Home / Romansa / Suami Misteriusku / Bab 129 Melihat Cinta

Share

Bab 129 Melihat Cinta

last update publish date: 2026-05-22 20:41:23

“Kamu menikmatinya?” bisiknya. Suaranya halus, nyaris tidak terdengar.

Hembusan napasnya menerpa kulit wajahku, membuat tubuhku meremang. Seketika aku kembali teringat adegan yang baru saja aku saksikan.

“Tidak! Aku tidak menikmatinya. Apa-apaan? Aku tidak suka, sumpah, aku hanya ingin pulang. Aku hanya terjebak dalam situasi sulit. Mana mungkin aku menikmati pertunjukan kalian, di saat aku sedang berdiam ketakutan,” sanggahku.

Arion tersenyum miring, membuang muka sejenak.

“Mau mencoba mengela
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (7)
goodnovel comment avatar
carsun18106
like mother like daughter, kan biasanya anak perempuan tuh tertarik sama laki2 yg mirip bpkny (cenah)
goodnovel comment avatar
Yuni Masrifah
jadi Sophia part 2 dong(⁠ ⁠・ั⁠﹏⁠・ั⁠)
goodnovel comment avatar
Yuni Masrifah
nah iya kak(⁠•⁠‿⁠•⁠)
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Suami Misteriusku    Bab 129 Melihat Cinta

    “Kamu menikmatinya?” bisiknya. Suaranya halus, nyaris tidak terdengar.Hembusan napasnya menerpa kulit wajahku, membuat tubuhku meremang. Seketika aku kembali teringat adegan yang baru saja aku saksikan.“Tidak! Aku tidak menikmatinya. Apa-apaan? Aku tidak suka, sumpah, aku hanya ingin pulang. Aku hanya terjebak dalam situasi sulit. Mana mungkin aku menikmati pertunjukan kalian, di saat aku sedang berdiam ketakutan,” sanggahku.Arion tersenyum miring, membuang muka sejenak.“Mau mencoba mengelabuiku? Mulutmu mungkin bisa berkata bohong, tapi matamu tidak bisa menipuku, Elia!” ucapnya.Aku ketakutan, aku tidak bisa terus menerus berada di sini. Ternyata Arion tidak sepolos yang aku bayangkan.Aku mendorong tubuhnya hingga berhasil menjauh. Aku terbebas dari himpitannya.“Maaf, aku harus pergi!”Cepat-cepat aku keluar dan berlari dari kamar ini. Setelah berada di teras, terlebih dulu aku memastikan keadaan sekitar.Aman, tidak kulihat lagi orang jahat itu di sekitar sini. Aku menggunaka

  • Suami Misteriusku    Bab 128 Adegan Live

    Sekecil apa pun, aku berusaha tidak menimbulkan suara, yang bisa mengganggu mereka.Untuk saat ini, aku berada di posisi yang sangat sulit. Tindakanku lancang, sehingga tak sengaja aku menyaksikan kegiatan privasi orang lain. Aku … aku menyaksikan adegan ranjang secara live.Aku berniat keluar. Namun, nyawaku dalam bahaya. Mungkin aku harus berdiam sebentar di sini, menunggu situasi di luar aman.Aku bersembunyi di samping lemari. Aku rasa ini tempat yang aman untukku.Suara lenguhan, suara keintiman itu begitu terdengar memenuhi udara di dalam kamar ini. Jujur aku risih, hal semacam ini adalah pengalaman pertama bagiku. Melihat pertempuran dua manusia berbeda jenis di atas ranjang yang sama.Aku berusaha menutupi mataku dengan kedua tangan.“Jangan dilihat!” batinku. Jantungku tidak bisa kukontrol.Namun, jari tangan sialan ini berkali-kali merenggang, memberi celah untuk kedua mataku supaya bisa melihat pertunjukan panas ini.“Sayang, aku rasa sudah waktunya kamu membawaku bertemu d

  • Suami Misteriusku    Bab 127 Masuk Tanpa Izin

    “Jangan-jangan dia orang jahat yang lagi pura-pura pingsan!” batinku menerka-nerka.Aku menoleh ke sana kemari, tidak ada orang lain selain aku dan orang itu.Tidak, aku tidak sepolos itu. Fix! Dia pasti pura-pura pingsan demi menjarah barang-barang orang yang lewat, lebih parahnya membahayakan nyawa. Nahas sekali, kenapa aku harus melewati jalur ini?Dering telepon pun akhirnya mati, aku tidak sempat mengangkatnya. Aku juga tidak bisa menghubungi Neni balik untuk saat ini. Perlahan berusaha untuk tidak mengeluarkan suara, aku berjalan menjauh dari orang itu. Beberapa kali kepalaku tak bisa diam, kaki terus berjalan, sedangkan kepalaku pun terus menoleh ke belakang, memastikan apakah orang itu bangun dan mengejar?Tidak, orang itu tetap dalam posisi yang sama, tidak sadar.“Aku bukan orang bodoh, aku tidak akan tertipu!” gumamku.Sampai kaki ini menginjak sekitar dua puluh meter aku menjauh, orang itu sama sekali tidak kunjung bangun apalagi mengejar. Aku menghentikan langkah ini, pe

  • Suami Misteriusku    Bab 126 Merubah Identitas

    “Maksud Tante apa?” tanyaku.Ucapan Tante Ella berhasil membuatku bertanya-tanya. Yang aku tangkap, Tante Ella tahu banyak tentang ayahku.“Waktu Tante tidak banyak, kami harus pergi!” jawabnya.Aku berlari ke arah pintu, aku mengunci akses keluar rumah ini. Aku pun berdiri menghalangi kunci yang masih menggantung pada lubangnya.“Apa-apaan kamu, Elia? Kamu jangan coba menghalangi kami, ya! Cukup! Jangan buat Tante kehabisan kesabaran karena sikapmu,” sergahnya.Aku menggelengkan kepala pelan. Sikap Tante Ella padaku telah berubah.“Aku hanya butuh penjelasan, Tan. Aku hanya ingin tahu, kenapa Tante bersikap seperti itu. Sepertinya Tante tahu betul siapa ayahku. Jelaskan, Tan, kenapa dengan ayahku? Kenapa Tante bisa bicara seperti itu?” tanyaku.Tidak ada sedikit pun niatku untuk menyingkir dari sini, sebelum Tante Ella menjelaskan apa yang dia tahu.“Kamu bisa cari tahu sendiri, Elia. Tante tidak ingin mengambil resiko. Salah-salah, kami bisa berada dalam bahaya!” jawabnya.Justru ha

  • Suami Misteriusku    Bab 125 Gegabah

    Aku heran dengan sikap mereka berdua. Kulihat tangan Tante Ella gemetar. Kemungkinan dia gugup karena melihat ketampanan ayahku. Bahkan kudengar Tante Ella menyebut nama ayahku.“Tante … kenal dengan ayahku?”“Ja-jadi … Elia anakmu? Apakah dia anakmu bersama Sophia?” tanya Tante Ella, matanya tak lepas dari ayahku.Ayah tersenyum tipis, dia menyipitkan matanya.“Stella! Sudah lama kita tidak bertemu.” Ayah melirik ke arah Neni.“Apakah Neni juga anakmu? Kebetulan Neni adalah teman Elia. Benar sekali, Elia adalah anakku bersama Sophia!” seru Ayah.Tante Ella berkeringat, padahal suasana di tempat ini terasa dingin.“Em … Ayah, apakah Ayah temenan sama Tante Ella? Kok Ayah nggak pernah cerita sama aku?” tanyaku.“Stella! Namanya Stella, Sayang! Dulu dia menghuni kontrakan dekat rumah kita,” jawab Ayah.Aku mengangguk, aku baru tahu nama panjangnya Tante Ella. Bagus juga.“Wow! Baguslah kalau kalian sudah saling kenal. Neni, jadi kita tidak usah susah-susah mengenalkan mereka! Sebaiknya

  • Suami Misteriusku    Bab 124 Makan Malam

    Neni membeliak, spontan ia menutup mulutnya sendiri dengan tangannya.“Elia, kamu bercanda, kan? Sumpah ini tidak lucu!” sergah Neni.Cepat-cepat aku menggeleng, kutatap wanita yang ada di hadapanku ini dengan harapan yang begitu besar.“Aku tidak bercanda, Nen. Aku memang menginginkan ayahku menikah dengan ibumu,” ungkapku.Neni mengangkat tangannya di hadapanku, dengan gelengan kecil.“Elia! Kamu memang sedang bercanda. Aku yakin itu!”“Tidak, Nen. Aku tidak bercanda. Aku serius mengatakannya. Dari keluarga ini, aku merasa menemukan kecocokan. Aku menemukan kasih sayang, aku menemukan saudara yang baik, aku menginginkan hal itu. Aku ingin kita hidup bersama sebagai saudara,” ucapku.Neni menatapku tak percaya.“Secara tidak langsung, kamu sudah menjadikan ibuku sebagai pelakor, El. Ibuku tidak seperti itu. Kamu masih memiliki ibu, tapi kamu berencana ingin menikahkan ayahmu dengan ibuku. Apa … kamu tidak memikirkan dampaknya akan seperti apa? El, pikirkan dengan baik, ya! Aku tidak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status