بيت / Romansa / Suami Misteriusku / Bab 135 Terkunci

مشاركة

Bab 135 Terkunci

مؤلف: Yuni Masrifah
last update تاريخ النشر: 2026-05-26 14:38:38

Kepalaku sedikit merasakan pusing, serta kucium bau aneh seperti obat bius. Namun, aku tidak tahu berasal dari mana. Aku meraih tasku, lantas melihat jam di ponsel. Namun, sialnya, ponselku mati.

Aku menengadah, melihat jam dinding yang menggantung di tembok.

“Jam sepuluh!” gumamku.

Aku pun menoleh ke arah jendela, tidak ada cahaya matahari. Aku membeliak, jantungku semakin berdegup kencang. Ternyata ini sudah jam sepuluh malam. Aku tidur selama itu? Kok bisa?

Aku hanya bisa bertanya-tanya ta
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Suami Misteriusku    Bab 135 Terkunci

    Kepalaku sedikit merasakan pusing, serta kucium bau aneh seperti obat bius. Namun, aku tidak tahu berasal dari mana. Aku meraih tasku, lantas melihat jam di ponsel. Namun, sialnya, ponselku mati. Aku menengadah, melihat jam dinding yang menggantung di tembok. “Jam sepuluh!” gumamku.Aku pun menoleh ke arah jendela, tidak ada cahaya matahari. Aku membeliak, jantungku semakin berdegup kencang. Ternyata ini sudah jam sepuluh malam. Aku tidur selama itu? Kok bisa?Aku hanya bisa bertanya-tanya tanpa tahu jawabannya. Aneh, ini aneh sekali. Tidak seperti biasanya aku tidur lama seperti ini, bahkan ini terlalu lama.Aku beranjak dari tempat duduk ini. Suasana di dalam perpustakaan ini begitu berbeda dari siang hari. Menakutkan.Aku berlari menuju pintu, dikunci.Aku semakin ketakutan. Merutuki diri sendiri, kenapa bisa aku sampai seperti ini? Bagaimana aku pulang? Aku tidak mungkin berdiam semalaman di tempat ini, menunggu pagi menjelang.Blug!Lagi! Aku mendengar suara benda jatuh di ruan

  • Suami Misteriusku    Bab 134 Insomnia

    Malam ini aku tengah berdiam diri di dalam kamar. Sementara Ibu tengah duduk berdua bersama Ayah di ruang keluarga. Mereka tengah asyik mengobrol tentang calon adikku.Aku beranjak dari tempat tidur. Kuraih laptop yang aku simpan di atas meja.Aku menyalakan laptop tersebut untuk menyelesaikan tugas yang masih tersisa. Namun, ada yang aneh.“Loh, kok, sudah selesai saja. Perasaan tugasnya belum aku selesaikan, deh!” gumamku. Aku menggaruk kepalaku yang sama sekali tidak gatal.Tugasku telah rampung tanpa aku merasa telah menyelesaikannya. Tugas ini begitu sistematik, rapi, aku yakin dosen akan puas dengan hasil tugasku ini. Namun, yang jadi pertanyaan, kok bisa tugas ini bisa selesai dengan sendirinya?Ting!Terdengar sebuah pesan masuk ke nomorku. Dengan enggan, aku meraih ponselku, lantas membaca isi pesan tersebut.(Bagaimana, Elia? Kamu suka dengan hasil tugasnya?).Ah … ya Tuhan! Ternyata ini ulah Arion. Dia yang mengerjakan tugasku. Antara kesal bercampur bahagia. Aku bahagia ka

  • Suami Misteriusku    Bab 133 Sesuatu yang Dalam

    “Flashdisk-ku!”Aku membeliak tajam, ternyata ada seseorang yang mengambilnya. Namun, siapa yang mengambil Flashdisk itu, dan … kenapa dia tahu nomorku?Kubalas pesan tersebut.(Siapa kamu? Kenapa flashdisk itu bisa ada sama kamu?).Ceklis satu, pesanku tidak terkirim. Aku bingung, aku berjalan mondar-mandir sambil menggigit ujung kukuku.“Apa yang harus aku lakukan, ya Tuhan? Di dalam flashdisk itu terdapat banyak data-data penting!” batinku.Aku mencoba menghubungi Ayah. Mungkin aku akan meminta bantuan padanya. Namun, nomor Ayah tidak aktif. Apa yang harus aku lakukan?Aku kembali ke kamar Ibu. Aku berjalan menunduk sambil kuhampiri dia.“Kenapa? Kok murung? Apa … ada masalah?” tanya Ibu.Aku mengangkat wajahku.“Flashdisk-ku hilang, Bu. Tapi barusan ada yang kasih tahu bahwa flashdisk itu ada pada dia. Dia nyuruh aku ngambil di alamat yang dia kirim. Em … bagaimana ya, Bu? Apa boleh aku pergi dulu buat ngambil flashdisk itu? Ibu … tidak apa-apa aku tinggal sebentar?” sahutku.“Ya

  • Suami Misteriusku    Bab 132 Membesar

    Aku membeliak, jantungku rasanya nyaris melompat dari tempatnya.“Apa maksudmu?” tanyaku. Nada bicaraku cukup tergugup.Sejenak Arion membuang muka. “Aku tahu, kamu pasti kepikiran soal waktu itu, bukan?”Cepat-cepat aku menggeleng, aku semakin tergugup dibuatnya.“Tidak! Mana mungkin aku kepikiran. Aku tidak mungkin mengingat-ingat hal seperti itu. Masih ada banyak hal positif yang bisa aku pikirkan. Apa pedulimu bertanya seperti itu padaku? Bukankah waktu itu aku melihatmu karena ketidaksengajaan? Jangan ungkit lagi, aku nggak suka!” sergahku.Arion terkekeh, dia sangat berbeda dari Arion sebelumnya, yang terkenal dingin, cuek, sangat anti untuk berbasa-basi. Namun, setelah aku memergokinya sedang berduaan dengan seorang wanita, sikapnya kini berubah.“Minggir, aku mau lanjutin kelas lagi!” ucapku. Namun, Arion menghalangi.“Aku tahu, kamu pasti sulit melupakan kejadian itu, kan?” tanyanya. Dia seolah memaksa aku untuk mengakuinya.Menyebalkan! Lelaki ini cukup membuatku jengkel. Si

  • Suami Misteriusku    Bab 131 Berita Terupdate

    “Ibu!”Dalam satu kali tarikan napas, aku berteriak sekeras-kerasnya. Tindakanku ini mengundang rasa penasaran Ayah, dia datang ke kamarku.“Kenapa kamu teriak? Kenapa dengan ibumu?” tanya Ayah.Aku menggeleng pelan, kulihat Ibu tidak bergerak sama sekali. Wajahnya pun memucat.“Aku tidak tahu, Yah. Ibu nggak bangun-bangun!” jawabku.Ayah meraih tubuh Ibu, lantas membawanya keluar dari rumah ini.“Kunci pintunya, kita harus bawa ibumu ke rumah sakit!” titah Ayah.Aku menurut, setelah aku mengunci pintu, aku lantas menyusul Ayah memasuki mobil.Ayah mulai melajukan mobil ini.Aku sedih, hatiku sakit, di saat aku membuka kembali hatiku untuk Ibu, aku malah melihat Ibu seperti ini. Rasa sakit ini kian bertambah.“Ibu bangun, Bu!” Suaraku nyaris tidak terdengar.“Sabar, ya! Ibumu pasti akan baik-baik saja!” ucap Ayah.Kami telah sampai di rumah sakit, dan dokter segera menangani Ibu.“Ayah! Apakah aku termasuk orang yang jahat?” tanyaku. Aku mendongak menatap wajah ayah.Ayah mengusap bah

  • Suami Misteriusku    Bab 130 Elia Kecil

    “Kenapa kamu lihatin Ayah seperti itu?” tanya Ayah.Cepat-cepat aku menggeleng, aku tidak mungkin langsung menyemprot Ayah dengan pertanyaan yang menohok. Aku akan mencari tahu sendiri tentang siapa Ayah sebenarnya.“Tidak apa-apa, hanya saja Ayah terlihat kusut. Aku habis main sebentar. Maaf, nggak izin dulu!” ucapku.“Kebetulan kamu datang, Tristan. Pokoknya malam ini kamu tidak boleh melarangku untuk memasak. Suka atau tidak, kamu mau marah atau tidak, malam ini aku akan tetap memasak untuk Elia, untuk kita bertiga,” ucap Ibu.Sebelah alis Ayah terangkat, mungkin Ayah heran dengan sikap Ibu.“Ayah pasti bingung, kan, kenapa Ibu mau masak malam ini?” Aku merangkul bahu Ibu.“Aku yang minta, aku rindu masakan Ibu!” imbuhku.Ayah membulatkan matanya sempurna. Kedua matanya berbinar.“Tunggu-tunggu, ini ada apa, ya? Kok tiba-tiba sekali kamu mau masakan Ibu kamu. Apakah kalian berdua sudah akur gitu?” tanyanya.Aku menghela napas dalam. Kuanggukan kepala ini.“Aku sudah minta maaf sama

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status