공유

Bab 614

작가: Citra Sari
Suara Shanaya bergetar, tubuhnya meringkuk menjadi satu karena kesakitan. Penampilannya sama sekali tidak terlihat seperti berpura-pura.

Melihat pria berkacamata itu masih ragu, dia justru lebih dulu menuduh, "Ka ... kalian … apa kalian memasukkan racun ke dalam air yang kuminum?"

Saat berbicara, ujung hidungnya sudah dipenuhi keringat dingin karena menahan sakit.

Pria berkacamata itu langsung menyangkal. "Mana mungkin, apa aku sudah gila??"

Namun, kalau benar-benar terjadi sesuatu pada ibu hami
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (6)
goodnovel comment avatar
Dian Utami
babnya terlalu singkat, baru baca udah abis aja.. mungkin kl di bukukan setiap lembar ganti bab...
goodnovel comment avatar
Afrina Qistina
hahahaha...bila mau hbiiisss
goodnovel comment avatar
sera
candu banget bikin nagih.. lanjut qaqaaa..
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 796

    Saat semua orang mulai semakin santai dan terbuka, Lucien melirik waktu, lalu menepuk bahu Shanaya dengan sedikit enggan. "Sudah cukup. Kamu harus istirahat."Shanaya masih merasa belum puas, tetapi sebelum sempat membantah, Arman dan Melani keluar dari ruang teh berdampingan."Shanaya, kami pulang dulu."Arman mengangkat dagunya ke arah beberapa anak muda itu. "Sudah tua, tidak kuat begadang. Kalian yang masih muda lanjutkan saja."Shanaya segera bangkit menghampiri mereka, lalu merangkul lengan Melani dengan akrab. "Bu Guru, biar aku antar keluar."Karlina kebetulan keluar bersama Nadira. Begitu melihat pemandangan itu, dia kembali menangkap jelas rasa iri yang terpancar dari wajah Nadira.Dia menepuk tangan Nadira. "Shanaya itu anak yang tulus. Siapa pun yang memperlakukannya dengan baik, akan dia perlakukan dengan lebih baik lagi. Sejak kecil, dia sudah dirawat oleh Arman dan Melani, jadi wajar kalau hubungan mereka sangat dekat. Tapi bagaimanapun juga, tak ada yang bisa menggantik

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 795

    Ada.Jawaban itu benar-benar terlalu lugas dan tegas.Bukan hanya Rivaldi, bahkan Shanaya yang diam-diam ikut mengetahui masalah mereka pun sedikit terkejut.Bagaimanapun, antara Caleb dan Aurelia … selain perbedaan usia, ada juga pernikahan Aurelia dengan kakaknya.Dia melirik Aurelia, hanya untuk melihat gadis itu seolah tidak mendengar apa-apa. Dia menunduk sambil memainkan ponselnya, seakan sedang menangani pesan pekerjaan.Berbeda dengan Shanaya yang diam-diam menyindir, Rivaldi justru mengangkat alisnya. "Kak, kamu dengar, 'kan? Orang ini sudah punya gadis yang disukainya."Punggung Caleb menegang. Dia bahkan belum sempat merasa gugup, ketika Aurelia langsung berkata tanpa mengangkat kepala, "Dengar. Dia sudah dua puluhan, memangnya kamu tidak mengizinkannya menyukai seorang gadis?"Baiklah.Rivaldi pun tidak mengatakan apa-apa lagi.Dia hanya tahu bahwa jalan yang dipilih Caleb akan penuh dengan kesulitan dan rintangan.Tidak lama kemudian, satu putaran permainan berakhir dan gi

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 794

    Karlina pandai berbicara. Dia menyodorkan secangkir teh kepada Arman, lalu dengan mudah membuka percakapan."Pak Arman, menurut Anda, bagaimana sebaiknya orang-orang seusia kita menjaga kesehatan tubuh?"Begitu membahas bidang yang menjadi keahliannya, Arman pun mulai banyak bicara.Dia menjelaskan semuanya dengan runtut, mulai dari pola makan hingga waktu istirahat, dari perubahan musim hingga kondisi tubuh. Setiap hal dijelaskan dengan jelas dan terperinci.Karlina dan Nadira tanpa sadar mendengarkan dengan saksama, sesekali menyelipkan beberapa pertanyaan untuk memperjelas detail.Aroma teh mengepul harum dari ruang minum teh. Suara tawa dan obrolan para orang tua terdengar samar-samar dari balik pintu geser yang setengah tertutup, sampai ke ruang tamu.Rivaldi membawa sebotol bir dan berjalan menghampiri sofa. "Ayo, ayo. Selagi para orang tua sedang mengobrol di sana, kita main sebentar."Dia menepuk sandaran sofa, lalu menyapu pandang ke semua orang yang hadir.Lucien mengangkat a

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 793

    Nayla tersenyum ringan. "Aku senang kalau Anda suka. Nanti kalau aku mendapatkannya lagi, aku akan mengirimkannya kepada Anda."Setelah berkata demikian, dia kembali menyapa satu per satu Keluarga Wirantara yang hadir di sana, begitu juga dengan pasangan Arman.Malam ini, dia bukan hadir sebagai sekretaris Lucien, melainkan sebagai putri Keluarga Larasati. Berkenalan dan menjalin hubungan baik dengan lebih banyak orang akan bermanfaat baginya ketika kelak mengambil alih bisnis keluarga.Tidak lama kemudian, makan malam pun dimulai. Semua orang duduk di tempat masing-masing.Melani tidak bisa menahan diri untuk menghela napas kagum. "Sudah lama sekali tidak seramai ini."Putranya berada jauh di seberang lautan, sementara Arman juga tidak suka bergaul dengan orang-orang yang hanya mendekat karena kepentingan dan kekuasaan.Karena itu, kehidupan pasangan tua itu sehari-hari sangat tenang dan sepi. Namun, Melani sebenarnya cukup menyukai suasana yang ramai.Karlina tersenyum dan menyambung

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 792

    Namun, tidak ada seorang pun yang berpikir lebih jauh tentang hal itu.Caleb dan Keluarga Wirantara memang cukup sering berhubungan, jadi wajar jika Shanaya pernah mendengar tentang dirinya.Elvano tersenyum sambil menyerahkan semua hadiah di tangannya kepada para pelayan. Hanya hadiah terakhir yang ia berikan langsung kepada Shanaya, lalu berkata sambil tersenyum tipis, "Ini hadiah ulang tahun untuk Lucien. Bisa tolong simpan dulu?""Baik, terima kasih, Kak Elvano."Shanaya melengkungkan bibirnya membentuk senyum, sepasang matanya pun ikut berbinar. "Sebenarnya aku cuma mencari alasan supaya kita semua bisa kumpul bersama. Tidak perlu repot-repot bawa hadiah."Elvano tanpa sadar mengangkat tangannya, seolah ingin mengusap kepala Shanaya. Namun, tepat saat tangannya hampir menyentuh puncak kepala gadis itu, dia menariknya kembali. "Hadiah tentu harus ada. Aku juga sudah menyiapkan hadiah untukmu.""Aku juga dapat?"Shanaya tertegun sejenak, lalu tersenyum. "Ulang tahunku masih lama."E

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 791

    Delara sedang menunduk mengganti sepatu. Mendengar itu, dia melirik pria yang terlihat tenang itu, lalu menjawab dengan agak canggung, "Aku sudah bilang tidak perlu dia datang menjemput, tapi dia bersikeras mau datang."Nada suaranya terdengar seperti sedang mengeluh, tetapi setelah selesai memakai sepatu, dia secara alami bergeser setengah langkah ke samping, memberi ruang untuk Rivaldi. Dari gerakannya, tidak terlihat ada maksud untuk sengaja menghindar.Shanaya sudah memahami situasinya dalam hati, jadi dia tidak bertanya lebih jauh. "Kebetulan, Nenek tadi masih mengomel kenapa kamu belum datang."Dia sambil merangkul lengan Delara, lalu menoleh ke arah Rivaldi. "Kak Rivaldi, Lucien ada di ruang kerja lantai atas. Dia bilang kalau kamu datang, suruh kamu naik sebentar. Sepertinya ada sesuatu yang ingin dia bicarakan denganmu."Mendengar perkataannya, Rivaldi juga tahu apa yang ingin Lucien bicarakan dengannya.Tidak lain adalah soal Herman.Orang ini, latar belakangnya yang begitu b

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status