Share

Bab 567

Author: Citra Sari
Seketika, mata Karlina dipenuhi kilau air mata. Dia menggenggam tangan Shanaya erat-erat, lalu tersadar bahwa mungkin dia mencengkeram terlalu kuat. Saking gugup dan bahagianya, dia sampai menepuk pahanya sendiri.

"Baik, baik… bagus sekali…"

Karlina mengulang kata baik beberapa kali, lalu meliriknya sambil setengah mengomel, "Kamu ini… hal sebesar ini saja bisa kamu sembunyikan!"

Untungnya, cucunya itu benar-benar tipe yang mudah tenggelam dalam cinta, jadi apa pun yang menyangkut Shanaya, dia b
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 652

    Sudah ada pacar malah lupa pada sahabat.Namun, Rivaldi juga tidak kaget Lucien akan mengkhianatinya sedemikian tuntas.Dia tahu Shanaya dan Delara memiliki hubungan yang baik, lalu menyingkirkan sikap santainya yang biasanya acuh, memilih kata-kata dengan hati-hati. "Tenang saja, kali ini Kak Aurelia dan keluarga tidak akan ikut campur."Dia mengira Shanaya khawatir kalau Keluarga Wirantara akan membuat Delara malu lagi.Shanaya mengerutkan kening. "Maksudku, apa pun keputusan Delara, baik dia memilih untuk kembali bersamamu atau tidak, atau bagaimana hubungan kalian nanti setelah itu, keputusanmu untuk mengundurkan diri, itu bukan salahnya.""Kak Rivaldi, ini adalah keputusanmu sendiri, tidak ada hubungannya dengan Delara."Suara gadis itu tidak keras, tetapi jelas dan tegas, membuat Rivaldi tertegun.Dia bukan orang pertama yang mengatakan hal ini pada Rivaldi, tetapi kali ini Rivaldi mendengarnya dengan senang hati, lalu tersenyum tipis. "Baik, terima kasih sudah peduli pada urusan

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 651

    Di dalam ruangan, setelah Shanaya melakukan akupunktur, dia duduk di kursi di samping seperti biasanya.Dia menutup tirai, sinar matahari tak bisa masuk, tetapi entah kenapa, dia tetap merasa hangat, nyaman, dan tenang.Saat menundukkan pandangan, dia bertemu dengan tatapan lembut tetapi tegas dari Nadira, dan sepertinya dia menemukan alasannya.Saat itu hanya ada mereka berdua. Nadira, tak ingin ada jarak di antara mereka, dengan lembut berkata, "Kalau merasa tidak nyaman di hati, katakan saja. Nanti ketika Kakek pulang, biar beliau menghukumnya dengan tegas."Dia yang dimaksud tentu merujuk pada Zafran.Tuan Haryo membawa Nyonya Mariani untuk menjenguk sahabat lamanya yang sekarat, jadi mereka baru bisa sampai di rumah nanti."Mengenai merasa tidak nyaman .…"Shanaya berpikir sejenak, lalu tersenyum dan jujur berkata, "Pasti ada sedikit, tapi sudah terlihat Tuan Haryo sangat tegas dan tidak memihak."Langsung menarik kembali semua jabatan.Bagi Zafran, apa bedanya dengan mencabut sem

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 650

    Sekujur tubuh Shanaya menegang, tiba-tiba merasa sedikit tak tahu harus berbuat apa.Nadira juga tidak berniat menyembunyikan apa pun, hanya saja masih memikirkan bagaimana cara memberitahukannya kepada Shanaya.Sama sekali tak menyangka Rivaldi akan langsung berbicara terus terang seperti itu. Dia pun segera menggenggam tangan Shanaya dan menjelaskan, "Shanaya, kami semua tidak mengetahui soal ini. Kakek juga sudah mencopot semua jabatannya dan menyuruh orang mengantarnya kembali ke Kota Selatanaya."Shanaya merasakan kehangatan telapak tangan Nadira. Terlihat jelas bahwa Nadira benar-benar tulus menjelaskan padanya, sama sekali tidak ada niat asal-asalan, sehingga sedikit rasa tidak enak di hatinya pun segera menghilang.Lagi pula, dia dan Zafran juga tidak akrab. Wajar saja jika Zafran lebih memihak pada putri yang telah dia besarkan selama bertahun-tahun.Tanpa sadar Shanaya tersenyum. Untuk mencairkan suasana, meski tidak sepenuhnya tulus, dia ikut membela Zafran, "Pak Zafran dan

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 649

    Rony dan yang lainnya.Saat Shanaya mendengar perkataan itu, dia belum terlalu memikirkannya. Baru setelah berganti pakaian dan turun ke bawah, dia menyadari bahwa yang dimaksud memang benar-benar mereka.Selain Rony dan Arkan, masih ada lima pengawal lagi.Benar-benar terlihat seperti formasi yang sudah bersiap siaga dengan penuh kewaspadaan.Dalam perjalanan menuju Vila Brisa Alam, Shanaya tak bisa menahan diri untuk mengirim pesan kepada Lucien. [Apa ini untuk berjaga-jaga terhadap Felix?]Namun, samar-samar dia merasa ada yang tidak beres.Baru beberapa hari sejak kejadian itu berlalu, rasanya kecil kemungkinan Felix akan secepat itu bangkit dan kembali lagi.Detik berikutnya, jendela percakapan WhatsApp memunculkan pesan baru yang menjawab kebingungannya. [Jaga-jaga terhadap Helsa.][Seseorang menguruskan pembebasan dengan jaminan untuknya, dan dia memanfaatkan kesempatan itu untuk melarikan diri.]Shanaya tanpa sadar mengepalkan telapak tangannya, mengira bahwa itu pasti bantuan

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 648

    Setelah mendapat jawaban yang pasti, Shanaya menarik tangannya dan berjalan cepat menuruni tangga."Kalau begitu kita pergi membuat manusia salju saja. Nanti kalau sudah gelap, kamu pasti tidak akan membiarkanku pergi lagi."Di halaman, salju lebat sebesar bulu angsa masih turun tanpa henti. Namun, Lucien sudah membekalinya dengan perlengkapan lengkap dari ujung kepala sampai kaki, jadi tidak terasa terlalu dingin.Shanaya sudah sangat berpengalaman membuat manusia salju. Tak lama kemudian, bentuk dasarnya pun mulai terlihat.Dia menoleh ke arah Lucien yang sedang membantunya mengangkut bola-bola salju dan berkata, "Tolong potongkan sedikit wortel untukku."Mana mungkin Lucien menolak. "Pelan-pelan saja, hati-hati licin."Meski sudah mengingatkannya, dia tetap tidak tenang. Dia pun memanggil pelayan untuk datang menjaga dan mengawasi Shanaya.Shanaya dengan sungguh-sungguh membentuk kepala bulat untuk manusia salju itu. Saat dari sudut matanya dia melihat sosok pria melintas di ruang t

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 647

    Lucien menatap matanya dan tak sanggup mengucapkan kata penolakan.Beberapa saat kemudian, dia mengangkat tangan dan mencubit pipi Shanaya pelan, akhirnya mengalah. "Baiklah, kalau begitu kita ke ruang kerja dulu.""Baik!"Shanaya tidak terkejut dia akan menyetujuinya.Akhir-akhir ini, sikap Lucien padanya bisa dibilang selalu menuruti apa pun yang dia minta.Lucien takut kalau sampai Shanaya marah, itu akan memengaruhi bayi di dalam kandungannya.Dia memeluk lengan Lucien, berjalan bersama menuju lift, lalu berkata santai, "Sebetulnya setelah beberapa hari istirahat ini, kondisi bayi sudah stabil. Kalau aku mengajukan sesuatu yang kamu tidak suka, kamu boleh menolaknya.""Lagi pula, aku memang tidak sekeras kepala itu."Mendengar itu, Lucien meliriknya sekilas. "Menurutmu aku menuruti semua kemauanmu karena anak?""Hah?"Shanaya tertegun, tidak langsung sadar. "Kalau begitu, karena apa?"Lucien mengulurkan tangan dan menjentik pelan puncak kepalanya, berpura-pura kesal sambil berkata,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status