Share

Bab 644

Author: Citra Sari
Benar juga.

Ini bukan Kota Selatanaya. Wajar saja kalau informasi Keluarga Wirantara agak lebih lambat dibandingkan Keluarga Wiraatmadja.

Rivaldi menenangkan emosinya sejenak. "Jangan biarkan Helsa menghubungi ayahmu lagi."

Keduanya terus saling menyebut ayahmu dalam percakapan itu.

Namun, tak seorang pun mengatakan apa pun.

Elvano justru menyetujui idenya. "Baiklah, ini tidak terlalu sulit."

Dengan sikap Zafran yang begitu memanjakan Helsa, jangankan kabur karena takut hukuman, bahkan kalau Hel
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Afrina Qistina
waduh2...hahaha..
goodnovel comment avatar
AKhen Gibran
kurang byk update nya.. hehe,, semangattt
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 645

    Helsa seketika menegangkan tubuhnya, lalu tiba-tiba berdiri. "Baik, aku pergi. Aku akan cari cara!"Tatapan matanya ke arah Felix kini hanya menyisakan kewaspadaan."Ya."Dia bagaimana bisa lupa bahwa pada dasarnya dirinya sudah bukan orang Keluarga Wirantara lagi, tidak punya modal apa pun untuk bernegosiasi dengan siapa pun.Karena pria di hadapannya menyelamatkannya demi hal ini, maka saat dia tak mampu melakukannya, pihak itu tentu juga bisa dengan mudah mengirimnya kembali.Felix mengangkat pandangan dan menilainya sejenak, lalu perlahan menyimpan ponselnya. "Nah, begitu baru benar. Orang yang tahu membaca situasi barulah bisa disebut bijak."Helsa mengepalkan tangannya, ragu sejenak, lalu menatapnya lekat-lekat dan bertanya, "Apa kamu ingin nyawa Shanaya?""Kamu berharap aku mau atau tidak?"Felix tampaknya sama sekali tidak menganggapnya penting, jadi dia langsung melemparkan pertanyaan itu kembali.Tentu saja Helsa berharap dia mau.Kalau tidak, untuk apa dia bersusah payah mel

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 644

    Benar juga.Ini bukan Kota Selatanaya. Wajar saja kalau informasi Keluarga Wirantara agak lebih lambat dibandingkan Keluarga Wiraatmadja.Rivaldi menenangkan emosinya sejenak. "Jangan biarkan Helsa menghubungi ayahmu lagi."Keduanya terus saling menyebut ayahmu dalam percakapan itu.Namun, tak seorang pun mengatakan apa pun.Elvano justru menyetujui idenya. "Baiklah, ini tidak terlalu sulit."Dengan sikap Zafran yang begitu memanjakan Helsa, jangankan kabur karena takut hukuman, bahkan kalau Helsa membunuh seseorang dan menangis beberapa kali, Zafran mungkin akan membantunya menguburkan mayat itu.Meskipun kekuasaan Zafran sudah dilucuti, setidaknya masih ada Keluarga Wirantara. Orang-orang mungkin tidak menghormatinya secara langsung, tetapi demi menjaga nama keluarga, mereka tetap akan sedikit menghargainya.Dengan begitu, menemukan Helsa pun menjadi makin sulit.Di sisi lain, di sebuah kawasan vila yang tak mencolok di Kota Panaraya, Helsa duduk di sofa dalam keadaan berantakan. Dia

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 643

    Di mata orang luar, latar belakang keluarga dan status mereka sejak awal sudah ditakdirkan membuat hubungan ini tidak setara.Terlebih lagi, hampir mustahil memiliki akhir yang jelas.Karena itu, ketika orang-orang dari Keluarga Wirantara pertama kali mendatanginya dan menyerahkan selembar cek dengan nominal besar, dia pun sedikit banyak pernah meragukan dirinya sendiri.Namun, itu hanya beberapa momen yang sangat singkat.Dia paham betul adanya perbedaan kelas di mata orang lain, tetapi dia tidak merasa bahwa hanya karena latar belakang keluarganya buruk, maka perasaan dan waktunya menjadi tidak berharga.Kata-katanya membuat tatapan Rivaldi sekelebat terpaku dalam keterkejutan. Sesaat kemudian, dia tersenyum sinis sambil menarik sudut bibirnya. "Menurutmu aku berpikir seperti itu?"Dia tentu bisa menangkap maksud tersembunyi dalam ucapan Delara.Tak lain hanyalah peringatan agar pria itu jangan pernah mencoba mempermainkan perasaannya.Delara tidak goyah sedikit pun karena sikapnya.

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 642

    Membalikkan situasi adalah kebiasaan profesional yang sengaja Delara latih dari setiap kali naik ke persidangan selama bertahun-tahun ini.Namun, Rivaldi bukan baru kali ini merasakannya.Dulu, saat mereka masih berpacaran, tanda-tandanya sudah mulai terlihat.Delara pandai memegang kendali. Maju atau mundur, semua harus dia yang membuat keputusan.Sama seperti saat mereka bersama dulu. Delara yang lebih dulu mendekatinya, dan saat putus pun, dia hanya meninggalkan sepatah kata lalu langsung memutus kontak.Saat itu, Rivaldi sama sekali tidak merasa canggung karena dianggap menguping. Suaranya terdengar dingin. "Aku berdiri di depan rumahku sendiri, bagaimana bisa disebut menguping? Kamu saja yang tidak melihatku."Pada kalimat terakhir itu, Delara tidak tahu apakah itu hanya perasaannya saja, tetapi dia seakan mendengar ada sedikit nada keluhan di dalamnya.Pasti itu hanya perasaannya saja.Tuan muda seperti Rivaldi, yang sejak lahir sudah sudah hidup enak, biasanya hanya membuat oran

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 641

    Saat Delara pergi, Leonardo mengantarnya sampai ke bawah gedung.Belum sempat dia berbicara, Delara sudah lebih dulu menunjuk ke mobilnya sendiri. "Kamu cepat kembali ke atas.""Tunggu sebentar."Leonardo tiba-tiba memanggilnya dan melangkah mendekat. Setelah merangkai kata-katanya sejenak, barulah dia berkata pelan, "Apa yang ibuku katakan tadi .…""Kita ini teman."Delara mengangkat sedikit sudut bibirnya yang merah, tersenyum acuh tak acuh. "Beberapa perkataan orang tua mungkin hanya sekadar bercanda. Aku tidak akan memasukkannya ke hati, apalagi sampai membiarkan hal itu memengaruhi persahabatan kita yang sudah terjalin bertahun-tahun."Ucapan ini bisa dibilang benar-benar tanpa celah.Namun, justru membuat Leonardo tak mampu membantah sedikit pun.Apa sebenarnya maksud tersirat dari perkataan itu?Kalau ucapan itu keluar dari orang yang lebih tua, dia masih bisa menganggapnya sebagai candaan, dan mereka tetap bisa menjadi teman baik seperti biasa. Akan tetapi, kalau dia juga ikut

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 640

    Ujung mata Rivaldi terangkat tipis nyaris tak terlihat. Dia menarik kembali pandangannya seolah tak terjadi apa-apa, menerima berkas itu dan baru saja hendak membubuhkan tanda tangan, ketika dari tidak jauh terdengar suara pria yang jelas dan familier."Delara, maaf, lagi-lagi membuatmu meluangkan waktu menemani ibuku ke rumah sakit untuk kontrol."Tanpa perlu menoleh mengikuti arah suara, Rivaldi sudah tahu bahwa itu adalah Leonardo.Pulpen tanda tangan itu entah kenapa tiba-tiba tergelincir, meninggalkan garis tinta panjang di bagian tanda tangan.Mahasiswa magang itu tidak mengerti apa yang terjadi, hanya merasa aura Rivaldi mendadak menjadi dua tingkat lebih dingin, tidak seperti biasanya yang santai dan mudah tersenyum."Dokter Rivaldi, apa ada masalah dengan dokumennya?""Maaf, tidak ada."Ekspresi Rivaldi tidak berubah. Ujung penanya menyentuh kertas, dan dengan beberapa goresan cepat dia membubuhkan tanda tangannya. Setelah menyerahkan kembali dokumen itu kepada pegawai magang,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status