مشاركة

Bab 75

مؤلف: Vhiena Vhie
last update تاريخ النشر: 2026-04-11 20:31:03

“Kebetulan sekali...”

Suara itu meluncur halus, dibalut nada yang terdengar manis di permukaan, tetapi menyimpan sesuatu yang lain di baliknya.

Ralia berdiri di samping Sartika yang berwajah angkuh, melingkarkan tangannya di lengan wanita itu seolah enggan melepaskan.

Sikapnya tampak anggun dan terukur, seakan setiap gerak-geriknya telah dipilih agar terlihat sempurna tanpa sedikitpun cela.

Senyum tipis menghiasi bibirnya, cukup ramah untuk menipu mata yang tidak jeli. Tatapannya jatuh pad
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Suami Menikah Lagi, Aku Memilih Pergi   Bab 127

    Cahaya sore yang masuk dari jendela panjang di ujung lorong perlahan berubah menjadi lebih redup, meninggalkan bayangan hangat di lantai putih yang tampak dingin.Kanina masih duduk di tempatnya, menggenggam foto di tangannya dengan hati-hati sambil menatap Althan di sampingnya dengan tatapan rumit. “Jadi, Anda...”Kalimat itu belum sempat selesai, tapi Althan sudah lebih dulu mengangguk. “Saya Barra.”Dua kata sederhana. Namun bagi Kanina terasa seperti sesuatu yang mengguncang seluruh ingatannya.Matanya perlahan membesar. Dia menatap Althan seolah ingin memastikan dirinya tidak salah dengar.“Bagaimana bisa?” Pertanyaan itu keluar begitu saja. Untuk beberapa saat, Kanina tidak tahu harus percaya atau tidak. Semua terasa begitu tidak nyata.Anak laki-laki yang dulu dia pikir sudah hilang entah ke mana, ternyata kini ada di hadapannya sebagai sosok yang berbeda.Sebagai seorang Althan Swargantara, pria dingin dengan ketenangan tak tergoyahkan yang disegani banyak orang.T

  • Suami Menikah Lagi, Aku Memilih Pergi   Bab 126

    Foto itu diambil dengan kamera instan. Kualitas gambarnya tidak terlalu bagus. Warna-warnanya sudah agak memudar dimakan waktu.Bagian tepinya mulai terlihat usang, seolah foto kecil itu sudah berkali-kali disentuh dan disimpan selama bertahun-tahun.Namun, potret dua anak yang berdiri di dalamnya masih terlihat cukup jelas. Seorang anak perempuan. Dan seorang anak laki-laki.Penampilan mereka cukup kontras. Anak perempuan itu tersenyum lebar ke arah kamera. Senyum yang begitu cerah dan polos.Matanya berbinar. Wajahnya penuh keceriaan. Sementara anak laki-laki di sampingnya tampak seperti kebalikan dari dirinya.Dia berdiri dengan tubuh yang tampak kaku. Tangannya menggantung di sisi tubuh. Wajahnya datar tanpa senyuman. Tidak ada ekspresi ceria seperti anak-anak lain seusianya.Hanya ada tatapan tenang yang hampir sulit dibaca dari sepasang iris gelap yang sebagian tertutup oleh helaian rambutnya yang sedikit panjang.Saat Kanina melihat foto itu, dia langsung terpaku. Hanya

  • Suami Menikah Lagi, Aku Memilih Pergi   Bab 125

    Untuk sesaat, Kanina benar-benar kehilangan kemampuan untuk bereaksi. Suara-suara di sekitar mereka seperti menghilang. Koridor rumah sakit yang tadi masih sesekali dilewati suara langkah kaki dan aktivitas kecil mendadak terasa sangat jauh. Yang tersisa hanya satu kalimat yang baru saja dia dengar, “Perasaan saya padamu... itu juga tulus.” Kanina terpaku. Jantungnya berdetak lebih cepat dari sebelumnya. Dia bahkan tidak yakin apakah dia tidak salah dengar. Pikirannya semakin kacau. Sejak tadi dia sudah berusaha keras menepis segala kemungkinan yang muncul di kepalanya. Berusaha meyakinkan dirinya bahwa semua yang Althan lakukan dan apapun yang pria itu ucapkan hanya sebatas kebaikan. Tetapi sekarang, setelah mendengar kalimat terakhirnya, Kanina bahkan tidak tahu harus menepis kemungkinan itu dengan cara apa lagi. Selama beberapa detik, dia menatap pria di sampingnya dengan ekspresi kosong. Seolah sedang mencoba mencari tanda bahwa Althan hanya bercanda. Namun

  • Suami Menikah Lagi, Aku Memilih Pergi   Bab 124

    Koridor rumah sakit kembali dipenuhi keheningan. Suara langkah kaki orang-orang yang berlalu lalang di kejauhan terdengar samar. Sesekali terdengar suara roda ranjang pasien yang bergerak melewati lorong, lalu menghilang bersama gema langkah kaki.Namun di antara semua suara itu, Kanina hanya menyadari satu hal, dia tidak tahu bagaimana harus menjawab pertanyaan Althan.“Kata-kata yang saya ucapkan pada pria itu tadi... Apakah menurutmu itu tidak cukup tulus?”Pertanyaan itu mengantar ingatan Kanina kembali pada beberapa saat lalu, ketika Althan berhadapan dengan Harsya di lorong yang sama.Saat Althan berbicara tentang caranya memandang seseorang bukan dari status dan kekurangan, Kanina percaya itu tulus.Tapi, saat Althan mengaku sedang mendekatinya dan menyiratkan dirinya sebagai seseorang yang dia pilih, Kanina ragu.“Apa itu juga tulus? Apa dia serius?” batin Kanina bertanya-tanya.Dia tidak berani menyimpulkan. Karena itu, sedari tadi, dia terus berusaha meyakinkan diri

  • Suami Menikah Lagi, Aku Memilih Pergi   Bab 123

    Harsya tidak ingat bagaimana dirinya bisa sampai ke parkiran rumah sakit. Langkahnya terlalu cepat, seolah ada sesuatu yang ingin segera dia tinggalkan.Pintu mobil dibuka dengan kasar. Detik berikutnya, keranjang buah dan buket bunga yang sejak tadi dibawanya langsung dilempar ke jok belakang.Buket bunga itu terjatuh miring. Beberapa kelopak bunga rontok dan berserakan di jok. Buah-buahan di keranjang juga berhamburan entah ke mana.Namun Harsya tidak memedulikannya sama sekali. Pintu mobil tertutup keras. Suara benturannya memantul di area parkir yang sepi.Dia menjatuhkan tubuh ke kursi pengemudi. Wajahnya suram, rahangnya mengeras, dadanya naik turun lebih cepat dari biasanya dan napasnya terdengar begitu berat.Tangannya mencengkeram setir dengan kuat hingga ruas-ruas jarinya memutih. Pikirannya berkecamuk, mengingat kembali kejadian di koridor rumah sakit beberapa menit lalu.Saat Althan pertama kali muncul dan menghadang jalannya, berdiri tegap dengan ketenangan yang ber

  • Suami Menikah Lagi, Aku Memilih Pergi   Bab 122

    Kalimat itu jatuh begitu saja—ringan, santai, seolah tidak mengandung makna apa pun yang perlu diperdebatkan. Namun justru karena itulah dampaknya terasa jauh lebih besar.Untuk beberapa detik, tidak ada seorang pun yang berbicara. Koridor rumah sakit yang sejak awal sudah dipenuhi ketegangan kembali tenggelam dalam keheningan yang aneh.Kanina membeku di tempatnya. Matanya sedikit membesar. Pandangannya terpaku pada Althan, sementara pikirannya seakan terlambat mengejar apa yang baru saja didengarnya.“Setidaknya saya masih punya kesempatan untuk menjadi lebih dari sekadar orang lain.” Ucapan pria itu terngiang-ngiang di telinganya. Kanina mengernyit. “Apa maksudnya?”Dia bingung, tapi jantungnya tiba-tiba berdentum dan berdebar dengan keras. Jari-jarinya tanpa sadar menggenggam ujung lengan bajunya sendiri.Sejurus kemudian, dia buru-buru mengalihkan pandangan. Tidak berani menatap terlalu lama, bahkan tidak tahu harus bereaksi bagaimana.Sementara itu, di sisi lain, wajah H

  • Suami Menikah Lagi, Aku Memilih Pergi   Bab 121

    Althan Swargantara berdiri tenang dengan kedua tangan menyusup ke dalam saku celana. Tubuhnya tinggi. Posturnya tegap. Wajahnya tenang tanpa riak emosi.Tetapi entah kenapa, ketenangan itu justru membuat kehadirannya terasa semakin sulit diabaikan. Seakan seluruh koridor ini tanpa sadar berubah me

  • Suami Menikah Lagi, Aku Memilih Pergi   Bab 3

    Kejadian itu terlalu cepat. Kanina yang tengah kalut hampir tidak tahu apa yang sedang terjadi, sampai teriakan seseorang terdengar lantang di telinganya. “Ya Tuhan! Apa yang kamu lakukan?” Seorang pria berkacamata bangkit berdiri, menunjuk pelayan yang menumpahkan minuman ke baju pria lain di

  • Suami Menikah Lagi, Aku Memilih Pergi   Bab 2

    Foto dan pesan dari nomor tak dikenal itu akhirnya mendorong Kanina untuk datang ke restoran Aravella. Dengan perasaan campur aduk, dia melangkah masuk. Suasana di dalam restoran tampak ramai saat itu. Kanina menolak tawaran pelayan yang ingin membantunya memilih tempat duduk dan langsung naik ke

  • Suami Menikah Lagi, Aku Memilih Pergi   Bab 1

    “Nyonya Kanina, hasil pemeriksaan Anda sudah keluar. Silahkan datang ke rumah sakit untuk mengambilnya hari ini.” Setelah mengalami keguguran untuk kedua kalinya, Kanina Zahira memutuskan menjalani pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui lebih jauh mengenai kondisinya. Hari ini, dia mendapat kaba

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status