakukannya sebelum akhirnya berjalan menuju tangga.“Nanti kalau ada apa-apa, panggil suster saja ya, Nek. Nia soalnya ada jadwal kuliah pagi, jadi mungkin Nia baru pulang sekitar selepas jam makan siang nanti,” ucap Agnia tadi sebelum meninggalkan kamar.Neneknya hanya mengangguk sambil tersenyum.Agnia kemudian menuruni tangga dengan langkah perlahan. Pikirannya kembali tertuju pada rencana hari ini.Ia memang memiliki jadwal kuliah pukul sembilan, tetapi sejak pembicaraan dengan Irgi ketika jogging tadi pagi, ada satu hal yang terus mengusik pikirannya.Pria itu benar-benar berniat mengantarnya ke kampus.Agnia masih ragu apakah keputusan tersebut merupakan ide yang bagus. Ia memang tidak keberatan diantar, tetapi berada satu mobil dengan Irgi dalam pe

  • Skandal Satu Malam Bersama Pak Dosen   Jogging Bersama

    Pagi bahkan belum benar-benar terang ketika Agnia menutup pintu rumah pelan-pelan. Langit masih berwarna abu-abu kebiruan, sementara sebagian besar rumah di kompleks itu tampak masih tertutup rapat. Udara pagi terasa sejuk, cukup untuk membuat Agnia berpikir bahwa jogging sebentar mungkin bisa membantu menjernihkan kepalanya.Sejak percakapannya dengan Irgi semalam, pikirannya memang sulit diajak tenang.Ia masih mengingat bagaimana pria itu meminta agar kejadian beberapa hari lalu dilupakan. Ia juga masih kesal karena Irgi selalu saja bertindak sesuka hati ketika mereka sedang berdekatan, padahal berkali-kali mereka sudah sepakat untuk lebih berhati-hati.Namun, yang paling mengganggunya justru kejadian di dapur.Tatapan Rossi ketika melihat mereka.Pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya terdengar biasa, tetapi entah mengapa terasa seperti sedang mencari sesuatu.Agnia menghembuskan napas panjang, kemudian mulai berlari kecil menyusuri jalanan kompleks.Ia berharap udara pagi bisa m

  • Skandal Satu Malam Bersama Pak Dosen   Sesuatu yang Mulai Terhubung

    Malam telah tiba.Setelah pulang dari makan siang yang molor hingga sore, Irgi sempat mengira semuanya akan baik-baik saja.Setidaknya, sampai Rossi kembali menyinggung soal aroma parfum yang menempel di pakaiannya.Namun, rupanya perkiraannya salah.Sebab, meski Rossi tidak lagi bertanya secara terang-terangan, pria itu bisa merasakan ada sesuatu yang sedang berputar di kepala istrinya.Dan hal itu membuat Irgi tidak nyaman.Bukan karena dirinya takut ketahuan mengenai perasaannya terhadap Agnia.Melainkan karena ia tahu, sekali Rossi mulai menghubungkan satu kejadian dengan kejadian lainnya, perempuan itu bisa menjadi sangat sulit dihentikan.Irgi yang baru saja keluar dari kamar pun sempat berhenti di ujung tangga.Tatapannya langsung tertuju ke arah dapur.Di sana, Agnia terlihat sedang berdiri membelakanginya.Wanita itu tampaknya sedang membuat minuman hangat. Rambutnya diikat seadanya, sementara tangannya sibuk mengaduk sesuatu di dalam gelas.Irgi menarik napas pelan.Ia kemud

  • Skandal Satu Malam Bersama Pak Dosen   Bau yang Masih Dibincangkan

    Seusai berhasil mengalihkan pembicaraan dengan mengajak Rossi makan siang di luar, Irgi pun lantas menggiring istrinya untuk pergi ke sebuah restoran sesuai request Rossi sebelumnya. Berharap jika perhatian Rossi bisa benar-benar terpecah dan tidak lagi tertuju pada aroma parfum yang sempat membuat wanita itu merasa ada sesuatu yang berbeda dari dirinya.Namun, rupanya harapan tersebut tidak semudah itu untuk diwujudkan.Pasalnya, sesampainya di mobil, Rossi justru masih terlihat sibuk mengamati suaminya secara diam-diam. Tatapan matanya beberapa kali tertuju pada pakaian yang dikenakan Irgi, seolah sedang berusaha menemukan sesuatu yang sekiranya bisa membantu ingatannya dalam mengidentifikasi aroma parfum yang tadi sempat ia cium.Sementara Irgi yang mengetahui dirinya tengah diperhatikan hanya bisa berusaha bersikap sewajarnya.Ia mulai menyalakan mesin, lalu siap menarik persneling ketika merasa seperti dirinya sedang diamati.“Ada apa?” tanya Irgi menoleh. Pergerakannya ia tahan

  • Skandal Satu Malam Bersama Pak Dosen   Aroma Parfum

    “Jaga diri kalian baik-baik ya selama mama dan papa gak ada di rumah. Jangan menyulitkan nenek kalian. Apalagi dengan kondisinya yang baru pulih dari koma. Sebagai perempuan dewasa yang beradik kakak, kalian berdua harus bisa saling menjaga satu sama lain. Jangan sampai ada perseteruan sekecil apapun di antara kalian ya…” Sembari memeluk kedua putrinya bergantian, Intan memberikan sedikit wejangan untuk mereka selagi dirinya harus menemani sang suami berobat ke luar negeri. Selama itu pula, Intan menaruh kepercayaan penuh terhadap Agnia dan Rossi. Intan yakin jika kedua putrinya ini akan bisa saling mengandalkan satu sama lain.“Titip salam juga buat suamimu ya, Ros. Tadi pas berangkat, kebetulan dia gak di tempat. Jadi, mama sama papa gak sempat pamitan sama suamimu…” tukas Intan lagi pada putri sulungnya.Untuk sesaat, Rossi pun mengernyitkan dahi sedikit heran. Meski begitu, ia tetap mengangguk dan merespon setiap kalimat yang terlontar lugas dan mengandung pesan dari mulut mamany

  • Skandal Satu Malam Bersama Pak Dosen   Selamat dari Situasi Berbahaya

    Di tengah ciuman yang semakin brutal dan tak terkendali, tiba-tiba saja seseorang muncul mengetuk pintu dengan cukup kencang juga mengejutkan. Dalam sekejap, membuat Agnia terpekik kaget seiring dengan mata yang terbelalak lebar sekaligus mendorong dada Irgi sekuat tenaga hingga menyebabkan ciuman mereka terpaksa disudahi. “Agnia!” seru sebuah suara yang tak asing. Melotot, Agnia yang sedang lumayan berantakan karena ulah Irgi sebelumnya pun refleks didera rasa panik tatkala mendapati sang mama yang memanggil dirinya barusan. “Itu suara mama, Mas,” bisik Agnia cemas. Sementara Irgi, dia berusaha menenangkan Agnia dengan cara menempelkan telunjuknya di bibir sendiri. Memberi kode agar Agnia tidak bersuara, sekaligus mencari alasan kuat guna melayangkan jawaban ketika nanti mereka dilontari pertanyaan.“Nia, kamu di dalam, Nak?” Intan kembali bersuara di sela ketukan pintu yang belum disudahi. Kepanikan Agnia bertambah. Buru-buru, ia pun membenahi kembali kancing kemejanya yang sud

  • Skandal Satu Malam Bersama Pak Dosen   Kedatangan sang Kakak Ipar

    Memasuki waktu makan malam, sejumlah menu hasil masakan Bi Meri baru saja selesai Agnia hidangkan ke atas meja. Kali ini, Agnia bersikeras agar bisa ikut andil dalam menyajikan menu masakan yang sudah pembantunya olah. Dia bahkan mengancam untuk meminta ibunya memotong gaji Bi Meri saja andai ART-

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-30
  • Skandal Satu Malam Bersama Pak Dosen   Sama Gengsinya

    “Nia, malam ini kamu gak usah ke rumah sakit dulu ya. Biar mama aja yang jagain nenek. Kamu di rumah aja temenin papa dan kakakmu. Katanya, kakakmu juga mau kenalin kamu sama suaminya. Pas nikahan kakakmu dulu, kamu kan gak dateng…” tutur Intan memberitahu. Untuk sesaat, sedikit membuat Agnia mele

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-30
  • Skandal Satu Malam Bersama Pak Dosen   Dikejutkan Fakta

    “Agnia,” gumam Irgi terkejut juga. Untuk beberapa saat, keduanya sama-sama bergeming pada posisi berdirinya masing-masing. Saling beradu pandang dengan reaksi serupa, yakni kaget dan tak menyangka. “Ya ampun, Dek! Ada apa ini?” seru sebuah suara yang berasal dari belakang Agnia. Menyebabkan Irgi

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-30
  • Skandal Satu Malam Bersama Pak Dosen   Menekan Rindu yang Terasa

    “Nia…” panggil seseorang yang baru saja memasuki ruangan icu. Dilihatnya, Agnia tengah tertidur dengan kepala yang direbahkan di tepi ranjang pasien dekat tangan keriput Desi yang tak kunjung sadar. Setelah menjalani operasi pemasangan ring pada jantungnya yang sudah akut, wanita lanjut usia ini d

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-30
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status