Home / Romansa / Suami Misteriusku / Bab 81 Munafik

Share

Bab 81 Munafik

last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-28 12:05:03

Aku membeliak, tidak kusangka, dia yang menumpang dan dia juga yang menginginkan sang tuan rumah pergi. Apakah dia merasa di atas segalanya?

“Oh ya? Kamu menginginkan aku untuk pergi dari sini?” tanyaku, sambil menunjuk wajahku sendiri. Bahkan nada bicaraku mengandung ejekan.

Lara tersenyum miring, dia melepaskan cengkraman tangannya pada selimut.

“Aku rasa kamu tidak tuli, Sophia!” cetusnya.

Bahkan Lara sudah berani memanggil namaku tanpa ada embel-embel.

Aku memang sakit atas pengkhianatan Tr
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (10)
goodnovel comment avatar
carsun18106
sophia ini posisi nya ngga bisa lepas dari tristan, bukan ngga mau, buktinya 4 thn lolos dia bisa ditemukan dan disekap lg, makanya hrsny dia manfaatin aja sekalian
goodnovel comment avatar
carsun18106
entahlah si sophia ini, dia posisinya terancam sih, tp hrsny dia manfaatin aja posisi ngga bisa kabur dari tristan dan obsesi nya tristan ke dia, kejem2 sekalian deh, apalagi demi elia, kuasai tristan, atur dia, kasih perintah, pokokny ngga ada perempuan lain, ngga ada anak lain
goodnovel comment avatar
Yuni Masrifah
iya harus itu kak
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Suami Misteriusku    Bab 109 Balas Dendam

    “Rana!” gumamku.Aku cukup terkejut, Rana, dia adalah teman dekat dari Mawar. Terbaring dengan luka di lehernya.“Kenapa dia bisa melakukan ini?” tanyaku.Tidak ada yang menjawab, aku menoleh ke arah mereka. Namun, tidak kulihat orang-orang yang berkerumun itu ada di gudang. Lebih terkejutnya, pintu gudang ini telah tertutup rapat.“Ke mana, kalian semua?” teriakku.Tak ada jawaban. Kini aku hanya sendiri di gudang ini. Bukan, aku hanya berdua dengan mayat Rana. Aku menelan saliva susah payah. Aku cukup ngeri jika harus berdiam bersama mayat seperti ini.Aku membalikan badan, hendak membuka pintu. Namun, tiba-tiba sesuatu menutupi kepalaku.“Hei, apa-apaan ini? Siapa yang melakukan ini?” Aku memberontak.Sebuah karung goni membuatku tidak bisa melihat apa-apa di sini. Seseorang tengah memegangi kedua tanganku, menarik paksa tubuhku untuk berjalan mundur.“Tolong! Jangan lakukan ini! Aku kesulitan bernapas!” mohonku.Tak ada jawaban, yang ada, tangan itu terus menarik tubuhku, hingga

  • Suami Misteriusku    Bab 108 Terbirit-birit

    “Serius, Yah! Memangnya kenapa? Aku tidak apa-apa, kok! Ayo cepetan jalan! Aku capek mau istirahat!”Ayah berhenti menatapku, dia mulai melajukan mobilnya. Entah kenapa, ada perasaan lega ketika Ayah tidak lagi menatapku seperti itu.Aneh, aku seperti bukan melihat sosok ayahku barusan. Namun, aku menggelengkan kepalaku kuat. Mungkin karena lelah, aku jadi berpikiran aneh semacam ini.“Ayah harap di kampus kamu baik-baik saja. Kamu juga kalau mengerjakan apa pun, harus lebih berhati-hati.”“Iya, Yah, aku pasti ingat, kok, pesan Ayah!” sahutku.Jujur, aku tidak ingin mencampur adukkan masalahku di kampus dengan Ayah. Jelas kami berbeda. Aku tahu, setiap manusia pasti akan diberi ujian masing-masing, dan inilah ujianku, menghadapi Mawar dan circle pembully.Tidak berselang lama, akhirnya kami telah sampai di depan rumah. Lekas aku turun, dan mulai memasuki rumah.“Elia, kamu sudah pulang, Sayang? Ya Tuhan … Elia, wajah kamu kenapa, Nak?” Ibu berjalan mendekatiku. Namun, aku menghindar.

  • Suami Misteriusku    Bab 107 Menunjukkan Taring

    “Puas kalian? Puas kalian melakukan ini hampir tiap hari padaku?!”Untuk kali ini aku sudah tidak tahan. Walaupun sebenarnya aku sudah melakukan persiapan membawa baju ganti. Namun, tetap saja, perundungan ini cukup membuatku lelah.Selama ini, aku tidak pernah mengadu kepada siapa pun, termasuk ayahku. Kusimpan rasa sakit ini sendirian. Aku tidak ingin membebani pikiran Ayah, yang setiap hari harus lelah bekerja demi diriku dan juga Ibu.Satu persatu mereka berkumpul, mengelilingiku, menertawakanku, menjadikanku hiburan bagi mereka.“Sayangnya kami belum puas, Elia. Iya nggak, Guys?” ucap Mawar.Mereka menyorakiku. Aku seperti seorang badut tontonan mereka.Mawar, dia adalah mahasiswi populer di kampus ini. Mereka memujinya, mereka juga memujanya layaknya seorang ratu. Dan Mawarlah, pencetus perundungan terhadap diriku, sehingga yang lain ikut merundungku.Selain Mawar adalah anak dari pemilik kampus ini, Mawar juga dinobatkan sebagai wanita yang paling cantik di kampus ini. Bahkan M

  • Suami Misteriusku    Bab 106 Bekal

    SEASON 2(POV Elia)(Hari-hari tenangku di rumah ini telah terampas sejak lima belas tahun yang lalu. Dia kembali, dia membawa luka itu kembali. Menggores hatiku dengan kenangan kelam yang pernah dia lakukan pada Nek Lutfi di depan mataku. Aku benci dia. Tidak seharusnya Ayah membawa kembali pembunuh itu ke rumah ini. Dulu, memang, aku hanya bisa diam. Aku terus bersabar setiap hari harus melihat wajahnya atas permintaan Ayah. Namun, kini aku tidak peduli, aku mulai memberontak, dan tak segan mengatakan, ibuku, seorang pembunuh).Tok! Tok! Tok!“Elia! Kamu sudah siap?”Di luar kamar, beberapa kali Ayah mengetuk pintu, memanggilku.Kututup buku diary ini dan kumasukkan benda tersebut ke dalam tas anti airku.Aku beranjak dari meja belajar, lantas berdiri di depan cermin, merapikan kacamata tebal yang bertengger di batang hidungku. Serta kurapikan kedua kepangan rambut ini. Tidak lupa aku membawa dan memasukkan parfum kecil, handuk kecil dan satu stel baju ganti. Hari ini, aku harus per

  • Suami Misteriusku    Bab 105 Takdir

    Aku membeliak tajam, benarkah apa yang dikatakan Tristan itu?“Permainan?” tanyaku. Sungguh, aku tidak pernah menduga jika semua ini hanyalah sebuah permainan. Yang aku tahu, perjalanan hidup yang aku halani, adalah murni proses perjalanan hidup dari Tuhan. Aku tidak pernah mengira, jauhnya aku dari Tristan, bukanlah sebuah settingan. Namun, semuanya salah. Aku terlalu berprasangka baik.Ya! Terkadang terlalu besar prasangka baik, tidak selalu berakhir dengan baik. Namun, bukan berarti aku membenarkan prasangka buruk.Tristan kembali menyesap rokoknya. Asap kembali membumbung keluar dari mulut dan hidungnya.“Ya! Dean dan orang tuamu bekerja sama dengan si penjual sup itu untuk tujuan tertentu. Penculikan yang terjadi padamu, itu tidak benar-benar ada. Semua itu hanyalah sebuah drama. Drama itu Dean yang ciptakan, dan kedua orang tuamu bertugas menyusun skenario. Dean dan orang tuamu tidak sadar, jika aku selalu mengawasimu, walaupun aku tidak ada di dekatmu. Uang bisa membuat mataku

  • Suami Misteriusku    Bab 104 Menatap Maut

    Aku menggelengkan kepalaku cepat. Ibu merasa dan menganggap dirinya yang paling tersakiti. Namun, dia tidak tahu seberapa sakitnya berada di posisiku.“Bukan begitu, Bu. Aku masih punya suami. Aku masih sah istri Tristan. Aku tidak bisa menikah lagi. Aku berhak menolak pernikahan ini,” sahutku.“Ya kalau begitu gugat cerai saja Tristan. Kan beres!” Ibu seolah tidak puas dengan egonya. Menganggap semua hal yang kuhadapi adalah gampang.Ibu tidak paham, masalah ini tidak sesederhana yang dia pikir. Gugat cerai, lalu menikah dengan Dean, dan hidup bahagia. Tidak! Itu salah besar. Kuremas sprei yang tengah aku duduki. Berusaha menahan emosi. Bagaimanapun aku tidak boleh marah terhadap Ayah dan Ibu. Aku harus bisa menahannya.“Kamu bisa menikah dengan Dean. Tidak apa-apa menikah siri, yang penting kalian bersatu. Terserah sekarang kamu tidak mencintainya. Tapi Ibu yakin, perlahan rasa cinta itu akan tumbuh seiring berjalannya waktu. Kamu harus bisa melihat sisi baiknya Dean. Dia banyak b

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status