Home / Romansa / Skandal Terlarang Bersama Mertuaku / Bab 304: Laras Bukan Ceroboh 

Share

Bab 304: Laras Bukan Ceroboh 

Author: NACL
last update Last Updated: 2025-12-17 21:32:41

Tubuh Laras yang tidak sadarkan diri terombang-ambing di kursi belakang, yang dibatasi oleh sandaran kepala saat mobil hitam itu melaju kencang, membelah lalu lintas sore ini.

Pria bertubuh besar di kursi penumpang menoleh ke belakang, memastikan Laras benar-benar pingsan untuk waktu lama. Sementara satu orang lagi fokus memegang setir.

Ketegangan seketika memenuhi kabin mobil. Pria itu lalu mengangkat ponselnya dan berbicara dengan nada dingin, pandangan matanya sarat akan kepuasan.

"Bos, target sudah di tangan. Proses berjalan mulus, tidak ada perlawanan. Kami sedang dalam perjalanan menuju lokasi yang ditentukan."

**

Sementara Dirga saat ini sedang merapikan lipatan kemejanya di depan cermin. Ia lalu kembali duduk di meja kerjanya. Ponselnya terus menyala, notifikasi pekerjaan dari grup-grup dokter dan perawat. Belum sempat ia memeriksanya, pintu ruangannya diketuk pelan.

​"Ya. Masuk," ujar Dirga.

Mata karamelnya melirik ke arah pintu yang terbuka. Senyum sudah terbentuk, tetapi i
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 350 Dirga Laras

    Setelah kecanggungan yang menyergap semalam sampai pagi menjelang, Dinda juga insomnia. Masalahnya adalah, Randy mengajaknya bermalam di ruangannya. Lebih gilanya lagi, mereka tidur bersisian di atas sofa sempit yang cukup lumayan bisa menampung tubuh tinggi keduanya. Meskipun dengan posisi memunggungi, Dinda tetap bisa merasakan dekapan Randy di atas tulang dadanya.Ia menutup muka teringat kegilaannya semalam. “Aduh! Kok, bisa, sih.”Dinda tidak sadar bahwa saat ini Laras yang sedang menyesap susu hangat buatan Dirga ditambah camilan kacang almond pemberian Dewi menatap kakaknya itu dengan mata menyipit. “Kenapa, lu, Din?” bisiknya.Tersentak, Dinda menurunkan tangannya sedikit dan mencondongkan kepala pada Laras."Gila, Ras. Semalem, si Bapak ….” Dinda memelankan suara, sambil menatap Dirga yang mengayun bayi kembar di kedua tangannya. Ia memulai lagi dengan suara berbisik, “Pak Randy, maksudnya, ngajakin kenalan serius gitu lho. Dia bilang nggak mau pacaran, maunya langsung ke jen

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 349 Dinda Randy

    Sementara kehangatan menyeruak di ruang perawatan Laras, saat ini Dinda benar-benar mencari Randy. Tadi, ia meninggalkan pria itu begitu saja di kantin, saat tahu kalau Dirga sudah mengizinkan keluarga menjenguk Laras.“Semoga, nggak marah deh,” gumam gadis itu sambil setengah menunduk. Kakinya juga sedikit menendang-nendang angin, karena jarak ke kantin cukup lama.Sesampainya di ujung kantin yang masih ramai walaupun jam menunjukkan dini hari, karena memang buka 24 jam. Dinda celingukan. Bola matanya terfokus mencari Randy seorang. Namun tidak ada siapa pun. Apa… jangan-jangan Randy marah padanya?Dinda lantas memesan segelas kopi dan camilan, lalu ia duduk di kursi tempatnya tadi. Meja ini bahkan sudah bersih, sepertinya Randy pulang atau entah ke mana tanpa memberitahunya.Dinda teringat pada ponselnya, lalu ia memeriksa dengan cepat. Bibirnya berbinar menemukan satu pesan dari pria itu.[Dinda, kalau kamu mau pulang chat saja. Saya ada di ruangan.]Gadis itu mangut-mangut, ternya

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 348 Cepetan KB!

    Tidak pernah terbayang sebelumnya, bagi Laras ini bagai mimpi indah dan ia tidak mau bangun. Terlalu indah, terlalu sayang jika dilewati begitu saja. Bibirnya yang masih pucat itu menyunggingkan senyum dan kulit kuning langsatnya terasa hangat di bawah selimut serta rangkulan erat tangan suaminya.Tidak pernah juga ia menduga suaminya saat ini adalah Dirga, mantan ayah mertuanya, yang dulu ia nilai sebagai pria cabul karena mengintipnya mandi. Mengingatnya saja membuat ia geli setengah mati, dan ia percaya saja pria itu memang darurat mencari toilet.Sekali lagi, ia menoleh pada Dirga yang juga menatap ke arahnya. Bibir mereka nyaris mendekat, aroma woody dan spicy pria itu sungguh menenangkan membuatnya ingin menempel. Namun, Laras sadar diri mereka tidak lagi berduaan. Melainkan ada ibu mertuanya dan Ratih yang baru saja masuk ruang perawatan ini. Ya, setelah tubuhnya membaik dan tidak terindikasi apa pun, Laras dipindahkan ke kamarnya.“Abang, jauhan! Jangan dekat-dekat, istrimu in

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 347 Ingat Masa Lalu

    Dirga mempercayakan dua buah hatinya pada perawat, mereka akan mengantarnya nanti setelah Laras dipulihkan. Meskipun senyum mengembang terukir di bibir, tekanan darahnya masih cukup tinggi. Dokter sudah memberikan obat lagi, tetapi masih memerlukan waktu agar tubuhnya menyerap semua zat itu.Selama menemani Laras di ruang pemulihan, Dirga menggenggam tangan lembut dan dingin. Ia menciumi punggung tangan Laras berkali-kali, tidak bosan-bosan rasanya. Mengingat perjuangan istrinya, ia bahkan tidak menyangka memiliki anak kembar dari murid bimbingannya sendiri, yang usianya terlampau jauh di bawahnya, dan ia lebih cocok sebagai pamannya.Bayang-bayang pertemuan pertama mereka di desa kembali singgah. Ia menghela napas, ternyata gadis yang diintipnya itu kini menjadi belahan jiwanya. Mungkin itu sudah takdir, pikirnya. Takdir yang menyenangkan, melepas masa duda dengan mendapat perawan yang menggemaskan.Kebelet pipis waktu itu sepertinya sebuah tanda ia akan mendapat jodoh. Kala itu Dirg

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 346 Dirga Laras – Permohonan Laras

    “Mas Dokter!” jerit Laras menggema di ruang operasi itu. Bukan karena anestesinya lenyap hingga ia merasakan perihnya sayatan pisau bedah itu. Bukan!Mata hitamnya banjir sudah, yang ia bisa lihat hanya bayang-bayang Dirga dan Devi yang meminta alat-alat pada perawat. Bahkan dokter anastesi pun sibuk mengamati pergerakan tanda vitalnya di monitor.“Mmmaaasss! Anakku! Tolong, Mas,” jerit Laras diakhiri nada lirih yang menyesakkan dada. “Dokter Dirga … selamatkan anakku,” pintanya formal.“Mas Dokter!” jerit Laras menggema di ruang operasi itu. Bukan karena anestesinya lenyap hingga ia merasakan perihnya sayatan pisau bedah itu. Bukan!Mata hitamnya banjir sudah, yang ia bisa lihat hanya bayang-bayang Dirga dan Devi yang sibuk meminta alat-alat pada perawat. Bahkan dokter anestesi pun sibuk mengamati pergerakan tanda vitalnya di monitor.“Mmmaaasss! Anakku! Tolong, Mas,” jerit Laras diakhiri nada lirih yang menyesakkan dada. “Dokter Dirga… selamatkan anakku,” pintanya formal.Dokter ane

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 345 Dirga Laras – Tangisan Laras

    “Mmmaaas,” panggil Laras. Sial suaranya tercekat, tenaganya nyaris habis. Ia ingin meminta bantuan suaminya, meskipun tahu ini beda keahlian. Setidaknya pria itu sudah pengalaman. Namun Dokter Devi tiba-tiba menghalangi jarak pandang Laras dengan Dirga yang sibuk menangani putra pertama mereka.“Saya saja. Saya ini dokter kandungan!” tekan Devi, tangannya memusatkan pada perut buncit Laras. Dokter Devi segera memeriksa, raut wajahnya berubah tegang. Tangannya menekan perut Laras kuat-kuat, memijat rahimnya dari luar, berusaha memancing gelombang mulas.Laras mengerang panjang, tubuhnya melengkung ke atas ranjang karena pijatan brutal itu. "Hhhnnnggghhh ... ahh ...," desisnya dengan bibir bergetar, serta giginya saling beradu menahan ngilu. Pijatan itu menyakitkan memang, tetapi anehnya … itu tidak memicu mulas sedikit pun.Rasa sakitnya hanya berasal dari tekanan tangan Devi."Tolong, Dok! A—an—anak saya," rintih Laras, matanya membulat.Dirga yang masih menggenggam bayi pertamanya l

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status