Share

Maria

Author: Gummy_Smile
last update publish date: 2026-08-16 22:46:27

Melihat Karina telah kembali terlelap dengan napas yang mulai teratur, Arkan perlahan melepaskan genggaman tangannya. Ia berdiri tanpa suara, merapikan selimut putih yang menutupi dada istrinya, lalu mengambil lembaran resep obat yang tergeletak di atas meja samping ranjang. Sebelum melangkah keluar, matanya sempat tertuju pada dua prajurit Batalyon Pengawal Protokol yang bersiaga tepat di depan pintu kamar VIP.

"Jaga tempat ini," perintah Arkan dengan suara rendah namun penuh penekanan. "Janga
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Suami Jahat! Istrimu Kini Dinikahi Jenderal   Kerinduan Masa Lalu

    Karina berdiri mematung di pelataran parkir minimarket yang terik. Kantong plastik belanjaan di tangannya terasa kian berat, seberat debaran halus yang kembali mengetuk dadanya. Ia menyapu pandangan ke sekeliling, merasa cemas jika ada ibu-ibu komplek perumahan dinas atau prajurit Arkan yang mengenali dirinya sedang berdiri berdua dengan pria asing. "Dion... kamu tidak seharusnya ke sini," ujar Karina setengah berbisik, suaranya sarat akan nada peringatan. "Ini area dekat komplek rumah dinas suamiku." Dion menghentikan langkahnya tepat dua meter dari Karina. Pria itu mengusap tengkuknya—kebiasaan lama yang terlalu dihafal Karina—menampilkan raut raut serba salah. "Aku tahu, Karina. Maaf," sahut Dion pelan, menatap Karina dengan binar tulus yang jernih. "Aku enggak bermaksud mengganggu rumah tanggamu. Tapi... jujur, setelah kemarin kita ketemu di kafe, pikiran aku enggak bisa tenang." "Soal apa lagi, Dion? Semuanya sudah lewat lima tahun lalu," potong Karina, berusaha menguatkan be

  • Suami Jahat! Istrimu Kini Dinikahi Jenderal   Debaran Jantung

    Pagi datang membawa kabut tipis yang menggantung di pekarangan rumah dinas. Suasana di dalam rumah terasa terlalu sunyi, hanya dihiasi denting sendok yang bertabrakan dengan cangkir keramik di meja makan. Arkan duduk dengan kemeja dinasnya yang rapi, menyesap kopi hitam tanpa gula seperti biasa, sementara matanya membaca dokumen di hadapannya. Karina meletakkan piring berisi piring piring sarapan di meja. Gerakannya pelan dan teratur, namun pikirannya jelas tidak sepenuhnya berada di sana. Lingkaran hitam tipis di bawah matanya menjadi bukti bahwa bayangan Dion dan kenangan masa lalu benar-benar merenggut tidur nyenyaknya semalam. "Kamu kurang tidur," ujar Arkan tanpa mendongak dari dokumennya. Suaranya datar, namun tegas. Karina tersentak kecil, membetulkan letak taplak meja. "Hanya sedikit gelisah, Mas. Mungkin karena udaranya dingin semalam." Arkan menurunkan dokumen di tangannya, lalu menatap Karina lurus-lurus. Pandangan matanya yang tajam seolah mampu menembus setiap lapis

  • Suami Jahat! Istrimu Kini Dinikahi Jenderal   Kenangan Masa Itu

    Lampu kamar utama sudah diredupkan sejak setengah jam yang lalu. Di luar, suara gerimis tipis menyiram dedaunan di pekarangan rumah dinas, menciptakan ritme konstan yang seharusnya menenangkan. Namun, bagi Karina, keheningan malam itu justru terasa terlalu bising. Di sampingnya, Arkan sudah berbaring miring membelakanginya. Deru napas suaminya terdengar teratur dan halus, tanda pria itu telah lelap setelah seharian menguras energi di markas. Karina menatap punggung tegap Arkan yang tertutup selimut abu-abu. Ada rasa bersalah yang pelan-pelan merayap di dadanya, karena di tempat tidur yang sama, pikirannya justru berkelana ke tempat lain. Bayangan wajah Dion sore tadi terus berputar di benaknya. Bukan sosok Dion yang penuh emosi atau menuntut penjelasan, melainkan Dion yang bicara dengan nada tenang, sedikit canggung, dan mengusap tengkuknya persis seperti yang selalu pria itu lakukan lima tahun lalu ketika mereka masih bersama. Cara Dion menatapnya—tatapan yang jujur, tanpa intimid

  • Suami Jahat! Istrimu Kini Dinikahi Jenderal   Bertemu Dion

    Matahari sore membias temaram di balik jendela kaca kafe modern di pusat kota. Karina duduk sendirian di sudut ruangan yang agak terpencil, menunggu Arkan yang berjanji akan menjemputnya usai rapat di Markas Besar. Ia menyesap teh kamomilnya pelan, menikmati ketenangan yang belakangan ini menghiasi hidupnya. ​Langkah kaki seseorang mendekati mejanya, lalu terhenti. ​"Karina...?" ​Karina mendongak. Cangkir di tangannya mendadak bergetar tipis hingga air di dalamnya bergoyang. Sosok pria berjas rapi berdiri di hadapannya dengan tatapan mata tak percaya, campur aduk antara rindu dan luka lama yang belum sembuh. ​"Dion...?" bisik Karina parau, tenggorokannya mendadak kaku. Dion menatap cangkir kopi di mejanya sebelum kembali memandang Karina. Matanya menyiratkan keterkejutan yang nyata, namun tidak ada emosi berlebihan di sana—hanya rasa tidak percaya yang mengendap pelan. ​"Aku cuma kaget bisa ketemu kamu di sini, Karina," ujar Dion pelan. Suaranya terdengar biasa, tanpa nada puiti

  • Suami Jahat! Istrimu Kini Dinikahi Jenderal   Aku Mencintaimu

    Hari-hari penuh ketenangan di Lembang akhirnya harus usai. Setelah dua hari menikmati masa cuti yang singkat namun berharga, Arkan dan Karina berkemas untuk kembali ke kota. Perjalanan pulang sore itu terasa sangat berbeda dibanding perjalanan Arkan yang dipenuhi kepanikan beberapa hari lalu.Di dalam SUV hitam yang membelah jalan tol menuju pusat kota, suasana begitu hangat. Tangan kiri Arkan tak pernah lepas menggenggam jemari Karina di atas konsol tengah, sementara lagu berirama lembut mengalun pelan dari pemutar musik mobil.Karina menatap pemandangan gedung-gedung tinggi yang mulai menyambut kedatangan mereka. "Mas... rasanya aneh ya, balik ke rumah dinas lagi setelah semua hal yang terjadi."Arkan menoleh sekilas, menyunggingkan senyum tipis sebelum kembali fokus ke jalan raya. "Aneh bagaimana, sayang?""Ya... dulu waktu tinggal di sana, aku selalu merasa seperti tamu. Setiap sudut rumah rasanya dingin," bisik Karina pelan, lalu menatap Arkan dengan pendar mata yang hangat. "Tap

  • Suami Jahat! Istrimu Kini Dinikahi Jenderal   Semakin Posesif

    Sesampainya di pasar tradisional Lembang yang ramai, Arkan tetap menggenggam jemari Karina dengan erat. Sikap posesif sang jenderal sama sekali tak berkurang. Setiap kali ada pedagang atau pengunjung pria yang tak sengaja melirik ke arah istrinya, Arkan akan serta-merta menegakkan dada bidangnya dan melempar tatapan menajam yang membuat orang-orang refleks menepi.Karina yang menyadari hal itu hanya bisa menahan senyum sepanjang menyusuri lorong pasar. Ia menarik lengan baju Arkan, membawanya berhenti di depan sebuah lapak sayuran segar."Mas, tolong jangan menatap Paman Penjual Sayur seperti mau mengajak perang," bisik Karina jenaka di samping telinga suaminya. "Kasihan pamannya sampai gemetaran memegang timbangan."Arkan berdeham pelan, berusaha menetralkan raut wajahnya yang kaku. "Aku hanya memastikan tidak ada yang bertindak tidak sopan padamu.""Siapa juga yang mau bertindak tidak sopan di depan pria sebesar ini?" goda Karina seraya terkekeh pelan. Ia lalu menunjuk seikat kangku

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status