공유

72. Sunset

작가: kamiya san
last update 게시일: 2025-12-17 23:56:09

Apa yang dibilang ibunya memang benar. Dirinya reflek tidak ingin makan sebab Zoe belum datang. Terbiasa makan bersama selama ini, membuatnya enggan untuk makan sendiri tanpa lelaki itu duduk di meja makan.

“Dia pergi begitu saja, tidak ada kata pamit padaku. Makan pun sendiri tanpa mengingatku. Apa juga yang kuharap dari datangnya.” Alingga menyambar handuk dan pergi ke kamar mandi. Adzan ashar telah bersahutan serentak di Pulau Bintan.

Ceklek

“Ling… Ibuk baru saja akan memanggilmu unt
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Suami Rahasiaku Ternyata Paman Tiriku   134. End

    Subuh. Dua Hari Kemudian. Tok! Tok! Tok! “Mbak Alingga … Mas Zoe …! Sudah subuh!” Suara Mak Tini terdengar pelan dari balik pintu. Alingga mengerjap. Kepalanya masih bersandar nyaman di dada Zoe yang hangat. Lelaki itu pun masih memeluk pinggangnya erat, seolah belum rela melepaskan. “Bangun, Pak Zoe …,” bisik Alingga sambil menepuk pelan dada suaminya. Zoe mendesah, membuka mata dengan enggan. Rambutnya acak-acakan. “Baru juga tidur nyenyak.” “Kita sendiri yang minta dibangunin, kan. Ingat?” sahut Alingga. “Hm.” Zoe akhirnya duduk. Jubah tidurnya sedikit tersingkap, memperlihatkan dada bidangnya. Sama seperti Alingga yang tadi tidur hanya berbalut jubah tipis. “Kamu mandi duluan, Ling,” ucap Zoe sambil beringsut ke tepi ranjang dan berdiri. Selagi Alingga ke kamar mandi, Zoe membereskan kamar. Baju yang berserakan dipungut satu per satu. Selimut dirapikan. Ia bahkan memungut kerudung Alingga yang tersangkut di kaki ranjang, lalu tersenyum kecil. Tak lama, mereka

  • Suami Rahasiaku Ternyata Paman Tiriku   133. Menikah dengan Siapa?

    Alingga merasa kesal sekaligus ingin tertawa. Sudah berapa kali dirinya gagal berbusana. Lebih tepatnya digagalkan. Meski dengan memejam, tetapi tangan lelaki itu seperti kerasukan dan terus memenjara tubuhnya. “Pak Zoe, katakan segalanya mengenai pernikahanmu dengan Mbak Sandra.” Alingga mengungkitnya. Kesalnya kembali berserabut. “Ck, itu nanti dulu. Penuhi dulu tugasmu, senangkan aku dulu, Alingga.” Zoe mempererat dekapannya. “Ish, sengaja ngulur-ngulur. Sudah ah, main-mainnya, Pak zoe! Segan, nanti kedengaran Mak Tini!” seru Alingga dengan suara lirih. Namun, Zoe justru menghentak tubuhnya dan memeluk erat. “Mak Tini nggak akan ada di rumah ini. Sudah kusuruh pergi dan jangan kembali sementara.” Zoe berkata santai dengan suaranya yang menggema. “Pergi sementara, dia ke mana?!” tanya Alingga histeris. Zoe segera melonggarkan pelukan, khawatir istrinya jadi sesak napas sebab kaget. “Dia check in,” sahut Zoe dengan tersenyum. Sudah diduganya, Alingga pasti keheranan

  • Suami Rahasiaku Ternyata Paman Tiriku   132.

    “Tunggu, Pak Zoe!” sentak Alingga sedikit keras dengan ekspresi serius. Tatapannya lebar dan tidak berkedip pada lelaki yang membuatnya sedikit mendongak. “Ada apa, Ling?” Zoe terkejut dan memandang saksama. Mereka berhenti tepat di depan pintu kamar. Tangan yang akan mendorong handle pintu ditarik lagi dan tidak jadi membukanya. “Memangnya, Ini kamar siapa …?” Alingga berusaha terus serius tetapi tidak mampu menahan senyumnya. Merasa puas dengan ekspresi Zoe yang benar-benar tampak bingung. “Kamu ingin mengerjaiku, Ling? Jelas jika kata asisten rumahmu, ini kamarmu!” Namun, Zoe menyadari ulah Alingga dengan cepat. Tanpa menunggu lagi, pintu kamar sudah dibukanya. Alingga kembali ditariknya untuk masuk. Tidak peduli Alingga keberatan dan berusaha menolak. “Pak Zoe, kenapa kamu tiba-tiba datang?” Alingga bertanya saat Zoe menutup pintu kamar. Coba bertahan dengan diam di depan pintu. Lelaki yang ditanya tidak menjawab dengan kata-kata tetapi langsung dengan pelukan era

  • Suami Rahasiaku Ternyata Paman Tiriku   131. Perempuan Nakal!

    Jantung Alingga seperti meledak. Apa yang dilihat terasa kejutan luar biasa dan mendadak. Sosok yang membujur di sofa dan terlihat kakinya bersarung itu ternyata Pak Zoerendra! “Siapa, Ling?” tanya Danu juga ikut mendekati sofa untuk melihatnya. Setelah diamati, dia adalah pria dewasa. Kulitnya terlihat bersih dengan hidung yang mancung. Rambut tampak berkilat dan lebat. Fix, dia pria berkharisma dan tampan. “Dia … adik ipar ibuku,” jawab Alingga lirih. Simalakama rasanya. Antara menduga Zoe sedang kelelahan, juga khawatir akan berburuk sangka jika lelaki itu melihatnya dengan Danu berdua dalam rumah. “Apa dia orang baik?” tanya Danu terus terang. Merasa khawatir dengan keamanan Alingga di rumahnya. Tidak ingin kejadian buruk dulu terulang kembali. “Aman, jangan khawatir, Mas. Dia baik banget.” Alingga tidak tahu lagi harus bilang apa. Namun, segera menyadari bahwa kesalahannya adalah membawa lelaki ke dalam rumah. Bagaimana cara bilang pada Danu untuk segera pulang s

  • Suami Rahasiaku Ternyata Paman Tiriku   130. Tamu Gelap

    Sajadah dan mukena telah dilipat begitu cepat dengan sedikit tidak rapi. Namun, sempat diletak semula di atas kursi di pojok kamar. “Ada apa dia, tumben. Nggak salah kirim, kan …?” gumam Alingga. Menyambar ponsel dan duduk di atas sisi pembaringan. Tidak sabar membaca isi pesan yang dikirim Zoe setelah memilih mengabaikannya. Bagaimana lagi, subuhnya hampir lewat. Ternyata bukan hanya pesan. Tetapi beberapa panggilan masuk dari lelaki itu saat dirinya mandi. Hati pun berubah lebih keras berdebar. Ini sangat mengejutkan. Kenapa mendadak lelaki itu seperti jadi rempong?! “Dia … dia ingin datang? Kapan? Apa dengan Mbak Sandra?” gumam Alingga. Terkejut luar biasa dengan isi pesan dari Zoerendra yang mengatakan akan datang. Menanyakan di mana Alingga berada. Tapi pesan itu malam tadi. Pagi ini, lelaki itu meminta dikirim share lokasi. Lantas, di mana Pak Zoe saat ini? Sempat bingung, Alingga memutuskan mengirim lokasi dirinya. Barangkali Zoe memang sudah di Kota Malang dari semalam. M

  • Suami Rahasiaku Ternyata Paman Tiriku   129.

    Dua minggu berlalu. Alingga tidak lagi sesibuk belakangan. Urusan Dinda telah sukses dibereskan. Danu begitu baik, bertanggung jawab, dan sangat ringan tangan. Meskipun tidak sampai pelaminan, tetapi kasus mereka telah dikawalnya hingga penghulu di KUA. Meski Dinda sudah tidak lagi ada, tetapi masih peduli pada Alingga yang ternyata tanpa keluarga di rumahnya. Meski ada Mak Tini yang tetap menemani sebagai asisten rumah tangga. Perhatian anak Pak RT tidak lantas selesai."Yah, ini kan hujan, Mas? Dari mana?" sapa Alingga setelah menemui Danu di teras pukul delapan malam. "Aku kepikiran nganter durian buat kamu!" tegas Danu. Tampak sedikit basah, dia sedang mengelap mukanya dengan telapak tangan. “Mas Danu repot-repot banget! Bawa durian lagi!” ucap Alingga meresponnya. “Banyak orang jual di pinggir jalan. Sekalian, kalo beli beberapa kan diskon.” Danu tersenyum. Rambutnya pun basah. Lelaki itu dari mobil di trotoar berlari ke teras tanpa payung. “Satu saja sih cukup, Mas. C

  • Suami Rahasiaku Ternyata Paman Tiriku   122. Meluruskan

    Alingga menarik napas dalam-dalam dan menghembuskan perlahan. Rasanya sangat ingin meledak saat itu juga, tetapi coba ditahan sebentar mengingat sedang bersemuka dengan orang tua. Bahkan mantan calon mertua. Meski dirinya perempuan yang suka merasa iba, tetapi jika sudah berkhianat, jangan harap be

  • Suami Rahasiaku Ternyata Paman Tiriku   121. Ingkar Janji

    Hanan bersama Alingga masih berputar-putar dalam bandara. Selain singgah di mushola, juga menyempatkan untuk membelok di sebuah rumah makan. Setelah makan siang di bandara, Hanan menelepon seseorang. Rupanya sopir keluarga yang dulu juga sempat Alingga kenal. Tidak lama, sang sopir datang men

  • Suami Rahasiaku Ternyata Paman Tiriku   120. Ingin Dua Sekaligus

    Di antara ratusan orang-orang yang berlalu lalang di Pelabuhan Telaga Punggur, terdapat seorang perempuan cantik berkerudung sedang duduk dan melamun. Memilih tidak jadi menyebrang demi efisiensi waktu yang dimiliki. Setelah menelepon ibunya dan mendapat doa restu terbaik, meski nada wanita di se

  • Suami Rahasiaku Ternyata Paman Tiriku   118. Lelaki Tepat Sejagad Raya

    Alur cerita film di bioskop masih mencengkeram isi dalam kepala. Seperti melihat sosok tokoh lelaki dalam film adalah Zoe dan dirinya pun tokoh gadis malang yang bersedih. Merasa duka berlarut dan gelisah akan kembali kehilangan si lelaki. Rasa desir dengan debar sebab hasrat yang sempat terpant

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status