Share

Bab 163: Sensitif

Auteur: NACL
last update Dernière mise à jour: 2025-10-24 09:23:25

“Persiapkan set Trauma, siapkan CT-Scan cepat! Sebelum ke ruang operasi!” perintah Dashel pada timnya.

​Tangan wanita berambut merah itu menarik ujung jasnya, meskipun tidak kuat. Dashel gegas mengalihkan perhatian padanya. “Ada apa, Nona? Tolong jelaskan lebih detail!"

​“An–anakku … Ra—” kalimat itu menggantung, tiba-tiba mata pasien terbalik ke atas, pupilnya melemah dan tangannya terjatuh lemas di pinggir ranjang.

​"Sial! Jangan tutup matamu, Nona! Ada apa?! Perawat, pasang intubasi sekarang! Dia drop!" perintahnya dengan suara tegas.

​Setelah pemeriksaan lengkap dilakukan, korban langsung dilarikan ke ruang operasi. Di sana, seperti biasa, Dashel berjuang menyelamatkan pasiennya. Namun, karena terjadi perdarahan pada bagian kewanitaan membuat janin yang baru berupa segumpal darah itu gugur. Proses operasi pun memakan waktu lama, sebab memerlukan kerja sama dengan spesialis kandungan.

​Bahkan Dashel tidak lantas kembali ke kamar rawat sang ibu, karena menunggu pasiennya siuman. Mes
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (2)
goodnovel comment avatar
NACL
udah ada chapter baru loh Kakka
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
ah gantung lagi...........
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Latest chapter

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 402 Tiga Lelaki Tampan Milik Laras

    “Mas, luwaknnya mau diapain? Jangan dibawa ke vila. Lepas di kebun aja!” saran Laras. Bulu kuduknya meremang ketika membayangkan hewan berbulu itu berlarian bersama Leksa dan Laksa di vila. Yang paling menyebalkan bagaimana kalu hewan itu menyerangnya. “Takut, Mas!” Laras memeluk tangannya sendiri, bahkan ia tidak berani dekat-dekat sang suami. Alih-alih mengiyakan permintaan istrinya, Dirga malah memicingkan mata. Bibir pria itu menyunggingkan senyum. Sudah pasti berniat menjahili istrinya yang tampak tak tenang. Sebelum Dirga sempat mendekat, Laras lebih dulu menunjuk suaminya. "Mas, jangan mulai, deh, ya! Tanah di sini licin, nanti kalau saya kaget terus kepeleset gimana? Lepas saja Mas!" protes Laras dan peluh mulai membasahi wajah cantiknya. Tidak langsung menjawab, Dirga memanggil Leksa yang saat ini sedang memperhatikan penjaga vila memotong pohon nanas. "Leksa, Papi lepas luwaknya. Kasihan dia kalau diikat terus, dia punya keluarga di hutan," jelas dokter tampan itu. Seke

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 401 Tingkah Si Kembar

    “Ya, ampun Leksa.” Air mata Laras banjir sudah. Ia mematung di tengah kebun, napasnya memburu dengan mata buram yang memandangi hamparan hijau di depan. Kepanikan luar biasa menjalar di antara rimbunnya pohon kopi. Para petani yang tadinya tenang bekerja, kini serempak menghentikan aktivitas mereka begitu mendengar teriakan Laras. Tanpa membuang waktu, bahkan Dirga tidak sempat menenangkan Laras, pria itu gegas menerobos semak-semak. Langkahnya lebar dan sangat cepat, ia menyisir setiap sudut di antara batang-batang kopi yang rapat. Sebagai ayah, Dirga yakin betul Leksa tidak mungkin pergi jauh. Apalagi seluruh area kebun ini dikelilingi pagar besi tinggi di perbatasannya. "Leksa! Leksa, jawab Papi!" lantang Dirga. Suaranya yang keras menggema di area perkebunan. "Leksa! Jangan main-main, Nak! Jawab!!!" Sementara itu, Laksa yang melihat maminya syok terdiam ketakutan. Kini wajah Laras nyaris seputih kapas, dengan tatapannya hampa ke depan. Ia merasa jiwanya ikut bernar-benar bersa

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 400 Di Mana Anakku?

    "Mami, Papi, kenapa belum bangun? Mi? Pi?" teriak Leksa dengan suara cemprengnya yang khas. Ketukan keras di pintu kayu itu terdengar beruntun.Berbeda dengan Laksa yang berdiri di samping kembarannya sambil memegangi perut."Aku lapar, Mami!" panggil mereka berdua akhirnya.Wajah keduanya masih tampak mengantuk, tetapi bibir mungil itu sudah menekuk karena kesal pintu tak kunjung terbuka. Padahal ini masih pukul lima, perut keduanya memang benar-benar tidak bisa kosong.Kini di dalam kamar yang masih temaram, Dirga justru makin erat memeluk pinggul sang istri. Kepalanya bersandar tepat di samping dada Laras yang penuh dengan tanda merah sisa pergulatan semalam.Laras melenguh, berusaha menyingkirkan tangan suaminya yang berat."Mas?" rengek wanita itu, merasakan tangan besar dan berbulu halus ini mengunci pergerakannya. "Anak-anak lapar, Mas. Kasihan mereka di luar."Tanpa membuka mata sedikit pun, Dirga bergumam, "Biar, Yang. Ini masih pagi banget. Kamu hubungi penjaga vila, minta me

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 399 Laras Agresif

    Jumat malam ini, Dirga memboyong istri dan anak-anaknya menuju vila pribadi mereka di kawasan Puncak. Perjalanan yang biasanya lumayan singkat berubah lebih melelahkan karena macet sejak gerbang tol. Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam lewat saat mobil mewah itu mulai menanjak di jalanan yang berkelok.Bahkan Leksa dan Laksa sudah terkapar pulas di kursi belakang dengan posisi kepala saling bertumpu. Berbeda dengan Laras berkali-kali mengerjapkan mata, berusaha menahan kantuknya karena tidak tega membiarkan sang suami menyetir sendirian dalam kesunyian.Begitu mobil memasuki kawasan perkebunan kopi, suhu udara turun drastis. Laksa mengerjap-ngerjap kecil sambil memeluk lengannya sendiri. "Dingin, Mi …," gumamnya dengan suara khas bangun tidur.Gegas Laras memutar tombol suhu AC ke arah yang lebih hangat. Sedangkan Dirga tetap fokus menatap jalanan yang berkabut pun ikut menimpali tanpa menoleh, "Pakai jaketnya, jagoan. Udara gunung beda sama AC rumah."Si kembar buru-buru mena

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 398 Anak-anak Ajaib

    Malam harinya, aroma gurih sup ikan kiriman dari Ratih memenuhi ruang rawat yang terang dan hangat.Kini, Randy duduk di tepi ranjang. Tangan kokoh pria itu memegang sendok yang diarahkan tepat ke bibir Dinda."Mas, uuhh, udah dibilang saya itu nggak sakit. Saya bisa makan sendiri," protes Dinda sambil meraih mangkoknya.Alih-alih menurut, Randy justru menjauhkan mangkok itu diiringi senyum memesona yang sialnya membuat pria itu terlihat sangat tampan. "Diam dulu, Sayang. Saya mau manjain istri malam ini. Pokoknya harus disuapi!" Kukuh pria itu.Wajah Dinda seketika merona, sampai tak sengaja mendorong bahu Randy untuk menutupi rasa malunya. Nahas, gerakan itu membuat kuah sup di mangkok sedikit miring dan tumpah mengotori sprei rumah sakit."Duh! Maaf, Mas ... Saya nggak sengaja," pekik Dinda. Ia sibuk mencari tisu.Randy malah terkekeh melihat wajah panik istrinya. "Nah, ini akibatnya kamu nggak bisa diam. Sudah, tenang saja. Sebentar saya panggil perawat buat ganti sprei dan se

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 397 Dinda Dapat Hoki

    “Tante, besok traktir lagi, ya. Ini enak. Apa semua daun enak dibumbu kacang gini juga?” celoteh Laksa, usai menghabiskan dua porsi lotek yang dibelikan Dinda.“Iya, iya, besok Tante traktir lagi. Selama masih murah, aman di kantong, deh,” jawab Dinda sambil menatap Leksa yang begitu lahap. “Kamu pelan-pelan makannya! Untung Papi kalian banyak uang, kalau nggak bisa bangkrut punya dua anak modelan kayak gini, hih.”Dinda bergidik dan mengusap tengkuknya, sedangkan Leksa sedang menikmati nasi lemak karena baginya satu porsi lotek hanya menggelitik lambung.Leksa menoleh ke arah Dinda dengan mulut yang belepotan bumbu kacang dan santan nasi lemak. Dinda yang gemas langsung telaten mengelap bibir keponakannya itu dengan tisu."Putra mahkota ini lucu banget, sih, kayak masih bayi tahu nggak," canda Dinda sambil mencubit pipi Leksa gemas.Bocah itu memajukan bibirnya, Leksa merasa harga dirinya anak ganteng jatuh. Ia ingin mengomel, tetapi perutnya masih lapar, lalu kembali fokus menghabis

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status