Share

Bab 58

Author: Novita024
last update publish date: 2026-09-25 23:34:40

Sepulangnya dari sidang, Julian dan Olivia kini mampir ke sebuah restoran untuk makan. Seperti biasa, Julian lebih dulu memperhatikan makanan istrinya, ia memisahkan daging ikan dari tulang sebelum diberikan ke Olivia.

Semua kaum hawa yang ada di restoran menatap iri ke Olivia. Namun, Olivia tak perduli sama sekali. Keduanya menyantap makanan dalam diam, tak ada yang memulai pembicaraan

Tak berapa lama hujan mulai turun, membuat Olivia merasa terjebak.

"Kau tunggu di sini sebentar, aku akan m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Suami Sempurna Untuk Olivia   Bab 58

    Sepulangnya dari sidang, Julian dan Olivia kini mampir ke sebuah restoran untuk makan. Seperti biasa, Julian lebih dulu memperhatikan makanan istrinya, ia memisahkan daging ikan dari tulang sebelum diberikan ke Olivia. Semua kaum hawa yang ada di restoran menatap iri ke Olivia. Namun, Olivia tak perduli sama sekali. Keduanya menyantap makanan dalam diam, tak ada yang memulai pembicaraanTak berapa lama hujan mulai turun, membuat Olivia merasa terjebak. "Kau tunggu di sini sebentar, aku akan mengambil payung di dalam mobil," beritahu Julian sebelum bangkit dari duduknya. "Tidak perlu, kita tunggu sampai hujannya berhenti," ujar Olivia. Melihat kondisinya, Julian pasti menggendongnya dari pintu restoran hingga kerparkiran nanti dan hal tersebut pasti menarik perhatian banyak orang, ia tidak mau kembali menjadi pusat perhatian. Julian menggangguk singkat, ia melihat ke luar jendela dengan tatapan kosong. Setiap kali hujan turun, ia tetap merasa tidak tenang. Sedangkan Olivia memilih

  • Suami Sempurna Untuk Olivia   Bab 57 Perhatian Kecil

    Disaat semua orang melihat ke arah video dengan tatapan marah karena emosi atas perbuatan Sinta. Berbeda dengan Julian, video tersebut malah membuat tubuhnya menegang, suara makian dan pukulan terdengar familiar di telingannya. Julian mengambil satu langkah mundur. Namun, ia tetap memaksakan diri untuk tetap melihat ke layar. Bayangan masa lalu saat ayahnya memukuli dirinya kini berputar dengan jelas di kepalanya. Julian yang sadar dengan tubuhnya yang mulai menunjukan reaksi ketakutan, langsung menyembunyikan kedua tangannya kebelakang, agar tidak ada yang sadar dengan hal yang sedang terjadi pada tubuhnya, ia harus tetap tenang dan terlihat profesional di ruang sidang. Sementara dari jauh, Olivia melihat segalanya, ia menyadari ekspresi tegang pria itu, Olivia bahkan sempat memperhatikan tangan Julian yang tampak gemeteran, sebelum pria itu berhasil menyembunyikannya, ada tanda tanya besar di dalam hati Olivia. Reaksi yang Julian berikan tampak aneh menurutnya. Setelah vide

  • Suami Sempurna Untuk Olivia   Bab 56 Persidangan

    "Mia, ada yang ingin ku katakan padamu," ucap Liam setelah keduanya selesai makan. "Katakan saja," jawab Mia fokus mendengarkan perkataan suaminya. "Sebenarnya, beberapa waktu lalu aku menyelidiki kehidupan masa lalumu dan tentang pembullyan yang di lakukan Sinta padamu," beritahu Liam jujur, meskipun nanti Mia mungkin marah karena dirinya terlalu ikut campur, ia tidak perduli. Prioritas pertamanya adalah membantu istrinya mendapatkan keadilan. Mia terdiam sesaat, ia tetap berusaha memasang senyum terbaiknya. "Tidak masalah, itu hanya kejadian masa lalu tidak perlu dipikirkan." "Tapi aku tidak bisa mengabaikannya begitu saja," sela Liam. Hal tersebut tentu saja penting menurutnya. Mia tak langsung menjawab, pikiran buruk mulai memenuhi kepalanya, ia mulai bertanya-tanya. Apakah pria di depannya akan menertawakan masa lalunya? Atau merasa malu karena menikahi wanita menyedihkan sepertinya?. "Maaf, karena masa laluku sudah membawa dampak buruk ke dalam hidupmu," sahut Mia p

  • Suami Sempurna Untuk Olivia   Bab 55 Salah Tingkah

    Olivia maju dan dengan cepat menumbangkan ketiganya satu persatu hingga tersungkur ke tanah, tanpa mereka tahu, kalau di sekolah sebelumnya Olivia adalah atlet bela diri dan setiap kali ikut lomba, Olivia selalu meraih juara pertama. Olivia melipat kedua tanganya di depan dada sembari menatap lawannya dengan ekspresi mengejek. "Jadi bagaimana? Masih ingin menghalangi?"Sinta dan kedua temannya tak berani lagi menjawab, Olivia kemudian menarik tangan Mia yang masih terkejut melihat kemampuannya tadi. Mereka pergi ke ruang UKS untuk mengobati luka Mia. Olivia menempelkan plester bergambar kartun lucu di lengan Mia."Lain kali, jika mereka masih menganggumu katakan saja padaku," ujar Olivia percaya diri. "Sekedar info, aku adalah pemegang sabuk hitam taekwondo, di sekolahku yang dulu.""Kau serius?" tanya Mia tercengang. Matanya sedikit melebar karena terjejut mendengar perkataan Olivia.Olivia mengangguk santai. ia merasa ekspresi Mia yang terkejut terlihat sangat lucu dimatanya.Hari

  • Suami Sempurna Untuk Olivia   Bab 54 Perbedaan

    Jika Liam disambut dengan senyum lebar Mia saat pulang. Hal tersebut tidak berlaku dengan Julian, begitu masuk, tak ada yang menyambut kepulangannya.Lampu rumah sudah menggelap, menunjukan bahwa penghuninya sudah tertidur lelap. Julian masuk ke dalam rumah tanpa berekspetasi apapun. Ia juga tidak berharap Olivia menunggunya, Julian tidak mau Olivia menunggu dan membuat jam tidur istrinya terganggu. Julian masuk ke kamar dengan hati-hati agar tidak menimbulkan kegaduhan, ia melihat istrinya yang sudah tertidur pulas.Julian segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan setelah selesai, ia segara mengganti pakaiannya dengan baju tidur. sesudah itu, Julian membaringkan dirinya di samping Olivia. Tanpa Julian tahu, sebenarnya Olivia tidak benar-benar tidur karena setiap kali Julian pulang terlambat, Olivia selalu menunggunya di kamar sembari menatap ke luar jendela dengan perasaan gelisah. Perasaan yang Olivia sendiri tidak mengerti, ia menganggap hal tersebut sebagai bagian dari

  • Suami Sempurna Untuk Olivia   Bab 53 Hal Sederhana

    Sesuai rencana kemarin, Sinta dan ayahnya kini berada di bandara. Namun, saat hendak melakukan pemeriksaan imigrasi, tiba-tiba beberapa orang petugas kepolisian datang menghampiri mereka. "Bapak Herman Wijaya?""Iya, ada apa ya?" tanya Herman bingung."Anda di tahan karena dugaan tindak pidana korupsi." Petugas itu juga menunjukkan surat penangkapan. Kedua wajah ayah dan anak tersebut langsung berubah pucat."Korupsi?" Herman merasa bingung harus berbuat apa. "Saya rasa ini ada kesalahpahaman.""Salah paham atau tidak ada dapat menjelaskannya nanti di pengadilan. Sekarang ikut kami pergi," petugas tersebut memborgol Herman begitu saja.Sinta yang melihat hal tersebut berusaha mengcegahnya. "Pak, dengar dulu, semua ini fitnah, Papa saya tidak pernah korupsi." Seorang petugas wanita kini berdiri di depan Sinta, "Anda juga di tangkap karena kasus pembullyan yang terjadi beberapa tahun silam."Wajah Sinta semakin memucat. "Dengar kalian tidak bisa menangkapku tanpa bukti yang jelas,"

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status