مشاركة

Bab 105 Takdir

مؤلف: Yuni Masrifah
last update تاريخ النشر: 2026-05-10 16:26:40

Aku membeliak tajam, benarkah apa yang dikatakan Tristan itu?

“Permainan?” tanyaku. Sungguh, aku tidak pernah menduga jika semua ini hanyalah sebuah permainan.

Yang aku tahu, perjalanan hidup yang aku halani, adalah murni proses perjalanan hidup dari Tuhan. Aku tidak pernah mengira, jauhnya aku dari Tristan, bukanlah sebuah settingan. Namun, semuanya salah. Aku terlalu berprasangka baik.

Ya! Terkadang terlalu besar prasangka baik, tidak selalu berakhir dengan baik. Namun, bukan berarti aku mem
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (4)
goodnovel comment avatar
Yuni Masrifah
seharusnya begitu kak.
goodnovel comment avatar
carsun18106
hrsny elia ngga membenci ibunya dong kalau sdh dikasih pengertian sama ayahnya, masa 4 bln dibiarin
goodnovel comment avatar
Yuni Masrifah
betul kak.
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Suami Misteriusku    Bab 105 Takdir

    Aku membeliak tajam, benarkah apa yang dikatakan Tristan itu?“Permainan?” tanyaku. Sungguh, aku tidak pernah menduga jika semua ini hanyalah sebuah permainan. Yang aku tahu, perjalanan hidup yang aku halani, adalah murni proses perjalanan hidup dari Tuhan. Aku tidak pernah mengira, jauhnya aku dari Tristan, bukanlah sebuah settingan. Namun, semuanya salah. Aku terlalu berprasangka baik.Ya! Terkadang terlalu besar prasangka baik, tidak selalu berakhir dengan baik. Namun, bukan berarti aku membenarkan prasangka buruk.Tristan kembali menyesap rokoknya. Asap kembali membumbung keluar dari mulut dan hidungnya.“Ya! Dean dan orang tuamu bekerja sama dengan si penjual sup itu untuk tujuan tertentu. Penculikan yang terjadi padamu, itu tidak benar-benar ada. Semua itu hanyalah sebuah drama. Drama itu Dean yang ciptakan, dan kedua orang tuamu bertugas menyusun skenario. Dean dan orang tuamu tidak sadar, jika aku selalu mengawasimu, walaupun aku tidak ada di dekatmu. Uang bisa membuat mataku

  • Suami Misteriusku    Bab 104 Menatap Maut

    Aku menggelengkan kepalaku cepat. Ibu merasa dan menganggap dirinya yang paling tersakiti. Namun, dia tidak tahu seberapa sakitnya berada di posisiku.“Bukan begitu, Bu. Aku masih punya suami. Aku masih sah istri Tristan. Aku tidak bisa menikah lagi. Aku berhak menolak pernikahan ini,” sahutku.“Ya kalau begitu gugat cerai saja Tristan. Kan beres!” Ibu seolah tidak puas dengan egonya. Menganggap semua hal yang kuhadapi adalah gampang.Ibu tidak paham, masalah ini tidak sesederhana yang dia pikir. Gugat cerai, lalu menikah dengan Dean, dan hidup bahagia. Tidak! Itu salah besar. Kuremas sprei yang tengah aku duduki. Berusaha menahan emosi. Bagaimanapun aku tidak boleh marah terhadap Ayah dan Ibu. Aku harus bisa menahannya.“Kamu bisa menikah dengan Dean. Tidak apa-apa menikah siri, yang penting kalian bersatu. Terserah sekarang kamu tidak mencintainya. Tapi Ibu yakin, perlahan rasa cinta itu akan tumbuh seiring berjalannya waktu. Kamu harus bisa melihat sisi baiknya Dean. Dia banyak b

  • Suami Misteriusku    Bab 103 Acara

    Seketika kedua mataku berlinang. Mereka ada di sini, kedua wajah yang selalu aku rindukan.“Kamu tidak salah lihat, Sophia. Kemarilah! Kami sudah memaafkanmu!” Ayah berdiri, merentangkan kedua tangannya.Aku berlari, berlabuh pada pelukan pria tua yang menjadi cinta pertamaku. Sebelumnya aku berpikir bahwa empat bulan yang lalu adalah akhir dari pertemuan kami. Namun, aku salah, kini aku bisa merasakannya lagi, pelukan hangat penuh cinta.Tangan lain menggapaiku, membawaku ke dalam pelukannya. Ibu, dia mengecup keningku beberapa kali. Tanda cinta yang dulu selalu ia berikan padaku.Aku mengurai pelukan kami.“Katakan! Kenapa kalian bisa ada di sini? Apakah Ibu dan Ayah sengaja main di sini?” tanyaku.Mereka berdua menggeleng pelan.“Tidak, Sophia. Kami tinggal di sini bersama Dean. Tempat tinggal kita di kampung sudah tidak aman. Jadi, Dean memutuskan untuk membawa kami ke sini, ke rumahnya. Dean juga berusaha mencari kamu ke mana-mana. Petunjuk demi petunjuk dia kantongi. Dan … akhir

  • Suami Misteriusku    Bab 102 Terbebas

    Aku menoleh ke asal sumber suara. Di sana, di ambang pintu, kulihat Dean berdiri dengan tatapan tajam kepada orang-orang yang hendak menikahkanku dengan Pak Dirja secara paksa.“Dean!” gumamku.Dean berjalan menghampiriku. Kami semua berdiri, lantas Dean berdiri menghadapi mereka di depanku. Aku hanya menunduk di belakang tubuhnya. Menunggu apa yang akan terjadi setelah Dean datang.“Jadi kamu suami Sophia?” tanya Bu Neli.“Ya! Sudah lama saya mencari Sophia. Kami sempat terpisah karena suatu hal, dan sesuai petunjuk yang saya dapatkan, ternyata dia ada di sini,” jelas Dean.“Tapi Sophia berbuat tidak senonoh sama Pak Dirja. Sebagai suaminya, apakah kamu akan membiarkan masalah ini tanpa adanya pertanggung jawaban dari dua belah pihak? Kami yang tinggal di kampung ini, tidak rela jika kami mendapatkan sialnya karena perbuatan mereka.” Bu Neli seolah tidak puas. Memang, dari rautnya, nada bicara, dia terlihat tidak menyukai keberadaanku di sini. Entah masalahnya apa. Yang jelas, masala

  • Suami Misteriusku    Bab 101 Nikah Paksa

    Aku membeliak tak percaya. Mereka begitu nekat ingin menikahkanku dengan Pak Dirja. Di mana hati mereka?“Maaf, Ibu-ibu, Bapak-bapak, saya sudah bersuami, saya tidak mungkin menikah dengan Pak Dirja. Apalagi beliau sudah saya anggap seperti ayah saya sendiri. Kenapa kalian harus memaksa?” sergahku.Kulihat Pak Dirja menghubungi seseorang melalui ponselnya. Aku tidak tahu dia menghubungi siapa, aku tidak bisa mendengarnya karena riuh suara tetangga yang menggema.“Jangan banyak alasan, Sophia. Kalau memang kamu sudah bersuami, mana suami kamu? Perlihatkan pada kami? Terus ngapain kamu terus tinggal di sini? Jangan pikir kamu bisa membodohi kami. Jangan harap kamu bisa menghindar dari niat kami. Pokoknya malam ini juga kalian akan kami nikahkan. Mau tidak mau, suka tidak suka, kalian berdua harus siap!”Aku mengusap wajahku dengan kasar. Frustrasi dengan keadaan seperti ini.“Tidak! Saya tidak mau, saya masih punya suami, saya berani bersumpah. Tolong hargai saya, jangan memaksa seperti

  • Suami Misteriusku    Bab 100 Tidak Laku

    “Jangan pergi, ya, aku mohon!” pinta Randi. Suaranya lirih.Anak itu menggenggam tanganku begitu erat. Membuatku dilema dalam situasi ini.“Iya, Sophia. Jangan dulu pergi. Kasih kami waktu untuk untuk benar-benar siap melepasmu pulang. Tapi tidak sekarang, karena jujur untuk saat ini kami belum siap. Adanya kamu di sini, Randi memperlihatkan perkembangan baik. Dia ceria, semangat untuk kembali sembuh. Sangat berbeda saat sebelum kamu hadir di sini. Randi selalu murung, bahkan untuk makan saja saya sering kesulitan untuk membujuknya,” timpal Pak Dirja.Aku menunduk dalam diam. Posisiku di rumah ini serba salah. Seandainya aku tetap di sini, mereka pasti akan selalu menggunjingku, mendesakku untuk menikah dengan Pak Dirja. Namun, jika aku pergi, bagaimana dengan Randi?“Jangan pergi, ya! Aku mohon!” Randi kembali bersuara.Aku menghela napas dalam, sebelum akhirnya aku mengangguk, menyetujui permintaannya.“Sampai kamu sembuh, Bibi akan tetap di sini,” ucapku akhirnya.Randi beringsut,

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status