Share

Bab 52 Kalah Telak

Author: Novita024
last update publish date: 2026-09-13 22:23:17
"Apa kau tahu di mana mereka?" tanya Julian yang tidak menemukan keberadan Olivia.

Liam menggeleng. Sejak masuk, mereka memang sudah berpisah. Keduanya kemudian pergi mencari keberadaan istrinya. Saat melewati toilet wanita, Julian dan Liam merasa heran melihat kerumunan orang, keduanya langsung mendekat.

"Ada apa ini?" tanya Liam memecah kerumunan. Matanya sedikit membelak melihat Mia yang kini terduduk di lantai dengan keadaan menyedihkan.

Julian juga melihat hal yang sama, mereka lang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Suami Sempurna Untuk Olivia   Bab 62 Perasaan Aneh

    Olivia terbangun dari tidurnya, ia sedikit bingung mendapati dirinya berada di atas kasur. Ia menoleh ke samping dan menemukan Julian tertidur di sofa, yang berarti pria itu semalaman tidur di sofa dan malah dirinya yang tidur nyaman di kasur pasien.Dahi Olivia menyergit bingung, ia sendiri tidak mengerti kenapa Julian melakukan hal tersebut, Olivia merasa ada gejolak aneh di dalam dirinya, entah itu rasa benci ataupun iba. Ia sendiri tidak bisa memastikannya.Olivia kemudian bangkit dari tidurnya, lalu berpindah ke kursi roda, hanya saja tangannya tak sengaja menyenggol ember yang terletak di atas nakas hingga terjatuh. Julian yang mendengar suara bising tersebut terbangun dari tidurnya dan langsung mendekati istrinya panik."Kau baik-baik saja?" tanya Julian cepat. Olivia yang berhasil berpindah ke kursi roda kini menatap lawan bicaranya datar, wajah pria itu masih tampak pucat seperti semalam. Bukankah kondisinya lebih mengkhawatirkan dibanding dirinya.Olivia mengangguk sebagai

  • Suami Sempurna Untuk Olivia   Bab 61 Keheningan

    Setelah perjanjian tersebut, Julian tetap merawat Olivia seperti biasanya. Tak ada hal yang berubah dari dirinya. Olivia yang melihat sikap tenang Julian sebenarnya merasa ragu. Apakah ucapannya semalam tidak berpengaruh apapun pada pria tersebut. "Makanlah dulu," Julian melepas celemek dari tubuh lalu duduk berhadapan dengan istrinya. Keduanya menyantap makanan dalam diam. Tak ada pembicaraan ataupun kedekatan, semua menjadi lebih asing dari sebelumnya. Keduanya menjalani rutinitas seperti biasa. * * * "Tuan, kau baik-baik saja?" tanya Ratna khawatir, wajah Julian terlihat lebih pucat dari sebelumnya. Julian mengangguk singkat, tak lupa memasang senyum tipis. " Ya, Aku baik-baik saja." Sebuah kebohongan yang keluar dari mulut Julian, setelah kejadian malam itu, Julian tidak lagi merasa tenang. Malam itu, Julian kembali terbangun, ia menoleh ke arah istrinya, ucapan Olivia masih tergiang di kepalanya. Ingatan saat ibunya meninggalkan dirinya berputar jelas, seolah baru te

  • Suami Sempurna Untuk Olivia   Bab 60 Meminta Cerai

    Di rumah, Julian sudah menunggu Olivia pulang. Begitu mendengar suara deru mobil memasuki perkarangan rumah. Julian segera keluar untuk menjemput istrinya. "Lihat, suamimu datang, kami pamit dulu ya," ujar Mia pergi, tak lupa melambaikan tangan ke arah Julian. Setelah mereka pergi Julian langsung mendekat membantu membawakan barang belanjaan istrinya, sementara Olivia mengarahkan kursi rodanya masuk ke dalam rumah. Sampai di depan pintu, Julian membantu Olivia mengganti sepatu dengan sendal rumah. "Bagaimana perjalananmu hari ini?" tanya Julian memecah keheningan. "Baik,"jawab Olivia singkat, dari pada meladeni pertanyaan Julian ia lebih memilih menyapa Mochi."Mochi," panggil Olivia kegirangan. Hewan lucu tersebut langsung berlari ke pangkuannya. "Kau menungguku ya."Julian tersenyum getir, padahal ia juga menunggu istrinya pulang. Namun, tetap saja Olivia tidak pernah tersenyum ke arahnya, seperti yang Olivia lakukan ke Mochi."Kau sudah makan malam?" tanya Julian lagi.Olivia

  • Suami Sempurna Untuk Olivia   Bab 59 Mulai Tertarik

    Esok harinya, Mia lebih dulu terbangun bahkan sebelum matahari menampakkan sinarnya. Ia sedikit bingung mendapati dirinya sudah berada di kamar dengan lightstick yang masih tergenggam ditangannya. Mia menoleh ke samping, ia tersenyum tipis melihat Liam yang masih tertidur. Mia menduga, pasti suaminya yang menggendongnya semalam. Mia memperhatikan wajah Liam lama. Awalnya ia juga sempat takut dengan pria di depannya. Mia pikir Liam akan memperlakukannya dengan buruk dan merendahkan dirinya. Namun, semuanya terbantahkan, rumor buruk yang melekat pada suaminya hanya omongan tak berdasar. Harus Mia akui, Liam memang tampan. Alisnya yang tebal terlihat semakin tegas ketika pria itu tertidur. Entah kenapa, pagi itu Mia justru memperhatikan wajah tersebut lebih lama dari biasanya. Tanganya terulur menyentuh alis suaminya. Beberapa detik kemudian Mia langsung menarik kembali tangannya. "Aneh sekali, kenapa aku malah tiba-tiba ingin menyentuhnya." Mia kemudian bangkit dari kasur

  • Suami Sempurna Untuk Olivia   Bab 58 Konser

    Sepulangnya dari sidang, Julian dan Olivia mampir ke sebuah restoran untuk makan. Seperti biasa, Julian lebih dulu memperhatikan makanan istrinya, ia kini sibuk memisahkan daging ikan dari tulang sebelum diberikan ke Olivia. Semua kaum hawa yang ada di restoran menatap iri ke Olivia. Namun, Olivia tak perduli sama sekali. Keduanya menyantap makanan dalam diam, tak ada yang memulai pembicaraan Tak berapa lama hujan mulai turun, membuat Olivia merasa terjebak. "Kau tunggu di sini sebentar, aku akan mengambil payung di dalam mobil," beritahu Julian sebelum bangkit dari duduknya. "Tidak perlu, kita tunggu sampai hujannya berhenti," cegah Olivia. Melihat kondisinya sekarang, ia yakin Julian pasti menggendongnya dari pintu restoran hingga kerparkiran nanti dan hal tersebut pasti menarik perhatian banyak orang, ia tidak mau kembali menjadi tontonan. Julian menggangguk singkat, ia melihat ke luar jendela dengan tatapan kosong. Setiap kali hujan turun, ia tetap merasa tidak tenang.

  • Suami Sempurna Untuk Olivia   Bab 57 Perhatian Kecil

    Disaat semua orang melihat ke arah video dengan tatapan marah karena emosi atas perbuatan Sinta. Berbeda dengan Julian, video tersebut malah membuat tubuhnya menegang, suara makian dan pukulan terdengar familiar di telingannya. Julian mengambil satu langkah mundur. Namun, ia tetap memaksakan diri untuk tetap melihat ke layar. Bayangan masa lalu saat ayahnya memukuli dirinya kini berputar dengan jelas di kepalanya. Julian yang sadar dengan tubuhnya yang mulai menunjukan reaksi ketakutan, langsung menyembunyikan kedua tangannya kebelakang, agar tidak ada yang sadar dengan hal yang sedang terjadi pada tubuhnya, ia harus tetap tenang dan terlihat profesional di ruang sidang. Sementara dari jauh, Olivia melihat segalanya, ia menyadari ekspresi tegang pria itu, Olivia bahkan sempat memperhatikan tangan Julian yang tampak gemeteran, sebelum pria itu berhasil menyembunyikannya, ada tanda tanya besar di dalam hati Olivia. Reaksi yang Julian berikan tampak aneh menurutnya. Setelah vide

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status