Teilen

Bab 651

Citra Sari
Di dalam ruangan, setelah Shanaya melakukan akupunktur, dia duduk di kursi di samping seperti biasanya.

Dia menutup tirai, sinar matahari tak bisa masuk, tetapi entah kenapa, dia tetap merasa hangat, nyaman, dan tenang.

Saat menundukkan pandangan, dia bertemu dengan tatapan lembut tetapi tegas dari Nadira, dan sepertinya dia menemukan alasannya.

Saat itu hanya ada mereka berdua. Nadira, tak ingin ada jarak di antara mereka, dengan lembut berkata, "Kalau merasa tidak nyaman di hati, katakan saja.
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (2)
goodnovel comment avatar
Aqiellaputri
cuma 1 bab doank nih up nya thor?
goodnovel comment avatar
Ridani Bulat
Lucien tahu tentang segala hal
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 651

    Di dalam ruangan, setelah Shanaya melakukan akupunktur, dia duduk di kursi di samping seperti biasanya.Dia menutup tirai, sinar matahari tak bisa masuk, tetapi entah kenapa, dia tetap merasa hangat, nyaman, dan tenang.Saat menundukkan pandangan, dia bertemu dengan tatapan lembut tetapi tegas dari Nadira, dan sepertinya dia menemukan alasannya.Saat itu hanya ada mereka berdua. Nadira, tak ingin ada jarak di antara mereka, dengan lembut berkata, "Kalau merasa tidak nyaman di hati, katakan saja. Nanti ketika Kakek pulang, biar beliau menghukumnya dengan tegas."Dia yang dimaksud tentu merujuk pada Zafran.Tuan Haryo membawa Nyonya Mariani untuk menjenguk sahabat lamanya yang sekarat, jadi mereka baru bisa sampai di rumah nanti."Mengenai merasa tidak nyaman .…"Shanaya berpikir sejenak, lalu tersenyum dan jujur berkata, "Pasti ada sedikit, tapi sudah terlihat Tuan Haryo sangat tegas dan tidak memihak."Langsung menarik kembali semua jabatan.Bagi Zafran, apa bedanya dengan mencabut sem

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 650

    Sekujur tubuh Shanaya menegang, tiba-tiba merasa sedikit tak tahu harus berbuat apa.Nadira juga tidak berniat menyembunyikan apa pun, hanya saja masih memikirkan bagaimana cara memberitahukannya kepada Shanaya.Sama sekali tak menyangka Rivaldi akan langsung berbicara terus terang seperti itu. Dia pun segera menggenggam tangan Shanaya dan menjelaskan, "Shanaya, kami semua tidak mengetahui soal ini. Kakek juga sudah mencopot semua jabatannya dan menyuruh orang mengantarnya kembali ke Kota Selatanaya."Shanaya merasakan kehangatan telapak tangan Nadira. Terlihat jelas bahwa Nadira benar-benar tulus menjelaskan padanya, sama sekali tidak ada niat asal-asalan, sehingga sedikit rasa tidak enak di hatinya pun segera menghilang.Lagi pula, dia dan Zafran juga tidak akrab. Wajar saja jika Zafran lebih memihak pada putri yang telah dia besarkan selama bertahun-tahun.Tanpa sadar Shanaya tersenyum. Untuk mencairkan suasana, meski tidak sepenuhnya tulus, dia ikut membela Zafran, "Pak Zafran dan

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 649

    Rony dan yang lainnya.Saat Shanaya mendengar perkataan itu, dia belum terlalu memikirkannya. Baru setelah berganti pakaian dan turun ke bawah, dia menyadari bahwa yang dimaksud memang benar-benar mereka.Selain Rony dan Arkan, masih ada lima pengawal lagi.Benar-benar terlihat seperti formasi yang sudah bersiap siaga dengan penuh kewaspadaan.Dalam perjalanan menuju Vila Brisa Alam, Shanaya tak bisa menahan diri untuk mengirim pesan kepada Lucien. [Apa ini untuk berjaga-jaga terhadap Felix?]Namun, samar-samar dia merasa ada yang tidak beres.Baru beberapa hari sejak kejadian itu berlalu, rasanya kecil kemungkinan Felix akan secepat itu bangkit dan kembali lagi.Detik berikutnya, jendela percakapan WhatsApp memunculkan pesan baru yang menjawab kebingungannya. [Jaga-jaga terhadap Helsa.][Seseorang menguruskan pembebasan dengan jaminan untuknya, dan dia memanfaatkan kesempatan itu untuk melarikan diri.]Shanaya tanpa sadar mengepalkan telapak tangannya, mengira bahwa itu pasti bantuan

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 648

    Setelah mendapat jawaban yang pasti, Shanaya menarik tangannya dan berjalan cepat menuruni tangga."Kalau begitu kita pergi membuat manusia salju saja. Nanti kalau sudah gelap, kamu pasti tidak akan membiarkanku pergi lagi."Di halaman, salju lebat sebesar bulu angsa masih turun tanpa henti. Namun, Lucien sudah membekalinya dengan perlengkapan lengkap dari ujung kepala sampai kaki, jadi tidak terasa terlalu dingin.Shanaya sudah sangat berpengalaman membuat manusia salju. Tak lama kemudian, bentuk dasarnya pun mulai terlihat.Dia menoleh ke arah Lucien yang sedang membantunya mengangkut bola-bola salju dan berkata, "Tolong potongkan sedikit wortel untukku."Mana mungkin Lucien menolak. "Pelan-pelan saja, hati-hati licin."Meski sudah mengingatkannya, dia tetap tidak tenang. Dia pun memanggil pelayan untuk datang menjaga dan mengawasi Shanaya.Shanaya dengan sungguh-sungguh membentuk kepala bulat untuk manusia salju itu. Saat dari sudut matanya dia melihat sosok pria melintas di ruang t

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 647

    Lucien menatap matanya dan tak sanggup mengucapkan kata penolakan.Beberapa saat kemudian, dia mengangkat tangan dan mencubit pipi Shanaya pelan, akhirnya mengalah. "Baiklah, kalau begitu kita ke ruang kerja dulu.""Baik!"Shanaya tidak terkejut dia akan menyetujuinya.Akhir-akhir ini, sikap Lucien padanya bisa dibilang selalu menuruti apa pun yang dia minta.Lucien takut kalau sampai Shanaya marah, itu akan memengaruhi bayi di dalam kandungannya.Dia memeluk lengan Lucien, berjalan bersama menuju lift, lalu berkata santai, "Sebetulnya setelah beberapa hari istirahat ini, kondisi bayi sudah stabil. Kalau aku mengajukan sesuatu yang kamu tidak suka, kamu boleh menolaknya.""Lagi pula, aku memang tidak sekeras kepala itu."Mendengar itu, Lucien meliriknya sekilas. "Menurutmu aku menuruti semua kemauanmu karena anak?""Hah?"Shanaya tertegun, tidak langsung sadar. "Kalau begitu, karena apa?"Lucien mengulurkan tangan dan menjentik pelan puncak kepalanya, berpura-pura kesal sambil berkata,

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 646

    Menjelang Natal, Kota Panaraya akhirnya turun salju pertama.Beberapa hari ini, kondisi tubuh Shanaya juga sudah jauh membaik.Melihatnya begitu ingin mencoba hamparan putih di halaman, Lucien pun akhirnya melunak. "Mau main?""Mau."Shanaya mengangguk serius, matanya makin berkilau diterpa pemandangan putih berselimut salju di luar jendela.Akhir-akhir ini dia jarang sekali keluar rumah, hampir tak pernah melangkah melewati gerbang, jadi sudah bosan setengah mati.Sekarang melihat salju, mana mungkin dia masih bisa menahan diri.Hati Lucien pun melunak, lengkungan di sudut bibirnya penuh dengan rasa memanjakan. "Kalau begitu, pergilah."Rony kebetulan baru naik dari ruang santai di lantai B1. Begitu melihat pemandangan itu, bulu kuduknya langsung merinding, lalu dia mengedip-ngedipkan mata ke arah Mario yang berdiri di belakangnya.Mario meliriknya sekilas. "Kenapa? Kekenyangan melihat mereka bermesraan?"Beberapa hari ini, tuannya memang selalu menempel dan menjaga Nona tanpa beranja

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status