Share

Bab 761

Author: Citra Sari
Aurelia tetap memasang ekspresi tenang. "Biarkan saja mereka mengatakan apa pun yang mereka mau. Tidak perlu dipedulikan."

"Bukan itu yang Nenek khawatirkan." Nyonya Mariani menghela napas. "Nenek takut orang lain menganggap rumor itu benar, lalu malah menghambatmu menemukan pasangan yang lebih baik."

"Nenek, untuk saat ini aku belum memikirkan hal-hal seperti itu."

Nada bicara Aurelia tetap tenang. "Hidup sendiri juga tidak buruk."

Nyonya Mariani menatapnya sejenak, tidak berkata apa-apa lagi,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Aneka Prasyanti Wahyu Sejati
Kurang banget 1 bab/hari huhuhuuuu
goodnovel comment avatar
Wulandari Wahyu On
ah Nathan manis
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 777

    Saat Rivaldi berjalan ke halaman belakang, Delara sudah berjongkok di tanah, mengulurkan tangan membelai Yoyo yang sedang tengkurap sambil menjulurkan lidah.Ekor Yoyo bergoyang dengan sangat cepat, sementara kepalanya terus menggesek-gesek telapak tangan Delara.Rivaldi mengangkat alis tipis. "Sepertinya dia memang sangat akrab denganmu."Delara tidak menoleh. Dia hanya terus mengusap kepala Yoyo sambil berkata santai, "Ya. Dia jauh lebih mudah diajak bergaul daripada sebagian orang. Setidaknya, dia tidak membuat orang lain terus menebak-nebak apa yang sebenarnya sedang dipikirkannya."Jelas sekali ucapan itu menyindir seseorang, tetapi Rivaldi tidak menanggapinya.Dia melangkah perlahan hingga berdiri di sisi Delara, tatapannya jatuh pada wajah sampingnya yang cantik dan menawan.Tiba-tiba Yoyo berdiri, lalu mengitari kaki Rivaldi dua kali. Ekornya menyapu ujung celana pria itu, seolah sedang memastikan aroma yang diciumnya. Setelah itu, dia berbalik dan kembali berbaring di samping

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 776

    Melihat Shanaya turun, Nadira melambaikan tangan kepadanya. "Shanaya, cepat kemari lihat baju ini. Kak Elvano yang memilihkannya sendiri untuk si kecil."Shanaya tersenyum dan menghampiri. Setelah mengamatinya dengan saksama, dia pun mengangguk setuju. "Bagus sekali.""Kak Elvano, terima kasih," ucapnya sambil menatap Elvano."Terima kasih untuk apa? Membelikan baju untuk bayi memang sudah seharusnya, kan?"Nada Nadira terdengar seolah itu hal yang wajar. Baru saja selesai bicara, dia seperti teringat sesuatu lalu buru-buru menambahkan, "Gimanapun, kalau tidak begitu, rasanya tidak pantas setelah kamu memanggilnya kakak."Elvano menghela napas. Menoleh ke arah Shanaya, dia tertawa geli."Sekarang di mata Ibu cuma ada kamu. Aku dan Rivaldi sudah tidak punya tempat lagi.""Memangnya kapan kamu pernah punya tempat?" Rivaldi menambahkan dengan santai, lalu mengangkat segelas air hangat dan berjalan menghampiri Delara, menyodorkannya kepadanya. "Minumlah sedikit."Delara meliriknya sekilas

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 775

    Rivaldi mengangguk pelan. "Oh," ujarnya, tanpa bertanya lebih lanjut.Mereka pun masuk ke dalam rumah. Sejak tadi, Karlina sudah meminta para pelayan menyiapkan teh, aneka kudapan, dan buah-buahan. Suasana ruang tamu terasa hangat dan nyaman.Nadira dan Karlina duduk berdampingan sambil mengobrol tentang persalinan Shanaya, mulai dari rumah sakit, jasa perawat bayi, hingga perawatan setelah melahirkan. Semua dibahas dengan sangat rinci, tanpa ada satu hal pun yang terlewat.Rivaldi duduk di samping, sesekali ikut menyela pembicaraan. Namun, setelah Nadira menyindirnya dua kali, "Memangnya kamu yang belum pernah punya anak tahu apa?" Dia pun tahu diri dan memilih tutup mulut.Setelah itu suasana menjadi tenang. Hanya saja, pandangannya sesekali melirik ke arah tangga.Shanaya memperhatikan semua itu, tetapi tidak mengungkapkannya.Dia mengangkat cangkir tehnya, menyesap sedikit, lalu membuka percakapan seolah hanya berbicara tanpa maksud tertentu."Delara bilang nanti dia akan turun unt

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 774

    Dalam perjalanan menuju bandara.Aurelia menatap pesan yang dikirim Caleb, dan sebersit keterkejutan melintas di matanya.Neira menoleh dari kursi penumpang depan dan meliriknya. "Nona Aurelia, dari Caleb?""Mm. Dia sudah memecat sekretaris itu." Nada suara Aurelia terdengar datar, tanpa memperlihatkan gejolak emosi sedikit pun.Neira mempertimbangkan kata-katanya sejenak sebelum berkata, "Nona Aurelia, apa Anda tidak merasa Caleb sangat menuruti perkataan Anda?"Baru sekitar setengah jam sejak meninggalkan Grup Maheswari.Di mata orang luar, tindakannya mungkin terlihat tegas dan tanpa ampun, tetapi yang dipedulikan Neira justru berbeda.Aurelia sendiri tidak menganggapnya sebagai masalah. "Bukankah dia memang selalu seperti itu?"Neira memang ingat bahwa Keluarga Anandita cukup kewalahan menghadapi Caleb. Namun, mereka juga tidak tega benar-benar menghukumnya dengan hukuman keluarga, sehingga sering kali meminta Aurelia untuk mendisiplinkannya.Saat itu Caleb masih bersekolah. Jika A

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 773

    Arabella menggenggam erat termos makanan di tangannya hingga buku-buku jarinya memutih.Caleb tidak lagi memandangnya. Dia langsung mengangkat telepon meja di atas meja kerjanya dan menghubungi bagian SDM.Suaranya tenang dan tidak tergesa-gesa, tetapi mengandung ketegasan yang tidak terbantahkan."Urus prosedur pengunduran diri Nabila. Secepatnya."Telepon di seberang sana terdiam sesaat, lalu segera menyanggupi permintaan itu.Setelah menutup telepon, Caleb baru mengalihkan pandangannya kepada Arabella.Tubuh Arabella langsung menegang. Dia sama sekali tidak menyangka, hanya karena dua kalimat yang baru saja diucapkannya, Caleb langsung memecat sekretarisnya."Kak Caleb, ka … kamu salah paham. Sekretarismu tidak ada hubungannya denganku. Aku benar-benar hanya kebetulan bertemu dengan Nona Keluarga Wirantara ...."Caleb seolah sedang mendengarkan sesuatu yang sama sekali tidak ada hubungan dengan dirinya."Hubungan kalian memang bukan urusanku. Aku memecatnya juga sama sekali tidak ad

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 772

    Aurelia menghentikan langkahnya dan menatap orang yang berdiri di hadapannya.Itu adalah seorang gadis muda berusia sekitar dua puluh empat atau dua puluh lima tahun. Dia mengenakan mantel wol kasmir berwarna merah muda, rambutnya dikeriting dengan rapi, dan riasannya tampak mencolok. Sekilas, wajahnya memang cantik, tetapi di balik sorot mata dan alisnya tersembunyi sikap angkuh yang lahir dari kebiasaan dimanjakan.Aurelia sangat yakin bahwa dirinya tidak mengenal wanita itu.Neira yang berdiri di belakangnya baru saja hendak berbicara, tetapi Aurelia lebih dulu menyela, "Aku adalah …."Nada bicaranya datar."Siapa kamu?""Namaku Arabella Kurniawan."Wanita muda itu sedikit mengangkat dagunya. Tatapannya menyapu wajah Aurelia, lalu beralih ke mantel wol kasmir berpotongan elegan yang dikenakannya, seolah sedang menilai kualitas suatu barang."Keluarga Kurniawan dari Kota Nortadika, pasti kamu pernah mendengarnya, 'kan?"Aurelia memang pernah mendengarnya.Di Kota Nortadika, Keluarga

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status