author-banner
Novita024
Novita024
Author

Novels by Novita024

Suami Sempurna Untuk Olivia

Suami Sempurna Untuk Olivia

Awalnya, Olivia menikah dengan Julian karena perjodohan yang diatur neneknya. ia tahu pria itu menikah karena uang yang diberikan sang nenek. jadi wajar jika Olivia tak menyukai suaminya. Namun, hubungan mereka semakin memburuk saat Olivia mengalami kecelakaan yang membuat kedua kakinya cacat. Olivia semakin membenci Julian. Berpikir bahwa pria tersebut adalah penyebab kecelakaan yang terjadi padanya. Olivia terus memberontak dan membuat pria itu marah. Anehnya Julian tetap memperlakukannya dengan baik, pria itu tak pernah sekalipun mengeluh dengan sikapnya. Sampai akhirnya perasaan Olivia mulai goyah, perlahan ia mulai membuka ruang untuk Julian. Saat di rasa pernikahan mereka mulai membaik, pria yang dulu di cintainya kembali. Hingga sebuah rahasia membuat Pernikahan Julian dan Olivia berada di ambang kehancuran. "Mungkin sejak awal aku memang tidak pernah punya tempat dihatimu," Lucas Julian.
Read
Chapter: Bab 40 Kembali Bekerja
Matahari menampakkan dirinya kembali, cahaya terangnya mulai memasuki celah jendela kamar Olivia. Ia membuka matanya perlahan menyambut mentari pagi.Hari ini Olivia menjalani rutinitasnya yang beberapa waktu lalu ia tinggalkan. Olivia segera bangun untuk membersihkan diri, tak lupa Soraya yang selalu membantu dirinya bersiap, semenjak kedua kakinya tidak bisa digerakkan.Julian tersenyum lega, saat melihat Olivia keluar kamar dengan persiapan rapi untuk kembali bekerja."Kita makan dulu, baru berangkat," ucap Julian memperingati. Keduanya makan dalam diam. Setelah selesai, Julian lebih dulu mengantar istrinya menuju butik. "Pulang nanti, aku akan menjemputmu.""Tidak perlu, aku bisa pulang bersama Mia nanti," tolak Olivia dingin. "Aku akan tetap menjemputmu," balas Julian menganggapi.Pada akhirnya Olivia hanya bisa menghembuskan napas kesal, pria itu tetap saja keras kepala. Ia menekan joystick mengarahkan kursi rodanya masuk ke dalam butik. Semua karyawan yang melihat Olivia dat
Last Updated: 2026-08-30
Chapter: Bab 39 Tanggung Jawab
Langit kini menggelap sepenuhnya, matahari telah menyembunyikan diri, diganti oleh cahaya bulan yang menerangi bumi.Gelapnya malam menjadi penanda waktu beristirahat setelah menjalani hari panjang yang melelahkan. Namun, bagi sebagian orang. Hal tersebut tak jadi alasan untuk tidur. Pekerjaan yang menumpuk tetap memaksa sebagian orang untuk terjaga melanjutkan aktivitasnya. Seperti halnya Julian, ia masih sibuk berkutat dengan pekerjaannya, tak lupa di sela-sela mengerjakan tugas, ia sesekali melirik Olivia yang masih tertidur. Julian sengaja membawa semua berkas kerjanya ke dalam kamar agar bisa terus mengawasi istrinya. Matanya kini fokus membaca berkas perkara dengan teliti, menyiapkan hal-hal yang diperlukan untuk menghadapi sidang besok.Namun, konsentrasinya langsung teralihkan saat melihat istrinya terbangun dari tidurnya. "Ada apa?" tanya Julian mendekat. "Apa kakimu terasa nyeri?"Olivia mengangguk. Terkadang, rasa nyeri memang sering timbul di malam hari. Julian mengambi
Last Updated: 2026-08-30
Chapter: Bab 38 Harapan
Selang beberapa menit, Julian kembali membawa obat dan juga minuman untuk istrinya."Lihat itu, suamimu sudah datang," beritahu wanita tersebut begitu melihat siluet Julian dari jauh.Tak lama kemudian, perawat memanggil wanita itu masuk ke ruang dokter. "Minumlah dulu," Julian menyondorkan botol air mineral itu pada istrinya. Namun, Olivia menolak. Setelah itu, Keduanya menuju area parkir untuk pulang.Hanya saja baru beberapa menit melaju, mobil kembali berhenti di sebuah restoran mewah."Kita makan dulu ya," beritahu Julian membuka pintu mobil, kemudian membantu istrinya kembali duduk di kursi roda. Saat masuk, suara teriakan yang sangat dikenal memanggil namanya. "Olivia.""Mia." Olivia ikut tersenyum membalas sapaan sahabatnya. "Kau baru pulang dari mana?" tanya Mia menghampiri sahabatnya. Ia mendorong kursi roda Olivia agar berada di sampingnya, sementara Julian dan Liam hanya bertegur singkat, keduanya duduk menghadap istri mereka."Pulang dari rumah sakit untuk melakukan k
Last Updated: 2026-08-29
Chapter: Bab 37 Rumah Sakit
Siang harinya Julian pulang lebih awal dari biasanya. "Olivia, dimana Bi?" tanya Julian begitu sampai di rumah. Ia sengaja pulang cepat untuk menemani Olivia melakukan kontrol ulang rutin ke ruamh sakit."Nyonya baru saja istirahat Tuan," sahut Soraya singkat."Tidak ada masalah kan Bi?" tanya Julian memastikan. "Aman Tuan, saya sudah melaksanakan semua yang anda katakan. Nyonya bahkan membantu memotong sayuran tadi," jelas Soraya lagi.Julian merasa lega mendengarnya. "Apa itu?" tanya Soraya yang penasaran dengan pet cargo yang di pegang Julian."Kucing Bi," Julian menunjukan isi di dalamnya. Tampak seekor kucing berukuran sedang dengan bulu berwarna putih. "Wah cantik sekali." Soraya menggendong kucing tersebut. Julian mengangguk setuju. Ia sengaja membeli kucing tersebut untuk menghibur istrinya. "Bi, saya ke kamar dulu ya."Soraya mengangguk singkat, ia sibuk bermain dengan kucing yang baru saja di bawa pulang majikannya.Julian kemudian pergi mengecek kondisi istrinya. Begi
Last Updated: 2026-08-29
Chapter: Bab 36 Melindungi Istri
Liam kembali masuk ke dalam rumah, langkahnya terlihat begitu tenang. Berbanding terbalik dengan ekspresi wajahnya yang seolah siap menumbangkan mangsanya dalam satu pukulan telak. Dingin dan tenang adalah dua hal yang membuat lawan bicaranya menciut seketika. Eva yang melihat Liam kembali tersenyum merekah dalam hati, ia mendekati Liam, sambil bergelayut manja. "Liam, aku tahu adikku memang salah, tapi jangan marah padanya." Kalimat tersebut membuat Liam semakin muak, ia menepis tangan Eva darinya. Menyapu tempat yang di sentuh wanita itu dengan perasaan jijik. "Siapa yang menamparnya?" Pertanyaan tersebut membuat semua orang yang ada di ruangan terdiam seketika. Atmosfer sekitar terasa semakin dingin. Tak ada suara, semua orang diam tak berani menjawab. "Aku tidak suka mengulangi perkataanku dua kali," ujar Liam tenang namun terdengar penuh penekanan. "Liam, Mia tadi mendorong kakaknya," ucap Erna berusaha memberi penjelasan. Liam terkekeh pelan, ia tidak mendug
Last Updated: 2026-08-28
Chapter: Bab 35 Sesuatu Yang Tertinggal
Erna langsung mendekati Mia dan menamparnya. "Bodoh! Harusnya kau merayu Liam agar datang kemari."Mia tersenyum miring, sejak awal ia sudah menebak, tidak ada seorangpun dari rumah, ini yang akan menyambut dirinya dengan baik. Bahkan, Rudi yang melihat putrinya datang, sama sekali tidak tertarik menyambutnya. "Apa kau menyuruhku pulang hanya untuk di tampar?" Pertanyaan tersebut membuat kemarahan Erna semakin memuncak. "Kau!"Saat Erna hendak kembali melayangkan tamparannya. Eva lebih dulu menghentikannya. "Ma, Lihat di sana.""Itu Liam," bisik Eva. Ia segera berjalan menghampiri pria itu."Maaf, aku sedikit terlambat." Liam menyerahkan barang bawaan kepada Rudi, Eva dan Erna. Ketiganya langsung menyambut Liam ramah. Seketika, wajah tampan Liam membuat Eva terpesona tanpa sadar. Selama ini, ia hanya melihat pria itu dari majalah bisnis yang dibacanya, Eva tidak menduga jika, dilihat secara langsung. Liam jauh lebih tampan berkali-kali lipat. Alis tebal, hidung mancung, dengan gari
Last Updated: 2026-08-28
Miss Gagal Move On

Miss Gagal Move On

Setelah dua tahun Lia putus dengan kekasihnya bernama Arka. Lia mencoba menghapus segala perasaan dan cintanya kepada Arka. Namun, semua tidaklah mudah. Arka selalu menghantui pikiran Lia setiap saat. Hingga suatu hari Lia bertekad melupakan Arka dengan bantuan Diana sahabatnya. Malangnya, takdir tidak berpihak di sisi, Lia yang mulai bisa menyingkirkan pikiran tentang Arka. Kini takdir malah mempertemukan kembali. Perasaan cinta yang seharusnya memudar kini bersemi tidak karuan. Apa yang harus Lia lakukan? Di saat dirinya mulai terbiasa tanpa Arka. Pria itu malah kembali, menguasai hati Lia lebih dalam lagi.
Read
Chapter: Masa Lalu
Saat kamu pergi, tidak ada lagi kata 'baik-baik saja' di dalam hidupku.***FlashbackSore itu Lia tersenyum senang manatap layar ponselnya dengan tatapan berbinar, ia tampak sesekali melompat kegirangan."Aku akan segera menemui." ujar Lia penuh semangat. Senyum di wajahnya tampak begitu indah. Seindah langit senja kala itu.Lia sudah berjanji untuk bertemu Arka di sebuah jembatan dekat kampus, tak berapa lama, orang yang ia tunggu akhirnya datang. Lia langsung menyambut Arka dengan senyum terbaiknya."Hai sayang," sapa Lia, ia langsung mengandeng tangan Arka. Arka hanya diam, ia menatap dalam manik mata Lia. "Ada apa?" tanyanya ketus. Kemudian menepis tangan Lia begitu saja.Lia yang menyadari perubahan raut wajah Arka, merasa aneh sekal
Last Updated: 2021-08-30
Chapter: Aku baik-baik saja
Jika cinta datang hanya untuk menyakiti, tak bisakah ia pergi tanpa mengiris hati.***Diana duduk sendirian di bangku taman, ia melimpah segala rasa sedih yang di tahannya di dalam hati. Ia menangis hingga terisak pilu, tidak perduli, orang-orang yang melewati dengan tatapan bingung.Suara ponsel mengalihkan perhatian Diana, ia menghapus segera air matanya dan mengatur suaranya agar tidak terdengar serak."Iya halo," sahut Diana dengan nada riang yang dibuat-buat."Maaf Mbak, naskah novel yang anda ajukan satu bulan lalu, tidak bisa kami terima karena tidak sesuai dengan keinginan penerbit," terang suara seberang.Diana berusaha tegar, ia tidak berusaha untuk berdebat tentang naskahnya dan mengakhiri percakapan tersebut seadanya. "Tidak masalah, saya mengerti."Setelah mematikan ponselnya, Diana kini kem
Last Updated: 2021-07-28
Chapter: Apa itu rasa sakit?
Untuk membuat orang yang kucintai bahagia, aku tidak harus ikut bahagia bukan? ~Diana~ Diana segera ke rumah sakit begitu mengetahui bahwa Lia dan Arka di serang preman. Diana langsung berlari memeluk Lia yang ketakutan di ruang tunggu. "Lia tenanglah, Arka akan baik-baik saja." "Diana aku takut, aku takut kejadian itu terulang lagi," tutur Lia sambil terus terisak, tubuhnya masih bergetar ketakutan. "Aku ini pembawa sial Diana, aku ini pembunuh!" Diana melepas pelukan mereka kasar. "Cukup Lia! Berhenti menyalahkan dirimu sendiri, kejadian itu bukan karena ulahmu, semua hanya takdir dan kamu tidak bisa menghindar." Diana memegang erat kedua tangan Lia. Ia mencoba untuk terus meyakinkan Lia bahwa apa yang terjadi memang telah di takdir kan tuhan. "Mulai hari in
Last Updated: 2021-07-27
Chapter: Perlakuan yang Berbeda
Rasa khawatir di matamu, membuktikan bahwa, kamu masih begitu mencintaiku.Bisakah aku menyimpulkan begitu?~Arka~Di sisi lain, Diana kini tengah sibuk mengambil kotak P3K yang berada di lemari atas.Seseorang datang dari belakang dan mengambil kotak P3K yang sejak tadi berusaha di raih Diana.Diana sedikit terkejut, ia berbalik melihat orang yang sudah mengambil benda tersebut."Rian, kok kamu ada di sini?" tanya Diana heran, padahal sebelumnya ia yakin Rian tadi duduk di ruang tamu."Ya mau bagaimana lagi, masak aku di tinggal sendirian." tutur Rian seadanya.Sebenarnya, Diana tidak bermaksud meninggalkan Rian sendirian di ruang tamu. Namun, luka di tangannya tiba-tiba berdenyut nyeri yang membuat Diana memutuskan untuk mengobati lukanya terlebih dahulu.
Last Updated: 2021-05-24
Chapter: Tamu tak Diundang
Diana yang tak berhenti tersenyum sambil cengengesan tidak jelas membuat Lia merasa sedikit geli sekaligus aneh.Lia mengibaskan tangannya beberapa kali di depan wajah Diana. "Woi, kerasukan setan ya."Diana terkejut, ia menatap kesal ke arah Lia. "Enak aja, aku masih sadar tau."Sementara Lia hanya menaikan kedua bahunya acuh, tangannya mulai berselancar mengambil salah satu makanan yang telah di siapkan Diana."Aww, sakit. Kok tanganku dipukul sih." Lia sedikit meringis."Cuci tangan dulu sono!"Lia mendelik sebentar ke arah Diana, tiba-tiba muncullah ide lincik di otak cantiknya, Perut yang sudah keroncongan tidak bisa menunggu lagi, intinya Lia harus mendapat sepotong tempe goreng untuk mengganjal rasa lapar."Eh, Rian udah datang," Diana menolehkan wajahnya mengikuti arah yang di tunjuk Lia. Nihil, tidak ada siapapun di sana, hanya ada sebuah pintu yang masi
Last Updated: 2021-05-22
Chapter: Sekertaris atau Pembantu
Semenjak Lia resmi menjadi pembantu, ralat maksudnya sekertaris sekaligus pembantu lebih tepatnya. Kehidupan Lia berubah 360°, tidak di kantor ataupun di apartemen, Arka selalu saja memerintah dirinya. Lihatlah keadaannya sekarang, sangat berantakan, rambutnya bahkan tampak sedikit acak-acakan.Ia menghampiri meja kasir untuk membayar pesanan Arka. Dengan langkah tergesa Lia segera kembali ke kantor. Jika tidak, gajinya pasti akan terancam."Dasar manusia sadis, gak punya moral, gak pake perasaan, dedemit, alien, makhluk jadi-jadian." Ya meski ia terus berjalan menuju ruangan Arka, ia tetap tidak berhenti melantunkan sumpah serapah meskipun hanya bisa ia ucapkan di dalam hati.Tanpa sengaja, Lia menabrak seseorang yang membuatnya tersungkur jatuh, namun untunglah ia masih bisa menyelamatkan bungkus plastik di tangan, agar isinya tidak tumpah."Punya mata gak sih!" Teriaknya ke arah Lia. Padahal jelas-
Last Updated: 2021-05-20
You may also like
Dilangkahi Adik
Dilangkahi Adik
Romansa · Askana Sakhi
53.5K views
Obsesi Terlarang
Obsesi Terlarang
Romansa · Camaraderie
53.5K views
Kesayangan Mami
Kesayangan Mami
Romansa · Fitriyani
53.3K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status