بيت / Fantasi / Snowborn Sword God / Episode 18: Suara yang Hilang

مشاركة

Episode 18: Suara yang Hilang

مؤلف: GSilva
last update تاريخ النشر: 2026-04-27 23:54:57
[Restoran Kota Lotus]

Restoran itu sederhana, tapi ramai. Aroma makanan memenuhi udara—daging panggang, sup hangat, dan bumbu tajam bercampur menjadi satu. Suara tawa, percakapan, dan dentingan gelas saling bertabrakan, membuat ruangan terasa hidup.

Namun di tengah keramaian itu, ada satu meja yang terasa berbeda.

Beberapa orang melirik.

Tatapan sinis.

Tidak suka.

Sumbernya jelas.

Rowan dan Sylphi.

Tubuh elf itu masih kurus, kotor, dan lemah. Meskipun tertutup jubah, penampilannya tetap menc
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Snowborn Sword God   Episode 19: Persiapan Perjalanan

    Pagi di Kota Lotus terasa cerah dan hangat. Cahaya matahari jatuh lembut di jalanan batu, membuat kota terlihat hidup sejak pagi hari. Pasar sudah ramai, suara pedagang bercampur dengan langkah kaki orang-orang yang berlalu-lalang, sementara aroma makanan dan rempah memenuhi udara.Di tengah keramaian itu, Rowan dan Sylphi berjalan berdampingan.Hari ini mereka tidak sekadar berjalan-jalan. Mereka sedang mempersiapkan perjalanan ke kota berikutnya.Rowan sudah memutuskan untuk tidak menggunakan kereta kuda. Kali ini mereka akan berjalan kaki, bukan hanya untuk menghemat, tetapi juga karena Rowan ingin melatih Sylphi selama perjalanan.Perjalanan itu tidak singkat. Untuk mencapai kota berikutnya, mereka membutuhkan waktu sekitar dua minggu jika berjalan kaki.Itu berarti mereka harus mempersiapkan banyak hal.Makanan, perlengkapan, dan senjata.Rowan berhenti di depan sebuah toko pandai besi. Papan kayu di atas pintu bergoyang pelan tertiup angin, menandakan tempat itu sudah lama berdi

  • Snowborn Sword God   Episode 18: Suara yang Hilang

    [Restoran Kota Lotus]Restoran itu sederhana, tapi ramai. Aroma makanan memenuhi udara—daging panggang, sup hangat, dan bumbu tajam bercampur menjadi satu. Suara tawa, percakapan, dan dentingan gelas saling bertabrakan, membuat ruangan terasa hidup.Namun di tengah keramaian itu, ada satu meja yang terasa berbeda.Beberapa orang melirik. Tatapan sinis. Tidak suka.Sumbernya jelas.Rowan dan Sylphi.Tubuh elf itu masih kurus, kotor, dan lemah. Meskipun tertutup jubah, penampilannya tetap mencolok. Tidak seperti pelanggan lain.Rowan duduk tenang. Tidak peduli.“…makan.”Sylphi langsung bergerak.Tidak bertanya. Tidak menolak.Dia mulai makan.Awalnya pelan. Ragu.Lalu—lebih cepat.Tangannya sedikit gemetar saat menyentuh makanan hangat itu. Sup yang layak. Daging yang benar-benar daging. Roti yang tidak keras seperti batu.Sudah lama.Terlalu lama.Air mata jatuh.Diam. Tanpa suara.Rowan memperhatikannya sebentar.“…hanya karena ini.”Makanan murah.Namun bagi Sylphi—itu cukup

  • Snowborn Sword God   Episode 17: Yang Terlupakan

    [Ruang Budak – Dalam Gedung]Udara di dalam gedung pasar budak terasa berat dan pengap. Bau keringat, darah, dan kelembapan bercampur menjadi satu, membuat siapa pun yang masuk akan langsung merasa tidak nyaman. Cahaya dari batu sihir di dinding hanya cukup untuk menerangi sebagian lorong, sementara bagian lain tenggelam dalam bayangan gelap.Rowan berjalan perlahan di dalam ruangan itu.Di kiri dan kanan, deretan sel berdiri rapat. Di dalamnya, berbagai ras dikurung tanpa perbedaan—manusia, beastkin, bahkan elf. Tidak ada yang terlihat layak. Beberapa duduk diam dengan tatapan kosong, beberapa terbaring lemah, dan ada juga yang bahkan tidak bergerak sama sekali.Penjaga di sampingnya mendengus pelan. “Jadi, Tuan…” “Mau yang seperti apa?”Rowan tidak menoleh. “…aku mau lihat dulu.”Penjaga mendecak. “…cih.”Dia bergumam pelan. “Banyak juga yang cuma lihat-lihat.” “Ujungnya tidak beli.”Rowan tidak peduli.Dia terus berjalan.Semakin dalam—Semakin gelap.Cahaya batu sihir mulai b

  • Snowborn Sword God   Episode 16: Kota Lotus

    [Gerbang Kota Lotus]Kereta berhenti.Pintu terbuka.Penumpang satu per satu turun.Udara berbeda.Tidak lagi menusuk.Hangat.Rowan turun terakhir.Matanya langsung mengarah ke depan.Gerbang kota.Besar.Tinggi.Ramai.Berbeda.Beberapa anggota guild membantu kusir yang terluka.“Cepat, bawa dia ke pusat pemulihan.”“Lukanya dalam.”Mereka bergerak cepat.Salah satu anggota guild menoleh ke Rowan.“Hei, anak muda.”Rowan berhenti.“Kalau kau cari penginapan…”Dia menunjuk ke arah utara.“…ke sana.”“Kau pasti langsung tahu tempatnya.”Rowan mengangguk.“…terima kasih.”Tanpa banyak kata—dia pergi.[Jalan Kota – Pagi Hari]Kota Lotus hidup.Lebih ramai dari Eldrham.Pedagang berteriak.Orang berlalu-lalang.Barang dagangan berjejer.Makanan.Senjata.Kain.Rowan berjalan pelan.Matanya bergerak.Mengamati.Lalu—sesuatu menarik perhatiannya.Kereta.Namun bukan barang.Manusia.Dikurung.Budak.Berbagai umur.Berbagai ras.Beberapa menunduk.Beberapa kosong.Rowan berhenti sebentar.

  • Snowborn Sword God   Episode 15: Perjalanan

    [Hutan Frosheim]Salju masih turun.Tipis.Beberapa sosok berdiri di tengah hutan.Ketua guild.Dan beberapa anggota lainnya.Tanah di depan mereka—berantakan.Tubuh-tubuh tergeletak di atas salju.Darah membeku.Bekas tebasan terlihat jelas.Cepat.Bersih.“…tidak lama.”Salah satu anggota berlutut.Memeriksa luka.“Sekali tebas.”“…tanpa ragu.”Asisten guild menelan ludah.“Guild Master… apakah Anda tahu siapa pelakunya?”Hening.Ketua guild menatap tubuh-tubuh itu.Matanya tenang.Lalu—senyum tipis muncul.“…aku punya gambaran.”Dia menghela napas pelan.“Aku sudah bilang…”Tatapannya sedikit berubah.“…jangan buat masalah di desa.”Hening.“Tapi…”Dia menoleh ke arah hutan yang lebih dalam.“…ini terjadi di luar desa.”Senyumnya melebar sedikit.“…jadi…”“…sulit menyalahkannya.”Beberapa anggota guild saling melirik.“…Anda tidak akan menyelidikinya?”Ketua guild terkekeh pelan.“Yang mati…”“…mencari masalah duluan.”Hening.“…anggap saja ini pelajaran.”Dia berbalik.“Kita sel

  • Snowborn Sword God   Bab 14: Ujian Pemburu

    Pagi di Eldrham.Udara dingin.Namun tidak setajam hutan.Rowan berjalan menyusuri jalan utama.Langkahnya tenang.Tatapan orang-orang masih ada.Namun—tidak lagi terang-terangan.“…belajar.”Manusia cepat beradaptasi.Tujuannya jelas.Suara dentang logam terdengar dari depan.CLANG— CLANG—Tempa.Rowan masuk.Panas langsung menyergap.Bau besi terbakar.Arang.Keringat.Seorang pria besar berdiri di depan tungku.Pandai besi.Dia melirik Rowan sekilas.“Mau apa?”“…lihat.”Jawaban singkat.Rowan berjalan mendekat.Deretan senjata terpajang di dinding.Pedang.Kapak.Tombak.Armor tergantung di sisi lain.Matanya berubah.[Status Window]Dunia sedikit melambat.Informasi muncul.Pedang pertama.[Pedang Besi – Kualitas Rendah] Ketajaman: Buruk Struktur: Rapuh“…tidak.”Pedang berikutnya.[Pedang Baja – Kualitas Menengah] Ketajaman: Stabil Keseimbangan: BaikRowan mengambilnya.Merasa.Beratnya pas.“…cukup.”Dia tidak butuh yang sempurna.Hanya yang bisa digunakan.Armor.Kulit te

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status