Share

Bab 75

Penulis: Citra Sari
Suasana di dalam ruang makan langsung sunyi senyap, bahkan suara jarum jatuh pun mungkin terdengar.

Shanaya jarang merasa canggung, tetapi ini adalah situasi kerja, dan Lucien adalah klien terbesar yang menangani proyek ini.

Dia mengingatkan diri sendiri untuk memisahkan urusan pribadi dan profesional.

Sesaat kemudian, dia menarik napas dalam-dalam, menata kembali ekspresinya. "Pak Lucien jangan bercanda," ujarnya pelan.

Sambil melangkah masuk, dia menutup pintu ruang makan dengan satu tangan.

S
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Suryat
modus banget nih Lucien..
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 808

    Hubungan baik antara Keluarga Anandita dan Wirantara adalah sesuatu yang susah payah dipertahankan oleh Tuan Abimana.Masalahnya sudah sampai sejauh ini. Kalau sampai beliau mengetahui semuanya, Reynald pasti akan mendapat masalah besar.Saat ini Tuan Abimana sedang menemani Nyonya Riana pulang ke rumah keluarganya untuk menjenguk adik laki-lakinya yang sedang sekarat. Kalau bukan karena itu, yang menunggu Reynald di rumah utama saat ini bukan hanya Bagas seorang.Reynald berlutut di atas lantai keramik yang dingin, menundukkan kepala. Bekas tamparan berupa jejak jari di wajahnya terlihat sangat jelas, membuatnya tampak begitu terpuruk.Melihat keadaan Reynald yang seperti itu, amarah yang membara di dada Bagas bukannya mereda, malah semakin berkobar.Dia mengepalkan tangan, tetapi pada akhirnya memilih untuk tidak memukul Reynald lagi. "Sudahlah, ingat baik-baik apa yang sudah kukatakan padamu .…"Sebelum sempat menyelesaikan ucapannya, Caleb melangkah masuk dengan tergesa-gesa.Raut

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 807

    Di dalam kantor Reynald, suasananya terasa begitu mencekam.Ponsel yang tergeletak di atas meja kerja tiba-tiba berdering.Namun, dia seolah tidak mendengarnya. Dia hanya menoleh ke arah jendela besar dari lantai hingga langit-langit, memandang ke luar yang diselimuti awan mendung.Alan mengangkat ponsel dan melirik layar untuk melihat siapa yang menelepon, lalu mengingatkan, "Pak Reynald, ayah Anda."Reynald mengernyitkan alisnya. Dia sangat memahami temperamen ayahnya. Jika ayahnya menelepon pada saat seperti ini, sudah pasti bukan kabar baik.Dia mengambil ponselnya dan dengan ragu menggeser tombol untuk menjawab panggilan. Baru saja menempelkan ponsel ke telinga, suara Bagas yang meraung penuh amarah langsung terdengar dari seberang. "Sekarang juga kamu pulang! Cepat!"Suaranya begitu keras hingga, meski pengeras suara tidak dinyalakan, Reynald refleks menjauhkan ponsel dari telinganya beberapa sentimeter."Ayah, aku masih belum selesai mengurus pekerjaanku .…""Proyeknya sudah dih

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 806

    Mobil itu bahkan belum memasuki wilayah Kota Panaraya ketika ponsel Aurelia bergetar.Dia menggeser jarinya dan menjawab panggilan. "Elvano?""Kak Aurelia, proses pengambilan akta cerainya tidak lancar?"Suara Elvano terdengar dari seberang telepon, tenang dan tidak tergesa-gesa, dengan ketenangan khasnya.Aurelia terkekeh pelan. "Kamu memang cepat dapat informasi.""Bagian hukum memberitahuku kalau kamu menghentikan semua kerja sama dengan Grup Anandita, jadi aku sudah menduga urusan pengambilan akta cerai hari ini mungkin tidak berjalan lancar.""Bukan tidak berjalan lancar."Aurelia mencibir. "Memang sama sekali belum mendapatkannya.""Reynald mencari alasan untuk menunda?""Ya, katanya pihak yang bekerja sama tiba-tiba mengalami masalah, jadi hari ini tidak bisa pulang ke Kota Selatanaya.""Tidak bisa pulang, atau memang sejak awal tidak berniat pergi?"Nada suara Elvano mengandung sedikit rasa dingin yang jarang terlihat. "Kemarin sore dia bahkan kembali ke Kota Selatanaya untuk m

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 805

    Meski Aurelia tidak bekerja di Grup Wirantara, siapa di jajaran petinggi Grup Wirantara, bahkan di seluruh Kota Selatanaya, yang tidak tahu bahwa dialah pemegang kekuasaan yang sebenarnya?Orang di ujung telepon tentu tidak berani ragu sedikit pun. Tanpa menanyakan alasannya, dia langsung menyanggupi."Baik, akan segera aku atur.""Hmm." Aurelia menjawab singkat, lalu langsung menutup telepon.Neira tahu diri dan tidak berkata apa-apa. Dia hanya menjaga kecepatan mobil tetap stabil, mempertahankan suasana tenang di dalam mobil.Beberapa saat kemudian, Aurelia tiba-tiba berkata, "Neira.""Nona Aurelia.""Berapa banyak proyek pengembangan bersama yang sedang dijalankan oleh perusahaan kita dan Grup Anandita?"Hubungan kedua keluarga sudah terbilang baik sejak bertahun-tahun lalu. Setelah Aurelia dan Reynald menikah, kerja sama mereka pun semakin erat.Awalnya, selama Keluarga Anandita bersikap cukup bijaksana, Aurelia tidak berniat membiarkan perceraian mereka terlalu memengaruhi hubunga

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 804

    Hati Nadira yang baru saja tenang kembali menegang."Memangnya ini hanya soal mengambil surat cerai? Tidak, tetap lebih baik ada seseorang yang menemanimu ...."Elvano memperhatikan ekspresi Kak Aurelia, dan tahu bahwa dia sudah mengambil keputusan.Sejak kecil, Aurelia memang seperti itu. Begitu sudah memutuskan sesuatu, tidak mudah untuk mengubah pikirannya.Dia dan Rivaldi hanya perlu mengikuti dari belakang dan mematuhi perintahnya.Sebelum Aurelia sempat berbicara lagi, Elvano menatap ibunya. "Bu, perkataan Kak Aurelia ada benarnya. Lagi pula, Keluarga Anandita juga tidak berani mempersulit Kak Aurelia."Mendengar itu, Nadira mengernyitkan kening. Dia menatap Aurelia cukup lama hingga matanya mulai berkaca-kaca. "Kamu ini .…"Dulu, memiliki putri seperti ini membuat Nadira merasa tidak perlu khawatir.Namun sekarang, dia justru semakin merasa iba melihat semua perjuangan putrinya.…Keesokan harinya.Cuaca di Kota Panaraya sedang kurang bersahabat, langit tampak berkabut, dan prak

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 803

    Neira tidak bertanya lebih lanjut dan langsung keluar setelah menjawab.Setelah menyelesaikan dokumen yang ada di tangannya, Aurelia meletakkan pena di atas meja lalu menyandarkan tubuhnya ke kursi.Sebulan ini ternyata berlalu lebih cepat dari yang dia kira.Menjelang petang, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, dia pulang lebih awal ke Vila Brisa Alam.Nadira sedang duduk di ruang tamu sambil memegang sebuah buku catatan tulisan tangan. Mendengar suara, dia mengangkat kepala dan menoleh. "Hari ini kamu pulang lebih cepat.""Pekerjaanku hari ini tidak terlalu banyak."Sambil mengganti sepatu dengan sandal rumah, Aurelia menyerahkan mantel dan tas tangannya kepada pelayan, lalu berjalan perlahan dan duduk di samping Nadira.Dia menunduk dan melirik buku catatan di tangan Nadira. Di dalamnya tertulis berbagai takaran dan catatan dengan tulisan tangan kecil yang rapi. Beberapa bagian tampak berulang kali dicoret lalu ditulis ulang, menunjukkan bahwa Nadira benar-benar telah memikir

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status