author-banner
Vhiena Vhie
Vhiena Vhie
Author

Novels by Vhiena Vhie

Suami Menikah Lagi, Aku Memilih Pergi

Suami Menikah Lagi, Aku Memilih Pergi

Kanina baru saja keguguran untuk yang kedua kalinya saat suaminya, Harsya, membawa pulang wanita yang merundungnya semasa sekolah untuk dijadikan istri kedua. Kecewa dan sakit hati, Kanina memutuskan pergi untuk meminta bantuan cerai dari kawan--yang justru kemudian mempertemukannya dengan pria dari masa lalu yang sempat ia lupakan. Pria yang rupanya telah mencintainya sejak lama....
Read
Chapter: Bab 117
Hari-hari berikutnya berlalu dengan lambat. Terlalu lambat. Seolah waktu sengaja berjalan lebih pelan ketika seseorang sedang menunggu sebuah keajaiban.Setelah menjalani observasi ketat di ruang resusitasi, Artanti akhirnya dipindahkan ke ICU. Namun kepindahan itu tidak membawa kabar yang lebih baik.Wanita tua itu masih belum sadar. Masih terbaring diam di atas ranjang rumah sakit dengan berbagai alat pemantau yang terus bekerja tanpa henti.Setiap hari, dokter datang memeriksa kondisinya. Setiap hari pula Kanina menunggu dengan harapan yang sama.Berharap mendengar kalimat yang berbeda. Berharap seseorang mengatakan bahwa ibunya sudah membuka mata. Atau setidaknya menunjukkan sedikit respons.Namun harapan itu belum juga menjadi kenyataan. Kanina terus menunggu, meski tak bisa selalu berada di samping Artanti.Ruang ICU bukan tempat yang memungkinkannya untuk menemani sang ibu sepanjang waktu. Ada aturan. Ada jadwal kunjungan. Ada batasan yang harus dipatuhi.Jadi, Kanina ti
Last Updated: 2026-06-08
Chapter: Bab 116
Udara dingin langsung menyambut Kanina begitu dia melangkah masuk ke dalam ruang resusitasi. Aroma antiseptik yang khas memenuhi indera penciumannya.Ruangan itu terang. Terlalu terang. Lampu putih di langit-langit memantulkan cahaya yang membuat segala sesuatu di dalamnya terlihat pucat dan dingin.Suara monitor terdengar bersahutan dari berbagai arah, membentuk irama mekanis yang membuat suasana terasa semakin menekan.Beberapa pasien lain berada di ranjang yang terpisah oleh tirai-tirai pembatas. Namun perhatian Kanina hanya tertuju pada satu orang—ibunya.Artanti terbaring diam di atas ranjang. Infus terpasang di punggung tangannya. Kabel monitor terhubung ke tubuhnya, sementara alat pemantau di samping ranjang menampilkan garis-garis dan angka yang terus bergerak.Pemandangan itu membuat dada Kanina terasa semakin sesak. Perlahan, dia berjalan mendekat. Kakinya terasa berat. Seolah setiap langkah yang diambil membuat kenyataan semakin jelas.Sampai akhirnya dia berdiri tepa
Last Updated: 2026-06-04
Chapter: Bab 115
Saat pintu ruang konsultasi tertutup di belakang mereka, suasana terasa jauh lebih sunyi dibanding hiruk-pikuk di luar.Kanina duduk di kursi yang disediakan di depan meja dokter. Tangannya saling menggenggam begitu erat hingga buku-buku jarinya memutih. Rasa takut dan cemas masih membayang di wajahnya, tidak sedikitpun hilang meski dia sudah berusaha keras untuk tidak menangis dan terlihat tenang.Di sampingnya, Althan mengambil tempat tanpa berkata apa-apa. Seolah hanya ingin menemani tanpa ikut campur terlalu jauh.“Sebenarnya apa yang terjadi pada ibu saya, Dok?” Kanina lebih dulu buka suara, bertanya dengan bingung dan khawatir.Dokter menarik napas pelan sebelum membuka hasil pemeriksaan yang baru saja diletakkan seorang perawat muda.“Kami sudah melakukan pemeriksaan awal. Seperti yang saya katakan sebelumnya, pasien mengalami perdarahan otak.”Kanina terdiam. Jantungnya berdegup semakin cepat. Ada firasat buruk yang sejak tadi tumbuh dan menyebar di dalam dadanya.Dok
Last Updated: 2026-06-03
Chapter: Bab 114
Kanina tidak tahu sudah berapa lama dia duduk di sana. Waktu seolah kehilangan bentuknya sejak ibunya dibawa masuk ke ruang resusitasi dan pintu tertutup di depan matanya.Jarum jam di dinding terus bergerak. Orang-orang terus berlalu-lalang di koridor. Suara langkah kaki, roda brankar, dan percakapan samar sesekali terdengar dari kejauhan.Namun semua itu seperti berada di dunia lain. Kanina tidak benar-benar mendengar suara-suara di sekitarnya. Tidak benar-benar melihat apapun di sekelilingnya.Pandangannya hanya tertuju pada pintu putih di ujung koridor. Tangannya saling menggenggam erat di atas pangkuan. Dalam hati, dia tak henti berdoa.Sampai tiba-tiba, sebuah botol air mineral muncul di hadapan matanya. Kanina sedikit tersentak. Atensinya perlahan beralih.Dia mendongak dan mendapati Althan berdiri di dekatnya. Pria itu masih mengenakan setelan formal yang sama. Masih tampak rapi. Masih tampak tenang.Barulah saat itu Kanina benar-benar menyadari keberadaan Althan dan men
Last Updated: 2026-06-02
Chapter: Bab 113
Di balik salah satu rak bunga, Artanti tergeletak di lantai. Kursi kayu tempat wanita itu duduk sebelumnya telah roboh ke samping.Tubuhnya terbaring diam. Tidak bergerak, dengan mata tertutup rapat dan wajah yang tampak pucat, seolah tak menyisakan warna.Begitu melihat pemandangan itu, Kanina terkejut dan hampir tidak bisa bernapas. Dunia di sekelilingnya mendadak sunyi.Dia terpaku, menatap sosok yang terbaring di lantai dengan mata membelalak. Rasa takut yang luar biasa menghantamnya tanpa ampun.“Ibu!”Seolah baru tersadar, Kanina segera berlari menghampiri. Dia berlutut di samping tubuh Artanti hingga lututnya membentur lantai.“Ibu! Ibu kenapa?” ucapnya panik.Tangannya yang gemetar meraih bahu Artanti dan mengguncangnya dengan lembut. “Ibu... bangun...”Tidak ada jawaban. Artanti tetap diam. Tubuhnya tetap tidak bergerak. Rasa panik semakin menjalar ke seluruh tubuh Kanina.Air matanya mulai jatuh. Dia menyentuh tangan Artanti, lalu mengusap wajah pucat itu sambil ter
Last Updated: 2026-06-01
Chapter: Bab 112
Hari-hari berikutnya berlalu dengan tenang bagi Kanina. Begitu tenang sampai terkadang dia merasa semuanya seperti tidak nyata.Tidak ada Harsya yang tiba-tiba muncul di depan toko dan melontarkan tuduhan yang membuat hatinya perih.Tidak ada Ralia yang datang dengan senyum manis palsu sambil menyisipkan kata-kata yang menyakitkan.Tidak ada Sartika yang memandangnya dengan tatapan meremehkan seolah keberadaannya selalu menjadi kesalahan.Tidak ada satu pun di antara orang-orang manipulatif itu yang datang untuk mengganggu, membuat Kanina akhirnya bisa merasa tenang. Hal baik lainnya, toko bunganya semakin hari semakin berkembang. Pelanggan terus bertambah. Pesanan buket semakin banyak.Ada pelanggan lama yang kembali memesan. Ada pelanggan baru yang datang karena rekomendasi orang lain.Kanina menjadi semakin sibuk, namun dia sangat menikmatinya. Karena semua yang dia lakukan sekarang adalah untuk dirinya sendiri dan juga untuk Artanti.Belakangan ini dia bahkan mulai berpik
Last Updated: 2026-05-31
Rencana Rahasia Para Ipar Serakah

Rencana Rahasia Para Ipar Serakah

Nauna terpaksa tinggal di rumah besar peninggalan mendiang mertuanya bersama para iparnya yang sudah berkeluarga. Susah payah dia menahan diri untuk tetap tinggal di sana dengan segala ketidaknyamanan yang dia terima. Suatu hari, Nauna mendengar para iparnya sedang merencanakan sesuatu. Mereka berencana menjual rumah yang sekarang ditempati bersama. Lebih mengejutkan lagi, dia baru tahu bahwa rumah itu ternyata milik suaminya. Bagaimana cara Nauna membongkar dan menggagalkan rencana para iparnya? Mampukah dia mempertahankan rumah milik suaminya? [Cerita ini hanya fiksi] Jika berkenan, silahkan follow dan mohon tinggalkan komentar dan juga vote ya teman-teman. Terimakasih :)
Read
Chapter: 106
Andaikan bisa menolak, Jihan tentu tidak akan mengatakan iya. Masalahnya adalah, apa yang diminta oleh Jeremy juga merupakan tuntutan dari pengadilan. Oleh karena itu, dia sama sekali tidak punya pilihan, selain menerima dengan berat hati. Pada akhirnya, rumah itu benar-benar dikembalikan kepada pemiliknya. Betapa bersyukurnya Dean dan Nauna ketika menerima kembali sertifikat rumah yang selama ini mereka perjuangkan. Air mata bahagia tumpah ruah, pasangan suami istri itu saling memeluk, sambil tak henti mengucap syukur. Hari berganti. Jihan dan Viola mulai mengemasi barang-barang milik mereka dan juga milik Jeremy untuk di bawa pergi. Alvaro dan beberapa orang suruhan membantu mereka membawakan barang-barang tersebut ke dalam mobil pickup. Setelah memastikan semuanya sudah terbawa, Jihan melangkah keluar dengan langkah yang begitu berat. Raut wajahnya benar-benar suram. Kesedihan masih tampak jelas dari kedua matanya yang sembab. Viola dan Alvaro yang mendampingi sang ibu, hanya bi
Last Updated: 2023-08-21
Chapter: Bab 105
“Apa yang dilakukan perempuan itu di sini tadi? Dia menemuimu?” Alvaro bertanya dengan tajam. Tatapannya mengarah lurus pada Jeremy yang duduk diam di hadapannya. Tidak ada jawaban. Jeremy tidak berkata apa-apa. Dia hanya mengangkat pandangan yang semula terpaku pada permukaan meja, lalu menatap Alvaro dengan tatapan dingin. Aura suram menguar dari keseluruhan dia pada saat ini. Sangat jauh berbeda dibandingkan dengan pada saat dia berhadapan dengan Dinara. Alvaro berdecak kesal, tidak suka dengan reaksi Jeremy yang seperti ini. Dia menginginkan jawaban atas pertanyaannya, bukan sorot mata dingin dan mengintimidasi. “Nggak salah lagi, dia pasti datang untuk menemuimu dan kamu pasti bersedia bertemu dengannya.” Alvaro menyimpulkan sendiri, sebab tak kunjung mendapat jawaban. Jeremy masih belum menanggapi, alih-alih membiarkan Alvaro kembali berkata-kata, “Seharusnya, kamu menolak bertemu dengannya, Kak. Dia pasti datang untuk menertawakanmu, kan? Dia pasti senang melihatmu seperti
Last Updated: 2023-08-20
Chapter: Bab 104
Hampir tiga puluh menit berlalu sejak tiba di kantor polisi, Dinara masih saja berdiam diri di dalam mobil. Bukan tanpa alasan, perempuan itu hanya perlu waktu sedikit lebih lama, untuk menyiapkan hati dan meyakinkan diri, sebelum benar-benar pergi menemui Jeremy. Sebab, bukan hal mudah untuk berhadapan dengan Jeremy di ketika ini. Jika kemarin siang saja laki-laki itu bisa menunjukkan kemarahan yang begitu menggebu-gebu terhadap dirinya, lantas bagaimana dengan hari ini? Biar bagaimanapun, ditahannya Jeremy, tidak terlepas dari upaya Dinara yang diam-diam merekam pembicaraan mereka kemarin lalu. Jadi, bukan tidak mungkin dia akan meluapkan kemarahan, jika mereka bertemu nanti. Pemikiran itulah yang membuat Dinara merasa was-was. Namun demikian, dia tidak bisa mundur begitu saja. Apapun yang terjadi, dia harus tetap bertemu dan bicara dengan Jeremy. Bukan sekedar untuk memenuhi permintaan Viola, melainkan juga untuk menuruti kata hatinya sendiri. Pada akhirnya, setelah memeriksa w
Last Updated: 2023-08-19
Chapter: Bab 103
Sebagaimana yang dikatakan oleh Dinara, rekaman suara itu benar-benar bisa menjadi barang bukti yang kuat. Beberapa jam setelah Dean menyerahkannya pada polisi, Jeremy akhirnya resmi di tahan. Rasa kaget dan tak percaya tentu saja menyeruak dalam diri Jeremy, saat polisi menunjukkan surat perintah penahanan terhadap dirinya. Mereka mengatakan, sudah ada bukti yang menguatkan dugaan, bahwa dirinya terlibat dalam kasus penipuan yang dilakukan oleh Rudy. Hal yang membuat Jeremy merasa semakin kalut adalah, polisi menahannya ketika dia sedang memimpin rapat di kantor. Akibatnya, bukan hanya orang-orang yang berada di ruang rapat, tapi hampir semua orang yang ada di kantor melihat dengan mata kepala mereka sendiri, bagaimana dia dibawa pergi oleh polisi. Desas-desus tentang sang CEO yang ditangkap oleh polisi seketika menyebar dengan cepat. Berbagai spekulasi bermunculan. Dalam sekejap, Jeremy telah menjadi perbincangan hangat semua orang di perusahaannya, dan reputasinya benar-benar te
Last Updated: 2023-08-17
Chapter: Bab 102
Jeremy menyorot Dinara dengan bias kemarahan di kedua matanya. Aura suram dan mengintimidasi yang menyeruak dari kesuluruhan dia, berhasil membuat mantan istrinya itu menahan napas selama sepersekian detik. “Apa yang sudah kamu katakan pada ibuku?” Sekali lagi, Jeremy mengulang pertanyaan yang sama, namun dengan nada yang lebih ditekan-tekankan dari sebelumnya. Dinara tidak segera menjawab, alih-alih menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan. Dalam diam, dia tengah mengatur debar jantung yang sempat berpacu dengan kencang, begitu pula dengan ritme pernapasan yang sempat tertahan hingga akhirnya menjadi berantakan. Dinara sepenuhnya mengerti, cara terbaik menghadapi seseorang yang sedang diselimuti emosi seperti Jeremy di ketika ini, adalah dengan bersikap tenang dan hati-hati. Karena itu, Dinara sebisa mungkin menciptakan aura tenang di keseluruhan dirinya, alih-alih menunjukkan ketakutan dan rasa terintimidasi yang kentara. “Kamu bilang padanya tentang kasus pen
Last Updated: 2023-08-16
Chapter: Bab 101
"Mas?" Nauna menahan langkah saat dia dan Dean baru saja keluar dari ruangan tempat bertemu dengan Lusi. Ketika laki-laki itu menoleh dan mengunci tatap padanya, dia segera bertanya dengan hati-hati, "Kamu sungguh-sungguh sudah memaafkan Mbak Lusi?"Dean tidak langsung menjawab. Sesaat, dia menatap Nauna dalam-dalam. Sekian detik kemudian, barulah dia buka suara, tapi bukan untuk memberikan jawaban, alih-alih balik bertanya, "Apa aku terlihat nggak bersungguh-sungguh, Nau?""Bukan begitu, Mas." Nauna segera menyangkal. "Aku hanya ingin memastikan. Maksudku... Mbak Lusi sudah melakukan hal yang sangat merugikanmu. Apakah semudah itu dia mendapatkan maaf darimu?"Dean lagi-lagi tidak segera menjawab, alih-alih mengajak Nauna duduk di kursi yang berada tak jauh dari mereka. Setelah duduk, Dean mulai berkata-kata, "Sebenarnya, nggak semudah itu, Nau. Jujur, aku juga merasa berat, tapi..." Dean menggantung sebentar kalimatnya. Setelah menghela napas berat, barulah dia genapkan, "Bagaimanap
Last Updated: 2023-08-15
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status