Home / Romansa / Suami Perkasa / Kau Inginkan Perang

Share

Kau Inginkan Perang

last update publish date: 2025-08-14 13:28:10
---

Farel duduk di kursinya dengan rahang mengeras, ponsel di tangannya bergetar tanpa henti. Pesan masuk, tautan-tautan video, tangkapan layar—semuanya sama: dirinya bersama Naomi di ranjang, tubuhnya terbuka untuk dunia. Ia merasa mual. Rasa malu bercampur amarah menyesak di dada, tapi ada satu hal yang membuatnya heran—kapan momen itu direkam? Ia tidak pernah setuju, tidak pernah sadar.

Dengan langkah lebar dan napas berat, Farel keluar dari kantornya, meninggalkan tatapan penasaran rekan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Suami Perkasa   Pecat Nadia

    Perasaan bersalah itu tidak pernah benar-benar pergi dari Mariana;Lucy bernapas dengan sisa-sisa berat yang belum sepenuhnya hilang, bayangan tentang asap rokok dan sosok Edward selalu ikut muncul, menempel seperti bayangan yang tak bisa dilepaskan. Ia sempat ingin mengakhiri semuanya, memutus Edward sekali dan untuk selamanya, demi Lucy, demi dirinya sendiri. Jarinya pernah berhenti di atas layar ponsel, tepat di nama itu. “Udah cukup…” bisiknya pelan. Tapi sebelum keputusan itu benar-benar jadi, bayangan itu muncul—Durasi? Tahan uji.Stamina.. terlalu KuatTeknik.. sangat Kreatif.Dan yang paling pentimg Edward hafal titik-titik sensitif tubuhnya..Mariana tidak rela kehilangan kesenangan begitu aja. “Kalau aku lepas semuanya… aku bakal kehilangan kepuasan.” gumamnya. Pada akhirnya, ia tidak jadi menekan apa pun. Lucy perlahan sembuh. Batuknya mereda, napasnya kembali teratur, dan tangisnya kembali hidup. Rumah yang sempat tegang mulai menemukan ritmenya lagi, meski tidak

  • Suami Perkasa   kita Usahakan

    Awalnya terasa seperti sesuatu yang ringan, hampir seperti adegan yang terlalu indah untuk dipertanyakan. Edward berdiri di dekat jendela, cahaya sore jatuh miring di bahunya, mempertegas garis rahang yang tegas dan tatapan yang selalu seolah tahu apa yang ia inginkan. Di sela jemarinya, rokok menyala pelan, asapnya naik tipis, melingkar santai sebelum menghilang di udara. Ia menghisap tanpa terburu-buru, seolah dunia berjalan mengikuti ritmenya. Mariana duduk di sofa, memperhatikannya dengan senyum kecil yang sulit ia sembunyikan. “Apa sih lihatnya gitu amat?” Edward melirik, setengah tersenyum. Mariana hanya mengangkat bahu, tertawa pelan. “Nggak. Cuma… kamu tuh sok keren.” Edward mendekat tanpa menjawab, menyingkirkan rokoknya ke asbak, lalu berdiri tepat di depannya. Tangannya naik, menyelip ke rambut Mariana, menariknya sedikit mendongak. Ada aroma asap yang masih menempel, bercampur dengan sesuatu yang hangat dan familiar. Sebelum Mariana sempat bicara, bibir Edward sudah

  • Suami Perkasa   Pilihan Yang Bukan Pilihan

    Beberapa hari setelah itu, semuanya masih berjalan seperti biasa di permukaan. Mariana tetap di rumah, mencoba menjalani hari dengan ritme yang tampak normal, sementara Edgar tetap bersikap tenang seperti sebelumnya—tidak banyak bertanya, tidak pernah memaksa, dan seolah memilih memendam semua yang mungkin berputar di kepalanya. Namun ketenangan itu ternyata tidak benar-benar utuh. Sore itu, Edgar pulang dengan kondisi yang tidak bisa disembunyikan. Begitu pintu terbuka, Mariana yang sedang berada di ruang tengah langsung menoleh, dan dalam satu detik, tubuhnya refleks berdiri. Ada sesuatu yang langsung terasa tidak beres bahkan sebelum ia benar-benar melihat jelas. “Edgar—” Langkahnya cepat mendekat, hampir berlari kecil. Tangannya terangkat, ingin menyentuh wajah suaminya, tetapi tertahan di udara begitu ia melihat lebih jelas. Memar di sudut bibir. Pelipis yang sedikit bengkak. Dan goresan di tangan yang terlalu rapi untuk disebut kecelakaan biasa. “Ini kenapa?” su

  • Suami Perkasa   Cara Kamu Bilang Cinta

    Beberapa minggu setelah itu, vila yang awalnya terasa asing kini berubah menjadi ruang yang begitu akrab Pagi itu, cahaya matahari masuk perlahan melalui jendela besar kamar, menyinari lantai kayu dan sebagian tempat tidur yang belum sempat dirapikan. Mariana duduk ditepi ranjamg. Edward keluar dengan langkah santai, rambutnya masih basah, tetesan air jatuh perlahan ke bahu dan dadanya. Ia tidak mengenakan atasan, hanya celana panjang santai yang menggantung rendah di pinggangnya. Tidak ada kesan sengaja pamer, tapi justru itu yang membuat semuanya terasa lebih nyata. Mariana terpaku sejenak, matanya menangkap setiap detail tanpa bisa langsung berpaling. Tubuh Edward terlihat kuat dan terlatih, bukan berlebihan, tapi cukup untuk menunjukkan bahwa ia menjaga tubuhnya. Bahunya lebar, garis lengannya tegas, dan ada ketenangan dalam cara ia berdiri—seolah ia sepenuhnya nyaman dengan dirinya sendiri. Mariana cepat-cepat mengalihkan pandangan, tapi ekspresi kecil di wajahnya sudah

  • Suami Perkasa   Jauhi Mariana

    Beberapa hari setelah itu, semuanya masih terlihat normal di permukaan, seolah tidak ada yang benar-benar berubah. Mariana tetap menjalani rutinitasnya seperti biasa dengan sikap yang tenang dan lebih diam dari sebelumnya. Edgar juga tidak banyak berubah dari luar; ia tetap menjadi sosok yang stabil, tidak banyak bertanya, tidak menekan, dan tidak mencoba membuka hal-hal yang jelas belum siap dibicarakan. Lucy tetap menjadi pusat kecil yang mengikat semuanya, tawa dan kehadirannya membuat rumah itu tampak utuh seperti sebelumnya. Namun di balik semua itu, ada sesuatu yang bergeser perlahan. Tidak terlihat jelas, tidak terucap, tapi terasa. Seperti retakan halus yang belum pecah, tapi sudah ada. Dan Edward bukan tipe orang yang suka menunggu terlalu lama. --- Siang itu, Edgar keluar rumah seperti biasa. Ia hanya berniat pergi ke minimarket di ujung jalan untuk membeli beberapa kebutuhan kecil, sesuatu yang sudah menjadi bagian dari rutinitas hariannya. Ia tidak memikirkan apa pun s

  • Suami Perkasa   Sudah Cukup

    Beberapa hari kemudian.. Mariana pulang dengan langkah yang sedikit berbeda dari biasanya. Ada kekakuan halus pada cara ia berjalan, seolah tubuhnya masih menyimpan sisa-sisa pengalaman yang belum sepenuhnya hilang, namun ia berusaha menutupinya dengan sikap setenang mungkin. Rumah itu menyambutnya dengan suasana yang sama seperti sebelumnya—hening, rapi, dan tidak berubah—justru kontras dengan dirinya yang terasa tidak lagi sepenuhnya sama. Saat ia melangkah masuk lebih dalam, Edgar sudah berada di ruang tengah. Ia menoleh begitu mendengar pintu terbuka, dan dalam satu detik, begitu banyak hal langsung berputar di kepalanya. Tatapannya berhenti pada Mariana, mencoba membaca sesuatu yang tidak diucapkan. “Kamu… udah pulang sayang,” ucapnya akhirnya, suaranya tenang meski menyimpan banyak hal. Mariana mengangguk pelan. “Iya.” Hanya itu. Sederhana, tapi cukup untuk membuat suasana di antara mereka terasa lebih berat dari seharusnya. Edgar sebenarnya ingin bertanya lebih jauh. Ke

  • Suami Perkasa   Iri Sekaligus Lega

    Pintu menutup perlahan. Suara langkah kaki Carlos menjauh, hingga akhirnya lenyap bersama deru angin sore.Keira berdiri mematung di ruang tamu, masih menggenggam amplop cokelat di tangannya. Hatinya kacau. Tubuhnya ada di sini, bersama Michel dan anak-anak, tapi pikirannya tertinggal di ambang pin

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Suami Perkasa   Ancaman

    ---Malam itu, kamar besar di lantai atas beraroma hangat. Lampu temaram kuning keemasan menyinari dinding marmer, sementara Elina bersandar di ranjang, rambut panjangnya tergerai menutupi bahu. Tubuhnya masih letih setelah seharian mengurus bayi, namun sorot matanya tetap lembut.Carlos masuk deng

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Suami Perkasa   Anak Siapa

    Malam itu, sepulang dari karaoke, Elina berusaha menenangkan diri di kamar mandi rumahnya. Ia menyalakan shower, membiarkan air panas mengguyur tubuhnya, seakan-akan air bisa menghapus setiap jejak luka dan ingatan buruk yang masih melekat di tubuhnya. Uap memenuhi ruangan kecil itu, membuat kaca k

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Suami Perkasa   Aku Akan Ceritakan

    Beberapa hari kemudian, Carlos membawa Pedro kembali. Ia ingin semua terungkap di depan Elina. Malam itu, di ruang kerja rumah besar mereka, Elina duduk gemetar di sofa. Mariana ada di sana, wajahnya masih penuh percaya diri. Carlos berdiri di depan keduanya, Pedro duduk gelisah di sudut ruangan.

    last updateLast Updated : 2026-04-01
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status