Share

Kehidupan Baru

Penulis: firdashe
last update Tanggal publikasi: 2026-08-21 20:02:19

Hari kepulangan Adji akhirnya tiba. Sejak pagi, Kirana sudah beberapa kali melihat jam di dinding.

Entah kenapa, perasaannya seperti anak kecil yang sedang menunggu sesuatu yang sangat ia nantikan.

Padahal yang akan dilakukan hanya pulang dari rumah sakit.

Namun kali ini berbeda, karena untuk pertama kalinya Kirana tidak pulang ke rumah Ayah sebagai seorang anak yang masih bergantung pada keluarganya.

Ia akan pulang sebagai seorang istri bersama Adji. Ke rumah kecil yang dulu begitu ia takuti.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Suami Pengganti Yang Perkasa   Kehidupan Baru

    Hari kepulangan Adji akhirnya tiba. Sejak pagi, Kirana sudah beberapa kali melihat jam di dinding.Entah kenapa, perasaannya seperti anak kecil yang sedang menunggu sesuatu yang sangat ia nantikan.Padahal yang akan dilakukan hanya pulang dari rumah sakit.Namun kali ini berbeda, karena untuk pertama kalinya Kirana tidak pulang ke rumah Ayah sebagai seorang anak yang masih bergantung pada keluarganya.Ia akan pulang sebagai seorang istri bersama Adji. Ke rumah kecil yang dulu begitu ia takuti. Kirana menatap koper kecil di sudut kamar.Hanya ada beberapa pakaian yang ia pilih sendiri.Tidak sebanyak seperti biasanya ketika ia bepergian.Dulu, satu perjalanan singkat saja bisa membuat beberapa koper memenuhi bagasi mobil.Sekarang? Satu koper kecil bahkan masih menyisakan ruang.Anehnya, Kirana tidak merasa kekurangan. Ia justru merasa sangat ringan."Non."Bi Ina masuk sambil membawa tas kecil."Kamar di rumah sudah dibersihkan. Semua barang yang Non minta juga sudah dikirim."Kirana

  • Suami Pengganti Yang Perkasa   Ayo, Pulang Bersamaku

    Kirana menatap Adji yang kembali terlelap. Perasaan lega ia rasakan setelah berani jujur pada Adjie. Namun, di balik rasa lega itu, ada kesedihan yang masih tersisa.Kesedihan karena Kirana sadar, ia hampir terlambat.Terlambat menyadari bahwa orang yang selama ini ia cari ternyata selalu berada di sisinya."Mas..."Ia mengusap pelan rambut suaminya agar tak terganggu tidurnya."Kalau waktu itu kamu benar-benar pergi..."Kirana berhenti,ia merasa tidak sanggup melanjutkan kalimatnya. Bayangan Adji yang terbaring tanpa nyawa kembali muncul di kepalanya. Dadanya langsung terasa sesak."Ternyata aku nggak sekuat yang selama ini aku kira."Kirana tersenyum pahit."Aku bisa kehilangan banyak hal dalam hidupku ,mas . Aku juga bisa kehilangan uang, karena aku bisa menghasilkannya lagi. Aku bisa kehilangan rumah,karena rumah bisa aku beli. Bahkan aku pernah kehilangan kemampuan untuk berjalan hingga saat ini. Tapi kehilangan kamu..."Air mata mengalir melewati pipinya,sebelum Kirana melanjutk

  • Suami Pengganti Yang Perkasa   Biarkan Aku Menjagamu, Kali Ini

    Kirana tidak pernah menyangka bahwa kebahagiaan bisa terasa sesederhana ini.Hanya dengan melihat Adjie membuka mata dan mendengar Adjie memanggil namanya.Hanya dengan merasakan genggaman tangan Adjie , meski genggaman itu masih begitu lemah. Namun di balik kebahagiaan itu, ada rasa takut yang belum sepenuhnya pergi.Kirana masih merasa takut, takut jika semua yang dirinya rasakan saat ini hanya sementara. Bahkan ia takut untuk tidur, karena khawatir saat ia membuka mata nanti, semuanya kembali seperti mimpi buruk.Karena itu sejak Adji sadar, Kirana hampir tidak pernah melepaskan tangannya."Kirana."suara Adji terdengar pelan.Kirana langsung menoleh ke arah Adjie, dengan tatapan hangat."Iya mas, kenapa ?”tanyanya khawatir jika Adjie merasakan sakit."Kamu belum pulang?"tanya Adjie lemah.Kirana menggeleng."Belum.""Kenapa?"Kirana tersenyum kecil."Karena suamiku belum pulang."Adji terdiam mendengar jawaban Kirana,ada sesuatu yang berubah dalam tatapannya. Kalimat sesederhana it

  • Suami Pengganti Yang Perkasa   Tolong Jangan Menangis

    "Kali ini... aku nggak akan ke mana-mana lagi."Suara Kirana bergetar saat menggenggam tangan Adji semakin erat.Air matanya terus mengalir, tetapi kali ini bukan karena ketakutan. Ada rasa lega yang perlahan memenuhi dadanya. Rasa lega yang bahkan tidak mampu ia gambarkan dengan kata-kata.Adji benar-benar membuka matanya.Pria itu masih terlihat lemah. Tatapannya belum sepenuhnya fokus, tetapi sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis saat melihat wajah Kirana yang sudah basah oleh air mata.Dokter selesai memeriksa kondisi Adji, lalu menoleh kepada Kirana."Kesadarannya sudah kembali. Ini pertanda yang sangat baik. Tapi kondisinya masih lemah karena kehilangan banyak darah. Tolong jangan mengajak beliau berbicara terlalu lama."Kirana mengangguk cepat, mengiyakan ucapan dokter yang menangani Adjie."Iya, Dok."Dokter tersenyum kecil sebelum mengajak para perawat keluar dari ruangan.Pintu kembali tertutup dan ruangan itu kembali sunyi. Kini hanya ada mereka berdua. Kirana mena

  • Suami Pengganti Yang Perkasa   Tolong Tatap Aku Sekali Lagi

    Kirana bahkan lupa sudah berapa lama ia duduk di sisi ranjang itu.Langit di balik jendela rumah sakit perlahan berubah warna. Malam yang panjang mulai berganti pagi, tetapi ia sama sekali tidak menyadarinya. Yang ia tahu, sejak Adji masuk ke ruang operasi hingga dipindahkan ke ruang perawatan, ia tidak pernah benar-benar mengalihkan pandangannya dari wajah pria itu.Wajah yang kini terlihat jauh lebih pucat.Perban putih yang membalut bahu kirinya terasa seperti pisau yang terus mengiris hati Kirana.Setiap kali mengingat tubuh Adji berdiri di depannya saat suara tembakan memecah udara malam itu, napas Kirana kembali terasa sesak.Peluru itu...Seharusnya mengarah kepadanya.Bukan kepada Adji.Jemari Kirana perlahan menyentuh punggung tangan pria itu. Hangatnya masih terasa, membuatnya sedikit lega.Setidaknya...Adji masih ada di sini."Mas..."Suara Kirana begitu lirih hingga nyaris tenggelam oleh bunyi monitor di samping ranjang."Katanya kamu mau bawa aku pulang."Kelopak matanya

  • Suami Pengganti Yang Perkasa   Aku Takut Kehilangan

    Kirana selalu mengira kehilangan adalah sesuatu yang sudah biasa. Saat kecelakaan waktu itu merenggut kedua kakinya, Kirana merasa kehilangan kebebasan.Saat Andrew pergi meninggalkannya, ia semakin kehilangan kepercayaan diri pada yang namanya cinta.Dan ketika sang Ayah memaksanya untuk menikah dengan Adjie, Kirana merasa kehilangan hak untuk menentukan hidupku sendiri.Ternyata semua itu salah, kehilangan yang sebenarnya adalah saat melihat orang yang kita cintai terbaring tak berdaya, sementara kita tidak bisa melakukan apa pun selain menunggu.Kirana memandang Adji yang masih tertidur lelap. Dadanya naik turun perlahan, diiringi suara mesin monitor yang terdengar begitu pelan. Sesekali alisbya berkerut setiap melihat perban putih yang membalut bahunya.Peluru itu...Seharusnya mengenainya. Kalau saja Adji tidak berlari melindunginya, mungkin sekarang Kirana yang berada di atas ranjang itu.Atau...Mungkin dirinya bahkan tidak akan sempat membuka mata lagi. Tanpa sadar Kirana mengg

  • Suami Pengganti Yang Perkasa   Langkah

    "AAAHHHHHH!"Jeritan frustrasi itu lolos begitu saja dari tenggorokan Kirana, membelah keheningan paviliun tak lama setelah langkah kaki Adji menghilang di selasar. Wajah Kirana merah padam karena amarah yang memuncak. Dengan napas memburu, ia menyambar bantal di sampingnya dan melemparkannya ke ar

  • Suami Pengganti Yang Perkasa   Jatuh Cinta Padamu

    Suasana ruang makan itu mendadak hening setelah kalimat tajam Kirana menghantam Rendy. Pandu Pranawa hanya menyesap kopinya dengan tenang, seolah-olah pertikaian di depannya hanyalah musik latar yang menemani sarapan. Sudah biasa bagi Pandu melihat keluarganya saling gigit.Adji, yang masih berdi

  • Suami Pengganti Yang Perkasa   Mahar Kehormatan

    Pernikahan ini sama sekali tidak seperti yang pernah Kirana bayangkan dulu. Tidak ada ribuan kolega politik Ayah, tidak ada sorotan kamera stasiun televisi nasional, dan tidak ada kemewahan yang dipamerkan. Bagi keluarga sekelas Pranawa, prosesi di kapel pribadi di sudut vila mewah ini terasa sepe

  • Suami Pengganti Yang Perkasa   Barter

    "Kirana, Kamu harus menikah dengan Adji.” Dada Kirana mendadak sesak, seperti dihantam batu besar. Kirana ingin berdiri, memaki, atau minimal pergi dari ruangan itu. Namun, jangankan melangkah, menggeser kakinya sendiri saja dia tidak mampu. Adji? Kok bisa-bisanya Ayahnya, Pandu memaksa putri t

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status